
Aku dan Caitlynn kembali kekaravan membawa banyak daging buruan karena sudah waktunya makan malam.
Aku dan Caitlynn banyak mengobrol dan tanpa terasa sudah akrab. Meski terkesan tidak perduli ternyata Caitlynn merupakan orang yang perhatian pada sekitarnya.
Bahkan dia mengikutiku karena khawatir tapi sekarang dia kagum padaku. Sejak siang tadi sudah 3 kelompok bandit yang kita habisi.
Caitlynn cuma menembak bandit yang lolos dari formasi yang kugunakan. Kemah karavan sudah terlihat.
Aku memberikan daging kepada juru masak disana dan Caitlynn kembali kekelompoknya.
"Hei Caitlynn, bagaimana anak baru itu? Apa dia menangis dipojok saat kamu memanah?"(Delwin)
"Asal kamu tahu ya, dia bisa dengan mudah mengalahkan 10 orang sepertimu"(Caitlynn)
"dia? Jangan bercanda. Kalau ada dari kita yang pengecut pasti dialah orangnya. Lihat saja jika kita diserang bandit pasti dia yang pertama lari"(Delwin)
"Kamu-"(Caitlynn) Aku memegang pundak Caitlynn sambil menggelengkan kepala.
Caitlynn hanya menghela nafas dan pergi berkumpul dengan teman satu timnya.
Aku melihat Caitlynn mengobrol dengan yang lain. Sayangnya suara mereka tidak terdengar.
Malampun mulai semakin larut hingga sudah saatnya memilih orang yang berjaga.
"Hei anak baru kamu giliran yang pertama"(Bert) "Kalian semakin lama semakin keterlaluan ya"(Caitlynn)
Beginilah terjadi lagi. Aku memang ingin mengambil giliran jaga pertama. Karena title milikku aku diserang tanpa henti oleh babi dan serigala.
"Sudahlah, biarkan aku yang berjaga duluan"
"Kalau begitu biar aku-"(Caitlynn) "Tidak kamu sudah cukup lelah biar aku saja"(Lesya)
"Hitung aku juga"(Celyn) Lesya seorang tanker yang menggunakan perisai besi dan pedang panjang sedangkan Celyn seorang archer.
Aku rasa untuk hal seperti ini sudah cukup untuk bertahan tentu saja jika mereka tidak menyerang.
Malam semakin gelap yang lain sudah tidur.
Aku berjalan kedalam hutan untuk memancing mereka menjauh.
"Mau kemana?"(Lesya) "Berburu" "Tengah malam seperti.. Awas!!"(Lesya)
Werewolf dengan bulu merah dan diselimuti api keluar dari hutan dan menerkam kearahku.
Aku langsung melompat mundur sambil melempar pisau api yang mengenai wajahnya.
Karena pisauku dia terjatuh, Suara geraman mengepung kita.
"Aku akan memancing mereka, Kalian tetap disini"
"Tunggu aku akan ikut"(Lesya) "Lesya!! Jangan abaikan tugasmu"(Celyn) "Tapi... Dia..."(Lesya)
"Biarkan saja. Itu keinginannya"(Celyn)
Aku berbalik dan berlari kedalam hutan. Suara serigala dan werewolf mengejar didalam hutan terdengar dengan keras.
__ADS_1
Serigala menerkam dari arah samping, aku langsung menggunakan Vanish karena tidak bisa menghindar.
Aku mengeluarkan spirit assasin untuk melindungiku. Semakin banyak yang berusaha menerkamku.
Aku berhasil menghindari mereka. Aku akhirnya berhenti didepanku mereka berkumpul seperti dinding raksasa yang tanpa celah sedangkan yang dibelakangku mulai mengejar dan berkumpul dipunggungku.
Level mereka yang terendah 20 yang tertinggi 27 "Sepertinya hanya bisa bertarung disini"
Mereka langsung menerkam kearahku.
Aku langsung melempar pisau petir. Pisau itu menembus beberapa musuh sekaligus.
Tapi tetap saja mereka sangat cepat dalam sekejap sudah muncul didepan mataku.
Aku mengeluarkan rantai petir dalam sekali ayunan beberapa serigala terkena seranganku dan mundur.
Hingga seekor werewolf menahan rantaiku dengan cakarnya. Aku mengulurkan tanganku, pisau petir menembus tubuhnya dari punggungnya ketanganku.
Skill baru ini sangat berguna. Pisau petir berubah jadi petir dan menyambar muka werewolf itu.
Hingga dia melepas rantaiku, Werewolf lain menyerang punggungku, tapi spirit assasin menahannya.
Memanfaatkan hal itu aku melempar sabit kearah werewolf itu. Serigala dan werewolf yang lain memanfaatkan saat aku sedang fokus untuk menyerangku.
Aku terkena cakaran serigala saat berusaha meloloskan diri. Aku menggunakan Blood chain dan menyerang belasan serigala serta werewolf sekaligus.
"Kalian suka keroyokan hah? Aku akan buktikan apa itu keroyokan sebenarnya" Aku tidak tanggung-tanggung lagi 20 spirit assasin keluar dari segel dan menyerang setiap serigala.
Meski begitu para serigala tetap menyerangku.
Tapi itu tidak membuat mereka tidak bisa menyerang. Para serigala membuka mulutnya dan mengeluarkan bola api.
Sedangkan werewolf dengan mulutnya menyemburkan api. Aku berlari menghindari serangan itu.
Shadow position aku bertukar dengan salah satu werewolf. Shadow radition dengan diriku sebagai pusatnya.
Banyangan menyebar dari bawah kakiku menutupi seluruh serigala dan jarum bayangan keluar dan menusuk mereka semua.
Aku melempar pisau dengan cepat puluhan serigala tertembus pisauku, apalagi pisau itu kembali dan menembus mereka dari punggungnya.
Bukan cuma itu terkadang bukan pisau yang menyerang mereka melainkan sambaran petir, atau pisau itu berubah menjadi formasi perangkap yang menyambar tubuh mereka.
Beberapa serigala mulai berubah tubuhnya diselimuti api dan menyerang dengan cara berubah menjadi api.
Sedangkan werewolf berubah menjadi lebih besar apalagi cakarnya yang mengeluarkan api lebih besar dari ukuran tangannya.
Aku mulai kesulitan saat serigala berubah menjadi cahaya api serigala itu akan kebal terhadap serangan.
Sedangkan werewolf akan semakin cepat sehingga bisa menghindari serangan dengan mudah, apalagi serangan werewolf termasuk tipe sihir sehingga memberi banyak damage pada spirit assasin.
Sekarang situasi semakin gila. Aku melempar pisau sambil mengayunkan rantai dengan gila.
Darahku naik turun dengan tidak wajar.
Potion selalu berada dimulutku agar aku tidak mati. Spirit assasin bergantian keluar dan masuk kalungku.
__ADS_1
Belum juga ledakan karena formasi atau ledakan karena skill. Satu demi satu serigala mati werewolf juga begitu.
Aku tidak tahu berapa lama aku bertarung yang aku tahu, gunakan semua yang kubisa. Pakai skill menyerang setiap Cooldownnya habis, gunakan formasi setiap serigala mendekat.
Menjauh jika skill sudah habis. Dan tanpa sadar itu semua menjadi gerakan yang bisa kulakuan tanpa berpikir.
Aku juga sudah menggunakan berbagai racun juga skill tanpa henti sampai aku hafal setiap cooldown dari skill.
Satu werewolf lagi mati dibawah pisauku.
Dari balik kerumunan werewolf keluar saty werewolf raksasa setinggi 1,5 werewolf normal.
Fire werewolf king (Boss Rare)
Level: 30
Hp: 25.000/30.000
Sial boss apalagi dia membawa kapak yang besar. Boss itu meraung dan melompat kearahku.
Aku menghindar dengan Backstab dan muncul dipunggungnya. Aku menggunakan Throat slash dan membuatnya terjatuh.
Aku melempar banyak pisau dan membuat formasi "Prison formation Elemental jail"
Petir menyambar tanah bukan cuma 1 tapi banyak.
Membuat jeruji petir setinggi langit yang mengurung raja werewolf. Tentu saja yang lain tidak diam saja. Mereka maju dan menyerang, dan aku tidak takut.
***
Suara kicauan burung terdengar tapi aku masih malas bergerak seluruh tubuhku sakit bahkan hanya sekedar bergerak.
Aku membuka mataku menatap rimbunan daun diatas kepalaku yang perlahan-lahan dilewati sinar matahari.
Ada suara diantara semak sepertinya seseorang dan sayup-sayup aku mendengar suara orang memanggil nicname ku yang lebay.
Aku menatap orang yang keluar dari semak yang ternyata Lesya.
"Kamu masih hidup?"(Lesya)
"kamu memanggil namaku dengan suara keras tapi berharap aku mati"
"Setelah dikejar serigala dan werewolf sebanyak itu apalagi sendirian dan masih hidup. Memang tidak bisa diremehkan"(Brianne)
Aku menatap 4 orang yang mendekatiku. Tapi mereka berhenti setelah melihat sekitarku.
Puluhan drop item seperti daging, taring, kulit menyebar dimana-mana.
"Kamu membunuh mereka semua sendirian?"(Brianne) "Apa tubuhmu baik-baik saja"(Linda)
Linda datang dan membantuku mengecek tubuhku. Hanya saja darahku tinggal 20% Linda menggunakan perban yang entah kenapa menaikan darahku sedikit demi sedikit.
"Lihat kan aku tidak bercanda tentang dia. Meski aku cukup kaget ternyata sekuat ini dia"(Caitlynn) "Sudahlah ayo kembali, biarkan dia beristirahat, Boss sudah menunggu"(Lesya)
Setelah mengumpulkan drop item kami kembali. Sepertinya benar aku butuh istirahat.
__ADS_1
**TO BE COUNTINUE...**