
Setelah pagi, kami melanjutkan perjalanan.
Karena tidak ada serigala dihutan ini semuanya terasa tenang.
Bahkan Axel bingung kenapa aku begitu gelisah. Sebagai teman yang mendampingiku saat jaga malam lebih baik dia tidak tahu.
Terkadang aku dan Inori berjalan jauh kedepan untuk mengecek keadaan, karena tidak ada masalah kami memutuskan untuk mengawal kereta kuda langsung.
Sudah belasan kali orang-orang yang dibelakang keracunan sesuatu. Hal itu membuat aku merasa bersalah.
Yang menyebalkan terkadang masalahnya sepele, dari makan beri sembangan, sampai mencium bunga.
Meski aku berusaha mengumpulkan semua bahan beracun yang kulihat, terkadang kan aku melewatkan sesuatu.
Bahkan Bailee benar-benar mengurung diri di dalam kereta kuda karena takut. Akhirnya aku mengawal langsung kereta kuda itu.
Sekarang Broody dan Axel sering mengeluh berbeda dengan Desmon karena serangan tanpa henti dari ular.
"Guardian Stomp"(Broody) Broody menghentak tanah yang membuat sockwave yang mendorong ular besar itu mundur.
Ular itu langsung maju dengan ganas kearah Broody. Aku menebas tanpa henti ular itu dari samping kanan dan Inori dari kiri.
Aku mundur "Death penalty" Ular itu mendesis keras sebelum ambruk dan mati. Inori yang mendapat tanda last kill.
Dan naik level karena ular itu berlevel 25.
"Makhluk menyebalkan"(Broody) "Sepertinya kita harus istirahat"(Desha) "Apa-apaan ular ini? Sudah 10 mereka menyerang tanpa henti"(Axel)
Inori menarik lengan bajuku "Apa kita tidak berparty saja? Aku tidak enak merampok EXP terus darimu"(Inori) "Tidak masalah lagipula aku sudah level 30. Makhluk ini tidak memberikan apa-apa untukku"
"Baiklah kita istirahat dulu. Kita tidak bisa meneruskan kalau begini terus"(Bailee)
"Akhirnya"(Broody, Axel, Desha)
Karena sudah lewat makan siang. Dan kita semua sudah makan, jadi mereka hanya duduk ditanah.
Jaim sudah lenyap entah kemana. Bahkan Desha yang wanita tidak malu untuk berbaring ditanah.
"Aku bingung kenapa sebelumnya lancar ya?"(Bailee) "Tentu saja, aku membersihkannya. Hanya saja aku khawatir"
"Tentang apa?"(Bailee) "Aku melihat sarang Firebolt Ant" "Kenapa kamu tidak bilang?"(Bailee) "Aku tidak mau membuat kalian semua khawatir. Kalau mereka muncul, aku akan membuka jalan"
"Semuanya!! Sudah cukup, kita lanjutkan perjalanan. Aku khawatir jika kita menunda hal mengerikan akan terjadi"(Bailee)
"Padahal baru juga istirahat"(Desha) Meski mengeluh mereka semua tetap bangun. Dan kereta kuda bergerak lebih cepat.
__ADS_1
Aku dan Inori melesat jauh kedepan untuk mengawasi. Aku dan Inori membunuh satu ular lagi, dan kereta kuda sudah terlihat lagi.
"Ayo lebih cepat Inori" "Baiklah"(Inori) Setelah membunuh 3 ular lagi, Spirit yang kutinggalkan dibelakang memberikan pesan.
Aku tetap diam menunggu kereta kuda. Kereta kuda muncul dan berhenti didepanku.
"Inori!! Kamu naik!" "Apa kenapa?"(Inori) "Sudah jangan banyak nanya!"
Inori naik kedalam kereta kuda "Great defense formation absolut defense" Cahaya menutupi seluruh kereta kuda, membentuk puluhan perisai yang tersusun rapi hingga membentuk lingkaran.
"Pergi!!" Kereta kuda melesat pergi dengan cepat. Tidak lama dibelakangnya, ratusan semut mengejar dengan gila-gilaan.
"Aku pikir kalian akan menyerang dari depan. Ternyata menyerbu dari belakang"
Semut ini memiliki warna dasar hitam, dengan garis seperti petir berwarna merah menutupi seluruh tubuhnya dari belakang.
Puluhan spirit keluar dan melempar bom dan pisau es.
"Trap formation elemental swamp" Seluruh semut tertutupi kabut es dan membeku, semut dibelakangnya tidak perduli dan maju sambil menginjak tubuh temannya.
Aku melempar botol racun, yang langsung hancur dan bercampur dengan kabut es.
"Attack formation Giga magic cannon"
Laser itu berhenti setelah menghancurkan 4 baris semut.
Sisa semut bergerombol menahan laser raksasa itu, sedangkan yang dibarisab belakang mendorong dinding semut dibagian depan.
"Apa-apaan monster ini?"
Aku kembali menyusun formasi sambil menunggu spirit menyelesaikan formasi.
"Attack formation Thorn road" Ratusan pilar es keluar dari tanah menusuk setiap semut, dan menghancurkan dinding berjalan milik semut.
Hanya saja itu tidak bertahan lama, pilar itu rubuh satu demi satu karena para semut.
Suara ledakan terdengar, aku melihatnya alasan semut ini disebut Firebolt.
Setiap semut menembakkan petir merah kedepan sejauh 3 meter, mungkin jika 1 tidak terlihat mengerikan ini ada puluhan atau bahkan ratusan.
Masih butuh waktu, untuk formasi besar siap. Aku perlu lebih banyak mengulur waktu.
Aku langsung bergerak dengan cepat kearah gerombolan semut.
2 Rantai es dan petir mengayun dan menghancurkan para semut dihadapanku.
__ADS_1
Aku langsung menghindar kesamping saat puluhan semut itu menembakkan petir merahnya kedepan.
Serangan ini sangat mengerikan, Aku terus mencabuk dengan rantaiku hingga memendek.
Aku melilitkan setiap rantai ketanganku. Dengan tangan yang diselimuti petir, aku meninju semut yang didepanku.
Rantainya berubah jadi petir dan melesat lurus kedepan memghancurkan semua semut yang menghalangi.
Dengan tangan yang diselimuti es, aku meninju tanah dan membuat ledakan es yang menyapu semut dibagian depan.
Kapan racunku akan bereaksi? Aku melempar pisau demi pisau yang membuat para semut itu sulit untuk maju.
"Attack formation giant slash" Menggunakan skill untuk menarik pisau yang bertebaran, aku membentuk formasi dengan pisau itu.
Membuat pedang besar, yang sekali ayunan membuat para semut itu terbang sekali kebelakang.
Pedangku meledak jadi ombak api yang mendorong dan membakar para semut itu kebelakang.
Para semut itu tidak ada lagi yang bergerak maju. Mereka jatuh terpuruk ke tanah.
Akhirnya racunnya bereaksi, dan formasi sudah siap.
Aku langsung mundur kebelakang, mengejar kereta kuda.
"Killing formation execution tower" Petir menyelimuti seluruh semut itu dan membentuk menara keatas yang mengurung semua semut itu.
Aku harap mereka semua mati disana. Keadaan kereta kuda juga tidak seluruhnya baik. Mantis menyerang kereta kuda saat aku sibuk dengan semut-semut itu.
Untung saja formasi milikku kuat untuk menahannya, sekarang Broody, Axel, Desmond, serta Inori sibuk bertarung dengan mereka.
Aku tahu karena sempat meninggalkan Spirit disana. Dan aku sudah melihatnya, aku langsung masuk kedalam stealth dan menusuk mantis yang sedang menyerang Desmond.
Tidak memakan waktu lama sebelum mantis itu mati setelah beberapa tusukan dan tebasan.
Beberapa mantis lainnya melompat dari pohon dan menyerang. Aku mengeluarkan rantai dan langsung mencambuk mereka sekaligus.
Seranganku tidak berhenti membuat para Mantis terdorong mundur. Dengan tangan yang terlilit rantai, aku menggunakan Backstab dan meninju salah satu Mantis ketanah.
Mantis itu terkena stun. Dengan api yang menyelimuti tanganku, aku meninju sekali lagi dan membuat ledakan besar sekaligus membunuh mantis itu.
Aku menggunakan Blood chain, dan menyerang serta membunuh beberapa mantis sekaligus.
Sekarang siapa lagi yang ingin mati?
**TO BE COUNTINUE...***
__ADS_1