Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
129 Sampai di gunung


__ADS_3

Aku sedikit kecewa melihat drop item yang dijatuhkan Cyclops. Selain kristal mana api tingkat normal sisanya hampir tidak bisa kupakai.


Cyclops armor (Rare)


Syarat: Str 50 Level: 30


Str: 160 Agi:-20


Def: 100


Skill: Reflect damage Setiap sejumlah serangan berjumlah 10% HP akan mengembalikan 4 serangan berikutnya


Laser damage setelah mengumpulkan damage yang terkena sebanyak 30% akan menembakan laser dengan damage 200% dari defense yang dimiliki


Armor macam apa ini? Bahkan tank bisa jadi siput jika memakai ini. Ini armor hanya untuk samsak, mungkin Freyas mau.


Dan satu benda menjijikan ini


Cyclops Eye (Rare)


Material khusus untuk kegunaan khusus.


Bisa menembakan laser jika penggunaanya tepat.


Dan satu benda aneh lagi


Cyclops shoes (Elite)


Syarat: ---


Agi: 10


Def: 50


Deskripsi: Sepatu yang pernah dipakai Cyclops


Equipment sampah, udah tidak ada skill naikin status cuma sedikit pantas saja cyclops lambat.


Aku melihat kemajuan misi milikku


-Basmi setiap jenis raksasa humanoid didekat anda


Bunuh Orc:(100/100)


Bunuh Troll: (100/100)


Bunuh Ogre: (35/100)


Bunuh Evil Giant: (1/100)


-Reward: Tittle Giant Slayer, Giant slayer set


-Gagal: Mencapai level 35


-Hukuman: Seluruh stats berkurang 10% selama 30 hari, dan pemburuan oleh semua raksasa (Quest otomatis diterima)


Bagaimana caranya menyelesaikan ini? Benar-benar menyebalkan.


"Astaga. Kamu memang benar-benar monster"(Inori) "Apa itu kata-kata pertama yang kamu ucapkan saat melihat ku?"

__ADS_1


"Seperti yang diharapkan. Kayaknya jika melawan lebih banyak kamu sanggup"(Martin)


"Apa itu kata-kata baru yang memiliki makna kamu harus mati?" "Aku bercanda tapi serius"(Martin) "itu membingungkan"(Inori)


"Soalnya dipulau ini banyak sekali raksasanya hanya saja cukup tersembunyi"(Fellix) "Begitukah?" "Sepertinya kamu harus menyelesaikan masalah dulu"(Vio)


"Masalah apa?" Gempa terasa sekali lagi. Membuatku langsung berdiri.


"Mereka makhluk pendendam dan setia, jika kamu membunuh pasangannya dia akan menandaimu"(Alvin)


Dari pedalaman hutan keluar laser merah kearahku. Cepat sekali datangnya


"Defense formation guardian shield"


Perisai layang-layang keluar terbentuk dari cahaya pisau menahan laser itu.


"Perlukah kita membantu?"(Fellix) "Ini pertarunganku. Kalian mundur saja dan nikmati pertunjukan"


Para ogre keluar dari dalam hutan dan menyerangku. Blood chain, aku berubah jadi cahaya dan menusuk semua ogre daj muncul didepan Cyclops.


Rantai aku ayunkan dan mengenai pipinya, pukulanku membuatnya limbung dan jatuh.


Apa yang ini versi betinanya?


Cyclops ini memakai baju dari kain lusuh, dan pertahanan miliknya lebih lemah daripada cyclops sebelumnya.


Tangan besar miliknya hampir memukulku.


Aku mundur sebelum aku gepeng dihajar dia.


Stealth. Aku menghilang dari pandangannya.


Dari belakangnya aku berlari kearahnya.


Cyclops langsung berbalik dan menyerangku.


Bagaimana? Tidak ada waktu untuk panik.


Backstab.


Aku muncul dibelakang lehernya, pisau api menembus lehernya dan meledak. Saat dia hampir jatuh, pisau lain muncul dari depan dan menusuk matanya.


Dari matanya laser keluar menyebar kesegala arah bersama teriakannya. Ghost walk, aku menembus tubuhnya dan menebas lehernya.


Begitu aku mendarat 2 pisau cresent knife mengenai kedua sisi wajahnya membuat ledakan petir dan api.


Langsung membunuhnya. Tidak sulit, hanya saja para Ogre masih disini. Aku akan menyelesaikan ini dengan cepat.


***


"Jadi Martin. Kita harus kemana?" "Apa kamu tidak butuh istirahat? Dasar monster"(Martin)


"Bukanya kita harus cepat berangkat sebelum gelap?"


"Itu benar sih. Hanya saja"(Vio) Aku sudah membunuh semua ogre. Pertarungan ini berakhir begitu cepat dan membuat mereka semua terkejut.


Bahkan Inori dari tadi menggumamkan kata monster dari mulutnya. Apa aku semengerikan itu?


Kami berjalan kearah gunung disana.

__ADS_1


"Hei bukanya mereka harusnya sudah online?" "Rian dan Atemis? Aku tidak tahu. Mungkin nyasar"(Inori) "Coba hubungi mereka!!" "Apa perlu? Rian akan melemah jika menjauh dari laut kan"(Inori) "Ada benarnya juga"


Setelah berjalan sampai matahari tenggelam. Kami akhirnya sampai di kaki gunung. Ada gua disini yang ukurannya luar biasa.


Kami membuat api unggun juga tempat untuk tidur. Suara geraman terdengar dari kedalaman gua keluar beberapa makhluk pendek dengan kepala serigala.


"Itu kobold. Semuanya siap bertarung"(Martin) "Tidak perlu. Inori" "Tanganku sudah gatal daritadi"(Inori)


Inori melesat kearah kerumunan kobold dan menebas mereka satu persatu. Serangan tanpa henti dari Inori membuat mereka tumbang satu demi satu.


Tiba-tiba tombak melesat kearah Inori. Inori mundur dan menghindari serangan itu. Dari kedalaman gua keluar kobold lebih besar kali ini seukuran manusia dengan badan yang lebih besar.


"Butuh bantuan?" "Tidak aku bisa atasi ini"(Inori) Senjata yang dipegang kobold itu ada 2 yang satu tombak yang satu beliung besar.


Meski besar dan gerakannya cepat. Kobold itu memiliki kelemahan fatal, serangan yang dilakukan terlalu lebar mungkin karena besarnya kedua senjatanya.


Hal ini membuat banyak celah yang memudahkan Inori membuat lebih banyak damage.


"Dia hebat juga"(Martin) "Tapi ini jadi membosankan. Apa ada yang bisa memasak? Masakan buatan Martin tidak enak"(Heidi)


"Kalau begitu jangan makan"(Martin) "Aku bisa masak, tapi aku tidak punya job yang berhubungan dengan memasak"


"Yakin yang kamu buat bukan racun?"(Fellix)


"Entahlah aku tidak pernah coba memasak. Perlu aku coba?"


"Ya, memasaklah"(Heidi) "Hei.. Bagaimana kalau itu racun?"(Gleda) "Itu lebih baik daripada masakan tidak enak. Aku lebih baik mati karena makan enak daripada hidup dengan memakan makanan yang tidak enak"(Heidi)


Aku memanggang ayam yang dibawa mereka sebelumnya. Sejujurnya aku tidak tahu siapa yang membawa semua bahan makanan ini.


Inori yang dibaikan sekarang sudah melawan 4 kobold yang besar sekaligus. Sejujurnya aku ingin membantu tapi aku sibuk.


Dan yang lain menatap makanan yang ku masak.


"Apa tidak ada yang niat membantu Inori?"


"Dia bisa bertahan"(Martin) "Kelihatannya masih hidup"(Fellix) "Dia itu perempuan tapi kalia memperlakukannya seperti itu"


"Awas ayamnya gosong"(Vio) "Astaga" Setelah menunggu beberapa ayam bakar sudah matang.


Inori yang sudah menyelesaikan petarungannya kembali dalam keadaan babak belur.


"Kenapa kamu tidak membantu?"(Inori) "Maaf, silahkan dicoba" Aku memberikan ayam bakar pada Inori.


"Enak. Lebih baik daripada buatan Gleda"(Heidi) "Ya, lebih enak daripada buatan Heidi"(Gleda) "Kalian jangan bertengkar"(Vio)


"Apanya yang enak? Rasanya sama dengan buatanku"(Martin) "Lebih baik kamu periksakan tubuhmu sepertinya kamu sakit"(Alvin) "Aku setuju"


Kami makan dengan damai untungnya tidak ada serangan kobold atau monster lainnya.


"Inori!!! Kalian dimana?"(Rian34) "Aku tidak percaya kalian meninggalkan kami"(Atemis)


"Apa kamu sudah memberitahu dimana kita?"


"Sudah. Aku mengatakan sekarang kita di gua"(Inori) "Itu saja?" Inori hanya mengganguk.


kalau begitu selamat mencari bagi kalian berdua. Aku sudah malas menjemput kalian


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2