Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
134 Para Raksasa penjaga tambang


__ADS_3

Seluruh tempat ini jadi kacau. Tapi kenapa raksasa yang itu belum mati? Apa karena dia boss?


Raksasa yang terbesar dengan puluhan kristal sihir es dipunggungnya. Pilar es yang ditangannya mengayun ke arahku.


Backstab, aku muncul dibelakang punggungnya. Sabit yang kupegang menusuk punggungnya.


Kristal es dibelakang punggungnya meledakkan aura dingin yang langsung membekukan tubuhku.


Aku jatuh dari punggungnya. Spirit langsung membawaku. Raksasa itu memutar tubuh sambil memutar pilar es yang dia pegang.


Untung saja aku sudah menjauh. Untuk aku tidak terlalu lama membeku. Darahnya masih tersisa 20% Pertarungan ini akan lebih sulit.


Raksasa itu berbalik kearahku dan memukulkan pilar es ketanah. Ledakan terjadi selain membuat batu runcing diatas runtuh itu juga membuat gelombang es kearahku.


"Defense formation guardian shield" Gelombang es menghantam perisai yang kubuat.


Serangan gelombang es itu menutupi sekitarku. Gelombang es terpecah dan raksasa itu muncul memukul perisai yang kubuat.


Ghost walk. Aku berlari kearah raksasa itu dan menembus tubuhnya. Pisau yang terjatuh karena formasi perisai melesat kearahku.


Membuatnya tergores pisau-pisau itu. Aku melempar Cresent knife ke mukanya hingga membuat ledakan diwajahnya.


"Attack formation Elemental spear'" Aku melempar tombak hingga membuat ledakan ditubuh raksasa itu.


Sabit berputar mengenai lehernya, aku sudah berada dibelakang punggungnya "Attack formation giant slash"


Aku menebas punggungnya dengan pedang. Raksasa itu berbalik sambil mengayunkan pilar es ditangannya.


Blood chain, aku muncul diatas kepalanya dan menebas kepalanya. Ledakan terjadi membuatnya tumbang kebawah.


Aku membuat formasi dengan 8 pisau dalam 2 baris panjang "Attack formation Execution slash"


Pedang raksasa terbentuk yang besarnya sebesar pilar es yang dia pegang. Dengan sekali gerakan raksasa itu terbelah 2 dan akhirnya mati.


Baiklah sekarang apa? Lanjut menambang saja. Drop item yang dijatuhkan raksasa ini sangat bagus.


Ice spike Cloth (Rare)


Syarat: Level 30


Def: 110 Cold resisten:+30


Agi: 100


Skill: Ice reflect Setiap serangan jarak dekat yang mengenai tubuh akan mengembalikan 30% dari total damage beserta efek slow

__ADS_1


Freeze reflect setelah terkena 5 kali serangan akan mengembalikan 200% damage dan memberikan efek Freeze selama 5 detik


Zirah ini ringan tidak berat apalagi cocok untuk petarung jarak dekat. Aku pikir ini cocok dengan Inori karena aku jarang terkena serangan jarak dekat.


Selain itu ada 3 kristal mana es tingkat lanjut.


Ini adalah hal yang terbaik disini. Aku dapat pesan dari Inori yang menanyakan aku dimana.


Aku menjawab akan kesana sebentar lagi Aku kembali melalui cara yang sama menembus tembok.


Tidak butuh waktu lama yang lain datang.


"Kemana aja kamu?"(Inori) "Aku menemukan jalan rahasia hanya saja cuma aku yang bisa lewat"


"Jalan rahasia?"(Atemis) "Kemana itu?"(Martin) "Tambang kristal mana es" "Es? Aku tahu jalan untuk kesana"(Martin)


"Baguslah ayo kesana"(Rian34) "Inori ada yang ingin kuberikan padamu" "Apa itu?"(Inori) "Ini" aku memberikan Armor yang baru kudapatkan.


Kupikir ini cocok untuk Inori meski kebanyakan skillnya berguna untuk tank taoi defensif dan stats untuk kecepatan sangat bagus untuk Inori.


"Ini benar untukku?"(Inori) "Ya, aku mendapatkannya setelah mengalahkan raksasa didalam sana"


"Ini terlalu berlebihan"(Inori) "Aku pikir itu cocok untukmu. Jarang ada armor yang memberikan stats tambahan pada Agility bahkan skill yang dimiliknya cocok untuk membantu pertahananmu"


Kami bergerak turun kebawah dihalangi beberapa kobold dan Earth giant, dan kembali keatas.


Dijalan sudah banyak kristal mana es hingga sampai ketambang.


"Benar ini tempatnya" "Dingin... Juga sepi"(Heidi) "Karena raksasa yang ada disini sudah kukalahkan"


"Mau coba raksasa yang lebih kuat?"(Martin) "Entahlah" Mengingat aku akan bertarung sendirian.


Tapi pendapatku tidak penting. Sekarang kami tiba disini ditempat panas dengan lava mengalir tenang didepan kami.


"Aku pikir kalian sudah cukup memiliki kristal mana jenis api kan?" "Kamu pikir itu cukup?"(Vio) "Salamander disana saja sudah jadi bahan makanan kami"(Gleda)


Kalian semua benar-benar mengerikan "Aku pikir aku harus kembali. Aku yang paling lemah pada api dan elemen panas lainnya"(Rian34)


"Aku mengerti" Rian kembali ketempat sebelumnya. Depan ada lautan lava diatas ada lembah dan kami memutuskan keatas.


Dihadapan kami ada belasan raksasa dengan kulit merah memegang palu dan tongkat batu raksasa.


Aku menatap Martin "Disana ada banyak kristal mana api tingkat lanjut"(Martin) "Setelah mengalahkan manusia gua itu akan mudah"(Alvin)


"Siapa yang akan mengalahkan mereka?" "Kamu tentu saja"(Mereka semua) "Sialan kalian" Hal terburuk belum muncul.

__ADS_1


Dari bagian atas turun lagi raksasa berapi kali ini bukan cuma kulitnya saja melainkan tangannya diselimuti api.


Dia memegang palu api raksasa. Seolah belum cukup, raksasa lain keluar kali ini wanita dengan kapak berapi yang dipegangnya.


Para raksasa berlari kearahku sedangkan kedua Boss yap mereka berdua itu boss. Tetap diam dibelakang.


"Kalian mundur dan pergi dulu dari tempat ini. Jika runtuh aku tidak mau menyelamatkan siapapun!!!" "Baiklah. Semangat"(Martin)


Mereka pergi. Setelah kuperhatikan dengan boss ada 12 raksasa. Aku menyiapkan 2 rantai es dan 2 rantai api.


Aku melilitkan rantai api dikedua tanganku. Spirit bertebangan disekitarku. Aku menyambut para raksasa yang datang.


Blood chain, aku berubah jadi bayangan dan menusuk setiap raksasa hingga raksasa yang paling belakang.


Darahku berkurang karena kulit raksasa ini sangat panas. Rantai es mengayun kepala raksasa itu membuat sebelah kepalanya membeku.


Bom yang dilempar spirit membuat seluruh tempat ini jadi lebih dingin. Pisau es menusuk kepala raksasa itu, dan aku menggunakan backstab.


Karena raksasa yang ada disampingku memukul kepala raksasa ini dengan tongkat batu raksasa.


Raksasa itu tumbang, rantai es mengikat kepala raksasa yang ingin memukulku.


"Attack formation giant slash" Pedang es muncul ditanganku.


Tangan raksasa berusaha menepukku. Oh aku sudah lelah dengan keadaan ini. Aku menebas tangan itu membuat gelombang kabut es yang mendorong tangan itu.


Aku menancapkan pedangku ke lehernya. Dengan kakiku, aku mendorong pedang itu agar lebih menancap kedalam.


Raksasa itu melepas tongkat batu yang dia pegang dan kedua tangannya berusaha menangkapku.


Para raksasa lain juga mulai bergerak. Pedang yang kutancapkan meledak membuat raksasa ini jatuh.


Aku dibawa spirit keraksasa lain. Raksasa yang masih berdiri menyemburkan api kearahku.


"Defense formation shell shield" Perisai berbentuk cangkang kura-kura menahan serangan api itu.


Spirit melemparku kewajah keraksasa itu. Dengan tinju yang diselimuti api dan es. Aku meninju raksasa itu membuat kepalanya terdorong sedikit.


Aku dengan cepat meninju dengan cepat setelah pukulan kelima ledakan terjadi membuat raksasa itu jatuh.


Palu dan Tongkat batu melesat dengan cepat kearahku. Aku menghindari itu dengan mundur.


Akhirnya mereka memukuli teman mereka sendiri. Aku tidak tahu akan memakan waktu berapa lama yang jelas. Pasti aku akan mengalahkan mereka.


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2