
Untung saja ada peta dari Harry meski peta hanya menunjukan tempat spawn serigala dan babi hutan. Semua dungeon ditandai ditempat ini.
Yang pertama Volkanic desert. Tempatnya berada didalam gunung berapi melewati gua kecil di kaki gunung.
"apa kita benar harus lewat sini?"(Yang tersexyy) "begitulah" Didalam gua terdapat banyak kelelawar dan kalajengking api.
Levelnya 11 cukup sulit karena mereka bergerombol untung saja ada mage disini.
Yang paling tidak berguna Archernya.
Jangankan kelelawar bahkan kalajengking yang lambat tidak kena. Setelah beberapa jam bergelut dengan monster yang tidak ada habisnya kami menemui boss monster disini yang merupakan kalajengking api raksasa.
Semua berakhir dengan kemenangan kami dan juga kematian si beban. Selama dia belum kembali kami mencari gerbang dungeon dan akhirnya menemukannya.
-Dungeon gate Vulcanic desert (0/10)
butuh soul orb Vulcan scorpion king
Ini dungeon 10 orang meski tidak ada minimal untuk masuk tapi ada batasan maksimal untuk masuk. Jadi meski berenam tidak masalah untuk masuk masalahnya hanya jadi jauh lebih sulit karena ini dungeon 10 orang.
Setelah 2 jam si beban kembali, Aku langsung memberikan Green set untuknya karena set ini sangat berguna untuk pemanah.
"Meski hanya level 5 itu akan sangat membantu
Lalu yang lain minum ini, masing-masing 1"
Aku memberikan Fire resisten potion yang kudapat dari Rina.
Mereka menatap potion dan set yang kuberikan tapi aku hanya diam saja.
Kami masuk kedalam dungeon. Karena fire resisten seluruh tempat ini hanya terasa panas meski disini banyak magma yang menggenang.
Kami berdiri diatas tanah atau mungkin magma yang membeku jauh didepan ada pilar tanah yang jauh lebih tinggi, apa itu gunung?
-Anda memasuki Volcanic Desert masukilah daerah tengah sebelum terbakar magma panas. Cari 3 kunci untuk memasuki daerah tengah, setiap 10 menit 1 wilayah akan terendam magma. 00.09.58
"Sepertinya kita harus mati dulu" "Apa kamu bercanda? Hukuman dari kematian kehilangan 10% pengalaman jika sial 1 item atau perlengkapan hilang"(Yang terpandayy)
"Jika pengalaman aku bisa membantu leveling jika peralatan aku bisa ganti rugi"
"Masalahnya bukan itu"(Yang terpandayy) "berarti tidak ada masalahkan?" "Sudah jangan berkelahi"(Yang terganazz) "Diamlah ini juga salahmu, apa kamu tidak tahu kita disini hanya sebagai tumbal saja"(Yang terpandayy)
"Dengar sejak awal dungeon ini bukan tujuanku" "Terus apa? Quest? Tidak mungkin dungeon lebih bernilai daripada quest biasa"(Yang terpandayy)
"Itulah yang kamu tidak tahu quest merupakan hal penting dalam game RPG selain Leveling dan dungeon. Memang kalian pikir dengan kemampuan kalian bisa bertahan di dungeon ini? Mage sombong seperti kamu, Archer yang payah memanah seperti kamu, Assasin yang hanya bisa sembunyi karena takut mati, dan healer. Hanya warrior yang kesulitan disini"
"Itu...."(Yang terpandayy) "Ya kan, aku tidak perduli dengan dungeon ini. Jika tidak mau mati cukup bantu aku mencari monster dengan jenis ular"
"Kalau begitu kita cukup mencarinya kan?"(Yang terganazz) 'Yang terganazz' menyikut 'Yang terpandayy'
"Ada satu cara. Berpencar"(Yang terpandayy)
"Apa kamu gila? Disini ada Healer"(Yang tersexyy)
"Tapi itu satu-satunya cara, kita cuma punya waktu 1 jam dan ada 6 wilayah cocok dengan jumlah kita dan karena seluruh wilayah rata kita tidak perlu menarik aggro cukup dengan melihat jenis monster apa itu. Apalagi disini ada 3 tipe kecepatan pasti itu cara terbaik"(Yang terpandayy)
"Aku setuju dengan caramu, kalau sudah ketemu beri tahu melalui obrolan party"
__ADS_1
Aku langsung pergi sebelum mereka menjawab.
Aku sudah muak dengan mereka.
Setelah aku mengelilingi 2 wilayah, Aku bahkan tidak menemukan satupun ular. Dungeon ini berisi banyak monster tapi mereka hanya 1 jenis disetiap wilayah. Wilayah yang aku lihat tadi berisi monster kalahengking dan monster Salamander.
Dungeon ini meski dibuat berdasarkan party tapi tetap saja sangat menguji kehebatan individu. Seperti waktu setiap wilayah tenggelam hanya 10 menit ada 6 wilayah 3 diantaranya memiliki kunci untuk kewilayah tengah.
Memaksa agar party menyebar yang lebih parah adanya satu boss disetiap wilayah.
-10 menit sudah terlewat wilayah F telah tertelan magma
Lihatlah kesulitannya, aku bisa merasakan magmanya naik sedikit.
Aku memeriksa obrolan party karena iseng disitu si beban menceritakan usahanya melarikan diri dari magma.
Aku ingin menutup obrolan tapi terhenti saat melihat tulisan 'aku menemukan ular' Aku langsung menutup obrolan dan pergi ketempat si beban.
Saat aku tiba betapa terkejutnya aku saat melihat mereka di tepi pulau melihat lautan magma.
"Dimana ularnya?" Si beban menunjuk lautan magma "disana"(Yang tersexyy) Aku melihat lautan magma dan tidak menemukan apapun hanya batu yang mengambang. Kok ada batu?
Aku memperhatikan batu itu yang tetnyata merupakan kepala ular dari leher hingga bagian bawahnya merah menyala dan ekornya hitam.
"kamu kan Archer tembak dia" "percuma dia mengacuhkannya"(Yang tersexyy) Yang tersexyy menarik panah "Tracker arrow"(Yang tersexyy) Beban menembak satu panah, terus 3 panah dan 5 panah. 8 panah yang lain mengikuti satu panah, Jika tanpa peralatan itu skill itu jadi lelucon.
Meski keliatan seperti skill area, skill ini merupakan skill tunggal setelah terkena satu panah, panah yang lain mengikuti membuat damage lebih besar.
Masalahnya jika panah yang pertama tidak kena yang lainnya cuma jadi lelucon.
Semua panah itu mengenai kepala ular itu tapj
"Kamu bisa melempar sesuatu yang bukan panah kan?" "ya bisa tapi...."(Yang tersexyy)
"bagus lempar ini" Aku memberikan pisau dari energi es
"apa ini? Dingin sekali"(Yang tersexyy) "lempar sekarang" Si beban melempar dengan asal pisau itu.
Dengan bantuan skill pasif peralatan itu pisau itu terbang kearah kepala ular. Es biru tiba-tiba muncul menutupi kepala ular meski hanya setengah detik.
Setelah kena ular itu melihat kami dan berenang kearah kami dengan cepat bahkan magma pun berubah menjadi ombak besar kesini.
"Semuanya mundur, aku akan menahan magmanya"
Aku mengeluarkan 5 pisau es menancapkan ketanah dalam barisan panjang.
Dalam sekejap membuat tembok es raksasa.
Meski begitu setelah terkena ombak magma yang besar semua dinding es itu hilang digantikan tembok magma yang membeku.
Ular itu menghancurkan dinding batu itu untung saja yang lain sudah mundur.
Aku langsung menggunakan stealth dan mundur sementara 'Yang terganazz' maju dengan kedua pedang dalam set red flame.
Aku tidak menggunakan Shadow fang melainkan 2 pisau es. Si beban terus memanah kepala ular itu, 'Yang terganazz' menjadi tank yang menahan serangan ular secara langsung
'Yang terpandayy' menyiapkan sihir sedangkan 'Yang terimeotzz' terus menyembuhkan 'Yang terganazz'
__ADS_1
Setiap tebasan ku selalu membekukan bagian tubuh yang tertebas meski cuma sekejap.
Karena hal itu gerakannya melambat.
Belum sempat menghilang ular itu membuka mulutnya dan ingin menggigitku.
'backstab' Aku muncul diudara dibelakang kepala ular.
Aku melempar 2 pisau petir yang menembus kepalanya, disusul dengan tusukan pisau es yang membuatnya kembali menggeliat.
Aku terkena tabrakan kepala ular itu hingga terbang kebelakang.
"Aku datang"(Yang terimoetzz) Gadis kecil healer datang.
"Wahai dewi kebaikanmu telah menghilangkan semua penderitaan didunia. Heal"(Yang terimoetzz)
Cahaya hijau memenuhi tubuhku mengisi darahku sedikit demi sedikit.
"Serahkan padaku, magic misile"(Yang terpandayy) 5 bola biru keluar disekitarnya dan menabrak ular itu, membuat ledakan.
"Itu belum cukup bagaimana dengan ini, Magic gatling"(Yang terpandayy) Bola biru berkumpul menjadi besar, bola itu berputar sangat cepat dan menembakkan bola biru kecil dalam jumlah banyak dengan sangat cepat. Ledakan terus terjadi. Ular itu membuka mulutnya dan mengeluarkan magma yang banyak hingga membentuk tsunami.
Setelah darahku penuh aku berterima kasih dan berdiri menghadang tsunami itu sendiri.
Ini pertama kalinya aku menggunakan pisau badai aku harap cukup hebat.
Aku memegang pisau itu, sebenarnya aku bisa menambahkan mana untuk mengisi pisau agar lebih kuat, sekarang aku menggunakannya.
Aku melempar pisau badai yang sudah diisi mana. Dalam sekejap pisau itu berubah menjadi tornado yang membelah tsunami itu.
Aku langsung maju kearah ular itu
"Aku tidak akan membiarkan kamu tampil sendirian Magic explosion"(Yang terpandayy)
Bola biru seukuran bola basket terbang kearah ular dan meledakkannya. Beberapa panah juga terbang menusuk kepala ular, sedangkan Yang terganazz terus menyerang badan ular dengan skill api miliknya.
Aku melempar 3 pisau es yang kuisi mana.
Setelah menancap ditubuh ular itu, pisau itu berubah menjadi pilar es dalam sekejap ular itu tidak bisa melakukan apa-apa.
Tapi ular itu melihatku dan ingin memakanku. Cara yang sama tidak akan berhasil, aku mengeluarkan pisau badai dan melempar keatas.
Pisau itu berubah menjadi tornado yang membuat kepala ular itu terpelanting kebelakang.
Aku melempar 2 pisau selain yang badai juga ada yang petir, karena itu.
Tiba-tiba petir besar turun darimana menyambar ular itu membuatnya terdiam.
"Habisi dia" Kali ini aku diam saja melihat ular itu terbunuh di tangan 'Yang terganazz"
Banyak sekali material yang tertinggal saat ular itu mati.
Tapi ada satu yang menarik perhatian, itu adalah bola merah berapi yang memiliki mulut.
Aku mengambil bola itu dan soul orb si ular.
Aku terkejut saat bola merah itu memakan soul orb ular dan membesar.
__ADS_1
"Sial, bersiap ledakan!!!" Karena teriakanku semua orang melihatku. Aku melempar bola itu tapi belum menjauh dari tanganku bola itu meledak membuat pandanganku dipenuhi api.
**TO BE COUNTINUE...**