
Aku dan Hana bertemu dengan Mathew di depan gerbang kota dengan kereta kuda miliknya.
"Aku pikir tidak jadi?"(Mathew) "Mana mungkin. Perkenalkan ini Hana yang rencananya akan mengajarkan Rina"
"Apa kamu yakin ini perlu? Aku pikir tetap didesa adalah hal terbaik bagi Rina"(Mathew)
"Tenang saja, Rina tidak perlu pergi dari desa
Menjadi alchemist tidak perlu pergi kemanapun, Apalagi pada dasarnya saya bukan Alchemist biasa melainkan Alchemist yang ahli pada tanaman bisa dibilang lebih mirip herbalist"(Hana)
"Itu berbeda dari yang saya tahu"(Mathew) "Lebih baik kita bicarakan dijalan saja mengingat bahwa kita memiliki banyak waktu dijalan"
"Lebih baik seperti itu"(Mathew)
Akhirnya kami memulai perjalanan dengan kereta kuda kembali kedesa pemula.
***
Bosan. Tidak seperti sebelumnya bahkan burung tidak berani terbang diatas kepala.
Benar-benar membosankan
Kemana para bandit dan perampok? Kemana para hewan buas? Pada kemana semua rintangan yang menghadang?
Perjalanan terasa jauh lebih melelahkan, mungkin hanya Hana yang menikmati perjalanan ini karena setiap berhenti untuk makan, dia pergi mengumpulkan berbagai bunga dan herbal dengan senangnya.
Akhirnya malam tiba aku dengan sigap memilih menjadi pihak yang menjaga. Dan aku menyesali hal itu. Bukan karena banyaknya monster yang menyerang.
Malah sebaliknya tempat ini jadi sangat seram karena sunyi bahkan jangkrik tidak berani bersuara.
Apa-apaan malam yang sangat sunyi seperti ini? Hari berikutnya tidak berbeda dengan kemarin bahkan kami memilih mempercepat perjalanan.
Dan sore hari desa sudah terlihat, Entah kenapa aku benci perjalanan yang tenang seperti ini.
Mengingat sebelumnya hari tanpa darah tidak pernah ada.
-Anda kembali kedesa pemula no. 10
Mendapat title 'Back to home Unique'
Penalty diberikan tidak ada EXP untuk setiap buruan dan quest yang dikerjakan
Hukuman Sins akan berlipat ganda jika membunuh Player atau NPC
Hebat dapat penalty wajar sih mengingat betapa mudahnya membunuh player level rendah bahkan sesama level saja aku tidak berkeringat.
Aku melihat Rina yang berlari kearah ayahnya dan memeluknya.
"Selamat datang ayah. Kakak juga kembali kupikir tidak akan kesini lagi"(Rina)
"Mana mungkin aku tidak kembali. Rina mau kukenalkan pada seseorang. Dia hebat bisa mengajari kamu tentang Alchemy"
"Alchemist? Aku bisa jadi Alchemist?"(Rina)
__ADS_1
"Ya tentu saja" Hana maju kedepan.
"Aku bukan Alchemist tapi aku mengerti tentang Alchemist semua tentang tumbuhan aku sangat paham"(Hana)
Tiba-tiba bu Ani datang kepadaku "Apa Rina harus kekota? Perjalanan kesana sangat berbahaya"(Bu Ani)
"tidak perlu, Rina bisa tetap disini berada di desa. Jika ada bahan yang tidak ada didesa bisa diserahkan padaku. Aku akan mencarinya sehingga tidak ada yang perlu keluar desa"
"Kalau begitu tidak ada masalah"(Bu Ani)
Rina langsung belajar dengan Hana tentang berbagai tanaman.
Aku pamit pergi melihat sepertinya Bu Ani ingin berduaan dengan Mathew. Lagipula aku harus menemui Cloe.
Aneh semua hewan dihutan menjauhiku sejauh-jauhnya. Bahkan mereka tidak mau terlihat olehku.
Aku tahu karena sempat melihat kelinci yang menabrak pohon setelah berusaha menjauh.
Apa karena levelku sangat tinggi? Aku sekarang sudah level 18.
Mungkin memang jauh lebih tinggi daripada hewan disini yang paling tinggi hanya 10.
Berkat itu aku merasa terasingkan.
Tidak ada yang berani mendekatiku tanpa terasa aku sudah sampai di rumah Cloe.
Terlihat dia berada didepan rumah dalam wujud wanita muda.
"hei Nenek sudah kubilang jangan coba-coba menggodaku"
"Wujud asli darimana, jika ini wujud aslimu ngapain nyamar jadi nenek ditengah hutan seperti ini"
"Itu bukan urusanmu, Berikan Magic Tranquility nya!"(Cleo) "Tukar dengan magic crystal darkness tingkat normal"
"Baiklah"(Cleo) Cleo melempar magic crystal seperti benda itu tidak berharga. Aku menangkapnya sebelum jatuh ketanah.
Jika jatuh ketanah kualitasnya akan menurun.
Aku memberikan kotak aneh ilegal dan berbahaya itu padanya.
Cleo menatap kotak itu dalam diam, air mata perlahan keluar dari matanya. Cleo menghapus air matanya dengan kasar.
Membuatku berpikir pasti ada hubungan antara Cleo dan pembuat kotak itu. Tapi bukan Cleo yang membuatnya karena nama Cleo tidak keluar dalam deskripsi item itu.
Cleo masuk kedalam rumah tanpa bertanya tentang bahan yang dia minta. Aku mengikutinya, jika bahan ini tidak kuberikan bisa bermasalah nanti.
Aku berhenti diruang tamu Cleo yang lebih bersih daripada biasanya. Paling tidak, tidak ada benda berserakan dilantai.
Aku meletakkan semua bahan yang dia minta diatas meja. Sedangkan Cleo terus berjalan kedalam, naik kelantai 2 dan hilang disana.
Aku tidak berani mengikuti lagi, jadi aku menunggu disini saja. Aku duduk diatas sofa milik Cleo yang sepertinya akan memakan waktu lama.
Aku tidak tahu siapa yang membuat kotak itu tapi aku yakin kalau bukan salah satu keluarga Cleo pasti pacarnya paling tidak mantannya.
__ADS_1
Karena ekspresi tadi jelas untuk orang yang lebih dari sekedar teman bagi Cleo.
Setelah 2 jam akhirnya Cleo turun kebawah.
Matanya merah sepertinya sehabis menangis disana.
"Terima kasih karena mau memberikan hal itu padaku. Padahal jika kamu menjualnya pada kekaisaran Sixir pasti akan dibayar mahal"(Cleo)
Memang sih tapi tujuanku bukan hanya uang. Melainkan keakraban dari Cleo.
"Aku hanya merasa benda itu memiliki hubungan khusus denganmu"
"Darimana kamu mendapatkan benda itu. Benda itu tidak bisa dipakai sembarangan jika ketahuan bisa jadi buronan"(Cleo)
"Ya aku dapat dari organisasi sepertinya pemberontak. Mereka menggunakan benda itu untuk menghisap mana kedalam tubuh mereka agar menjadi lebih kuat"
"Pantas saja. Sepertinya kekaisaran Sixir sudah tahu cepat atau lambat pasti akan diselidiki"(Cleo)
"Benar aku lupa tentang mereka" "Tenang saja aku akan bicara dengan salah satu petinggi mereka nanti"(Cleo)
"Kamu mengenal pejabat kekaisaran?"
Itu infomasi luar biasa. Jika bisa dimanfaakan aku bisa pindah kekaisaran dan disambut disana.
"Bisa dibilang begitu"(Cleo) "Apa benda itu akan diambil?" "Sepertinya tidak, mungkin hanya disegel atau paling buruk dirusak"(Cleo)
"Apa itu tidak masalah untukmu?" "Tentu saja, lagipula aku tidak butuh kegunaan benda itu. Aku hanya ingin bendanya saja"(Cleo)
"Sudah kuduga, aku ingin meminta tolong untuk mencampur kristal mana yang kukumpulkan. Kebanyakan Enchanter hanya menghancurkannya saja"
Aku mengeluarkan semua kristal mana tingkat rendah dan terendah.
"Paling tinggi hanya kualitas normal"(Cleo)
"Tidak masalah"
Cleo menyusun setiap kristal sesuai dengan atributnya. Lingkaran sihir tanpa warna dengan garis hitam dia buat diatas meja.
Setiap 5 kristal tingkat terendah akan menyatu menjadi rendah dan rendah menjadi normal.
Tanpa kegagalan sedikitpun.
"Apa kamu tidak penasaran tentang kotak itu?"(Cleo) Pertanyaan tiba-tiba Cleo membuatku terdiam.
"Penasaran sih, tapi jika kamu tidak mau cerita aku tidak akan memaksanya"
"Terima kasih, sebenarnya aku juga ingin tahu dimana pembuat benda itu. Yang membuat benda itu adalah saudariku tepatnya kakakku. Clara"(Cleo)
Saudari? Berarti saudari Bu Ani juga dong. Sebenarnya keluarga macam apa bu Ani itu.
Selain bu Ani saudari yang lain sangat kuat.
Baiklah Cleo mulai bercerita
__ADS_1
Sebenarnya aku tidak mau mendengarnya.
**TO BE COUNTINUE....***