Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
135 Vulcan & Vulcany dan 2 peliharaan mereka


__ADS_3

Aku lelah. Aku benar-benar lelah, setelah bertarung dengan kesepuluh raksasa ini dan darahku yang hanya tersisa setengah.


Membuatku benar-benar ingin beristirahat. Tanpa basa-basi aku kembali. Masa bodo dengan 2 boss yang menunggu disana.


Cakar besar keluar dari samping tebing. Cicak atau kadal raksasa muncul disana. Ini menyebalkan.


Aku menghindari kadal itu dan berlari kembali. Lava bergejolak dan ular api raksasa keluar melesat kearahku.


"Minggir. Attack formation magic cannon"


Laser es mengenai ular itu dan mendorongnya kembali kelautan lava.


Raksasa dengan palu muncul dibelakangku.


Gerakannya sangat cepat, sampai aku tidak sempat menghindar.


Aku sempat membuat perisai yang tidak ada gunanya. Bahkan baru terkena anginnya saja sudah hancur.


Darahku berkurang drastis, meski berubah jadi kelelawar, 4 kelelawar mati terbakar karena api dari serangan raksasa itu.


Darahku tersisa 30% Kadal menyemburkan api besar yang berbentuk spiral kearahku.


"Defense formation wall shield" Dinding cahaya muncul menghalangi serangan itu.


Raksasa wanita datang dengan kapak berapi miliknya dia menyerang dinding cahaya milikku.


Ular raksasa kembali muncul dari punggungku. Sudahlah aku pasti mati kali ini.


"Ocean strom"(Atemis)


Ratusan panah air menyerang ular raksasa tanpa henti. Mereka masih disini?


Kapak raksasa wanita itu berhasil menghancurkan perisai buatanku.


"Trap formation elemental pilars" pisau yang jatuh setelah perisai itu hancur berubah jadi pilar emas yang menusuk-nusuk tubuh wanita itu.


Kadal besar datang sambil menyemburkan api kearahku.


"prison formation elemental chain"(Martin)


"Aku selesai. Attack formation ice meteor"(Alvin)


Kadal itu terikat rantai es dan dari atas kepalanya keluar batu es sebesar kepalanya menghantam kepala kadal itu.


"Kami urus kedua makhluk ini. Urus saja raksasa itu. Sword rhytmm... Mayor sword"(Inori) Inori menyerang ular dengan cepat. Beberapa bayangan yang muncul juga menyerang sama cepatnya.


Ekor ular mengenai Inori hingga membuat Inori terdorong mundur. Tapi ular itu juga terluka. Sudahi mereka aku akan urus kedua raksasa ini dulu.


Raksasa Pria datang dan menghancurkan pilar cahaya yang menusuk raksasa wanita dengan tangannya.


"Apa kalian tahu kalau kalian itu sangat menyebalkan? Yinyang fist" 2 rantai cahaya dan 2 rantai kegelapan mengikat kedua tanganku.

__ADS_1


Cahaya emas dan hitam menyelimuti kedua tanganku. Kedua raksasa itu memiliki nama Vulcan dan Vulacany keduanya berlevel 40.


Secara sekilas Vulacany raksasa wanita lebih lemah tapi tetap saja karena raksasa mereka berdua kuat.


Aku berlari kearah kedua raksasa itu


"Blood chain" aku berubah jadi bayangan menusuk Vulcan hingga sampai di bahu Vulcany.


Aku meninju leher Vulcany 4 kali sebelum meninju pipinya. Itu membuat ledakan hingga dia jatuh.


Tangan besar Vulcan berusaha menangkapku yang berada dibahu Vulcany sedangkan tangan satunya menahan tubuh Vulcany agar tidak jatuh.


Backstab. Aku muncul dipunggung Vulcan, aku membuat formasi dengan menusuk punggungnya.


Tangan besarnya berusaha menggapaiku. Dengan bantuan Spirit aku terbang kedepan wajahnya.


Aku melempar sabit ke dahi Vulcan, hal itu hanya diacuhkan oleh Vulcan. Aku dilempar spirit tepat kewajahnya.


Aku meninju wajah Vulcan yang tentu saja hampir tidak ada rasanya. Tapi setelah pukulan kelima wajahnya sedikit terdorong.


"Attack formation elemental spear" Tombak petir berkumpul ditanganku. Aku menusukkan tombak itu kewajah Vulcan.


Pilar petir terbentuk berusaha menembus wajahnya. Aku mengambil sabit yang kembali ketanganku dan telapak tangan raksasa datang kearahku.


Aku melompat hingga Vulcan ditampar oleh Vulcany. Vulcan jatuh ketanah membuat ledakan debu yang besar.


Aku melempar sekitar wajahnya dengan pisau cahaya "Trap formation elemental pilars" Pilar-pilar cahaya keluar menusuk wajah Vulcan meski tidak bisa ditembus.


Telapak tangan Vulcany muncul dihadapanku, dan aku tidak sempat menghindar. Rasanya seperti ditabrak gunung dan aku terlempar.


Darahku habis hanya tersisa beberapa persen. Untung saja masih ada Life and Mana vessel.


Darah dan mana milikku terisi hingga 95% Sepertinya memang sudah harus dibicarakan dengan Gail.


Setelah dipikir-pikir mereka berdua lebih pintar daripada raksasa lainnya. Kebanyakan raksasa lain hanya menyerangku selama aku terlihat.


Tapi Vulcan tidak menyerang Vulcany saat aku ada dipundaknya. Dan tamparan Vulcany jauh lebih lembut daripada saat menyerangku.


Karena itu meski terjatuh darah Vulcan tidak terlalu banyak berkurang. Aku menyusun formasi "Great attack formation Elemental lance"


Aku melempar tombak raksasa kearah kedua raksasa itu. Tombak itu mengenai Vulcany hingga dia jatuh kedalam lautan lava.


Pilar petir raksasa muncul dilautan lava itu.


Aku meminum magic potion mungkin aku sedikit terlalu bersemangat.


Vulcan menghentakan tangannya ketanah. Pilar cahaya yang menusuk tubuhnya langsung hancur.


Dia berdiri dan melempar palu raksasanya Kearahku. Oh gawat.. Aku langsung melompat, ledakan besar terjadi seluruh dinding hancur dan meleleh jadi lava panas.


Apa-apaan dah itu? Vulcan melompat kesinu, pendaratannya saja membuat ledakan besar yang gelombang kejutnya membuatku terpental.

__ADS_1


Spirit langsung menangkapku. Puluhan spirit lainnya melempari raksasa dengan bom, membuat ledakan tanpa henti disana.


Aku saja apa memang tempat ini semakin panas? Aku melihat kebelakang dan semakin terkejut.


Tsunami raksasa setinggi langit-langit gua raksasa ini. Tidak ada tempat menghindar.


"Great defense formation absolut defense"


Cahaya membentuk ratusan perisai yang menumpuk dan membentuk bola perisai.


Tsunami lava menerjang.


Panas!!!!! Apakah ini rasanya dimasak? Bahkan darahku berkurang tanpa henti meski tidak terkena lava.


Aku baru menyadari sesuatu. Aku terjebak ditengah-tengah ombak lava. Tidak ada lava yang mengalir melewatiku. Lava ini membentuk pilar raksasa yang mengurungku.


Palu raksasa muncul diatas kepalaku. Kalian berdua keterlaluan apa kalian tidak melihat aku lebih kecil dari kutu dikepala kalian?


Perisaiku langsung retak dan jatuh dengan cepat kebawah membelah pilar lava ini.


Ledakan besar terjadi hingga membuat lava disekitar menyebar.


Palu dan Kapak raksasa datang lagi. Perisaiku tidak bisa menahannya lagi.


"Vanish. Backstab"


Ledakan terjadi lagi bagai serangan nuklir. Tebing disekitar runtuh.


Lava kembali mengisi lautan lava. Kedua raksasa berada ditengah-tengah laut lava tanpa merasakan apapun.


Untung masih ada spirit yang masih hidup meski hanya 1. Lava bergejolak dan menutupi kedua raksasa itu dan membentuk zirah yang menutupi seluruh tubuhnya.


Terpaksa aku menggunakan formasi berskala besar lagi, padahal aku tidak ingin menghabiskan semua mana yang kumiliki.


Aku memanggil puluhan spirit lagi. Para spirit beterbangan dan memasang formasi lagi.


"Great killer formation Elemental tower execution"


Seluruh tanah membeku sebelum menara-menara raksasa dari es muncul dari tanah. Puluhan menara melesat hingga menancap dilangit-langit.


Tembok es raksasa menutupi celah antar menara. Ratusan jarum es muncul disekitar menara dan menusuk kedalam menara.


Belum cukup! Itu belum cukup. Aku terbang kedalam formasi itu, sambil meminum magic potion.


Bagian dalamnya lebih mengerikan daripada diluar. Ratusan pilar menusuk tubuh kedua raksasa. Jarum es yang dari luar masuk menusuk dan meledak ditubuh kedua raksasa.


"Yinyang edge" Elemen kegelapan menarik semuanya kelangit meski begitu kedua raksasa itu tidak bisa bergerak.


Aku langsung keluar dari menara ini. Dari luar hal lebih mengerikan terjadi, puluhan monster tertarik kedalam menara.


Bahkan aku melihat satu ras Lizardman yang tertarik kedalam menara. Melihat bola hitam berubah jadi putih dan menekan kebawah bersinar dengan terang.

__ADS_1


Hal itu sangat luar biasa saat dilihat dari jauh.


**TO BE COUNTINUE....***


__ADS_2