Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 146 Tubuh asli Ocean giant


__ADS_3

Kami beristirahat. Pertarungan tanpa henti ini membuat kami kelelahan. Apalagi Martin juga kehabisan mana.


Sebenarnya aku ingin kita meneruskan. Tapu keadaanku sendiri juga tidak baik. Aku juga kehabisan mana dan darahku cukup rendah juga.


Akhirnya kami memilih istirahat sambil makan untuk memulihkan darah yang hilang.


Pierra juga makan roti dengan riang beda dengan ayahnya yang hanya memperhatikannya dari jauh.


"aku merasa tempat ini seharusnya tidak dijelajahi. Benar tidak sih?"(Inori) "Aku rasa juga begitu. Semua monster disini rata-rata 35-40 bahkan raksasa ini berlevel 50"(Atemis)


"Aku rasa perlu 1 atau 2 guild jika ingin menaklukkan pulau ini kalau sembarangan"


"Untung saja kita punya monster disini"(Martin)


"Apa-apaan itu? Bukanya kamu juga tidak kalah mengerikan dariku" Aku serius setelah bertarung bersama Martin dan yang lain aku bisa menyadari kelemahan formasi milikku.


Pisau yang kugunakan sebagai formasi jadi kelemahan fatal bisa saja musuh memperhatikan semua pisauku untuk menghindari serangan yang kugunakan.


Dan membuat formasi pertahanan juga sama sulitnya. Kebanyakan formasi pertahanan itu fokus pada bagian depan saja.


Jika aku membuatnya lebih awal bagian belakangku jadi rentan. Berbeda dengan formasi milik Martin.


Mereka menandai dengan mana tidak terlihat untuk membuat formasi. Selama mana menyebar kesegala arah bukan tidak mungkin mereka bisa membunuh lawan dengan mudah.


Setelah istirahat kami melanjutkan perjalanan hingga sampai didepan jurang tanpa jalan kemanapun.


"Bagus... Sekarang kita kemana?"(Atemis) "Bagaimana menurutmu?"(Martin) "Kebawah. Kita berada dipunggungnya seharusnya tinggal kebawah untuk kejantungnya"


"Kenapa kamu sepaham itu?"(Inori) "Bukanya jelas? Aku menjelajahi Nature giant"


"Itu menjijikan"(Atemis) "Kenapa?"(Inori)


"Karena dia raksasa biasa tidak seperti Ocean giant yang gabungan dari berbagai makhluk"(Martin)


Inori tercengang sebentar sebelum bergidik juga "Ya, itu menjijikan"(Inori) "Nyatanya tidak seburuk itu. Lagipula ada sensor khusus jadi tidak ada darah atau organ... Tidak ada deh Organ"


"Cukup!!! Hentikan atau aku akan muntah"(Atemis) Di pimpin Pierra kami turun kebawah dibant spirit.


Aku menggengam erat pisau yang kupegang bahkan semua spirit ku keluarkan "Apa kamu tidak berlebihan?"(Atemis) "Kamu akan berterima kasih nanti"


Tentakel air keluar dari segala arah menyerang kami "Defense formation penta shield" 5 spirit membentuk segilima didepan dan membentuk perisai.


Tentakel air yang menghantamnya hancur. Hanya saja lebih banyak dan kali ini dari segala arah.


Untung saja aku sudah siap dengan puluhan spirit disekitarku "Defense formation Shell shield"


Cahaya membentuk cangkang kura-kura yang melindungi kami semua. Tentakel air yang menyerang berubah jadi beragam binatang laut.

__ADS_1


Dari ular laut, hiu, bahkan paus. Mereka bergantian menyerang perisai. Sulit jika mempertahankan seperti ini karena kecepatan kami jadi lambat dan harus menjaga agar tetap bersama.


"Attack formation-"(Martin) "Jangan!!! Simpan mana kalian. Kita membutuhkannya dipertarungan nanti"


"Tapi mereka?"(Martin) "Aku atasi. Great defense formation..." "Tapi kami lebih butuh mana milikmu"(Martin) "Blessing shield menyebar!! Tenanglah serahkan ini padaku"


Perisai cahaya raksasa muncul dan kami berada didalam bola cahaya. Perisai langsung hancur dan menyebar ke setiap orang.


Dan berubah jadi perisai dengan masing-masing orang didalamnya.


Spirit langsung menyebar dan bermanuver menghindari setiap serangan.


Sedangkan spirit yang tidak membawa beban melempar pisau dan bom yang membuat ledakan dimana-mana.


"Blood chain" .... Tidak terjadi apa-apa? Benar juga hanya bisa pada mahluk hidup mereka tergolong benda meski bisa menyerang.


Aku memperhatikan setiap pisau yang menusuk air itu. Setiap pisau hanya mengambang didalamnya.


Hanya pisau api yang hilang. Meski berhasil kuaktifkan hanya saja tidak akan ada gunanya.


Kalau begitu.. Para spirit melempari setiap serangan air dengan pisau es. Pisau hanya mengambang didalam beragam bentuk air itu.


"Trap formation pilar Elemental" Pilar es muncul dari segala tempat merubah seliruh tempat ini jadi lebih mengerikan.


Untung saja karena hawa dingin dari es dan pilar-pilar es yang tidak jelas arah menusuknya.


"Kalian memang tidak bisa diremehkan. Apalagi kamu"(Ocean giant) Dengan tombak yang terbentuk dari air sebesar tubuhku.


Raksasa itu menunjuk kearahku "Itu salah kalian jika saja kalian mau kerja sama pertarungan ini tidak akan pernah dimulai"


"Bukanya kalian yang memulai. Jadi matilah!!!"(Ocean Giant) "Menghindar!!!"


Tombak yang dipegangnya mengayun kearahku.


Aku langsung mundur hingga membuat yang lain terpencar dan pergi kearah berbeda-beda.


Saat tombak itu mengenai tanah berubah jadi gelombang raksasa yang mengeluarkan puluhan tentakel sekaligus yang mengejar kami.


"Ocean strom"(Atemis) Ratusan panah air dari Atemis mengenai setiap tentakel dan meledakkannya.


Gelombang menyatu dan mengeluarkan hiu dan satu paus yang langsung menyerang Atemis.


Panah yang ditembakkan Atemis menembus tubuh paus begitu saja.


"Sialan. Seranganku tidak ada yang mempan"(Atemis) Paus membuka mulutnya dan ingin menelan Atemis hidup-hidup.


Aku langsung muncul dihadapan Atemis dab menancapkan pisau "Defense formation penta Shield"

__ADS_1


Perisai segilima dari es terbentuk dan langsung membekukan paus itu. Berhasil... Ukhh...


Darahku hilang 10% Dipunggungku menempel tetesan air sebesar kepalan tangan.


Tiba-tiba tetesan itu meledak jadi jarum kesegala arah. Setiap serangan itu menghilangkan 1% darahku dan aku kena 20 serangan.


Atemis langsung kehilangan 50% darahnya.


Aku berubah jadi kumpulan kelelawar tapi ratusan peluru air yang bisa meledak membunuh 5 kelelawar.


60% darah ku langsung hilang. Kelelawar berkumpul dan membentuk tubuhku. Belum juga sadar sepenuhnya.


Tombak raksasa muncul didepan wajahku.


Vanish. Tombak itu menghantam tanah sementara aku mundur.


Tapi air mengalir kearahku dan membentuk raksasa yang tangannya menusukan tombak kearahku.


Kesulitan macam apa ini? Dasar game sialan.


Aku mengeluarkan pisau es dan menghancurkan langsung ditanganku.


Kabut es menutupi raksasa dan membekukannya. Aku menarik pisau ku yang tersebar langsung menghancurkan patung es itu.


Baru juga merasa sedikit santai. Ternyata ada puluhan raksasa lain dengan berbagai bentuk yang menyerang semua orang.


Laser api dari Martin menghantam setiap makhluk air dan menguapkannya. Hanya saja air kembali turun dari atas dan membentuk makhluk lain.


Astaga bagaimana cara mengalahkan mahkluk ini? Ular raksasa muncul diatas kepalaku.


Aku melempar pisau petir yang kualirkan mana membuat pilar petir yang menyebarkan ular itu.


Hanya saja setiap air kembali menyerang kearahku dan berubah jadi tombak.


"Jangan remehkan aku!!!" Tabung petir ditanganku menembakkan ratusan jarum yang menghancurkan setiap tombak.


Hanya untuk melihat mereka berubah bentuk jadi cacing, dan menyatu jadi ular. Memaksaku untuk mundur.


Ular-ular air menghantam tanah dan masuk kedalamnya. Dan kembali keluar disekitarku jadi tentakel setiap kali tentakel ingin menusuk akan berubah jadi tombak. Jika aku berhasil menghindar akan berubah jadi ular terus jadi tombak lagi.


Terkadang jadi hiu, tentakel membuat serangan tidak terbatas dan tidak terbaca.


Bagaimana cara aku mengalahkan mahkluk ini?


**TO BE COUNTINUE...***


Mohon maaf para pembaca karena hp rusak jadi selama seminggu akan hiatus dulu sampai uang ngumpul buat servis hp 😭😭

__ADS_1


Jadi maaf bagi para pembaca sekalian karena untuk sementara kedua novel ku akan hiatus bersamaan. Sekali lagi mohon maaf 😭😭😭


__ADS_2