Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 102 Penyerangan


__ADS_3

Setelah menambang beberapa crystal lagi kami keluar dari gua. Untung saja aku masih menyebarkan para Spirit, perjalanan jadi mudah.


"Untung saja kamu bisa melawan para Salamander itu. Kalau tidak jangankan misi nyawapun bakal melayang"(Heidi)


"Bagaimana sih kerjanya penyihir lapangan? 2 Kali sudah begini terus"(Gleda) "Bagaimana keadaan Martin ya?"(Alvin) "Tidak perlu dipikirkan. Martin pergi dengan tetua kan"(Fellix)


Aku terkejut, ternyata kita sudah dikepung. Para Mage dibelakangku tidak sadar dan terus mengobrol.


Aku mati tidak masalah, tapi kalau mereka mati ini jadi sulit dan menyulitkan.


"Gimana kalau kita ngomongin sesuatu dulu"


"Mau ngomong apaan?"(Alvin)


Aku mendorong mereka semua kembali kedalam gua.


"Apaan sih? aku tidak mau kesana lagi"(Gleda)


Setelah cukup dalam, aku berhenti mendorong mereka.


"Kenapa kita masuk lagi?"(Gleda) "Ada apa sebenarnya? Perasaanku tidak enak"(Vio)


"Kita dikepung. Sepertinya itu salah satu musuhku" "Bukanya kita bisa melawan mereka?"(Fellix)


"Masalahnya jumlah mereka. Lagipula aku yang diincar lebih baik kalian pergi"


"Tunggu dulu. Kamu meminta kami meninggalkan kamu sendirian"(Alvin)


"Baik kami pergi tapi pastikan dirimu bisa selamat"(Fellix) "Fellix!! Apa maksudmu?"(Alvin)


"Kita lelah dan kehabisan mana. Jika memaksa tinggal kami hanya jadi beban saja. Lebih baik kembali dan meminta bantuan Menara sihir"(Fellix)


"Fellix benar, kita tidak bisa tinggal dan jadi beban"(Vio) "Cih.. Bertahanlah sebentar dan jangan mati"(Alvin) "kamu pikir aku siapa?"


Gleda mendekatiku dan memberikan kristal sepanjang jari padaku "Gunakan ini sebagai penanda. Kami akan kembali dan membantumu"(Gleda) "Terima kasih"


Heidi juga memberikan kantung kecil berisi mana crystal berbagai elemen diantaranya ada 4 yang sudah ditingkat lanjut.


"Bayaran atas pengawalan dan transportasi. Berusahalah untuk tetap hidup"(Heidi)


"Terima kasih. Sekarang dengarkan, aku akan berusaha menarik perhatian dan keributan.


Saat perang sudah pecah gunakan kadal ini untuk kembali kekota"


Mereka mengganguk paham. Aku keluar dari gua meninggalkan mereka dan kadal besar didalam.


Sekarang semuanya tidak sembunyi melainkan berkumpul diluar tanah merah membara.


"Akhirnya keluar, kupikir kamu akan bersembunyi seperti tikus"(Pluto)


"Kamu pikir aku pengecut seperti kamu yang hanya bisa keroyokan menyerangku?"


"Kamu salah. Mereka senjataku, bukanya wajar menggunakan sesuatu milikmu untuk keuntunganmu? Kalian semua Serang!!!"(Pluto)


Puluhan sihir dan anak panah melesat kearahku. Aku langsung menancapkan pisau dan membuat perisai.


"Defense formation Penta shield" Perisai segilima keluar dan menahan beragam serangan itu.


Daftar belasan Party muncul dan aku bisa menyerang. Melihat mereka semua yang menggunakan party bukanya guild membuatku merasa aneh.


Apalagi dari sekian banyak tidak ada nama Pluto disana. Apa tujuannya? Apa menghindari Sins?

__ADS_1


Aku melempar 2 bom sekaligus. Yang satu api yang satu angin setelah diberi mana bom itu benar-benar mengerikan.


Kedua bom itu meledak dan langsung membuat badai api yang menerjang kearah mereka.


"Para Guardian buat shield, Para Healer buat buff pertahanan dan resisten api"(Pluto)


"Will shield"(Semua Guardian) "Increase Defense, Fire resistence"(Semua Healer)


Cahaya membentuk dinding yang memisahkan antara mereka dengan aku.


Suara tabrakan skill terdengar dengan keras.


Darah para Guardian naik turun dengan gila jika bukan karena bantuan para Healer pasti banyak dari mereka yang akan mati.


Tapi serangan itu bukan satu-satunya serangan yang kugunakan. Para Spirit muncul dengan cepat melempari pisau.


Pisau-pisau itu mengenai mereka semua bahkan membunuh 5 guardian sekaligus


"Kemana dia? Seeker gunakan skill mu"(Pluto)


"Baiklah"(Seeker) Mereka memiliki Seeker? Sudah sesiap itu melawanku? Tapi maaf saja.


Aku langsung muncul ditengah-tengah pasukan itu, dan menebas gila-gilaan dengan sabit dan pisau.


"Akh.. Dia disini"(Warrior 1) "Cari mati"(Warrior 2) Aku bergerak dengan cepat, pisau menebas bersama dengan sabitku.


Setiap ada kesempatan aku melempar berbagai pisau kesegala arah. Saat sedang sibuk menyerang aku menggunakan skill untuk kembali menarik pisau itu.


Tapi aku tidak mengambilnya membuat keadaan semakin gila disini. Dengan tebasanku matilah satu warrior bodoh yang bahkan hanya diam saja.


-Anda membunuh player *** Anda dikenai Sins. Skull Sins terisi Bounty saat ini 5% EXP


Apa-apaan dah? Aku hanya membela diri?


"Apa bagaimana bisa?" "Bagus dia terkena Sins. Para Priest gunakan Execution"(Pluto)


"Wahai Dewi Puria yang menyayangi semua makhluk lemah. Hukumlah penjahat yang menginjak-nginjak orang lemah dan berlaku seenaknya. Holy skill Villain execution"(Priest)


Cahaya bersinar terang dilangit. Dan cahaya itu menyinari tubuhku dan membakarku.


-Anda terkena Goddess Execution Semua stat berkurang 5% setiap menit. Tittle Slaughterer terpicu setiap anda membunuh anda terkena damage dari sisa darah yang anda bunuh


Tittle Man never scare terpicu setiap efek debuff yang diterima berkurang setengah.


Tittle Guardian terpicu Negotiation with the Goddess diusulkan.


Jika anda ingin mengakhiri hidup anda. Anda akan diampuni. Jika anda mengiyakan hal ini anda akan diberikan Goddess bless dan level anda akan dikurangi 1 secara instan.


Jika menolak seluruh equipment yang tidak terikat akan jatuh dan level berkurang 4 jika mati.


"Sialan apa kamu pikir aku cuma ayam lemah? Apa kamu tidak lihat aku yang disiksa disini? Aku tidak perduli apa kamu sistem atau tuhan sekalipun. Jika aku bisa hidup darisini, aku tidak akan mengusik selain diserang jika aku mati aku akan melupakan semua dendam ini. Tapi sebagai bayaran setiap orang yang terbunuh disini harus dikurangi levelnya 2. Jika kamu menolak, aku tidak perduli mau kamu dewi atau tuhan sekalipun. Meski jadi iblis aku akan membunuh semua pengikutmu tanpa ampun!!!"


-Goddess kesal dengan penghinaan dan ancaman mu.


-Goddess memandang remeh dirimu, dan menyanggupi tantanganmu


-Anda mendapat quest Bunuh semua yang menyerang anda


Reward: None


Kegagalan: Mati

__ADS_1


Hukuman: Level berkurang 4, semua equipment jatuh, dan dilarang offline 1 minggu


Sumpah aku ditindas abis-abisan. Bahkan sins ku naik tanpa henti. Bagaimana ini bisa terjadi? Padahal aku yakin sudah dapat pemberitahuan tentang membela diri.


Kalau begitu aku akan membunuh ketuanya.


Aku mengeluarkan rantai dan memutarnya disekitarku. Mendorong mereka yang didekatku mundur.


Puluhan panah dan sihir tiba dengan cepat.


Aku juga langsung menyusun formasi dengan pisau.


"Shell shield" Ledakan terjadi untung saja aku terlindungi. Perisai yang menutupiku hancur kembali jadi belasan pisau. Aku langsung menyusunnya.


"Attack formation Elemental spear" Mereka yang disekitarku terus maju untuk menahanku.


Aku mengayunkan tombak itu kesekitarku dan mendorong dan membunuh beberapa orang.


Aku langsung melempar tombak itu kearah Pluto.


"Perisai!!"(Pluto) 3 guardian didepannya langsung mengangkat perisai miliknya.


Sinar yang keluar dari perisai menyatu dan membentuk perisai raksasa yang menahan tombak ku.


Suara tawa mengerikan menggema dikepalaku. Aku melihat sendiri animasi dimana Skull sins milikku dipenuhi dengan darah dan tertawa perlahan-lahan berubah jadi kepala iblis dengan 2 tanduk kecil.


-Skull sins berubah jadi devil sins jika mati level anda berkurang satu. Jika membunuh orang lain 5% gold yang mereka miliki jadi milik anda dan memiliki probilitas 10% salah satu item diinventory mereka jadi milik anda.


Mengerikan, suara tawa dari skull sins yang berubah jadi devil sins. Apalagi setiao membunuh satu Devil dikepalaku tertawa lebih keras.


Tombakku masih tertahan, dan rantaiku sudah jadi pendek. Aku melilitkan rantai ketanganku dan meninju tanah.


Ledakan besar terjadi dengan aku sebagai pusatnya menerbangkan semua yang ada disekitarku.


Aku memanfaatkan hal itu dengan melempar satu tombak lagi. Tombak kedua menusuk tombak pertama menghancurkan perisai mereka dan terus menusuk kearah pluto.


"Leech shield" Semua player disana mengeluarkan cairan hitam yang membentuk perisai didepan Pluto.


Perisai ini berbentuk layang-layang dengan warna hitam dan ditengahnya ada gambar matahari hitam.


Kedua tombak milikku tidak bisa menembus perisai tapi anehnya banyak player yang mati disitu.


Perisai dan kedua tombak hancur bersamaan dengan suara yang mengerikan. Aku tidak tahu Class yang dimilikinya tapi aku yakin pertarungan ini akan sulit.


**TO BE COUNTINUE...***


Bagi para pembaca Abnormal Assasin akan kuberi tahu kalau aku menulis novel kedua milikku tolong dibaca dan didukung juga



Bercerita tentang Brian anak malang yang terkena kanker otak dan meninggal setelah koma 2 tahun


Sebelum meninggal dia diberikan pilihan oleh sesuatu untuk hidup tapi lumpuh atau hidup didunia lain dengan syarat membantu suara itu.


Brian memilih yang kedua, dan suara itu berubah jadi sistem yang mengenalkan sebagai Great wizard.


Sistem akan membantu perjalanan Brian dalam menguasai sihir dan menjadi Wizard yang akan menguasai 7 menara sihir**.


***Akan mulai terbit pada tanggal 8 Agustus dan terbit setiap 2 hari keesokan hari setelah Abnormal Assasin terbit.


Dan Novel ini juga akan terbit 2 hari sekali mohon dimaklumi.

__ADS_1


Jadi jangan lupa baca ya Gais***


__ADS_2