Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 155 Tubuh inti Island giant


__ADS_3

"Kamu kenal dengan Cleo The creative crafter?"(Greisy) "entahlah, yang ku kenal nenek Cleo"


"Sepertinya memang bukan. Mana bisa dia hidup setelah menghina nona Cleo seperti itu"(Azel) "Benar juga bahkan ada yang menyebutnya 'Mawar berduri' saja umurnya tidak lama"(Gale)


"Entahlah. Masalahnya Marcus juga menemuinya" Wajah Brishly dan Ardania langsung terkejut.


Sementara yang lainnya bingung "Siapa Marcus?"(Greisy) "Itu ketua menara sihir"(Ardania) "Ketua memiliki nama Marcus?!"(Gale) "Jangan teriak bodoh!!! Mau disambar petir? Sudah tau ketua itu emosian"(Azel)


"Maaf"(Gale) "Lupakan soal itu! Apa kamu punya barang buatan Cleo?"(Berry) "Ada beberapa"


"Coba perlihatkan!!!"(Ardania, Greisy, Gale, Berry, Brishly) Aku meletakkan Magic item box. Ini merupakan salah satu benda kesayanganku.


Brishly mengambil kotak itu dan memutar-mutarnya


"Ini memang asli buatan Cleo"(Brishly)


"Apa kegunaan kotak ini?"(Gale)


"Kalian tahu kan kalau aku bisa menggunakan formasi sihir. Kemampuan itu diajarkan Martin tapi penandanya berasal dari kotak ini"


Aku menyentuh kotak dan pisau api keluar dari sana "Ini! Pembuat benda dari sihir"(Berry) "Ya itu benar. Karena kekurangan desain aku cuma bisa membuat pisau, Dart, rantai, kait, bom sihir, dan penembak jarum"


"Ini sangat berharga jika dijual-"(Azel) "Tidak akan kujual meski akan ditukar dengan seluruh kekaisaran ini"


Aku mengambil kotak itu dan memakainya


"Tidak perlu khawatir seperti itu"(Berry) "Hilangkan pandangan serakahmu dulu sebelum bicara!!"


"Maaf"(Berry) "Apa cuma itu yang kamu dapat?"(Faira) "Ya, aku belum bertemu lagi sih selain kotak ini beberapa kristal tingkat rendah dan normal. Oh ya dan juga beberapa gulungan ini"


Aku mengeluarkan semua gulungan sihir dan dalam sekejap langsung lenyap dan berada dipelukan mereka.


"Itu... Milikku kan?" "Kami beli!!"(Ardania) "Ya, katakan saja harganya"(Azel) "Kalian bercanda? Bahkan kamu juga Faira"


"Mengertilah ini benda berharga"(Faira) "Terserahlah aku bisa meminta Cleo membuatkan beberapa lagi. 5 kristal tingkat normal setiap gulungan"


Mereka saling memandang dan mengeluarkan kristal tanpa berpikir lagi.

__ADS_1


Apa aku menjualnya terlalu murah?


"Aku... Ditipu ya?" "Tidak ko"(Berry) "Benar itu memang harga yang mahal untuk gulungan sihir"(Brishly)


"Kecuali buatan Cleo tentunya"(Lydia) "Lydia!!!"(Faira) "Maaf"(Lydia) Aku menatap mereka dan menghela nafas. Biarlah nasi sudah jadi bubur tumpah lagi.


"Yasudah lah kalau begitu" Aku mengambil semua kristal itu dan agak sedih. Kenapa aku tidak melelangnya saja ya?


"Aku dengar Cleo memiliki saudari kira-kira apa dia masih hidup?" "Tidak ada yang tahu. Setelah kehancuran kekaisaran Seef saudari Cleo hilang setelah dikejar sampai diperbatasan hutan monster"(Azel)


"Hutan Monster? Dimana itu? Aku baru dengar" "Hutan monster ada disebelah timur didekat benteng Ralder yang mengawasi seluruh hutan itu"(Ardania)


"Monster apa yang ada disana?" "Entahlah, hampir tidak ada yang berhasil keluar hidup-hidup darisana untuk menceritakannya"(Azel)


"Apa Asosiasi dan menara sihir tidak berusaha cari tahu?" "Tidak ada benda berharga apapun disana. Tidak ada tanaman herbal, mineral, kristal sihir. Hanya ada monster saja, siapa yang mau kesana hanya untuk melakukan hal itu"(Berry)


"Kenapa bisa ada tempat yang seperti itu? Sepertinya aku pertama kali dengar tempat tanpa sumber daya seperti itu"


"Bahkan pohon dan batu disana merupakan monster hampir tidak ada yang bukan monster Karena itu diberi nama hutan monster"(Faira)


"Begitu ya" Ada panggilan dari Freyas masuj.


"Kami sudah tiba ke kordinat yang kamu kirim tapi kita dilarang mendekat oleh para tetua menara sihir. Bahkan kami tidak bisa memasuki pantai"(Freyas)


"Kenapa kamu datang sudah kubilang tidak perlu. Tetua menara sihir datang sebagai bantuan. Kalau begitu kenapa kalian tidak kembali saja?"


"Udah sampai sini masa mau balik?"(Freyas)


"Yaudahlah tunggu saja disana buat jemput nanti" "Hey aku datang kesini bukan buat jemput ya"(Freyas)


"Aku tahu tapi mau gimana lagi" "Baiklah kami akan menunggu disini. Kalau bisa di beri izin padahal akan dibantu"(Freyas) "Apa kamu sudah menghubungi yang lain?"


"Belum. Aku baru menghubungi kamu"(Freyas) "Oh yaudah. Sebentar lagi pertarungan besar dimulai dan jadi pertempuran terakhir lebih baik tunggu saja"


Kelompok Martin mulai terlihat di ujung gua


dan akhirnya bergabung dengan kita. Disusul dengan kelompok Alvin,Fellix,Inori,Atemis,Heidi, Gleda, Vio, terakhir Rian34.

__ADS_1


Untung saja semuanya masih hidup "Seperti biasa kamu tiba lebih dulu"(Martin) "Aku sudah menguasai seluruh perilaku boss dan ada mereka yang mengatasi para monster kecil jadi tidak begitu sulit"


Suara retakan terdengar dan pintu dibelakang runtuh memperlihatkan ruangan gelap.


Vio maju dan memeriksa ruangan itu.


"Tidak semua bisa masuk cuma 20 orang saja"(Vio) "Jadi bagaimana menurutmu Martin?"


"Kita bersepuluh harus ada didalam tim"(Martin) "Sisanya?"(Alvin) "Jika hanha memilih salah satu kelompok akan memecah belah seluruh tim yang ada"(Fellix)


"Bagimana dengan begini. Setiap ketua kelompok bawa satu orang dari kelompok lain"


"Ide bagus. Kalau begitu Via"(Alvin) Seorang wanita berjubah merah maju "Saya Via merupakan murid langsung tetua Franley aku cukup kuat untuk bertarung secara langsung di garis depan"(Via)


"Aku memilih Rishley. Dia bisa banyak membantu ku dalam kecepatan"(Inori) Dengan cepat 7 orang lainnya terpilih.


Aku menghadap anggotaku sebenarnya aku ingin Ardania atau Faira yang ikut. Tapi melihat keragaman para penyihir yang ikut ada satu orang yang bisa berbaur dengan mudah.


"Berry kamu ikut" "Aku? Serius? Kenapa aku? Bukanya aku tidak terlalu banyak membantu?"(Berry)


"Bisa kubilang ada alasan tersendiri"


Jadi yang termasuk tim penyerang ada kami bersepuluh dengan tambahan 5 pria dan 5 wanita.


Pria yang ada disitu adalah Rishley dibawa Inori, Ivan yang dibawa Rian34, Lucas dibawa Martin, Milo dibawa Heidi, Alby dibawa Gleda dan Berry yang kubawa.


Wanita yang ada disitu adalah Via dibawa Alvin, Trinity dibawa Vio, Veronica dibawa Fellix,Leyna dibawa Atemis


Kami masuk kedalam gua yang gelap. Tidak lama ada cahaya didepan mulut gua.


Disitu berdiri raksasa yang luar biasa besar.


Wajahnya sama seperti Mountain Giant sebelumnya. Harusnya dia Colossal tipe The one kan?


"Apa dia memiliki jantung seperti sebelumnya?" "Bisa saja. Tapi karena ukurannya yang berubah bisa saja dia memiliki lebih banyak penjaga yang menjaga jantungnya"(Martin)


"Kalian akhirnya sampai disini. Terutama kamu Assasin sombong 2 saudaraku sudah kamu bunuh. Aku akan membalas dendam ini disini dan akan kuhancurkan tempat tinggal kalian seperti kalian yang ingin menguasai tempat ini"(Mountain Giant)

__ADS_1


Pohon-pohon tumbuh besar, udara jadi dingin dan pilar es terbentuk. Binatang demi binatang bermunculan satu persatu tempat ini langsung dipenuhi monster.


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2