Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 179 Boss Semi tier 1


__ADS_3

Bersama dengan ledakan satu Hangging woman mati lagi. Sudah 3 tapi daritadi kami tidak menemukan Revenger spirit lagi.


"Elemen horor dalam game seperti ini sangat kental ya. Meski berkali-kali melihatnya aku masih merinding"(Inori)


"Karena game kayak gini tahayul dan ketakutan masyarakat pada hantu jadi hilang"


"Aku jadi ingat kasus pembunuhan karena prank waktu itu, yang pura-pura jadi kuntilanak malah mati diamuk warga"(Inori)


"Itu sih lucu menurutku. Daritadi Revenger spirit tidak muncul lagi. Apa perlu kondisi tertentu?" "Spirit saja jarang terlihat lagi"(Inori)


"Inilah salah satu faktor yang membuat misi Imposible sulit. Kurangnya informasi"


"Pengalamanmu gimana menyelesaikan misi Imposible?"(Inori)


"satu kata mengerikan. Misi Imposible pertama milikku menyelamatkan Martin dari tangan pemberontak saat itu aku harus melawan 5 bos, 100 orang, bahkan ada 1 artefak"


"Dibandingkan aku yang melawan Eclipse Werewolf memang kamu itu monster"(Inori)


Hanging woman lain terlihat. Biasanya saat seperti ini aku tidak langsung menyerang


Melainkan memasuki mode Stealth dan mencari tubuh aslinya "Aku ada rencana. Kita pancing dia agar memanggil para spirit. Para Spirit akan memanggil Revenger spirit"


"Cara pertama kali?"(Inori) "Ya, tapi kali ini aku akan mencari tubuh aslinya dulu" Aku memasuki mode stealth dan mencari tubuh aslinya.


Akhirnya aku menemukannya. Seperti biasa sangat tersembunyi diantara pohon. Aku menusuk tubuh palsunya dari belakang.


Dan pohon-pohon tumbuh dengan cepat beserta Hanging woman yang menyerang kami.


Sesekali Hanging woman berteriak membuat aku dan Inori terkena stun dan akhirnya terkena tusukan kukunya.


Setelah bertahan dan menyerang seadanya Hanging woman kembali berteriak dan puluhan spirit datang.


Setelah bertahan 20 menit lagi, tangan raksasa terlihat. Wanita raksasa kembali muncul


Inori langsung menggunakan holy water dan menyerang Revenger spirit dan aku masuk kedalam Stealth dan menyerang tubuh asli Hanging woman.


Bersama ledakan dan lekingan teriakan Hanging woman. Aku membunuh satu lagi, kali ini aku duduk dan melihat pertarungan Inori.


Inori bergerak memutari Revenger spirit sambil menebas beberapa kali. Para spirit keluar dari luka tebasan Inori dan menyerang Inori.


Dengan tebasan spirit yang menyerang terbunuh satu demi satu "Minor sword"(Inori)


Kepala, tangan dan pinggang Revenger spirit langsung berlubang.

__ADS_1


Dan spirit lain pada keluar dari sana. Awalnya masih biasa saja, setelah darahnya tersisa 70% Tangan Revenger spirit jadi kapak dan pedang.


Setelah 60% Spirit membentuk 2 tangan raksasa lain yang ikut menyerang Inori.


Setelah 50% Tubuh spirit hancur dan membentuk 6 Tangan raksasa, 1 kapak besar dan 1 pedang besar.


Begitu 40% Spirit pada menyebar, beberapa menyatu dengan pohon dan mulai bergerak, yang menyatu dengan batu mulai menyerang Inori sambil berguling.


Keadaan semakin sulit. Apalagi terkadang ada tangan yang keluar dari tanah memegang kaki Inori.


Aku menyebar spirit dan mereka langsung menancapkan pisau disegala tempat "Defense formation Wall shield"


Dinding cahaya keluar membentuk lingkaran yang mengurung Inori dan para spirit itu.


Inori menatap kearahku


"Tidak perlu berterima kasih" Setelah 1 jam akhirnya Inori selesai dan Revenger spirit mati


Inori berjalan kearahku "Ternyata tidak begitu sulit"(Inori) "Apanya?" "Revenger spirit"(Inori)


"Itu karena ada aku. Revenger Spirit tidak akan mati sampai semua spirit itu terbunuh. Jika salah satu spirit itu melarikan diri memang kamu bisa menangkapnya?"


"Benar juga"(Inori) "ayo kita teruskan" Meski menggunakan cara yang sama Revenger spirit tidak lagi muncul sampai aku sudah membunuh 9 Hanging woman.


Hal ini membuatku merasakan firasat buruk. Mungkin ini bisa jadi masalah besar


Hangging woman terakhir muncul. Setelah bertarung 3 jam dan membunuh Hanging woman itu, Revenger spirit tidak lagi muncul.


"Apa perlu cara lain?"(Inori) "Tidak ada cara lain lagi. Ini sudah ditengah-tengah hutan yang harusnya merupakan pusat dari Spirit"


"Terus bagai-" Ledakan terjadi menerbangkan aku dan Inori. Aku langsung membantu Inori, untungnya ledakan itu tidak diarahkan kearah kami langsung.


Parit besar itu buktinya. Aku menatap pelaku yang melakukannya dan aku membeku.


3 Wanita raksasa dengan tangan yang lebih panjang dari pohon berdiri didepanku


"Inori. Menurutmu bagaimana ini?" "Lari?"(Inori) "Mereka jauh lebih cepat dari kita kan?" "Itu juga benar"(Inori)


"Karena mau lari atau lawan sama saja. Ayo kita bunuh mereka semua" "Ayo"(Inori)


Tubuh ketiga wanita itu meledak dan semua spiritnya menyatu membentuk colossal wanita.


Aku serius tingginya bahkan lebih tinggi dari hutan ini "Kalau lawan dan lari sama aja. Apa lebih baik kita pilih lari?"(Inori) "Aku juga tidak tahu mana pilihan yang lebih buruk"

__ADS_1


Seolah belum cukup, wanita super besar itu memiliki 6 tangan dan setiap tangan memegang senjata yang berbeda.


2 tangan memegang busur dan panah, satu dengan kapak, satu dengan tombak, satu dengan pedang dan satu lagi memegang palu raksasa.


Dan semuanya terbuat dari spirit yang berarti harus menghancurkan mereka semua hingga tidak tersisa


"Sepertinya aku harus serius" "Masih bisa ngelawak kamu?"(Inori) Palu besarnya mengayun kearah kami.


Saking besarnya sampai seluruh hutan tertutup bayangannya "Great Attack formation Death rays. Heavenly Light"


Bola emas terang raksasa terbentuk dan semakin kecil hingga seperti emas murni. Menembakkan cahaya yang langsung menembus palu itu.


Ditambah tinjuku yang mengeluarkan laser cahaya membuat seluruh palu itu bersinar sebelum meledak.


Bersamaan itu nama wanita raksasa itu muncul yang langsung membuatku Shock


Djin (Unique)


Level: 50 (Semi tier 1)


Ok ini mengerikan. Apalagi dia memiliki 3 bar darah, yang berarti gabungan dari 3 Revenge spirit sebelumnya.


Semua spirit yang ada kembali menyatu dan membentuk palu lagi. Suara menjerit kecil terdengar sebelum ledakan besar terjadi.


Untung saja aku sempat membuat perisai segilima ditanganku "Apa kamu tidak apa-apa?" "Aku terkena Debuff, aku tidak bisa bergerak"(Inori)


Aku baru sadar aku juga beragam pemberitahuan juga muncul


-Terkena Fear (Karena title efek berkurang setengah)


-Terkena Paralysis (Karena Title efek berkurang setengah)


-Terkena Weakness (Karena title efek berkurang setengah)


Meski gemetar aku masih bisa bergerak.


"Inori kamu diam disini saja" "Tunggu, kamu mau menghadapi dia sendirian?"(Inori)


"Kamu tidak bisa bergerak. Apa kamu tidak lihat debuffnya? Ini Debuff area tidak terikat waktu. Karena title milikku yang banyak aku bisa menahan ini. Tapi kamu? Percayakan saja padaku"


Aku membuat formasi disekitar Inori "Great defense formation Absolut defense" Bola perisai melindungi Inori


Tapi itu saja masih kurang "Great defense formation Mountains wall" Pegunungan raksasa dari cahaya terbentuk memisahkan aku dan Inori.

__ADS_1


Sekarang saatnya satu lawan satu?


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2