
Keadaan diruang rapat semakin riuh. Aku sebagai pemimpin Assasin diributkan untuk menghabisi salah satu jenderal
"Bukanya jelas kalau Zombie Thorn Queen dulu yang harus dihabisi?"(Silva) "Tidak Strom tamer dulu"(Sarsha) "Aku pikir yang paling tepat Forst Lich"(Maxim)
"Apa mereka pikir kalau aku pasti berhasil?"
"Itu salahmu yang memiliki rate 100%"(Tyson)
"Tidak perduli sehebat apa pemimpin ataupun orang yang menjalankan misi. Jika kita hanya mengandalkannya pasti kita akan kalah"(Gary)
"Ya, Gary benar. Cara paling tepat mengatasi ini hanya menanggulanginya satu persatu, dan atasi yang bisa membawa dampak luas pada pasukan"(Stron)
"Ada satu masalah. Semua jenderal memiliki dampak luas pada pasukan. Apalagi kebanyakan dari mereka bisa mengubah musuh jadi pasukannya"(Garmish)
"Kalau begitu Strom tamer dulu saja. Selain ukurannya dia dengan mudah menghancurkan apapun yang dilewatinya"
"Ya begitu saja. Sekarang kita bicarakan strateginya"(Gary) Rapat berlangsung selama 2 jam penuh sampai Pierra datang dan menjatuhkan 4 pisau merah ke meja
"Itu peliharaanmu?"(Silva) "Apa maksudnya itu?"(Stron) "Mereka sudah bergerak. Mereka akan tiba dalam 2 hari"
"Secepat itu?"(Arphen) "Ya" "Kalau begitu kita mulai penempatannya"(Gary) Rapat diperpanjang selama setengah jam dan akhirnya aku mendapat misi di Dark cold
Berbekal alat sihir yang berguna mengisolasi lawan. Aku harus membunuh Strom tamer dulu
-Dimension Marbel (Legendary)
Type: Consumable item
Mengirim lawan dan sekutu dengan radius 1 km ke dimensi lain dan akan kembali lagi dalam durasi 20 jam. Selama lawan tidak mencapai Tier 2 Sovergein tidak bisa membebaskan diri
Ini alat yang mengerikan, sayangnya cuma ada 4 benda ini. Karena itu daritadi sibuk menentukan mana yang harus dihabisi dulu
Aku pergi ke tempat sementara Elegant. Disini guild yang tidak berkhianat memiliki hak mendapat bangunan.
Sementara yang berkhianat jangankan bangunan. Tenda saja akan langsung dirobohkan jika ketahuan membangunnya.
Bahkan semua orang disana tidak memberikan apapun pada guild itu.
Aku masuk kedalam rumah kecil 2 tingkat dan menemui Freyas yang ada di lantai 2
__ADS_1
"Ada apa? Tumben sekali kamu menemuiku"(Freyas)
"Aku ingin kita membuat aliansi dengab guild yang terpecaya" "Aliansi? Masalahnya begini. Kebanyakan guild yang tidak memberontak merupakan guild kecil sampai menengah. Mereka kalah kuat dibanding para guild besar"(Freyas)
"Tidak masalah untuk itu" "Baiklah aku bisa atur. Tapi untuk apa?"(Freyas) "Membangun 3 gereja yang tersisa"
"Begitu ya. Aku mengerti"(Freyas) Freyas memenuhi permintaanku dan aku pergi ketempat komando Assasin
Pasukanku selain Inori semuanya Assasin tujuan dari pasukan ini adalah membunuh jenderal musuh. Biasanya Assasin itu dipakai menjelang perang.
Tapi hal itu tidak berguna untuk melawan Dark Faction karena kebanyakan dari mereka merupakan pasuka yang tidak mengenal lelah.
Aku membicarakan misi kita dan tidak terasa perang besar sudah dimulai. Kami sekarang ada di medan perang Dark Cold.
Di sebelah sana terbentang ribuan zombie dengan kulit biru es dan beberapa raksasa zombie.
Untungnya tidak ada banshee. Aku memperhatikan pertahanan yang dibuat disini. Melawan zombie mengandalkan pertempuran langsung adalah hal bodoh.
Cara untuk menang adalah mempertaruhkan semuanya pada pertahanan dan serangan jarak jauh.
Para zombie mulai bergerak kesini. Aku melihat beberapa jenderal zombie termasuk mantan jenderal Dark Elf Thorn queen.
Tapi fokusku pada raksasa dengan badan terbesar yang beberapa bagian kulitnya sudah terkelupas dan memperlihatkan bagian tulang.
"Itu dia"(Sarsha) "Bagaimana cara membunuh makhluk itu dalam 1 hari?" "Entahlah. Meski gagal sekalipun. Benda yang kamu pakai akan menjatuhkan dia ketengah-tengah perangkap. Meski kamu gagal, kita pasti bisa membunuhnya"(Sarsha)
Yang memimpin medan perang disini adalah Sarsha dan Fira sebagai penanggung jawab serangan jarak jauh
Dan tidak ada penanggung jawab bagian depan karena itu semua diserahkan pada para pengkhianat
Raksasa itu mengangkat palunya tinggi-tinggi dan menghantamkannya kebawah. Ledakan besar terjadi membuat pecahan es raksasa
"Serangan datang! Buat formasi pertahanan!"(Fira) "Great Defense formation Absolut Shield"(Para penyihir)
Cahaya membentuk jutaan perisai yang membungkus seluruh pertahanan kecuali para pengkhianat
"Dasar NPC sialan!!!"(Player 1) Ledakan dan jutaan pecahan es seukuran mobil terbang dengan cepat meratakan para player yang ada dibagian luar benteng
Asap menghilang dan para zombie maju. Bahkan ada tornado raksasa yang juga maju kesini
__ADS_1
"Aku percayakan padamu"(Sarsha) "Ya. Kamu juga jangan jadi zombie ya" Aku pergi ke para pasukanku yang menunggu
"Tujuan kita menembus pasukan musuh dan menangkap zombie raksasa itu" "Bukanya itu sulit ya?"(Lesta)
"Kalian membawa benda itu kan?" "Sudah kami pakai"(Haruka) "Gunakan stealth dan terbang kesana. Nanti masalah pertahan biar aku yang urus"
Untung saja menara sihir memberikan benda ini. Benda ini bisa membawa orang yang memakainya secara instan ketempat tanda yang dituju.
Masalahnya adalah disana sangat padat. Begitu kita teleport kesana, langsung berada ditengah-tengah para zombie itu
"Sarsha tolong serangan jarak jauhnya. Ratakan semua zombie didepan zombie raksasa"
"Baiklah. Artileri bersiap"(Sarsha) Semua penyihir bersiap dengan sihirnya. Dan para Raksasa memegang batu besar seukuran rumah.
Serangan diluncurkan. Disana terjadi hujan sihir dan batu raksasa meratakan semua zombie disana dan juga membunuh 2 raksasa zombie sekaligus
"Baiklah ini saatnya" Aku memberikan kelereng pada spirit yang langsung terbang kesana
Hanya menunggu beberapa menit dan kami semua langsung berpindah kedepan raksasa dengan palu besar.
Aku menggenggam kelereng dari menara sihir. Raksasa itu mengangkat palunya
"Menghindar!!!"
Ledakan terjadi bersama dengan gelombang angin besar yang hampir menerbangkan kami semua.
Zombie pada berdatangan kearah sini dan menggunakan cakar beracunnya untuk menyerang.
Semua pasukanku langsung melawan para zombie. Aku maju kearah zombie raksasa itu, sayangnya benda ini hanya bisa dipakai dari jarak dekat.
Aku mengayunkan rantai yang menghantam setiap zombie yang menghalangi jalanku. Palu raksasa mulai mengayun kearahku.
Aku menyusun formasi "Attack formation magic cannon" Laser cahaya mengenai tangan yang memegang palu.
Membuat palu yang dipegangnya terpelanting kebelakang dan membuat ledakan. Aku membuat puluhan ledakan sambil terus maju kearah zombie raksasa itu.
Spirit keluar dan membawaku kearah zombie raksasa. Aku melempar Cresent Knife kearah mata satu-satunya milik zombie itu dan membuat ledakan disana.
Sprit melemparku kearah zombie raksasa. Dengan menancapkan pisau aku menahan tubuhku agar tidak jatuh sementara
__ADS_1
Tanganku yang bebas menggengam kelereng itu. Baiklah kita mulai semua ini, kelereng kugunakan dan cahaya bersinar menutupi mataku.
**TO BE COUNTINUE...***