Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 96 Bertemu Freyas


__ADS_3

Pria itu terus menatapku, meski gemetar aku tidak gentar sama sekali. Jangan harap bisa menakutiku


"Siapa dia? Dia bukanlah mage"(Mage tua itu)


"Bukan, dia tamu. Seorang Assasin. Dengan sebutan One hundred Assasin"(Martin)


"Begitukah. Dia kuat juga, bahkan lebih kuat dari kamu dulu"(Mage tua itu) "Tentu saja. Dia sudah menyelesaikan 4 misi Imposible sendirian"(Martin)


"Pantas saja. Oh ya Martin bagaimana dengan tambang dikota Tria? Sudah diselidiki?"(Mage tua itu) "Kota Tria? Sepertinya belum. Jadwalku sekarang cukup padat, aku harus menemani guruku untuk ke cabang menara sihir di kota Labor"(Martin)


"Labor? Berlawanan arah dengan kota Tria ya. Susah juga"(Mage tua itu) "Tenang saja Master. Alvin, Fellix, Gleda, dan Heidi bisa kesana besok jadi harusnya tidak masalah"(Martin)


"Baiklah kalau begitu. Lebih baik berhati-hati didaerah sana banyak Fire Salamander"(Mage tua itu) "Tentu saja master"(Alvin, Fellix, Gleda, Heidi) "Baik aku pergi dulu"(Mage tua itu)


Mage itu pergi bahkan meski Siluetnya hilang gemetaran badanku tidak berhenti. Setelah 10 detik berikutnya baru berhenti.


Menyebalkan "Orang sekuat itu pasti memiliki jabatan yang tinggi"


"Begitulah, dia master dari divisi Red mage Franley Lergburg dari keluarga Duke Lergburg. Biasanya dia tidak suka dengan orang yang menundukan kepalanya"(Martin)


"Begitukah? Kalau begitu kenapa kalian menunduk?" "Tentu saja karena tidak kuat. Selain tetua dan master hanya kamu yang cukup kuat untuk bertatapan langsung dengannya"(Alvin)


"Aku pernah dengar dari Master Franley kalau hanya orang yang pernah berhadapan dengan kematian yang akan sanggup tetap tegak dihadapannya. Jika begitu berapa kali kamu menghadapi kematian?"(Fellix)


Kematian? Berhadapan? Mati pun sudah berkali-kali dalam game ini.


"Entahlah, setelah lebih dari 10 kali aku sudah tidak menghitung lagi"


"Jadi begitu, Aku jadi penasaran musuh seperti apa yang menurutmu mengerikan?"(Heidi) "Troll king? Aku pikir dia cukup kuat. Memiliki pertahanan sihir dan pertahanan fisik yang kuat"(Gleda)


"Aku malah berpikir kalau Blood Orc yang sepertinya lebih kuat? Mengingat kamu membasmi 100 Blood Orc sendirian"(Vio)


Aku menggelengkan kepalaku "Kalian salah, laba-laba yang pernah kutemukan itu yang kurasa terkuat"


"Laba-laba?"(Alvin,Fellix,Vio,Gleda) Mereka berempat saling menatap sebelum tertawa dengan keras hanya Martin yang diam serta Heidi yang gemetar.


"Mereka memang menakutkan"(Heidi) "Ya,ya Aku tahu kalau ternyata kamu takut terhadap hal itu tapi aku tidak menyangka kalau pembunuh luar biasa seperti kamu itu takut"(Vio)


Aku hanya tertawa kecil sebelum aku menceritakan tentang dungeon di Briani. Heidi yang mendengar cerita itu tidak sampai setengah sudah melarikan diri.

__ADS_1


Sepertinya dia memang takut dengan laba-laba.


"Aku pernah mendengar tentang itu sebelumnya. Laba-laba didungeon Briani, Soalnya pernah kami disuruh untuk menyelidikinya. Karena dalam dungeon jadi tidak bisa kami ambil dan sulit untuk dilakukan kami cuma bisa melupakannya"(Martin)


"Begitu ya" "Aku juga jadi takut dengan laba-laba. Membayangkan makhluk yang berukuran meteran, anti sihir dan sulit diserang dengan senjata pasti mengerikan"(Gleda)


Aku cuma mengganguk, jika bukan karena bantuan Caarol aku juga tidak tahu bisa tidak aku menyelesaikan Dungeon itu.


Bahkan di Internet masih hanya aku yang tercatat bisa menyelesaikan dungeon itu.


"Jika kamu sehebat itu seharusnya bisa dong menemani mereka"(Martin)


"Kemana?" "Kamu ingin dia menemani kami?"(Vio) "Keberatan?"(Martin)


"Tidak itu ide bagus. Dengan golem miliknya perjalanan akan jadi lebih cepat. Dan dengan kemampuannya seharusnya jadi lebih mudah"(Fellix)


Ke Tria ya. Oh ya aku punya urusan sedikit dengan Larph dan kakaknya. Aku sempat lupa akan hal itu.


"Tentu, aku ada urusan juga di kota Tria. Cuma aku tidak mau dibayar dengan gold. Aku ingin mana Crystal"


"Tentu saja. Itu mudah"(Martin) "Baiklah sampai jumpa besok"(Alvin) "Aku pergi dulu"(Fellix) Akhirnya mereka pergi.


Hanya Martin yang disampingku "Aku mohon jaga mereka"(Martin) "Tentu, Aku sudah kekota Tria tapi tidak tahu tambang mana yang dimaksud?"


Tapi tidak pernah ada tanda dari salamander.


"Bukan di kota Tria. Melainkan disebuah bukit dengan kawah berapi cukup jauh dari kota Tria"(Martin) Oh sekarang aku mengerti.


"Baiklah kalau begitu. Untuk waktu janjian mungkin didepan menara sihir besok pagi"(Martin)


"Baiklah kalau begitu" Aku dan Martin akhirnya berpisah. Sekarang apa yang harus kulakukan?


Mungkin berjalan-jalan disekitar kota.


Aku sempat mampir kesetiap toko menara sihir.


Banyak benda unik yang kulihat. Seperti perhiasan penambah stat, scroll sihir, item sihir, aku juga dapat desain dari toko barang bekas.


Desain ini untuk membuat bom asap tentu saja ditanganku jadi bom asli. Setelah puas aku keluar dari komplek sihir dan mengitari tempat.

__ADS_1


Aku mencoba berbagai makanan sambil jalan serta melihat-lihat sekitar. Karena asik melihat sekitar, aku menabrak seseorang didepanku.


Makanan yang kumakan nempel semua dibajuku serta zirah miliknya. Pria itu berbalik dan menatap tajam kearahku.


Ada 2 warrior lain disekitar pria itu juga menatap tajam kearahku. Seluruh stat dari bajuku menurun karena kotor.


Apa-apaan mekanisme game ini sungguh sangat menggangu.


"Hei kamu kalau jalan liat-liat. Sekarang zirah bos kami jadi kotor"(Bodyguard 1)


"Apa kamu tidak tahu betapa mahalnya gear ini. Semua gear yang kamu lihat ini memiliki rate unique harganya sampai jutaan"(Bodyguard 2)


Aku baru memperhatikan siapa yang kutabrak. Seluruh equipment miliknya berwarna hitam dengan sedikit emas di pinggirnya. Dilihat sekilas memang mahal.


"Terus? Jika memang semahal itu dan kalian memiliki uang untuk itu. Kan bisa membayar jasa Laundry itu juga kalau ada digame ini"


Pria itu dengan nickname Pluto menatapku dengan merendahkan "Ganti rugi 500 gold dan meminta maaf sambil berlutut. Dan aku akan melupakan kejadian ini"(Pluto)


"Kalau tidak?" "Akan kubunuh kamu sampai jadi level 0. Aku adalah guild master dari World Qonqueror satu kata dariku dan kamu akan habis tidak tersisa"(Pluto)


"Oh ya, haruskah aku mencobanya?" "Boleh saja"(Pluto) "Sepertinya kamu selalu mencari masalah dimanapun kamu berada"(Freyas)


Suara ini Tiara. Sejak kapan dia tahu aku disini. Aku menatap Tiara yang berjalan kearah kami berdua.


"Ini bukan urusanmu"(Pluto) "Kenapa bukan urusanku. Aku suka mencampuri urusanku terutama untuk orang yang aku kenal"(Freyas)


"Lebih baik kamu diam. Jika tidak mau guild kecil milikmu hancur seperti perusahaan milik ayahmu"(Pluto)


"Aku tidak takut dengan ancamanmu. Ingat aku juga Ranker dan memiliki Ranker lain diguildku"(Freyas)


"Bos penjaga datang"(Bodyguard 1) "Cih, kita pergi. Dan kamu ingat ini belum berakhir"(Pluto)


Ketiga orang itu pergi begitu saja meninggalkanku berdua dengan Tiara.


Aku juga ingin pergi darisini.


Tapi Tiara langsung menarik tanganku.


"Aku ingin bicara"(Freyas)

__ADS_1


Aku tidak ingin bicara dengannya paling tidak, Tidak didalam game. Tapi tidak sopan menolaknya.


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2