Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 121 Membunuh udang


__ADS_3

Meski serangannya mengerikan damagenya tidak sebesar yang kukira. Boss masih hidup dan Freyas terpental.


Serangan dari boss ini benar-benar tidak terlihat, untung saja Aggro masih dipegang Freyas.


Inori mulai menyerang dari punggungnya, aku melempar 2 racun. Satu cancer venom satunya pisces venom. Kedua racun ini saling melengkapi jika melawan makhluk laut.


Seluruh tubuh makhluk itu terkena racun, suara desisan terdengar dan seluruh cangkang keras pada tubuhnya mulai mengeluarkan asap.


Racun Pisces akan mengeraskan bagian dagingnya ini akan membuat pergerakannya semakin lambat.


Gerakannya menjadi jauh lebih lambat, aku sekarang bisa melihat ada kaki tersembunyi dibawah kepalanya.


Kaki itu bergerak cepat dan kembali kedalam.


Freyas berhasil menahan serangan itu dengan perisainya.


Padahal terlihat serangan jarak dekat tapi efeknya seperti serangan jarak jauh. Aku mengayunkan rantai dan menyerang kepala makhluk itu.


Setelah rantai menjadi pendek, aku menggunakan backstab dan muncul diatas kepala makhluk itu.


Dengan tinju yang diselimuti cahaya, pukulanku membuatnya menghantam tanah dan menjadi stun.


"Raise to heaven"(Freyas) Freyas mengayunkan kapanya keatas membuat makhluk itu terjengkang.


"Ocean Spikes"(Rian34) Air keluar dari tanah membentuk jarum-jarum yang menusuk-nusuk makhluk itu.


"Attack formation thorn road" Formasi milikku membuat jarum-jarum es yang kembali menusuk makhluk itu dan membuat jarum air membeku.


"War song"(Inori) Inori melesat dengan cepat menebas segala tempat ditubuh makhluk itu.


Semakin lama banyak bayangan mengikuti hingga tidak terlihat lagi bentuk Inori.


Inori muncul didepan makhluk itu sambil mengangkat kedua pedangnya. Kedua pedang itu diayunkan kebawah.


Membuat semua bekas luka tebasan terlihat dan menghancurkan semua cangkangnya.


"Bull arrow"(Atemis) "Heaven stab"(Freyas)


Freyas menusukan kapak miliknya kedepan


Aura emas melesat seperti laser cahaya bersamaan dengan melesatnya panah Atemis.


Kedua serangan itu menembus tubuh makhluk itu dan membuatnya terpental.


Ledakan terjadi diujung tempat ini.


Dari balik asap suara ledakan besar terjadi, ledakan itu membuat tanah hancur membuat garis kearah Freyas.


"Defense formation Wall shield" Tembok es keluar dari tanah menghadang serangan tadi.

__ADS_1


Retakan terlihat pada tembok es, dan hancur.


Memperlihatkan Makhluk itu yang langsung menuju Freyas.


"Sky wall"(Freyas) Dinding emas keluar memisahkan Freyas dan boss.


Hanya saja tidak sekuat kelihatannya. Dengan 3X serangan dinding itu langsung hancur.


Freyas menahan serangan capit kepiting, sebelum kaki yang tersembunyi keluar dan menghancurkan pertahanan Freyas.


Capitnya menangkap, Freyas dan ingin memakannya hidup-hidup. Aku melempar beberapa pisau, dan mengayunkan rantai pada punggung Makhluk itu.


Dengan bantuan panah Atemis yang menunda Freyas hampir dimakan. Aku berhasil meninju Makhluk itu hingga jatuh kedepan.


Makhluk itu terkena stun dan Freyas berhasil meloloskan diri.


"Beraninya, ingin memakanku. Valkrie wrath, Heaven destroyer"(Freyas)


Aura emas berkumpul di kapak Freyas sambil diangkat tinggi-tinggi. Saat Freyas menurunkan kapaknya, ledakan terjadi.


Tanah hancur, membuat celah raksasa dimana boss terpental dan darahnya tersisa 10%


"Ocean god wrath"(Rian34) "Whyvern Arrow"(Atemis) Aku hanya bisa tercengang melihat mereka skill yang mereka miliki.


3 Panah sekaligus membentuk satu bayangan Wyvernn terbang kearah boss.


Air membentuk Trisula panjang dengan 3 mata tombak.


Ledakan besar terjadi dan boss mati seketika, suara batu runtuh terdengar dengan keras.


Bagian belakang gua runtuh membawa lebih banyak air masuk kedalam.


Salah satu tebing juga runtuh meninggalkan jalan naik keatas. Kami semua langsung naik keatas tebing, hanya untuk menemukan tanah yang runtuh dan mengisi seluruh tempat dengan air.


"Sekarang bagaimana?" "Rian!!!"(Freyas) "Ocean shield"(Rian34) Air membentuk setengah lingkaran yang menutupi kita semua.


Tidak ada lagi yang bisa dilakukan kecuali melihat dan menghindar batu-batu yang berjatuhan.


Akhirnya gua penuh dengan air, dan kita cuma bisa diam saja. Hanya Rian34 saja yang bisa bertarung didalam air.


Yang lain tidak bisa melakukan apapun. Termasuk aku.


"Ini tidak bisa menahan lama lo. Dengan seluruh mana milikku bisa menahan 10 menit"(Rian34)


"Tidak ada lagi jalan. Seluruh tempat tidak memiliki jalan" "Sepertinya jalan buntu"(Inori)


"Apa tidak ada pilihan lain selain menyerah?"(Freyas)


"Aku ingin tahu sebenarnya rute apa saja yang ada di dungeon crest?" "Sampai sekarang terbukti ada 5 rute. Yang ini yang keenam.

__ADS_1


Rute pertama disebut rute prajurit, yang kedua rute ruang harta, yang ketiga rute pangeran, yang keempat rute putri, yang kelima rute istana"(Inori)


"Berarti sekarang rute apa? Kenapa kamu yakin desain Warship ada disitu?"


"Itu dia alasan aku tidak mengerti jalan pikiran ketua"(Rian34)


"Aku diberi tahu oleh bawahan kaisar langsung, sejak ketemu dengan 2 boss aku yakin kita dijalan yang benar"(Freyas)


Sudahlah ini tidak akan selesai. Aku memperhatikan dinding yang terus runtuh.


Aku merasa ada sesuatu dibalik dinding.


Beberapa spirit yang masih berkeliaran aku memerintahkan mereka menyelidiki. Dari dinding yang runtuh ada jalan disana, hanya saja gelap dan dipenuhi air. Tanpa Rian memang tidak mungkin bisa lewat.


"Jadi bagaimana?" "Menyerahlah, tidak ada jalan lain"(Freyas) "Padahal sudah sejauh ini"(Atemis) "Ketua yang paling sedih"(Inori)


"Aku disini yang merasa jadi alat lah yang paling sedih"(Rian34) "Tapi kamu kan tidak hampir dimakan"(Inori) "Andai saja ada jalan"(Freyas)


"Bagaimana jika memang ada jalan?"


"Hah!? Memang ada jalan? Kenapa tidak beritahu daritadi?"(Freyas)


"Kan aku harus mencarinya dulu. Ada jalan disebelah kanan ujung, tapi sayangnya dipenuhi air"


"Kalau begitu tunggu apa lagi? Ayo kesana"(Inori) "Hei apa kalian tidak ingat kalau aku juga punya batas mana. Dan magic potion milikku sudah habis"(Rian34)


"Aku berikan semua!! Jadi cepatlah!!"(Freyas)


"Kenapa baru dikasih sekarang?"(Rian34)


"Sudah, jangan banyak mengeluh. Lebih baik kita cepat"


Ternyata sulit untuk berlari tapi tetap didalam batas. Mana Rian lambat lagi, Bahkan jauh lebih lambat daripada Freyas dengan mode defense


Untung saja yang terbuka bukan gua melainkan terowongan raksasa. Kami berlima bisa masuk bersamaan.


Aku menggunakan spirit untuk memegang 2 pisau cahaya yang menerangi jalan. Hanya saja, cuma bisa didalam perisai.


Ada sesuatu diluar yang mengeluarkan sihir dan menyerang spirit.


"Ada sesuatu yang terus menyerang perisai"(Rian34)


"Tapi tidak ada monster atau apapun didepan"(Inori) "Apa kamu bisa bertahan?"(Freyas) "Damagenya gak terlalu besar, hanya saja lebih banyak mana diperlukan"(Rian34)


"Apa ketua tidak bisa menahannya, atau memancingnya?"(Atemis) "Lebih baik jangan.


Jumlah mereka tidak hanya satu, dan ini bukan serangan"


"Darimana kamu tahu?"(Freyas) "Aku mencoba menggunakan spirit tadi dan tidak sampai 3 detik sebelum spirit mati. Jika monster yang ada dikegelapan benar-benar menyerang. Perisai ini tidak akan bisa menahannya"

__ADS_1


Tapi monster apa yang ada disepanjang tempat ini? Dan apa yang menunggu didepan sana?


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2