
Kami berjalan kedalam gua yang gelap dan hitam. Seluruh gua ini hitam bahkan bebatuan yang ada juga hitam.
Kalau bukan karena aku bisa melihat dalam gelap, pasti aku mengira kalau aku sudah buta
"Seperti yang diharapkan darimu. Kebanyakan manusia akan kesulitan bergerak disini, tapi kamu santai saja seolah ini siang hari"(Lizardman Hero)
"Lagipula aku Assasin. Masa Assasin lemah terhadap gelap" "Kamu ada benarnya"(Lizardman Hero)
Semakin jauh kedalam semakin tidak enak aura disini. Padahal aku sudah level 45, musuh level tier 1 tidak memberikan ancaman seperti ini.
Bahkan perasaan bahaya ini seperti tidak bahkan lebih parah daripada melawan raksasa setengah singa saat di dungeon predators
"Kamu bisa pergi"(Teneru) Suara raksasa terdengar yang langsung datang bersama dengan angin kencang
"Baik hamba undur diri. Aku pergi dulu, tinggal maju sedikit lagi itu"(Lizardman hero)
Aku menelan ludah. Tadinya aku merasa meski takut ada dia yang menemani. Melawan Lizardman hero masih tidak semengerikan melawan naga langsung.
Tapi sepertinya naga itu mengundangku untuk camilannya. Meski gemetar dan takut aku tetap maju kedepan.
Biarpun harus mati, aku akan mati dengan bangga dan terhormat. Cakar raksasa terlihat dan menghantam dinding gua.
Apa sekarang aku masih bisa lari? Cakar tadi sebesar Nature giant yang dulu aku lawan. Itu baru cakarnya saja.
"Ku akui keberanianmu untuk menemuiku"(Teneru) Moncong naganya muncul
Saking besarnya, aku bahkan tidak sebesar sisiknya. Aku yakin jika sisiknya diambil tingginya lebih tinggi dari tubuhku
Naga itu menatapku meski kecil tapi sepertinya aku kelihatan dengan jelas. Seperti manusia yang melihat semut.
Masalahnya apa suara semut bisa sampai ke manusia "Sebenarnya hamba kemari-" "Lupakan basa basi kosong itu. Aku tahu tujuanmu kemari, dan aku tidak perduli sedikitpun. Yang aku perdulikan adalah ceritamu"(Teneru)
Ceritaku? Kayaknya ada yang salah dengan data untuk naga ini "Apa maksud anda?"
"Jangan pura-pura tidak tahu apa maksudku. Player"(Teneru)
__ADS_1
Aku membeku. Selama didalam game aku tidak pernah mendengar kata itu sama sekali baik dari para pemain ataupun NPC.
Harusnya aku tahu kalau kepintaraan NPC pasti akan melihat celah kami ini. Hanya saja bisa mengetahui kata 'Player' berarti NPC itu tahu kalau dia cuma data.
"Bagaimana anda bisa?" "Kami ini adalah penjaga sebenarnya dunia ini. Kalian itu selalu muncul berkali-kali kemampuan para pendahulu kalian jauh lebih mengerikan daripada kalian saat ini. Kami para naga ini mengawasi seluruh dunia selama ini, jika kamu bertanya tentang awal lahirnya si A kami tahu sampai kekahiran orang tua si A tetapi kalian tidak. Kalian muncul begitu saja tidak lahir, tidak mati hanya berkembang. Perkembangan yang menakutkan bagi kami sekalipun. Karena itu aku tahu kalian bukan darisini, kalian cuma tamu yang memakan sumber daya tuan rumah tumbuh dan hilang.
Karena itu aku penasaran ceritamu. Cerita tentang dimana kamu lahir bukan bagaimana kamu muncul disini"(Teneru)
Aku terdiam melihat naga ini. Ini bukan pertama kalinya terjadi dalam game VR
Hanya saja ini pertama kalinya terjadi padaku.
Karakter seperti ini selalu muncul dan pasti muncul jika data untuk membuatnya terlalu Over.
Seperti memiliki umur yang hampir tidak terhitung, memiliki kebijaksanaan dan lain sebagainya.
Karakter ini disebut Bug of game para player menyebutnya adalah Breaking walls Character
Mereka adalah NPC yang menyadari kalau ini dunia game atau mencurigai eksitensi player itu sendiri.
Dulu sebelum game tidak lepas tangan dan dijalankan AI setiap maintence akan menghapus character seperti ini.
Aku menatap Teneru. Kali ini rasa takutku hilang. Meski badannya masih lebih besar dari gunung yang aku tahu.
Tapi aku sudah tidak takut. Aku mencari batu dan duduk disitu "Jadi kamu ingin tahu cerita tentang duniaku atau tentangku?"
"Mana saja bagiku sama saja"(Teneru) "Baiklah, aku tidak tahu bagaimana aku lahir-"
Aku menceritakan tentangku dulu.
Ingatan tentang keluargaku, kebahagiaan yang dulu kurasakan, dan semuanya hilang dalam sekejap. Paman yang tadinya aku percaya dan percayai mengambil semua yang bisa dia ambil
Dia awalnya mengurusku dengan alasan menyekolahkanku agar bisa menerima warisan ayahku.
Saat itu aku masih SMP baru mengenal kejamnya dunia dan tidak punya sandaran. Aku yang biasa sekolah di sekolah elit dan negeri harus sekolah swasta
__ADS_1
Yang berbayar karena pamanku. Yang lebih parahnya mereka mulai tidak memberi uang setelah 2 bulan aku sekolah.
Padahal aku perlu uang untuk membayar sekolahku. Akhirnya aku kerja di tempat makan kecil sebagai juru masak, pelayan, atau tukan cuci piring hanya untuk biaya sekolahku.
Tapi itu saja tidak cukup untuk mereka. Mereka mulai berhenti memberiku makan dengan alasan aku bisa mencari duit.
Aku selalu menanyakan uang warisan ayahku yang mereka acuhkan juga. Akhirnya karena tidak tahan aku memutuskan untuk pergi darisana dan berhenti sekolah.
Untuk apa aku sekolah? Aku tidak merasa keharusan untuk bersekolah lagi. Aku tidak memiliki niat bekerja di bawah orang karena mengingat pamanku.
Untung saja aku tahu kalau ayahku menyembunyikan rumah miliknya dulu. Rumah pertama ayah dan ibuku, surat rumah itu tidak ada di brankas ayah dan tidak termasuk warisan karena itu sekarang aku memakainya.
Awalnya aku membuka tempat makan kecil dan mengumpulkan uang. Tapi semakin lama semakin berat, begitu ada krisis terjadi aku selalu terkena imbas duluan.
Apalagi aku masih dibawah umur saat itu. Jadi tidak memiliki izin jualan sama sekali, karena itu aku mengumpulkan uangnya sedikit demi sedikit dan bisa membeli internet, komputer dan capsul VR.
Aku memutuskan untuk streaming game dan jadi konten di YtV sebagai sampingan. Karena aku tahu kalau aku tidak mungkin bisa jadi kaya karena itu.
Dan benar saja setelah 5 tahun dan aku sudah memiliki izin untuk tempat makan dan YtV milikku sudah bisa menopang hidupku sepenuhnya.
Aku memperkejakan orang yang mengurus tempat makan itu dan fokus dengan game sampai sekarang
Aku menatap naga itu setelah aku menyelesaikan ceritaku "Jadi begitu dunia ini hanyalah permainan saja untuk kalian"(Teneru)
"Apa kamu tidak kesal mendengarnya?" "Untuk apa? Bagiku dunia ini sama seperti itu malah lebih membosankan"(Teneru)
"Baiklah harusnya kamu bisa bergantian ceritakan?" Teneru menatap kearahku
"Soul eater ya? Mereka cuma makhluk tidak jelas yang keluar dari portal karena kesalahan para manusia"(Teneru)
Ada benarnya juga sih itu "Aku terlalu malas menceritakan dimana mereka, tapi aku bisa memberikan peta untukmu"(Teneru)
Seluruh area peta kecil milikku terbuka semuanya. Dan ada tanda soul eater yang terkadang bergerak juga
"Terima kasih banyak sekarang ak-" "Baiklah sekarang apa yang akan kamu lakukan untuk membayarku?"(Teneru)
__ADS_1
HAH?!!
**TO BE COUNTINUE...***