
Hari ini aku memutuskan untuk mengintai setelah makan siang saja. Aku benar-benar lelah dan mengantuk.
Bertarung dengan serigala dan werewolf sepanjang malam bukan hal yang mudah meski hadiahnya cukup lumayan.
Aku mulai tertidur tidak perduli goncangan diatas kereta dan panasnya didalam kereta.
Rasanya baru sebentar tetapi diluar sudah berisik.
Aku menyiapkan segalanya dan masuk mode stealth karena aku juga mendengar suara besi beradu.
Dan benar saja bandit dengan jumlah lebih dari 25 orang mengepung karavan. Dan seluruh tim terluka, padahal aku baru sebentar tertidur.
Aku melempar pisau dari atas kereta kuda.
10 mengitari karavan dan setiap tim dan 10 mengitari seluruh tempat dibagian luar.
Agar mengurung bandit bersama karavan.
"Defense formation wall castle"
Bagian luar keluar api yang membentuk dinding melingkar menghalangi jalan keluar bandit.
Sedangkan bagian dalam keluar tembok es yang menutup bagian depan.
"Apa-apaan ini?"(Bert) "Tetap waspada"(Haiden)
"Ini milik Dewapembunuh7926"(Caitlyn) Aku hampir jatuh mendengar nickname ku. Jika saja Nickname Dewapembunuh bisa digunakan.
Atau paling tidak namaku lah. "Kalian menganggu waktu istirahatku. Mati!!"
Aku melempar pisau yang langsung menembus badan bandit.
Tapi itu baru satu puluhan pisau terbang tanpa henti begitu juga serangan spirit assasin.
Tidak ada yang bisa menyerangku karena yang mati terlebih dahulu adalah Archer milik mereka.
Keadaan berubah jadi pembantaian bukan cuma pisau yang kulempar yang berbahaya bahkan pisau yang ditanah bisa terbang kembali atau bahkan meledak jadi jebakan.
Selain itu tidak ada yang bisa mendekat meskipun hanya ketembok esnya karena serangan para spirit assasin.
"Aku bantu"(Caitlynn) "Kamu jangan bersenang-senang sendiri dong"(Linda)
Aku kaget karena mereka berdua sudah diatas kereta bersamaku.
Mungkin karena hanya mereka berdua yang mempunyai serangan jarak jauh jadi mereka membantu.
Yang lain hanya bisa menonton saja dari balik tembok es yang transparan. Setelah 1 jam akhirnya semua bandit mati yang tersisa hanya barang-barang yang dipakai mereka.
-Anda mendapat title Gatling man (Elite)
__ADS_1
Bunuh 100 musuh tanpa bergerak untuk menaikan tingkat
Title absurd lagi kudapat. Aku meminta semua spirit assasin mengumpulkan semua drop item juga kertas pengcopy skill.
Banyak equipment terutama untuk warrior sedangkan untuk archer hanya equipment tanpa skill tapi cukup bagus mengingat untuk level 10.
"Lihatkan sudah kubilang meski kalian ada 10 bukan lawannya juga"(Caitlynn) "Itukan karena musuh yang lain tidak bisa mendekat coba secara langsung pasti mati dia"(Bert)
"Apa kamu lupa dia Assasin pasti musuh yang lain dipermainkan sampe mati"(Caitlynn)
Sudahlah aku ingin kembali tidur.
Saat aku turun ingin kembali ke kereta kuda
"Kamu tidak makan dulu?"(Lesya)
Aku mematung. Jadi sudah waktu makan siang? Arghhhh....
***
Aku kembali mengintai didalam hutan tadinya ingin tidur tapi gara-gara Bert yang bilang aku ini hanya malas dan lemah jadinya aku disini.
Dan seolah belum cukup mereka berdua (Caitlynn & Linda) Ikut mengganguku.
Ditambah Linda tidak bisa memanjat pohon membuat gerakan kami terus menerus ketahuan oleh para bandit.
"Apa kamu tidak bisa diam?"(Caitlynn) "Maaf aku takut serangga"(Linda) "kalau begitu kenapa ikut tadi?"(Caitlynn)
Aku terdiam mengurungnya? Ide bagus tapi setelah melihat matanya yang berkaca-kaca.
Hah... Aku mengeluarkan burung sialan yang langsung mematuk hidungku.
"Kamu burung sialan" Aku menangkap burung itu dan memberikannya pada Linda.
"Main nih sama makhluk itu. Mau kamu masak juga boleh, nih buah kesukaan sama makanan dia" Aku memberikan burung, kantung yang berisi roti dan thunder berries pada Linda.
Dan seketika 2 makhluk itu akhirnya diam.
Aku dan Caitlynn kembali naik keatas pohon dan berburu bandit lagi.
"Aku tidak tahu kamu punya hewan peliharaan?"(Caitlynn) "Karena dia menyebalkan" "kalau begitu kenapa di pelihara?"(Caitlynn)
"terpaksa" "Mana ada peliharaan terpaksa"(Caitlynn) "Karena aku mencuri telurnya"
Caitlynn tersandung sampai hampir jatuh dan berpegangan pada dahan pohon. Aku hampir tertawa melihat itu.
Kami bertemu beberapa kelompok bandit setelah itu. Mereka semua dengan mudah terbunuh, hampir seperti tidak ada tantangannya.
Berbeda saat ada Linda disini entah kenapa aku bersyukur meninggalkannya disana. Beberapa saat kemudian Linda datang dengan burung menjengkelkan dibahunya.
__ADS_1
Linda tertawa saat memberinya Thunder berries. Tapi begitu burung itu melihatku dia mengeluarkan suara mendesis statis aneh yang menggangu telinga.
Padahal dia peliharaanku. "Sepertinya dia tidak menyukaimu. Padahal kamu majikannya"(Linda)
"Sudahlah aku tidak mau membahasnya"
"apa kamu tidak mau coba akrab dengannya?"(Linda) "tidak"
"tapi kan ini peliharaanmu? Bagaimana bisa kamu menjinakannya dulu? Kalau seperti itu tidakah lebih baik jika dilepas saja"(Linda)
Caitlynn hanya tertawa mendengar Linda menceramahiku.
"Percuma dilepas. Dia akan mengejarku meski aku mati"
Linda terdiam mendengarnya dan berjalan dalam diam. Hingga sore kami menghabiskan hari dengan berburu para bandit yang ada disekitar sini.
Dan kembali saat hari mulai gelap. Aku offline sebentar untuk menjual semua peralatan yang ada di Inventoryku melalui internet.
Saat aku online giliran jaga sudah ditetapkan.
Dan aku tidak termasuk didalamnya, apa mungkin aku bisa istirahat?
Suara serigala kembali membangunkanku. Aku tahu tidak bisa istirahat sama sekali didalam game ini.
Saat aku keluar aku melihat Haiden, Delwin dan Frank sedang bertarung dengan serigala. Karena tidak ada Archer yang menjaga mereka tidak bisa mengabari yang lain.
Kali ini setiap serigala dan Werewolf memiliki garis putih dibadan mereka. Aku menghela nafas dan melempar pisau dengan cepat kesetiap serigala dan werewolf yang kulihat.
Dalam sekejap aku menarik banyak perhatian mereka, dan puluhan serigala menerkam kearahku.
Aku mengeluarkan rantai dalam sekali pukul beberapa serigala terdorong mundur dan 3 kali pukulan werewolf disekitarku juga terdorong mundur.
"Apa yang kamu lakukan pergi dan minta bantuan!"(Haiden) "Mereka sangat banyak kita tidak akan bisa menangani mereka"(Frank)
"Dia memang bodoh"(Delwin) Aku menggunakan ghost walk untuk meloloskan diri
"Kalian kembali saja aku yang akan mengatasi mereka semua" "Hei bodoh juga ada batasnya"(Delwin) "Serahkan ini padaku"
Aku berlari kearah hutan setelah menarik seluruh perhatian serigala dan werewolf itu.
Akhirnya hal kemarin kembali terulang.
Tapi aku tidak pasrah berlari. Aku meninggalkan pisau dijalan untuk jebakan sehingga jumlah mereka terus berkurang. Aku hanya berharap mereka bisa menjaga karavan.
Beberapa sinar terlihat kearahku, hal itu merupakan skill. Aku kesulitan menghindari mereka semua.
Para serigala mulai bermunculan dari depan dan werewolf bergantian menyerang dari atas.
Dari kejauhan boss serigala sudah terlihat.
__ADS_1
Pertarungan sulit sepanjang malam kembali dimulai.
**TO BE COUNTINUE....***