
Keadaan jadi sangat damai tanpa Nature giant. Bahkan monster kecil seperti goblin lenyap dan tidak spawn lagi.
Kami bahkan tidak berjaga sama sekali hanya tidur nyenyak didalam gua. Aku terbangun karena suara pemberitahuan dari sistem yang tidak berhenti sama sekali.
-Telur anda menetas harap dikeluarkan
-Telur anda menetas harap dikeluarkan
-Telur anda menetas harap dikeluarkan
Telur apaan? Aku tidak menyimpan telur sama sekali. Kecuali.....
Aku membuka Inventory bersama 4 kristal mana petir tingkat normal.
Telur Bolt Pigeon. Mengingat ayahnya yang menyebalkan aku lupa tentang telur ini. Sudah berapa lama sejak kejadian itu?
3 bulan kah? Telur itu semakin banyak retakkannya sebelum kepala burung kecil muncul.
Lucu sekali. Tidak lama menunggu burung kecil itu berhasil keluar dari telur. Baik... Sekarang dia kuberi makan apa?
Ukurannya hanya seperempat dari telapak tanganku. Aku masih memiliki Thunder beries ya, buah ini sering kuberikan pada Bolt pigeon kurang ajar sebelumnya demi menaikan keakraban.
Meski sebenarnya tidak ada gunanya. Aku mengambil buah kecil itu yang sudah agak berbau aneh.
Sepertinya sedikit busuk? Sudah 5 hari sih aku tidak membeli buah ini lagi.
Saat dikota aku langsung kesini soalnya.
Terserahlah. Aku menekan buah itu dengan 2 jari untuk memeras sarinya yang langsung dimakan burung kecil ini.
Setelah meminum dengan senang sari buah ini. Burung kecil ini berteriak kencang hingga membuatku terkejut.
"Apa itu?"(Vio) "Musuh?"(Martin) "Ada serangan!!"(Fellix) "Dimana musuhnya?"(Alvin) "Ada apa?"(Gleda) "Makanan?"(Heidi)
Tidak lama mereka semua bangun dan menatapku.
"Hai... Selamat pagi" Burung kecil ditanganku menarik-narik thunder berries dijariku.
Aku langsung memberikan saja pada burung itu yang memakannya dengan senang.
"Apa itu?"(Inori) "Pet milikku" "Kamu punya pet!!!"(Atemis) "Sejak kapan?"(Rian34)
"Sebelum kita bertemu. Oh ya ngomong-ngomong ini pet milikku yang kedua"
"Hah?!!"(Inori, Atemis, Rian34) "Benar yang satunya.."
-Pet anda memaksa keluar
__ADS_1
-Pet anda berhasil kabur
Merpati sialan langsung muncul disamping bahuku dan menabrakkan diri kearahku hingga aku terpental menabrak dinding gua.
"Kamu!!!! Dasar merpati sialan!!!" Aku meninju merpati itu hingga dia menabrak dinding gua lainnya.
"Ini milikku. Kamu sudah tidak diperlukan lagi pergi saja sana!!!" Merpati itu mendesis statis kearahku dan kembali menerjangku.
Kali ini aku tidak diam saja. Aku saling menyerang dengan merpati sialan itu.
"Apa yang terjadi?"(Martin) "Kami juga tidak tahu"(Inori, Rian34, Atemis)
Merpati itu terbang dan mengeluarkan banyak petir.
"Memang kamu pikir aku takut. Kemarilah akan kupastikan memasakmu buat sarapan"
Aku mengeluarkan pisau es. Setelah bertarung beberapa menit, merpati sialan ini jadi bongkahan es setelah terkena tusukan pisau mililku untung saja dia tidak mati.
"Apa itu bolt pigeon?"(Heidi) "Ya, apa kamu mau sarapan?" "Burung itu cukup langka. Darimana kamu dapat?"(Gleda)
"Aku mendapatkannya saat masih di kota Tria. Saat itu kolektor meminta tolong untuk mengambil telur burung ini. Karena kebetulan dia tidak ada jadi aku tidak membunuhnya"
Aku menunjuk merpati sialan yang masih membeku itu "Berarti sudah tidak ada disana"(Vio) "Sayang sekali. Mungkin kamu mau menjualnya?"(Gleda)
"Kalau dia kamu bisa ambil gratis. Tapi tidak dengan yang kecil ini" "Ayolah kamu kan sudah punya satu"(Alvin)
"Maaf kalian tidak bisa membohongiku"
"Benar-benar deh"(Martin) "Emang kenapa kan kamu sudah punya satu"(Inori) "Jangan tertipu Inori mereka itu licik. Jika yang kecil ini kuberikan yang burung resek ini juga akan ikut mereka"
"Tidak bisa ditipu"(Vio) "memang deh sulit menipu dia"(Martin) "Memang kenapa?"(Atemis)
"Karena dia jantan yang kupegang betina, burung ini akan menjaga dan mengikuti betinanya dari menetas. Jadi jika ini kuberikan dia juga akan ikut"
"Jadi begitu"(Inori) Sudah lama tidak menggunakan skill ini. Skill untuk menjinakkan peliharaan dari Larph.
-Selamat anda mendapat pet Bolt pigeon
Karena skill anda pet tidak sepenuhnya terikat
Status saat ini: 100/100 (Menggangap anda induknya)
-Silahkan beri nama untuk pet anda
"Bagaimana dengan 'Pierra' itu nama yang lucu kan" "Selera penamaan mu buruk"(Atemis) "Biarkan saja"
-Pierra (Bolt pigeon, Rare)
__ADS_1
LV: 1 (Baby)
Str:0 Agi:3
Int: 2 Def: 0
Aku tidak bisa membayangkan secepat apa dia nanti.
"Aku belum dapat pet dan dia sudah punya 2, Aku iri sekali"(Atemis)
"Memang selain langka apa kehebatannya?"(Rian34) "Mungkin kamu tahu sesuatu?"(Martin)
Sepertinya kamu menghinaku "Aku pernah dihajar oleh dia jadi tahu sedikit. Pertama dia cepat secepat kilat sampai aku tidak bisa menghindari serangannya jika tidak tahu kalau dia menyerang duluan, yang kedua dia bisa melihat melalui stealth, dan yang terakhir dia bisa menembus penghalang dungeon"
"Kupikir kamu tidak tahu"(Martin) "Apa kamu lupa aku yang mengambil telur burung ini? Aku dikejar-kejar oleh dia sampai di kota tau"
"Ternyata hebat juga"(Atemis) "Melihat stealth berarti hampir tidak ada yang bisa lolos dari matanya"(Rian34) "Ya, itu cukup berguna"(Inori)
Udah itu saja tanggapan mereka? Padahal menurutku bisa keluar masuk dungeon adalah yang hebat.
"Sayang sekali burung berharga seperti itu kamu urus. Jual saja padaku aku berani memberikan 5 kristal mana tingkat tinggi"(Martin) "Tidak. Lagipula cuma kamu pakai buat merpati pengantar pesan kan?"
"Darimana kamu tahu?"(Martin) Matahari mulai terbit dan hari sudah mulai pagi.
Setelah sarapan kami berkumpul di pantai dan memperhatikan Oceanus giant.
"Bagaimana cara kita bertarung dilaut?"(Atemis) "Jangan bilang memanfaatkan sihir ku"(Rian34)
"Mana ada dampaknya. Kita cuma harus memancingnya kedarat dan Rian yang mengatasinya" "Hah? Bukanya kamu bilang seranganku tidak akan ada dampaknya"(Rian34)
"Memang. Tapi cuma kamu yang punya sihir air. Karena itu kamu yang memancingnya"
"Sepertinya aku akan jadi tumbal"(Rian34)
"Begitulah. Ayo kita kembali, besok saja kita bertarung melawannya" "Sebenarnya kenapa kamu bersikeras melawannya besok. Padahal jika hari ini bertarung mungkin besok tinggal melawan Mountain giant"(Martin)
"Aku takutnya tidak sesederhana itu. Jika raksasa itu lebih kuat dari dugaan kita yang sulit lebih baik bersiap saat ada bantuan yang datang agar variabel yang tidak terduga bisa diatasi"
"Ada benarnya juga"(Martin) Lagipula hari ini aku mau bermain dengan Pierra sekalian menaikkan levelnya dulu.
Jika dia mati dan tidak bisa respawn lagi aku yang menangis. Sisa hari ini kita habiskan dengan bersantai, makan, berburu sedikit aku juga menaikkan level Pierra dulu dengan memburu kobold sedikit.
Tanpa terasa keesokan harinya sudah datang
Melihat ukuran Oceanus giant benar-benar membuat sakit kepala. Tapi bukan berarti aku akan takut malah aku sedikit bersemangat.
**TO BE COUNTINUE...***
__ADS_1