
Kami melanjutkan perjalanan kedalam gua. Beberapa kristal mana tingkat terendah mulai muncul.
Beberapa raksasa terlihat mereka memiliki zirah batu ditubuhnya. Sepertinya sulit untuk menembus zirahnya.
"Itu mereka"(Martin) "Zirah yang mereka pakai bisa menahan serangan fisik dan sihir sangat sulit menghadapinya"(Fellix)
"Sementara ada 2 cara menghadapinya. Formasi pembunuh, dan formasi penjara hanya saja mereka tidak akan mati"(Vio)
"Baiklah aku akan menyerang " Aku mengeluarkan sabit. Hanya ini senjata terpanjang yang aku miliki.
"Wraith weapon" Sabit ditutupi dengan arwah yang berteriak. Aku maju dan melempar sabit milikku. Sabit dengan cepat mengenai leher salah satu raksasa.
Sabit itu membuat tebasan dileher raksasa sebelum kembali ketanganku. Raksasa yang terkena sabitku terkena damage 10%
Damagenya jauh lebih besar. 2 rantai cahaya dan kegelapan keluar. Ada 5 raksasa disini dan 5 lagi lebih kedalam. Sepertinya bukan hal yang sulit.
Raksasa yang terkena seranganku tumbang. Keempat raksasa lainnya melempar batu besar kearahku.
"Defense formation wall shield" Dinding es keluar menahan serangan raksasa itu. Dinding es hancur bersama batu besar yang datang.
Aku menerobos asap dan debu dari batu yang hancur. Raksasa didepanku menghantam tanah dengan kedua tangannya.
Dinding batu keluar menghalangi jalan. Ghost walk. Aku menembus dinding itu dan mengayunkan rantaiku ke raksasa didepanku.
Saat rantai mengenai badannya ledakan cahaya dan kegelapan terjadi membuat raksasa itu mundur.
Aku maju dan menebas kakinya dan melempar sabit milikku ke raksasa dibelakangnya.
Aku melilitkan rantai dan mengambil Blood knife. Blood chain aku menjadi bayangan yang menusuk kelima raksasa dan muncul dipaling belakang.
Sabit terbang kearahku melukai semua raksasa didepanku. Aku menebas sabit pada kepala raksasa yang kuinjak.
Tangan besarnya berhasil menangkapku. Dan menarikku. Karena sabitnya masih menancap, itu membuat goresan panjang dari leher hingga bahunya.
"Soul slash" Roda arwah menyerang bahunya. Tapi dia tidak melepaskanku. Kalau begitu aku akan meninjunya.
Tanganku yang dililit rantai cahaya bersinar terang "Flash fist" Cahaya terang meledak dari tinjuku membutakan mata raksasa itu hingga melepaskanku.
"Yinyang edge" Cahaya hitam dan emas menyelimuti tinjuku yang menghantam wajah raksasa itu.
Membuatnya jatuh. Aku mengeluarkan rantai api dan es menggantikan kedua rantai yang hancur tadi.
Aku menarik semua pisau yang tadi kugunakan sebagai formasi. Tembok batu yang memisahkan raksasa dan yang lain hancur.
__ADS_1
Pisau-pisau kembali ketanganku dan aku langsung menggunakan formasi
"Attack formation Elemental spear"
Aku melempar tombakku kesalah satu giant.
Aku menggunakan stealth saat tombak itu mengenai salah satu raksasa.
Cresent knife kegelapan melesat membuat lingkaran dengan seluruh raksasa berada ditengahnya.
Lingkaran kegelapan tercipta menarik semua raksasa kedalamnya. Cresent knife lain kulempar kali ini tipe cahaya.
Lingkaran cahaya tercipta di dalam lingkaran kegelapan. Tidak menunggu lama lingkarannya menghilang menampilkan para raksasa yang kehilangan seluruh zirah batu mereka.
Rush sealth. Aku menyerang lutut bagian dalam raksasa membuat raksasa yang setengah berdiri kembali jatuh.
Aku juga menancapkan pisau api di lutut raksasa itu. Aku melempar sabit yang kupegang ke badan raksasa yang menghadap kearahku.
Blood chain, aku berubah jadi bayangan dan menusuk semua raksasa hingga kepaling belakang.
Pisau kutancapkan dikepala raksasa. Membuatnya berteriak dan menangkapku.
"Sonic roar" Suara lengkingan disamping telinganya membuatnya terkena stun.
Aku meloloskan diri dan melempari seluruh raksasa disana dengan pisau. Sabit kembali ketanganku, aku melompat turun sambil menancapkan sabit ku dipunggung raksasa.
Ledakan api dan es terjadi disegala tempat diseluruh tubuh raksasa. Aku juga memasang formasi ditanah hingga membuat ledakan beruntun yang membunuh seluruh raksasa itu.
5 raksasa dikejauhan melihat kearahku. Aku dengan santai memasang formasi sambil mengambil drop item.
"Great attack formation Death ray" Bola api raksasa terbentuk didepan wajahku yang mulai menyusut dari merah terang, jadi merah darah, merah hati, hingga hitam.
Ukurannya jadi sebesar bola tenis. 5 laser keluar dari saja menembus zirah raksasa dan membakar tubuh mereka juga membekukannya.
5 Ledakan terjadi bersamaan membuat raksasa yang ada diujung kehilangan 90% darahnya.
"Dari pertarungan jadi pembantaian"(Rian34) "Padahal lawannya raksasa. Seperti melihat 10 manusia yang mati dipukuli satu hamster"(Inori)
"Memang mengerikan dan hebat bisa bertarung sendirian seperti itu"(Atemis)
"Mau bagaimana lagi sudah 5 tahun lebih dia bermain solo sudah wajarkan kalau dia kuat"(Inori)
"Apa kamu mengikuti perjalanannya dari 5 tahun lalu? Kok kamu tahu banyak tentangnya?"(Rian34) "Dulu dia terkenal lo. Sampai dijuluki Dewa pembunuh. Tidak perduli bagaimana job dan class yang dimilikinya pasti bisa diatasinya"(Inori)
__ADS_1
"Aku dengar ketua sepupunya ya?"(Atemis)
"Aku juga baru tahu, kalau belum lama ini....."(Inori)
Yang dibelakang malah gibahin aku disini.
Udah kalian tinggal nyantai aja dibelakang masih bisa-bisanya gibahin aku yang lagi bertarung disini.
Dengan tusukan sabit aku membunuh raksasa terakhir. Padahal lawanku raksasa kok jadi gak ada rasanya ya?
Aku melihat sekitar dan merasa ada sesuaty dibalik dinding ini. Soalnya jalannya bercabang dan ujung belokan ini jalan buntu.
Aku melihat mereka dan memutuskan untuk pergi sendiri. Aku mengetuk dinding, tidak ada suaranya.
Aku terus mengetuk satu persatu hingga menemukan yang berbunyi keras berarti tempat dibelakangnya ruang kosong.
Ghost walk. Aku masuk kedalam dinding. Udara disini lebih dingin. Seluruh tempat ini tertutup es, setelah diperhatikan banyak kristal mana es disini.
Aku menggunakan General Harvest skill yang sudah lama tidak kugunakan. Banyak kristal mana tingkat rendah disini.
Yang normal juga banyak hanya saja cuma Miner yang bisa mengambilnya. Aku terkejut melihat gundukan kristal mana yang tertancap dibatu besar ditengah-tengah gua.
Aku memukul kristal mana berharap bisa memanen beberapa. Tapi bukanya kristalnya jatuh, batu itu bergerak yang ternyata seorang raksasa dengan punggung yang dipenuhi kristal mana.
Oh sial. Kenapa aku benar-benar sial. Raksasa itu meraung membuat gelombang hawa dingin kearahku.
Pergerakanku melambat tapi aku tetap menyerang 4 pisau api menancap di badan raksasa itu.
Ledakan terjadi membuatnya jatuh. Aku melempar bom api yang langsung meledak diatas tubuh raksasa itu.
Raksasa itu berdiri dan berteriak. Dari kedalaman gua keluar beberapa raksasa lagi.
Aku menyadari satu hal, kalau raksasa didepanku ini adalah boss.
Tinju besarnya datang. Aku menghindar tapi tetap terkena gelombang kejutnya hingga terpental kebelakang.
Batu-batu runcing diatas berjatuhan. Memaksaku untuk terus menghindar, pilar es tidak tahu darimana memukulku hingga menghantam dinding gua lagi.
Ternyata itu ulah raksasa. Para raksasa yang lain datang. Tadinya aku tidak mau menggunakan ini.
Aku berlari kearah raksasa itu. Pilar yang dia pegang mengayun kearahku. Backstab. Ledakan terjadi itu tidak ada gunanya karena aku berada dipunggungnya.
"Yinyang edge" Api membakar seluruh tempat ini menarik semua raksasa kearahku. Membentuk bola api raksasa diatas kepalaku, bola es menggantikan bola api.
__ADS_1
Jarum-jarum es turun seperti hujan hanya saja ukurannya keterlaluan. Bola es turun dengan cepat menghantam tanah, dan membuat ledakan es hingga kelangit-langit gua.
**TO BE COUNTINUE...***