
Aku dan timku punya misi tersendiri di perang ini.
Membunuh semua panglima dan jenderal musuh baik itu Player ataupun monster.
"Stealth" Aku memasuki kondisi stealth dan berlari kearah semua musuh yang berdatangan
Dari benteng keluar kabut hitam yang berhembus kesegala arah.
Kabut itu menyelimuti tubuhku, tidak melainkan semua Assasin yang menggunakan Stealth. Meski skillnya aktif tapi tetap saja terlihat
Ratusan cahaya dan sihir terbang meledakkan semua orang yang tertutup kabut. Termasuk aku, sebelum serangannya datang dengan formasi
Aku membuat cangkang kura-kura yang melindungiku. Status debuff muncul
-Corupted 55 s
Memberikan damage, kelumpuhan, atau perlambatan setiap detik secara acak
Jika HP habis sebelum durasi berakhir akan kembali bangkit dalam bentuku undeath
Menyebalkan!!!! Ratusan zombie berdiri begitu juga para Skeleton. Semua player yang lemah dan memiliki sedikit HP langsung mati dan berubah
Cahaya menyinari seluruh medan perang. Semua musuh yang terkena cahaya ini kehilangan stats, semua debuff langsung diangkat.
Dan semua zombie dan skeleton musnah terbakar. Kami membalas serangan musuh, semua musuh yang ada di dinding benteng dihajar habis-habisan dengan panah dan sihir
Dari dalam benteng keluar Ksatria dengan zirah es. Tubuhnya memiliki warna biru dan memakai mahkota hitam biru
"FROST KING!!!" Frost king mengayunkan pedang besarnya membuat gelombang es hitam kearah kami.
Semua Tank yang ada didepan mengangkat perisainya menahan serangan itu. Cahaya dari semua arah menyelimuti para Tank.
Musuh memanfaatkan hal itu untuk menyerang para Tank. Kalau terus begini semua tank akan mati begitu juga kami.
Freyas menjauhi pasukan dan mulai bersinar
"Royal Duel"(Freyas) Frost king tertarik kearah Freyas dan mulai menyerang Freyas
Gelombang salju yang menerpa juga berhenti berkat itu. Para player menyerang Frost king dari jauh sementara menghadapi Freyas.
Necro Whyvenn dan Bone Whyvernn terbang dari dalam benteng dan mulai memborbadir para player disana.
Kupikir semuanya akan mudah. Aku menghubungi Atemis
-Bisa bantu?
__ADS_1
-Bantu apa?(Atemis)
-Bantu melawan para burung tulang itulah
-Tunggu disana! Aku datang (Atemis)
Aku menunggu sambil melihat para Whyvernn yang menyemprotkan racun dan api. Whyvernn paling besar muncul kali ini ada penunggangnya diatasnya
"Necro rider. Dia juga muncul ya" Angin kencang berhembus "Maaf lama"(Atemis) Atemis muncul sambil menaiki elangnya
"Tidak apa. Ayo habisi semua burung itu" "Aku mengerti. Untung saja aku membawa bantuan"(Atemis)
Dibelakang Atemis ada puluhan Valkrie yang dipimpin Vany. Aku naik keatas elang itu dan Atemis mulai mengendalikan elang agar terbang kesana
"Ke Bos?"(Atemis) "Tentu saja. Cukup bawa aku mendekat saja" "Aku mengerti"(Atemis) Tentu saja para Whyvernn tidak diam saja
Mereka juga menyerang kearah kami. Vany dan para Valkrie berusaha menahan para Whyvernn tapi tetap saja beberapa berhasil lolos dan menyerang kami
"Pegangan dan usahakan jangan muntah"(Atemis) "Memang kamu pikir siapa aku ini?"
Elang bermanuver menghindari serangan para Whyvernn. Atemis juga memanah mereka yang mendekat
Aku juga menyerang saat elang ini stabil. Ledakan demi ledakan terus terjadi berkat panah Atemis.
Aku cuma menyebar pisaunya saja. Para Whyvernn mulai menyemburkan api atau racun.
Tapi tetap saja kita sudah terkepung "Defense formation Shell shield" Cangkang kura-kura dari cahaya menutupi seluruh elang melindungi dari semburan api dan racun
"Sekarang" Aku menarik semua pisau yang menancap di para Whyvenn. Membuat belasan Whyvernn terjatuh puluhan terluka parah
"Jika aku pergi apa kamu bisa lolos?" "Kenapa kamu bertanya seperti itu?"(Atemis) "Penasaran aja" "Tidak perlu perdulikan aku. Mengamuklah"(Atemis)
"Baiklah. Attack formation elemental Serpent. Great Attack Formation Elemental Lance. Dan terakhir Knife Missile"
Ular api terbentuk dan Tombak dengan mata bor cahaya juga terbentuk. Puluhan pisau yang tersisa dikakiku melesat kearah Necro Rider
Begitu juga dengan yang kutinggalkan dibawah. Meperlihatkan pertunjukkan dimana ratusan cahaya melesat kearah Necro Rider
Seluruh pisau menusuk Whyvernn dan penunggangnya seperti landak. Aku menaiki Ular api dan melesat kearah Necro Rider.
"Trap formation elemental Explode" Ledakan besar terjadi membuat semua orang yang ada disana melihat kearah langit.
Ledakan itu juga membuat gelombang kejut mengerikan yang membuat semua Whyvernn jatuh bebas
Hanya aku yang masih berada diudara bahkan Atemis saja terpental bersama Elangnya. Dari balik asap Whyvernn dan penunggangnya jatuh bersamaan.
__ADS_1
Darah Whyvernn itu tersisa 10% Akibat ledakan itu sedangkan penunggangnya masih 30% Aku tidak sangka bisa semengerikan itu
Ular ini melilit Whyvernn itu. Aku berlari disepanjang punggung Whyvernn itu sambil menyeret tombak yang kutusukkan di punggung Whyvernn.
Aku juga memegang pisau angin ditanganku
"Comet spear" Bersama dengan ledakan pisau angin, tombakku melesat kearah Rider sambil meninggalkan jejak cahaya dibelakangnya
Rider itu menahan tombak itu dengan kedua tangannya. Aku mengeluarkan pisau angin dan rantai api.
Aku membuat ledakan pisau angin agar bisa melesat kearah Rider itu dan rantai api melilit tanganku.
Aku meninju gagang dari tombak itu dan membuat ledakan yang mendorong Rider itu jatuh ketanah dengan keras beserta ledakan besar akibat jatuhnya dia.
Sementara aku masih dilangit. Aku melempari rider itu dengan belasan pisau lainnya
"Trap Formation elemental Explode"
Ledakan kembali terjadi. Bahkan sekarang medan perang ini jadi sunyi, semua yang disana menyaksikan pertarunganku.
Bahkan Freyas dan Frost king berhenti bertarung. Dengan bantuan spirit aku mendarat ditanah.
Dari Balik asap Rider terlihat dengan darah tersisa 10% Aura hitam dan hijau menyelimutinya. Tombak muncul ditangannya, tombak itu terbuat dari tulang hitam dengan mata tombak hijau
"Sepertinya kamu dendam dengan tombak ya. Kalau begitu Attack formation Elemental spear"
Tombak cahaya muncul ditanganku
"Ayo berduel" Aku dan dia sama-sama melesat dan beradu dengan tombak. Gelombang tabrakan itu mendorongku mundur.
Dia meloncat dan menusukkan tombaknya kearahku. Aku menghindari itu saat tombak itu mengenai tanah ledakan terjadi.
"Spear dance" Aku menebas dan menusuk berulang kali beberapa mengenainya, tapi sisanya berhasil ditangkis.
Tombakku meledak dan aku mundur membuat tombak lain "Spear snake" Tombakku menusuk lehernya. Aku mengayunkan tombak itu berharao bisa memenggalnya. Yang tentu saja tidak mungkin.
Dia berhasil menahan seranganku dan menyerang balik. Aku menggunakan Ghost walk
Serangan dia tidak bisa mengenaiku berbeda dengan seranganku.
Ledakan terjadi menandakan durasi Ghost walk sudah habis. Dia terdiam sejenak dan aku menusuknya berulang kali sebelum tombakku meledak dan dia sadar lagi.
Aku dan dia bertukar serangan tanpa henti sampai darahnya tersisa 1% dan dia mundur mengangkat tombaknya
"Sudah berakhir" Darahnya yang memang sudah hampir tidak tersisa langsung kosong begitu saja dan dia mati
__ADS_1
Aku mengambil semua equipment yang dia jatuhkan. Sambil menyadari satu hal, aku ditengah-tengah pasukan musuh
**TO BE COUNTINUE...***