
"Maaf tapi kuserahkan mereka pada kalian semua. Aku akan urus ketiga boss ini"
"Apa kamu sanggup? Kamu kan Assasin"(Azel) "Percayakan saja padanya. Aku justru khawatir pada keadaan kita disini"(Lydia)
Tombak melesat kearahku dan aku menghindarinya dengan mudah hanya saja angin bekas tusukan tombak itu merobohkan pohon dibelakangku.
Aku menusukkan pisauku kearah boss lizardman yang memegang tombak.
Belum juga seranganku mendekatinya perisai raksasa mulai menghantam kearahku.
Ghost walk aku menembus perisai itu dan menusuk pengguna tombak itu. Lizardman pemegang perisai itu berbalik dan ingin meninjuku.
Rantai petir kukeluarkan dan kuayunkan kearah kedua lizardman itu dan membuat keduanya terdorong setelah tersetrum.
Aku menghentakkan kakiku ketanah "Dark field" dengan ku sebagai pusat area disekitarku berubah jadi hitam dan mereka berdua tidak bisa bergerak.
Aku dengan cepat menusukan pisauku setelah tusukan kedua ledakan terjadi, ledakan berikutnya kembali terjadi hingga darahnya hilang setengah secara langsung.
Tinju yang dililit rantai petir meninjunya hingga menghantam tanah.
"Heavenly thunder" petir raksasa turun bersama tinjuku mengenai lizardman itu.
Aku meninggalkan Lizardman itu yang tidak butuh waktu lama terbunuh. Aku menatap Lizardman yang memegang perisai tubuhnya memang lebih besar sedikit dari para ogre.
Tapi gerakannya lambat apalagi dia menggunakan perisai yang besar juga. Jika dia menggunakan kapak atau palu mungkin aku akan kesulitan. Tapi ini dia menggunakan perisai.
Aku berlari kearahnya mungkin karena skill ku masih aktif dia hanya bisa bertahan dengan perisainya.
Aku melempar Cresent knife tipe es yang langsung memutarinya dan membuat lingkaran es yang langsung membekukan dia.
"Attack formation elemental spear" Tombak petir terbentuk ditanganku. Dengan tambahan petir yang menyelimuti tanganku, aku melempar tombak itu kedalam lingkaran es
Petir raksasa menembus lingkaran es itu. Bagus sekarang tinggal menghabisinya.
Tinju besar muncul dipandanganku.
Aku tidak sempat bertahan dan terpental setelah terkena tinju itu. Aku berdiri menatap bos terbesar yang daritadi diam saja.
Aku sudah menduga akan begini sih. Bos itu maju kearahku. Gerakannya cepat sekali karena dia sudah muncul didepan mataku.
Aku menghindari tinjunya dimana serangannya membuat lubang ditanah karena tinjunya.
Aku tidak diam saja pisauku juga menusuk lengannya. Dia mengayunkan lengannya membuatku terdorong mundur.
Pisau menembus punggungnya kembali ketanganku. Setelah kuberikan mana pisau itu berubah jadi petir yang menembus tubuhnya.
Tinjunya meninju kearahku dari jauh. Dari tinju itu keluar ledakan api kearahku.
"Attack formation great axe" Kapak muncul ditanganku.
Untung saja aku punya banyak spirit yang menyusun formasi disegala tempat. Aku mengayunkan kapak ku dan menghilangkan api yang mengarah kearahku.
Dari baliknya bos besar itu kembali meninju kearahku. Aku mengayunkan kapakku dan bertemu dengan tinjunya.
Ledakan terjadi membuatku terpental dan kapakku hancur. Sambil terlempar aku mengeluarkan sabit dan melempar kearahnya.
__ADS_1
Dengan tangannya bos itu memantulkan sabitku keatas. Aku langsung maju dengan tinju yang dililitkan rantai.
Ledakan cahaya terjadi mendorong bos itu bersama dengan sabit yang kembali ketanganku.
"Soul slash" Roda arwah mengenai badan boss itu. Aku juga melempar cresent knife petir yang membuat ledakan dibagian kirinya.
Cambuk cahaya menghantam wajahnya disusul sabit yang juga mengenai lehernya.
Perisai dilempar oleh Lizardman kearahku.
Aku menghindar kesamping dan melihat parit panjang yang dibuat perisai itu saat mendarat.
Tinju dari boss kembali datang. Rantai cahaya yang berubah jadi cambuk kembali mengenai matanya hingga membuat tinjunya meleset.
Aku dihantam oleh Lizardman dari samping.
Kepalaku rasanya berputar. Tapi itu tidak berakhir disana.
Aku diangkat dan dibanting ketanah hingga membuat ledakan. 2 tinju dari 2 boss datang yang satunya bahkan diselimuti api.
Jika kena aku akan mati. Vanish. Aku menghilang dan mundur menatap kedua Lizardman itu.
Mereka bisa kerja sama jika salah sedikit aku akan mati. Tapi ini bukan pertama kalinya aku melawan bos yang bisa kerjasama.
Jadi ini tidak semenakutkan itu. Lizardman mengambil perisai yang tadi dia lempar dan berdiri bersama boss menghadapku.
Baiklah sudah cukup pemanasannya ayo serius. Aku mengayunkan rantai cahaya kearah mereka.
Si pemegang perisai menahannya dengan perisai. Hal mengejutkan terjadi saat rantai mengenai perisai ledakan cahaya tidak terjadi tapi rantai yang kupegang memendek.
Aku kembali ditabrak dan terpental. Kakiku ditarik dan ingin dibanting lagi ketanah. Tapi yang muncul dimataku bukan tanah.
Melainkan tinju dari boss yang diselimuti api.
Aku beradu tinju dengan boss. Ledakan cahaya dari rantai yang kupegang membuatnya terdorong.
Dan aku belum lepas. Jadi tetap saja aku dibanting ketanah. Perisai muncul didepan mukaku.
Jangan bilang dia ingin memukulku dengan itu? Backstab, aku muncul dipunggungnya saat perisai raksasa itu membuat ledakan besar dengan perisainya.
Aku menusuk dengan pisau yang kupegang setelah 3 tusukan ledakan terjadi, aku juga menancapkan beberapa pisau api.
Karena dia tidak bisa bergerak karena bayangan mengikatnya harusnya aku...
Oh sial... Tinju api milik boss menghantam punggung Lizardman dan membuatnya terpental.
Untung aku sempat melompat jika tidak aku yang terpental. Boss itu membuka mulutnya dan menyemburkan api.
Kenapa banyak banget boss yang bisa menyemburkan api? Aku mundur menghindari semburannya.
Hanya saja saat boss menggerakkan tinjunya keatas apinya juga naik keatas dan mengarah kearahku dengan cepat.
"Defense formation wall shield" Dinding es keluar menahan serangan api itu. Tetapi tidak berlangsung lama karena ada gelombang ledakan yang menghancurkan tanah dan dinding es milikku.
Tinjunya datang lagi. Bersamaan dengan tinjunya laser merah melesat kearahku.
__ADS_1
Aku hanya bisa membuat perisai dengan satu pisau.
Meski tidak berhasil menahannya aku berhasil membelokkan serangan itu.
Lizardman yang memegang perisai datang, dan ingin meninju tubuhku.
"Dasar bodoh" Ledakan terjadi dipunggungnya. Aku menusukkan pisau ketubuhnya.
"Baguslah kamu datang saat aku membutuhkannya. Prison formation Death coffin. Dark leech"
Lapisan es menutup dan mengurung kami.
Kegelapan keluar dan menempel ditubuh Lizardman dan menghisap darahnya.
Mengisi darahku. Aku tidak diam, aku terus mengurangi darahnya juga dengan menusuk-nusukan tubuhnya hingga darahnya
tersisa 5%
"Selamat tinggal. Dark swallow" Kegelapan membentuk rahang bergigi runcing dibawah kakinya.
Dan memakan Lizardman itu hidup-hidup.
Setelahnya mana dan darahnya mengisi milikku.
"Baiklah tinggal 1 lagi" Aku keluar dari formasiku meninggalkan drop item dari Lizardman ini.
Aku berhadapan secara langsung kali ini 1 lawan 1 dengannya. Aku mengayunkan rantai es milikku.
Dengan tangannya dia menangkap rantaiku yang mulai membekukan tangannya. Api mulai berkumpul dimulutnya.
"Trap formation elemental pilar" pilar-pilar petir keluar dari belakang dan menusuk tubuhnya.
Aku melilitkan rantai meski masih terikat pada tangan bos. Aku terus maju sampai didepannya.
Semburan api dia semburkan kepadaku dari jarak dekat. Satu pisau kukeluarkan dan kujadikan perisai.
Begitu sudah dekat aku hilangkan perisai itu dan pisaunya kutusukkan kedalam mulutnya.
"Makan tuh pisau. Kutambahin"
Pisau itu meledak dimulutnya dan tinju es ku datang dari sisi kirinya hingga membekukkan kepalanya.
"Slash throat" Aku menebas lehernya yang mengurangi banyak darahnya "Dark vine"
Dengan aku sebagai pusat sulur-sulur hitam keluar dan mengikat boss itu.
Aku mundur dan menyusun formasi setelah meninggalkan bayangan ditubuh boss itu.
"Attack formation elemental lance"
Tombak dengan mata bor kulemparkan. Boss berusaha bertahan tapi dengan gerakanku pertahan itu berhasil kugagalkan.
Tombak menusuk perutnya. Aku menggunakan stealth, stealth rush dan meninju tombak itu agar lebih menancap kedalam perutnya.
"Ini akhirnya selamat tinggal" Tombak itu meledak dan membunuh boss itu.
__ADS_1
**TO BE COUNTINUE...***