Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 164 Lokasi Clara


__ADS_3

Dengan kadal yang berjalan santai menuju kedalam hutan. Mengingat kejadian yang kualami selama seminggu ini cukup mengherankan.


Dalam seminggu berkali-kali aku naik level di game yang naik level seperti naik gunung ini.


Aku naik level berkali-kali? Benar-benar hebat sih.


Bayangan wanita menghalangi didepanku memaksaku berhenti "Kamu mau kemana?"(Inori) "Inori?! Kupikir siapa. Ada apa?"


"Kamu mau kemana? Aku ikut"(Inori) "Kamu mau ikut? Aku mau kembali ke desa awal aku bermain"


"Kamu beneran tahu jalan kesana? Kalau begitu aku ikut. Pokoknya aku harus ikut"(Inori) Inori langsung naik kepunggung kadalku.


Bahkan aku belum sempat menjawab dan dia sudah duduk disitu "Kenapa tidak naik serigala mu saja sih?" "Aku malas mengeluarkannya. Ayo kita berangkat"(Inori)


Terpaksa pergi bersama Inori deh. Meski begitu aku merasa bersyukur tidak harus melalui gelapnya malam sendirian.


Tanpa jam, tanpa bulan hanya pohon yang ada didepan mata benar-benar membuat merinding.


"Kenapa kamu ingin kembali ke desa awal?"(Inori) "Aku mau menyelesaikan Quest"


"Memang masih berjalan? Seingatku setelah keluar dari desa quest yang berhubungan dengan desa akan langsung gagal"(Inori)


"Aku berbeda. Bisa dibilang aku keluar desa dengan jalan yang berbeda dari kalian"


"Apa bedanya?"(Inori) "Aku menggunakan rute normal atau bisa dibilang rute pedagang"


"Bisa seperti itu ternyata"(Inori) "Berkat aku mencari tahu dan berhubungan dengan para NPC tentunya" "Aku dulu cuma bisa memburu rubah saja dan mati dimakan serigala"(Inori)


"Begitu ya. Hewan pertama yang kubunuh malah serigala" "Kamu memang monster. Serigala 2 level lebih tinggi dari pemain awal bisa kamu bunuh"(Inori)


"Bisa jadi sih" Karena mengobrol dengan Inori tanpa terasa sudah sampai didesa saat matahari terbit.


Kami turun dari kadal. Melihat pintu masuk desa membuatku merasa nostalgia. Meski sebenarnya sebulan lalu aku kesini sih.


"Jadi penasaran dengan keadaan Rina" "Siapa Rina? Pacarmu?"(Inori) "Dia NPC Inori" "Banyak sekarang yang pacaran dengan NPC tapi juga pacaran di dunia nyata"(Inori)


"Jangan samakan aku dengan para hidung belang itu" "Siapa tahu aja. Kan semua laki-laki sama aja"(Inori) "Terserah kamu lah"


Saat aku mendekati toko bu Ani. Pintu toko terbuka dan Bu Ani muncul.


"Sudah lama kamu tidak kelihatan"(bu Ani)


"Ya aku lumayan sibuk baru kali ini bisa mampir"


Bu Ani memandang Inori "Gak pernah ketemu gak tahunya udah punya pasangan"(bu Ani)

__ADS_1


"Gak... Itu bukan... Terserahlah"


Inori juga diam aja dibelakang bukanya mengelak


"Kakak? Udah lama gak ketemu"(Rina) "Apa kabar Rina. Gak tahunya kamu udah besar saja"


"Iya dong aku kan masa pertumbuhan. Kakak sekarang aku udah jadi Alchemist dong, semua potion disini buatanku"(Rina)


"Aku tahu kamu pasti bisa" "hehe iya dong. Tapi guru pergi, meninggalkan Rina"(Rina)


"Nanti juga gurumu pasti akan menemui lagi"


Setelah berbicara dengan Rina dan bu Ani aku dan Inori pergi kedalam hutan menemui Cleo.


Aku masih tidak terbiasa saja melewati hutan yang sunyi seperti ini.


Hingga akhirnya tiba di rumah Cleo di hutan.


Disana nenek Cleo duduk diatas bangku dan menatap kearahku.


"Kupikir kamu lupa denganku?"(Cleo) "Tentu saja tidak. Nek. Aku cuma sibuk beberapa hari ini" Aku memberi bahan yang dia minta.


"Ocean Crystal? Kamu memberikan ini?"(Cleo) "Anggap saja oleh-oleh" "Pasti ada yang kamu mau ya? Apa yang kamu mau gulungan sihir?"(Cleo)


"Marcus? Sedekat apa hubunganmu dengan menara sihir sampai bertemu Marcus?"(Cleo)


"Itu tidak penting. Aku mendengar kabar dimana tempat terakhir Clara hanya saja aku perlu memastikan beberapa hal"


"Aku terkejut kamu masih mencari tahu tentang itu"(Cleo) "Nenek akan lebih terkejut mungkin sampe jantungan jika tahu kalau perkiraanku benar jangankan keberadaanya mungkin saja dia masih hidup dan dimana sekarang aku mungkin tahu"


Nenek Cleo menggebrak kursinya dan berdiri.


Aku sampai mundur karena kaget begitu juga Inori.


Cahaya menyelimuti Cleo dan dia berubah jadi wanita muda tepat didepanku.


"Masuk!! Akan kutunjukkan beberapa informasi yang kutahu"(Cleo)


Cleo masuk meninggalkanku "Kamu mau ikut?" "Tentu saja"(Inori) "Ini quest ku lo"


"Memang kenapa?"(Inori) "Terserah kamu lah"


Aku masuk kedalam rumah Cleo yang masih saja berantakkan bahkan kali ini lebih kacau.


Buku dan peta terbuka diatas meja dan Cleo membaca satu buku sambil duduk di kursinya.

__ADS_1


"Kakakku terakhir terdengar kabarnya saat keruntuhan kekaisaran Seef. Saat itu dia dikejar dan hilang. Kejadiannya tengah malam saat kekaisaran Sixir menyerang kekaisaran Seef tepatnya di benteng Ralder"(Cleo)


"Benteng Ralder? Satu lagi berarti dimana desa Lanurie?" "Apa disana Clara?"(Cleo)


"Katakan saja dimana itu?"


Cleo menunjukkan peta ternyata benteng Ralder berada di mulut tebing sampai keatas tebing yang panjangnya memutari tebing itu.


Didepan benteng terdapat hutan monster dan desa Lanurie berjarak 10km dari hutan monster.


Dekat dengan kota Lafrel disana. Jika itu benar Clara disana menjelaskan banyak hal.


Tapi juga membuat pertanyaan juga.


Clara jika memang bisa keluar masuk dari hutan itu kenapa tetap berada didalam hutan?


"Yang jelas. Akhirnya aku berhasil menemukanmu Clara"


"Tunggu dulu. Kamu tahu dimana dia?"(Cleo)


"Ya dia di hutan monster. Jejak terakhirnya juga disana kan"


"Apa cuma kamu saja yang berpikiran seperti itu? Menara sihir, kekaisaran Sixir dan aku sudah menjelajahi seluruh hutan itu lebih banyak dari umurku tapi tidak pernah menemukannya. Dan apa yang membuatmu yakin kalau Clara masih hidup?"(Cleo)


"Karena aku pernah bicara padanya" "Kamu apa?"(Cleo) "Meski tidak banyak aku tahu kalau dia masih hidup. Clara adalah salah satu anggota kolektor dan aku dengar keberadaannya dari mereka"


"Tidak. Tidak mungkin. Clara itu Magic crafter kolektor tidak memiliki magic crafer"(Cleo)


"Itu menurutmu. Bagaimana jika Clara membuang semua itu dan memulai kelas yang baru demi memulai awal yang baru"


"Aku. Tidak mengerti jika memang begitu apa yang membuatmu yakin bisa menemukannya?"(Cleo)


"Mudah.. Aku telah diundang olehnya. Meski tidak sekarang aku akan kesana nanti setelah menyelesaikan urusanku dulu"


"Tunggu dulu. Kami diundang Clara?"(Cleo)


"Itu benar jadi pasti dia akan menemuiku kalau dugaanku benar"


"Kalau begitu kenapa kamu tidak pergi?"(Cleo) "Bukanya sudah kubilang aku ada urusan. Urusan yang ini tidak bisa kuabaikan"


"Agar kamu cepat kesana katakan apa yang kamu perlukan?"(Cleo) "Shadow crystal normal?" "Ambil!!"(Cleo) Cleo melempar satu tas kain kepadaku.


Yang isinya 20 shadow crystal normal. Sejak kapan dia sebaik ini? Entah kenapa aku merasa takut.


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2