Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 152 Dalam gunung


__ADS_3

Setelah membereskan Lizardman kami terus berjalan hingga bertemu dengan gunung.


Tidak serumit sebelumnya hanya ada 3 jalan bercabang disana.


Bagian kanan terasa hembusan angin dingin, tengah angin yang berdebu, dan sebelah kiri angin yang panas.


Aku tahu bagian kanan dan kiri karena aku pernah mengalahkan mereka. Untuk yang tengah mungkin kobold.


"Kita istirahat dulu saja. Mengingat belum ada yang sampai disini" "Baiklah"(Lydia) Lydia langsung duduk ditanah.


Brishly dan Bery mengeluarkan sebuah bola yang langsung membentuk golem kecil saat menyentuh tanah sebelum duduk.


Gale dan Greisy duduk disebelah Lydia, Faira masih malu-malu untuk duduk ditanah dan berusaha mencari batu. Tinggal duduk aja kok repot sih?


Ardania dan Azel tetap berdiri dan Ires yang cukup jauh dari yang lain. Terserah kalian saja.


Aku menggelar tikar dan meletakkan beberapa makanan disana dan duduk disitu.


Greisy dan Gale juga mendekatiku dan mengambil minuman yang kuletakkan disana.


"Aku tidak tahu kamu sekuat itu?"(Gale) "Kuberitahu sesuatu. Aku dan 9 orang dipulau ini ngapain aja? Tentu saja bertahan hidup. Wajarkan kalau aku kuat"


"Benar juga"(Gale) "Ngomong-ngomong sejak kapan kalian saling mengenal?"(Greisy)


Greisy bertanya pada Faira.


"Sejak insiden blood Orc"(Faira) "Oh kalian bertarung bersama ya?"(Greisy) "Bersama darimana? Kami cuma bisa meringkuk diujung saat melihat dia membantai semua Blood Orc sendirian"(Lydia)


Gale menyemburkan minuman yang dia minum "Kamu sekuat itu?"(Gale) "Aku yang sekarang lebih kuat. Belum lama ini aku mengalahkan Nature giant yang notabennya Colossal sendirian"


"Kamu serius? Kalau gitu kenapa meminta bantuan?"(Azel) "Karena sulit melindungi yang lain sambil bertarung. Kalau aku sendirian meski memakan waktu lebih lama aku pasti bisa keluar dari sini. Tapi Martin dan yang lain cuma bisa mati disini"


"Yang dikatakannya benar. Lagipula melindungi lebih sulit daripada bertarung"(Ardania) "Lagipula kebangkitan Island giant juga karena aku juga. Sudah cukup ayo kita lanjutkan"


"Apa? Kenapa itu terjadi?"(Gale) "Karena aku membunuh Nature Giant dan Ocean giant. Baiklah jalan mana yang mau kalian ambil"


Mereka memperhatikan ketiga jalan yang ada


"Bagaimana menurutmu?"(Faira) "Aku udah pernah mencoba semuanya jadi aku tahu semuanya cukup sulit"


"Bagaimana dengan yang kiri?"(Ires) Apa karena elemennya es? Merasa bisa mengatasi yang kiri?


Vulcan dan Vulcany ya. Sejujurnya pertarunganku dengan mereka jauh lebih membekas daripada dengan yang lain.


"Daerah disana dipenuhi api dan Lava merupakan tempat terburuk bagimu. Benar ingin kesana? Apa tidak ada yang mau memilih jalan lain?"


"kita ambil kiri saja"(Ardania) "Benar tidak ada yang mau memilih jalan lain? Ok kuberitahu sedikit. Sebelumnya pertarungan disana melawan para raksasa semuanya memiliki elemen api. Jadi kalian serius mau kesana?"


Mereka hanya mengganguk saja. Terserah kalian kalau begitu. Aku dan yang lain berjalan ke jalan dikiri.


Rasa panas kembali menerpa kulit. Dan jalan disini berbeda dengan sebelumnya. Tempatnya jauh lebih kecil.


Hanya berupa satu jalan kedepan dan didepan ada beberapa raksasa, kedua Vulcan dan Vulcany hanya saja senjata yang mereka pakai sedikit berbeda.

__ADS_1


Serta Ular raksasa dan naga? Kenapa ada naga disana? "Ya, itu jelas sangat sulit"(Gale) "Coba lihat. Ada Drake, Lava Serpent, 2 Vulcanic giant dan belasan Red giant"(Ardania)


"Jadi bagaimana mau mundur?" "Kamu sendiri bagaimana? Bisa atasi mereka?"(Faira)


"Agak ragu juga. Tapi ku coba hadapi semua bosnya. Kalian hadapi yang monster yang lain"


"Sepertinya kita harus menggunakan itu. Ires kau duluan"(Gale) "Entahlah sihirku sepertinya tidak bisa mencangkup daerah sebesar itu"(Ires) "Aku bantu"(Greisy)


Kedua gadis itu berdiri di depan


"Frost wave"(Ires)


"Hurricane"(Greisy)


Kabut es menjalar dengan cepat dibantu angin badai yang menjangkau banyak area sekaligus hingga membekukan semua monster disana.


"Ayo kita mulai!!!"(Gale) "Thunder clouds"(Ardania) "Thunder strom"(Azel) "Thyphoon wrath"(Gale)


Awan hitam menggulung dilangit disertai petir yang menggelegar. Tornado raksasa muncul menarik seluruh awan beserta petirnya.


Brishly dan Berry melempar 2 bola. Yang satu terbang kelangit dan yang satu tertarik ketengah tornado.


Awan hitam dan Tornado terpisah dan bergerak maju seolah-olah hidup. Tidak mereka hidup. Bola tadi bukan sembarang bola.


"Lebih baik kamu maju sekarang. Light thunder"(Lydia) "Majulah. Purify strom"(Faira)


"Aku mengerti" Aku berlari kedepan. Langsung kearah sihir yang mengerikan itu mengamuk.


Cahaya laser turun dari atas dengan cepat memborbardir seluruh tempat beberapa membuat ledakan besar.


Para spirit keluar dan membawaku kelangit.


"Great attack formation Atomic cannon"


Bola hitam kemerahan muncul ditanganku.


"Menyebar!!!" Bola cahaya itu tersebar dan memborbadir keempat bos. Meski sedekat ini aku tidak tahu mana bos utamanya.


Ular raksasa membuka mulutnya dan melesat kearahku.


"Great attack formation Elemental lance"


Tombak dengan mata bor muncul ditanganku.


Spirit melemparku keatas, dan spirit lain menangkapku dan membawaku lebih tinggi.


Sedangkan spirit sebelumnya musnah dimulut ular. Spirit kembali melemparku kearah ular itu.


Tombak petir ini menarik petir disekitarnya.


"Makan nih!!!" Aku menusukkan tombakku ke hidung ular itu.


Petir raksasa mendorong ular itu hingga ketanah sebelum puluhan petir lagi menyambar tombak dan meledak.

__ADS_1


Spirit membawaku kearah Vulcan.


"Musuh yang lumayan"(Vulcan) "Jika tidak mau mati menyingkir atau aku akan membunuhmu lagi"


"Sombong"(Vulcan) Drake menyemburkan bola api dari mulutnya. Vulcan dan Vulcany memukul bola api itu kearahku yang langsung berubah jadi awan api raksasa.


Spirit langsung menjatuhkanku. Itu saja tidak cukup tapi dengan pisau angin ditanganku. Aku terdorong luar biasa cepat ketanah.


"Vanish" Ledakan terjadi untung saja aku sudah menggunakan vanish sebelumnya.


"Attack formation dual elemental spear"


2 tombak muncul ditanganku. Aku melemparnya kepada Vulcan dan Vulcany sayangnya Drake muncul didepan wajahku.


Mulutnya yang besar hampir menggigit badanku untung saja aku menggunakan Backstab.


Puluhan pisau melesat dari belakang punggungku dan menembus tubuh drake.


Aku turun dan membuat formasi


"Great formation execution slash" Aku menebas Drake dengan pedang raksasa yang kupegang. Hanya saja dia sempat menahan dengan cakarnya tapi tetap terdorong mundur.


Kedua raksasa itu menatapku dan maju kearahku. Aku menghancurkan pedang raksasa yang kupegang dan melempari pisaunya kearah raksasa itu.


Spirit dikakinya menyusun formasi


"Great prison formation elemental seal"


Ratusan tangan petir menembus tubuh kedua raksasa dan mengikatnya.


Dengan pisau angin yang masih kupegang aku berbalik dan melihat Drake yang membuka mulutnya lebar-lebar.


"Aku bukan makanan bodoh" Pisau angin ditanganku meledak dan mendorong drake itu kearah Ular raksasa yang menuju kesini.


Aku melempar 5 Cresent knife yang langsung membuat Eclipse. 5 lingkaran berbeda elemen langsung menarik drake dan ular kedalamnya.


Aku menyusun formasi lagi dengan pisau badai yang sudah lama tidak kupakai.


"Great Attack formation Elemental lance"


Spirit langsung membawa ku keatas lingkaran elemen itu sebelum akhirnya hilang.


Aku dijatuhkan dengan bantuan dorongan dari tombak yang kupegang.


Aku langsung menusuk Drake dan Ular bersamaan. Aku terpental karena gelombangnya. Tombak itu berubah jadi tornado dengan petir yang terus menyambar kedua makhluk yang tertusuk dibagian bawah sebelum tornado itu melebar dan ratusan petir turun dan menyebar.


Aku mendekati mereka yang tersisa hanya drake dengan 1% darah "Dark swallow"


Bayangan dikakinya berubah jadi rahang dengan gigi runcing yang langsung mengunyah Drake.


Tersisa 2 bos besar itu


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2