
Akhirnya selesai mereka bertiga sudah pergi dan aku sudah harus bersiap-siap ke medan perang.
Aku ditugaskan dalam misi bunuh diri. Dimana aku akan mengalihkan perhatian Lich yang memiliki pasukan berupa Freyas dan yang lain.
Ini semua gara-gara gereja Puria aku harus menghadapi hal ini. Selain aku ada beberapa guild lain yang ditugaskan sebagai perisai daging.
Lagipula aku tidak bisa menghadapi semua bos itu sendirikan? Ngomong-omong Inori juga mengikutiku untuk hal ini.
Aku sudah malas untuk memintanya mundur. Jadi aku biarkan saja. Anggota Assasin yang lain ditugaskan mencari Vesel dari Lich
Kali ini sebagai Healer Presley dan pasukan healernya yang akan bertugas. Untuk gereja Puria? Sudah lama dicoret dari daftar.
Udara yang dingin, es hitam yang menghantam wajah, angin yang tajam dan membuat darahku berkurang, radang dingin yang membuat kakiku mati rasa.
Sudah pasti sih kami akan mati sebentar lagi. Medannya saja sudah sesulit ini "Universe Orbit"(Presley)
Angin dan badai salju cuma memutari kami tidak menghantam lagi. Sekarang kami bisa bergerak dengan santai.
Setelah setengah jam pasukan zombie mulai terlihat. Kali ini tangan dan tubuh mereka tertutup es membuat mereka memiliki pertahanan yang cukup besar.
Kami bertarung dengan mereka sampai secara tiba-tiba salju berubah jadi tsunami kearah kami
Tapi berkat skill sebelumnya dari Presley, tsunami itu tidak mengenai kami sama sekali melainkan hanya memutari kami saja.
Skeleton yang familiar muncul, dia menggunakan trisula dan jubah biru. Rian34?
"Rian....pfttt... Hahahaha kamu harus lihat kayak apa sekarang rupamu... Hahahaha, aku harus foto"(Inori)
Aku hanya menatap Inori disebelahku yang sibuk tertawa sambil mengabadikan momen yang dia lihat
Skeleton itu mengayunkan trisulanya membuat ombak dari salju kearah kami.
"Semuanya berpencar. Gunakan serangan jarak dekat pada skeleton itu, Presley bersiap jika ada keadaan darurat"
"Aku mengerti"(Presley) "Ayo Inori!" "Baiklah"(Inori) Aku memberikan 4 pisau pada Inori
Dan Inori berdiri di depanku. Dengan ledakan angin Inori bergerak dengan cepat kearah Skeleton Rian dan menembusnya.
Bayangan yang ditinggalkan Inori juga menembus Rian. Dan Inori menggunakan pisau lainnya untuk berakselerasi dan menembus tubuhnya lagi.
Skill gabungan antara aku dan Inori. Infinite Piercing. Inori mundur sementara bayangan yang ditinggalkan Inori terus menerus menembus tubuh Rian.
Para pemanah di timku mulai menembak Rian. Sedangkan para warrior maju menyerang secara langsung.
__ADS_1
Sedangkan para mage bersiap menggunakan sihir. Rian menghantamkan trisula yang dia pegang ketanah dan gumpalan salju menjadi pelindung yang menutupi tubuhnya.
Mereka semua menyerang salju itu tanpa menyadari belasan duri es muncul entah darimana menghantam mereka dan membuat ledakan.
"Apa itu?" Aku memperhatikan duri es yang melesat kelangit dan berputar disana. Ini mirip... Atemis!!! "Semuanya berlindung. Great Defense formation absolut Shield"
Aku tidak bisa melindungi mereka semua. Untung saja Inori langsung kembali dan aku berada dekat dengan Presley.
Ratusan jarum es turun secepat kilat dan membuat ratusan ledakan tanpa henti
"Mengerikan sekali skill milik Atemis"(Inori)
"Ini belum berakhir. Atemis sudah muncul harusnya skeleton Elegant lain akan bermunculan jadi bersiaplah"
Serangan Atemis tadi berfokus menyerang petarung garis belakang. Hal ini membuat kita kehilangan banyak penyihir dan pemanah.
Salju yang membentuk pelindung yang menutupi Rian berubah jadi tombak dan melesat kesegala arah.
Beberapa warrior yang tidak siap terbunuh seketika "Perhatikan sekitar! Para skeleton dari player akan bermunculan sekarang. Pertarungan ini akan semakin sulit!!"
Benar saja. Dari dalam salju skeleton keluar satu persatu. Kebanyakan merupakan Valkrie yang jelas itu skeleton dari guild Elegant.
Aku juga melihat skeleton Mayla, Beart, Raystar satu persatu berdiri sampai memenuhi jarak pandang
"Berapa jumlah orang yang ada didalam pasukan itu?" "dua...ratus.... Kalau tidak salah"(Presley) "Selain kamu?" "Ya, mereka semua mati"(Presley)
"Emang dasar dewi Puria brengsek" Semua skeleton mulai maju kearah kami. Bersamaan dengan itu panah yang cepat menghantam perisaiku.
Sampai aku dan semua yang ada didalam perisai terdorong mundur. Atemis, kamu menyebalkan juga ternyata.
Puluhan sihir mulai terlihat dipasukan musuh
Pasukan kami juga tidak diam saja. Pertarungan antar sihir dimulai dan ledakan terjadi tanpa henti.
Ular es muncul dan melesat kearah kami. Sedangkan Rian memunculkan tombak lain yang menyerang para warrior.
Ular es hancur bersama dengan perisaiku
"Kita urus Atemisnya" "Tapi bagaimana? Atemis jauh dibelakang sana. Bahkan lokasi kasarnya saja tidak kelihatan"(Inori)
"Mau bagaimana lagi. Kita terobos saja" "Pertama kalinya aku melihat kamu bertindak tanpa rencana"(Inori)
Aku dan Inori maju bersamaan dengan para skeleton yang menyerang kami
__ADS_1
"Attack formation giant slash" Pedang muncul ditanganku.
Aku menebas semua yang menghalangiku. Ledakan terjadi dan pedangku hancur, aku menyebar pisau dan membuat ledakan disekitar.
Puluhan duri es keluar dari tanah kearah kami. Aku menarik Inori dan kami dibawa Spirit kelangit
Sihirnya Mayla ya? "Awas!!!"(Inori) Panah melesat kearahku, dan aku menahannya dengan perisai.
Tapi itu membuat kami berdua jatuh ketanah.
Aku menatap skeleton dengan sayap hitam disana
"Itu Vany"(Inori) Vany melesat kearahku dengan pedangnya "Attack formation Giant slash"
Pedangku dan pedangnya beradu, Inori menyerang Vany dari samping. Tapi Vany terbang mundur dan menembakkan panah lagi.
"Sky slash" Aku mengayunkan pedangku dan membuat gelombang pedang panjang yang menghancurkan panah dari Vany.
Pisau melesat dan menembus tubuh kerangka Vany. Rantaiku mengayun dan mengikat Vany.
Aku menarik rantai itu dan membuat Vany jatuh. Inori memanfaatkan hal itu untuk menebas Vany tanpa henti
Rantai putus dan Inori terlempar. Vany dalam bentuk kerangka berhasil lolos dan terbang
Tetapi "Trap formation elemental explode"
Seluruh pisau yang menancap di tubuh Vany meledak dan dia kembali jatuh. Aku dan Inori maju untuk menyerang Vany.
Tapi tiba-tiba rentetan duri es menyerang kami. Dengan perisai aku menahan semua duri itu dan terdorong mundur.
Beberapa Skeleton yang akrab muncul. Skeleton itu merupakan Mayla, Beart, Atemis, dan Freyas.
Freyas memiliki sayap biru besar dan ada aura biru dibelakang tubuhnya. Freyas berteriak membuat gelombang besar yang membuat aku dan Inori terpental.
Panah biru melesat kearah kami. Aku melempar pisau kearah panah-panah itu dan meledakkanya.
Beart muncul dari bawah dan mengayunkan pedang besarnya "Inori!" Aku mengulurkan tangan kearah Inori. Inori menggapai tanganku.
Aku meledakkan pisau angin membuat kami terdorong lebih tinggi keatas. Aku menatap pasukan Freyas dalam bentuk tulang.
Sepertinya ini tidak akan mudah
**TO BE COUNTINUE...***
__ADS_1