Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 90 Istirahat


__ADS_3

Setelah aku kembali ke kota Briani, Caarol sudah tidak ada. Aku langsung pergi ke tempat persekutuan Assasin dan itu juga tidak lama.


Aku membuka surat yang dikirimkan oleh Martin. Isinya hanya meminta aku datang ke persekutuan mage di ibukota.


Didalam surat dia mengatakan akan mengenalkanku pada banyak mage disana.


Jadi aku bisa membuat koneksi.


Ya semacam itulah, aku merasa itu akan sangat menguras mental. Aku cukup lelah mungkin aku akan istirahat dulu.


Entah sudah berapa lama aku main. Yang jelas aku sudah lelah. Aku log out dari game, dan sekali lagi sudah malam hari.


Aku melihat waktu game yang sudah 13 jam.


Waktu memang tidak terasa saat bermain ditambah terus menerus tegang.


Aku makan, mandi dan tidur menunggu hari esok.


***


Aku membuka mataku dan merasakan pegal diseluruh tubuhku. Aku mandi sedikit berolahraga dan....


Entah kenapa sekarang aku jadi malas bermain game. Sepertinya aku masuk masa jenuh.


Mungkin sesekali jalan-jalan diluar kali ya.


Aku mengganti baju mempersiapkan uang dan keluar rumah.


Baru berjalan beberapa langkah Mely sudah dibelakangku. Mood ku langsung memburuk


"Tumben keluar, mau kemana?"(Mely)


"Hanya jalan-jalan suntuk dirumah" "Oh begitu, jadi ada rencana mau kemana?"(Mely)


"tidak juga"


"kalau begitu bisa temani saya makan. Soalnya ga enak makan sendirian"(Mely)


Sebenarnya aku malas bahkan terbayang betapa canggungnya nanti.


Tapi tidak enak menolaknya "baiklah, kebetulan mau nyari makan juga sekalian jalan-jalan"

__ADS_1


Akhirnya aku pergi dengan Mely. Meski jalan kaki, karena aku tidak punya mobil atau motor bukan karena tidak mampu beli.


Tapi lebih seperti sayang aja beli begituan, toh aku selalu dirumah. Lagipula rumahku dekat dengan pasar, restoran, bahkan mall jadi tidak perlu beli kendaraan.


"Apa ga bosen dirumah terus? Kira-kira Mas main game ga?"(Mely) "Lumayan bosen sih, kalau game ga terlalu suka sih"


"begituya, soalnya mas wajahnya familiar banget sama konten YtV yang aku suka nonton"(Mely) "mungkin karena mukaku pasaran"


Mendengarku Mely hanya tertawa kecil saja "Mana ada wajah seganteng ini yang pasaran"(Mely)


Aku terdiam meski Mely hanya bersuara kecil mendekati bergumam aku masih bisa mendengarnya. Ada perasaan aneh seperti bangga atau malu. Semuanya bercampur aduk mendengar ada yang memujiku pertama kalinya.


Mely berbalik menatapku yang perjalan perlahan "Kenapa malah bengong?"(Mely) "gak kok tadi cuma kepikiran kerjaan"


"Wajahmu merah, sakit?"(Mely) "mana ada, sehat begini kok dibilang sakit. Mungkin karena panas aja"


"Oh kalau begitu..."(Mely) Mely melihat sekitar hingga menemukan Cafe tempat pertemuanku dengan Tiara.


"Kita mampir kesana dulu, sekalian ngadem"(Mely) "Boleh" Ngomong-ngomong soal anak itu. Sampai sekarang dia tidak pernah kerumah padahal aku sudah memberitahu kalau aku tidak pindah.


Seharusnya dia tahu dimana rumahku kan. Dia tidak sebodoh itu hingga tidak tahu rumahku. Aku tidak ingin bertemu didalam game karena itu sangat menyebalkan.


Iya sih memang salahku tidak bisa menahan emosi saat bertemu dengannya. Tapi itu bukanlah kemauanku.


Aku hanya merasa kecewa saja padanya.


Aku tersadar saat mendengar kedatangan pelayan. Sepertinya aku terlalu melamun.


Setelah memesan pelayan itu pergi.


"Apa tidak ada niat bermain game yang menghasilkan uang?"(Mely)


Game penghasil uang itu ada banyak tentu saja kebanyakan merupakan penipuan tapi aku tahu yang dimaksud Mely 'Become a legend'


Karena kesulitan dan perlunya bermain dengan teknik jika berhasil masuk ke YtV pasti bisa terkenal dengan cepat.


"Kayaknya gak ada waktu, aku sekarang sudah cukup sibuk bahkan sampai tidak ada libur" "Ngomong-ngomong kerjaan mu apa?"(Mely)


"Editor dan Freelancer" Aku tidak sepenuhnya bohong lo. Aku mengedit video ku sendiri jadi bisa disebut editor kan?


Pelayan datang membawa makanan. Dan kami makan sambil sesekali mengobrol.

__ADS_1


Mely bercerita tanpa bohong sedikit pun.


Kalau dia seorang Gamers bahkan bergabung dalam guild. Tentu saja dia bercerita banyak tentang keseharian, kegiatan, event, misi, bahkan masalah dalam guild itu.


Termasuk aku tentunya


"Jadi ketua guild kami berniat mengundang pemain itu untuk menjadi anggota. Dia ingin melakukan pertemuannya didunia nyata"(Mely)


"Untuk menghindari penipuan? Atau penyalahgunaan kontrak?" Sebenarnya tidak ada niat sedikitpun soal itu. Bahkan aku tidaj tahu kalau Tiara ingin mengundangku kedalam guild.


Meski begitu bukan hal yang mustahil sih


"Bisa dibilang begitu. Ternyata mereka sepupu didunia nyata dan ada masalah keluarga diantara mereka. Hal itu membuat hubungan keduanya jadi renggang bahkan bisa dibilang terputus"(Mely)


"Apa dia sudah menghubungi pemain itu lagi?" "Tidak, dengan alasan takut tidak bisa bertemu atau ditolak lagi. Mungkin ketua memang sedikit merasa bersalah juga"(Mely)


"kupikir memang harus bertemu didunia nyata. Bagaimanapun ini soal pribadi, tidak perduli apa tanggapannya bukankah lebih baik mencoba dulu?"


"Ya kamu benar"(Mely) Kami selesai makan dan pergi kekasir berdua "Sudah aku bayarkan" "tidak perlu, memang aku pengen makan disini sudah wajar aku membayar makananku sendiri"(Mely)


"tidak ada di kamusku membiarkan perempuan yang datang bersamaku membayar makanan. Jadi biarkan aku traktir"


"gentle sekali anda"(Mely) setelah membayar kami keluar dari cafe.


"Ehmm... Karena tadi anda sudah traktir makan bagaimana kalau aku membelikan sesuatu sebagai gantinya"(Mely)


"tidak perlu" "tidak, tidak, aku memaksa. Lagipula uang untuk makan masih utuh. Dan kebetulan aku ingin membeli sesuatu juga"


Akhirnya aku dipaksa untuk ke mall didaerah sana. Sekarang aku tahu penderitaan para laki-laki yang terpaksa pergi ke mall dengan perempuan


Setelah 2 jam aku menemaninya berbelanja, akhirnya kami keluar juga darisana. Aku tidak akan keluar lagi dari rumah jika melihatnya.


Aku dibelikan baju olehnya, setelah dia membeli 5 pasang baju. Aku benar-benar lelah sekarang.


Kami berjalan pulang kerumah "Makasih ya mau menemaniku hari ini"(Mely) "tidak masalah" "maaf ngerepotin"(Mely) "ga kok santai aja. Aku duluan ya. Makasih bajunya"


"ya, terimakasih sekali lagi"(Mely) Akhirnya kami berpisah masuk kerumah masing-masing. Aku duduk disofa dan tidak mau melakukan apapun.


Aku lelah sekali, meski begitu aku juga cukup senang. Sejak dia datang bisa dibilang aku lebih banyak mengobrol dengannya daripada orang lain.


Sepertinya tanpa bicara Mely sudah tahu mengenaiku. Apa diberi tahu Tiara? Entahlah lagipula cepat atau lambat juga ketahuan.

__ADS_1


Aku tidak berniat menghindar sama sekali kalau iya pasti aku sudah pindah. Mungkin main gamenya nanti saja. Aku mengantuk, kapan ya terakhir aku tidur siang?


**TO BE COUNTINUE....***


__ADS_2