Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 108 Perjalanan dimulai


__ADS_3

Aku dan Inori kembali ke toko herbal saat hari sudah mulai siang. Tadinya aku khawatir terlambat, saat sampai malah Bailee belum datang.


Tidak lama Bailee datang dengan tambahan 7 orang. Tediri dari 5 laki-laki dan 2 wanita.


2 Wanita yang datang itu Archer, dari 5 laki-laki 2 diantaranya merupakan mage sisanya warrior.


"Maaf terlambat. Sudah nunggu lama?"(Bailee) "Tidak juga, kami juga baru tiba" "Baiklah, mereka ini yang akan membantu diperjalanan. Aku juga mengharapkan bantuanmu"(Bailee)


"Tentu" "Kenalkan aku Broody, ini Axel, dan dia Desmon untuk 2 wanita cantik disana Desha dan Erika"(Broody) "Halo"(Desha) Erika hanya mengganguk saja.


"Mereka berdua Alchemist yang akan membantu nanti Arlo dan Lester"(Bailee)


"Alchemist ya. Aku juga mengerti tentang itu meski aku lebih fokus pada racun"


"Karena itu aku butuh bantuanmu"(Bailee)


Perjalanan dimulai hanya dengan satu kereta kuda.


Aku dan Inori berada paling depan membersihkan rumput Dood. Meski tidak sebanyak kemarin tapi tetap saja berbahaya.


Terkadang ular juga menyerang. Inori dengan mudah membunuhnya. Perjalanan terus berlanjut sampai didepan Venom Forest.


Jumlah ular meningkat, tapi itu tidak memaksa aku untuk bergerak. Kami kembali ke kereta karena sudah waktunya makan siang.


Api unggun sudah dibuat untuk memasak.


Ternyata mereka juga ahli dalam memasak.


"Kemana saja kalian?"(Axel) "Ayo kita makan"(Broody) "Aku bawa ular. Ada yang bisa memasaknya?" "Kalian berdua tidak keracunan kan?"(Arlo) "Untuk sekarang sih tidak"


Kami makan bersama. Inori berbincang dengan Desha dan Erika. Tidak lama Bailee juga bergabung dengan kami.


"Bagaimana keadaan sekitar?"(Bailee) "Selain ular tidak ada monster lain sih" "Hutan ini terkenal dengan monstet serangga yang beracun"(Desmon) "Mereka juga cepat, jadi lebih baik hati-hati"(Axel)


"Aku mengerti" "Lebih baik jangan memaksakan diri. Jika merasa keracunan lebih baik mundur agar bisa diberi penawar"(Lester) "Aku mengerti"


"Ngomong-ngomong apa ada herbal yang tidak beracun yang kamu temukan?"(Lester)


"Untuk sekarang tidak. Kebanyakan beracun, aku sempat melihat bunga Toxray tidak jauh didepan. Lebih baik siapkan penawar dan antibodi dulu"


"Bunga Toxray? Berarti ada Toxic hornet?"(Bailee) "Sayangnya. Ada bahkan sarangnya tidak jauh"


Bunga Toxicray seperti bunga terompet yang lebih besar. Bunga itu menyemprotkan racun keudara untuk mengundang serangga.


Racun ini jika terhirup bisa membuat pusing, muntah, dan lemas. Masalahnya serangga yang diundang itu Toxic hornet.

__ADS_1


Toxic hornet itu lebah hutan seukuran lengan yang bisa menyengat dan menyemprotkan racun. Mereka sangat mengerikan karena selalu bergerombol dalam menyerang.


Racun yang ditimbulkan juga sangat menyakitkan.


"Apa tidak masalah kalau kita lanjutkan?"(Bailee) "Tapi Toxic hornet itu makhluk yang berbahaya"(Axel) "Sepertinya cukup sulit untuk membuat penawar dalam jumlah banyak"(Arlo)


"Aku bisa membuat pelindung di kereta kuda hanya saja. Tidak kuat jika menahan banyak serangan sekaligus. Paling tidak beberapa harus melindungi kereta kuda"


"Kalau begitu tidak masalah. Kita bisa mencobanya"(Axel) "Kalau kalian tidak masalah, ayo kita berangkat"(Bailee)


Selesai makan siang kami melanjutkan perjalanan. Tidak menunggu lama bunga Toxicray terlihat dan itu sejauh mata memandang.


Bukan cuma itu ratusan toxic hornet juga bertebangan disekitar bunga-bunga itu.


"Kalian semua pakai!!"(Arlo) Arlo memberikan semacam masker untuk menutup hidung


Hanya aku yang tidak memakainya


"Hei lebih baik kamu juga pakai"(Inori) "Tidak, sayang set equipmentnya" "Kenapa kamu tidak memakainya?"(Bailee)


"Tenang saja. Aku ini ahli dibagian racun. Jadi terkadang perlu sedikit keracunan agar kebal"


"Terserahlah, jika keracunan jangan berani-berani minta penawar ya"(Arlo) "Tenang saja"


Aku menancapkan pisau disekeliling kereta kuda.


Aku dan Inori maju kedepan. Baru sedikit mencium bunganya mengingatkanku pada saat menggunakan portal.


Aku terhenti dan membungkuk "Ryan, apa kamu baik-baik saja?"(Inoi) "Tenanglah. Dan tutup telingamu. Sonic roar"


Aku mengeluarkan suara melengking, semua lebah itu jatuh ketanah mendengar suara ku.


"Maju Inori" "baiklah"(Inori) Inori maju dan membunuh lebah-lebah yang jatuh.


Kami bergerak dengan perlahan. Inori sibuk membersihkan lebah. Setelah cukup lama, para lebah kembali berdiri.


Desha dan Erika menembaki lebah dengan panah. Aku juga mengeluarkan tabung kecil berisi jarum untuk ditembak kepada lebah.


Pertarungan tidak berlangsung lama. Setelah melewati semua bunga itu. Lebah berhenti menyerang kami.


Perjalanan terasa lancar setelah itu sesekali ular, atau kalajengking menyerang selain itu tidak ada apa-apa lagi.


Hutan ini tidak banyak hewan didalamnya. Jadi kami lebih sering keracunan daripada diserang hewan.


Menurut Bailee memang tidak banyak hewan disini karena dekat dengan sarang firebolt ant. Jadi perjalanan cuma butuh 1 hari 1 malam untuk sampai kedesa tujuan.

__ADS_1


Dan besok pagi sudah keluar dari hutan ini.


Suara gemerisik terdengar, sekarang aku dan Inori ada di pinggir jalan setapak.


Aku memanen beberapa jamur beracun dan jamur yang tidak beracun.


"Apa ini tidak masalah? Rasanya hutan ini semakin sepi?"(Inori) "tenang saja. Untuk sementara aman kok, ayo kita pergi"


"Tunggu aku"(Inori) Aku dan Inori berjalan lebih dalam ketengah hutan. Dan melihat mereka, para Firebolt ant.


Jumlahnya puluhan rata-rata dari mereka memiliki level 15-20. Tapi jumlah dan besarnya mengerikan.


Besarnya sebadan anak kecil. Jumlahnya sulit mungkin nanti saja setelah Inori dapat skill.


"Ayo kembali!!" "Kupikir kita akan berburu"(Inori) "Jika sekarang, nyari mati namanya"


Hari mulai senja, disekitar suara gemerisik semakin sering terdengar. Aku dan Inori sudah kembali ke kereta kuda.


Yang lain sudah bersiap untuk bertarung.


Suara tabrakan pedang dan perisai terdengar.


"Mereka menyerang!!"(Broody) "Mereka cepat sekali!!"(Axel)


Aku memberikan racun pada pisauku.


Aku juga sudah menaikan seluruh stat milikku hingga 40 semua, selain Agility yang 50.


Aku memasuki mode stealth. Inori juga sudah bersiap. Aku menyerang satu yang ditahan Axel.


Aku menusuk punggung makhluk itu sebelum dia bergerak. Ternyata itu adalah Mantis raksasa, ukurannya sebesar manusia.


Inori datang, dan Axel memukul Mantis itu dengan perisainya sementara aku juga menghindar kesamping.


Inori dengan cepat menggunakan Charge dan menusuk mantis itu. Aku menyingkir dan membantu Broody.


2 Mantis muncul dan menyerangku.


"Penta Shield" Perisai segilima keluar didepanku menahan serangan kedua mantis itu.


Rantai petir keluar dan mencabuk mereka berdua, beberapa mantis lagi terkena serangan ayunan cambukku dan mati.


Dengan cepat aku sudah membunuh mereka semua. Selain kecepatan dan bilah yang mereka miliki beracun tidak ada yang spesial.


Pertarungan terus berlanjut sampai malam. Setelah gelap para Mantis tidak menyerang lagi mengakhiri pertarungan hari ini.

__ADS_1


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2