
Setelah pilar api hilang tersisa mayat bintang laut yang tidak lenyap. Sekarang harus bagaimana? Tidak ada jalan yang terbuka, kecuali lubang di langit-langit gua.
"Tidak ada jalan"(Freyas) "Sepertinya cuma diatas doang"(Atemis) "Kalau begitu kita serahkan pada Rian"(Inori)
"Apa kalian lupa jika berada didalam perisai kita tidak bisa mengapung?"(Rian34) "Tanpanya kita mati. Hal ini membuat pusing"
Tapi aku tahu kalau pasti ada jalan. Tidak mungkin tidak ada jalan yang tersisa, kecuali mayat itu.
"Sampai berapa lama aku harus menahan ini? Manaku sudah mau habis"(Rian34) "Coba kamu biarkan air masuk sedikit demi sedikit.
"Baiklah"(Rian34) Air mulai masuk kedalam, setelah kuperhatikan. Mayat bintang lautnya mengambang. Aku menemukan jalannya.
"Naik ke mayat bintang laut!!" Kami semua naik keatas mayat bintang laut. Rian memasang perisai sebelum membiarkan air masuk.
Begitu air memenuhi seluruh gua, mayat bintang laut terus naik keatas, melewati lubang yang ternyata sangat besar.
Beberapa ikan yang memiliki tangan dengan sisik serta membawa tombak terus menusuk perisai air buatan Rian.
Hanya Atemis yang bisa menyerang mereka. Benar-benar menyedihkan. Rian34 hanya diam sambil meminum magic potion untuk mengisi mana miliknya.
Tidak menunggu lama kami tiba dipermukaan laut. Setelah diperhatikan kami benar-benar di tengah-tengah laut tanpa terlihat adanya kapal atau pulau.
Para Merman datang dengan tombaknya, naik dengan jumlah tidak terbatas. Kami menyambut mereka dengan menghajarnya.
Dari dalam laut keluar sesuatu yang membuat ombak besar. 2 ular raksasa muncul diikuti kerang raksasa.
Mulut kerang terbuka yang didalamnya ada pria dengan bagian perut kebawah menyatu dengan kerang memegang Trisula besar.
2 ular disampingnya langsung menembakkan Air dan Angin yang sangat kuat.
"Great Defense formation Blessing shield, Defense formation Guardian shield"
"Valkrie Aura. Heavenly wall"(Freyas) Freyas membuat perisai raksasa berlapis-lapis yang melindungi kita semua.
Aku tepat dibelakang Freyas dengan perisai cahaya dan bola cahaya yang melindungiku serta perisai layang-layang raksasa.
2 serangan itu datang bersamaan membuat Freyas terdorong mundur, untung saja aku menahan dipunggungnya.
Serangan 2 kepala ular itu berhenti, baru saja bisa nafas sebentar. Pria didalam kerang mengayunkan trisula miliknya membuat dinding es secara sekejap mata membekukan Freyas juga.
Aku langsung terkena shock karena itu bener-bener sekejap mata. Kedua ular kembali membuka mulutnya, melihat dinding es dihadapanku malah membuatku semakin bingung.
Dengan bantuan spirit, aku berhasil berdiri di depan Freyas bersamaan dengan 2 meriam angin dan air tiba.
Perisai cahaya cuma bertahan sebentar disusul hancurnya bola cahaya.
"Kalian jangan diam saja!!!....."
__ADS_1
"Ocean Hydra"(Rian34) "Drake arrow"(Atemis)
Dari laut dibawah ular, keluar 9 kepala ular dari air yang mengigit dan menarik ular.
Sedangkan 10 panah yang ditembak Atemis sekaligus membentuk bayangan naga yang menghantam ular itu.
Kedua ular itu jatuh kedalam laut. Freyas bebas dari es yang membekukan tubuhnya.
"Aku akan mengincar orang didalam kerang, kalian urus kedua ular itu"
"Tunggu aku ikut"(Inori) "Ini akan berbahaya"
"Tak apa, lagipula aku tidak berguna disini"(Inori) Mengingat semua serangan Inori yang merupakan serangan jarak dekat, itu wajar.
"Baiklah ayo" Aku dan Inori dibawa kedalam kerang oleh spirit. Tentu saja makhluk itu tidak akan diam saja.
Dia mengayunkan trisula miliknya. Ratusan pecahan es terbentuk dan terbang kearah kami. Membentuk badai es
"Defense formation penta shield" Aku menahan serangan itu dengan perisai segi lima.
Puluhan spirit juga keluar dan menyerang makhluk itu. Hanya saja setiap serangan es membuat para spirit terluka bahkan ada yang mati.
Tapi berkat itu kami berhasil masuk kedalam kerang, hanya untuk ditusuk dengan trisula raksasa.
Aku menahan serangan itu, tapi satu demi satu jarum es terus bermunculan disekitarku, membuat tubuhku mulai membeku.
Setelah kuperhatikan, ternyata besar sekali badannya dia, mungkin setinggi 4 meter.
Monster itu mengayunkan trisulanya kebawah.
Pilar es keluar disekitar dia mendorong Inori menjauh. Aku langsung melempar Cresent knife dan pisau api.
2 ledakan api terjadi dikepalanya, membuatnya berhenti menyerang Inori. 5 pisau api kembali kulempar membuat beragam ledakan padanya.
Trisula raksasa miliknya langsung menusuk kearahku, yang mudah kuhindari. Inori berhasil menghancurkan pilar es dan mulai menyerang lagi.
Aku menarik semua pisauku dan menyusun formasi. Tombak api terbentuk ditanganku, langsung kulemparkan kearah kepalanya.
"Attack formation elemental spear"
Monster itu menahan tombakku dengan trisula miliknya yang membuat tombak itu terpental dan menancap dilangit-langit kerang.
Kerangnya menggila, aku terpaksa berpegangan. Inori sudah terguling, dan hampir jatuh kelaut. Untung saja diselamatkan Spirit dan dibawa keluar dari kerang.
2 kepala ular terlihat dari kanan dan kiri kerang. Menyemburkan air dan angin secara bersamaan.
Spirit langsung mengelilingiku dengan memegang pisau elemen.
__ADS_1
"Defense formation shell shield"
Ledakan terjadi pada kedua ular. Meriam air dan panah mengenai kedua ular itu. Untung saja serangan mereka tepat waktu.
Baru saja merasa aku akan aman, yang muncul didepanku Trisula raksasa yang diayunkan kearahku.
Perisaiku hancur seketika para spirit yang disekelilingku juga itu terbang keluar dari kerang bersamaku.
Kerang itu menutup dan kembali kedalam air.
Aku dan Inori dibawa spirit kembali ke mayat bintang laut.
"Apa dia pergi?"(Atemis) "Seharusnya sih tidak"(Freyas) "Bos kali ini sangat besar dan sulit"(Rian34)
Ombak raksasa keluar dari laut seperti tsunami.
"Apa itu perbuatan boss?"(Atemis) "Aku tidak tahu bagaimana jadinya party lain yang mencoba rute ini. Karena kita punya Rian"(Freyas)
"Sepertinya tidak akan sanggup jika aku harus menahan ini sendiri"(Rian34) "Tenang aku akan membantu"
Aku dan Rian34 maju kedepan "Defense formation wall shield" "Ocean dome"(Rian34)
Dinding es keluar memisahkan kami dan tsunami itu.
Air membentuk kubah setengah lingkaran yang melindungi kami didalamnya. Tabrakan antara air terjadi. Tidak menunggu lama sebelum kubah pelindung hancur dan menghantam dinding es.
Kekuatan tsunami ini masih mengerikan, dinding es sudah mulai retak. Aku mulai menyiapkan formasi lagi.
"Valkrie aura Sky wall"(Freyas) Dinding emas muncul dibelakang dinding es. Freyas berjalan kedepanku.
Dinding es hancur dan dinding emas menahan ombak yang datang. Akhirnya serangan itu menghilang.
Kerang kembali muncul dalam keadaan tertutup, air terus naik keatas seperti membentuk bukit dimana kerang yang berada diatasnya.
Dari air itu keluar 4 ular raksasa, yang membuat kami memikirkan satu hal.
'Mau sesulit apa lagi dungeon ini?'
Kerang terbuka lebar memperlihatkan pria berbadan besar dengan trisula ditangannya.
Pria itu memutar Trisula, membuat air disekitar menutupi Trisula dan membuatnya lebih besar.
Air yang menutupi Trisula membeku dan sekarang ukuran Trisulanya bahkan lebih besar dari badan Pria itu.
Ya, game satu ini kesulitannya memang gila
**TO BE COUNTINUE...***
__ADS_1