
Kami makan direstaurant seafood sebelumnya. Sejak makan seafood disini aku jadi membayangkan memakan daging dari boss yang aku punya.
Sejujurnya cukup keterlaluan sih, dari semua monster yang kubunuh. Aku cuma dapat dagingnya.
Benar-benar menyebalkan.
"Dimana ya mencari Blaksmith untuk membuat peralatan ini?"(Freyas) "Banyak Blaksmith yang bisa membuatnya. Hanya saja kualitasnya cukup rendah"(Rian34)
"Kenapa kita tidak punya blaksmith dan Alchemist di guild sih?"(Atemis) "Karena sulit mengurusnya. Kebanyakan Blaksmith dan Alchemist yang ada sekarang merupakan job kedua dan tidak berguna"(Freyas)
"Aku baru tahu soal itu" "Karena membuat senjata dan potion perlu banyak waktu. Kecuali yang dari awal memiliki job alchemist dan Blaksmith, lebih memilih menaikan kelas saja"(Freyas)
"Apa guild World Conquer memiliki banyak alchemist dan blaksmith juga?"
"Untuk guild ranking atas di Asia seperti itu tentu saja mereka punya. Bahkan mereka memiliki kelompok Carrier untuk membantu pemula guild agar bisa mencapai level 15 dengan mudah"(Rian34)
"Kami tidak bisa melakukan hal itu"(Freyas)
"Tidak bisa? Kalau bisa mau melakukan?"
"Siapa disini yang paling bodoh hingga menurunkan level sampai 15? Pasti tidak ada butuh waktu berbulan-bulan sampai dilevel ini"(Freyas)
"Tidak, kamu salah. Maksudku jika bisa kembali ke desa pemula. Apa kamu mau coba lakukan?"
Semua yang disana tercengang dan menatapku "Kamu bisa kembali kedesa pemula dengan mudah?"(Freyas)
"Bukan cuma tempatku melainkan rute ke seluruh desa pemula aku juga bisa"
"Itu-"(Freyas)
"Ahh... Ternyata kamu masih hidup"(Heidi) Suara Heidi? Aku berbalik dan melihat 6 orang yang kukenal disana.
"Tungg-" Heidi langsung melompat kearahku, membuatku jatuh dari kursi yang kududuki.
Belum puas juga, dia menggoyang-goyangkanku, tidak membenturkan kepalaku berkali-kali kelantai.
Sampai aku terkena debuff confuse "Aku pikir kamu mati.. Jika kamu masih hidup beritahu kalau masih hidup"(Heidi)
__ADS_1
"Sebentar Heidi... Kepalaku, aku pusing"
Alvin datang menarik Heidi.
"Sudahlah bukanya harusnya kita senang kalau dia masih hidup"(Alvin)
"Siapa juga yang mati. Kan sudah kubilang waktu itu kalau mereka semua lemah"
"Maklumi saja. Soalnya Heidi sampai menarik puluhan penyihir dari menara sihir untuk menyelamatkanmu. Tapi saat sampai kamu tidak ada"(Gleda)
"Paling tidak kabari. 'Hei aku masih hidup' Apa begitu saja susah?"(Heidi) "Kan sudah kubilang dia tidak semudah itu mati"(Martin)
"Apa kabar Martin? Ternyata kamu masih di Labor ya" "Begitulah, hanya saja guruku sudah kembali duluan"(Martin) "Begituya"
"Mereka siapa?"(Inori) "Orang dari menara sihir. Kamu tahukan kalau aku punya sedikit reputasi dengan mereka"
"Boleh kami bergabung?"(Felix) "Tentu. Sepertinya masih cukup"(Freyas)
Mereka ber enam duduk bersama kami.
Dan Heidi memilih duduk disampingku
"Masa kamu lupa apa yang sudah kita lalui"(Heidi) "Kamu.... Melakukan apa dengan dia?"(Inori) "Tidak ada. Dia mengarangnya saja"
"Ternyata kamu benar-benar melupakanku"(Heidi) "Iya, aku lupa sama kamu" Heidi langsung terdiam
"Ada yang kena mental"(Gleda) "Salah siapa cari gara-gara duluan"(Vio) "Jadi Inori dengerin ya, aku cuma bertemu secara tidak sengaja, diundang kemenara sihir, terus dapet misi bareng. Udah itu aja"
Aku malah bingung kenapa aku harus jelasin ini sama Inori? "Aku tak menyangka kamu bisa memiliki reputasi sampai dikenal menara sihir seperti itu"(Freyas) "beritahu rahasianya kek. Aku juga mau punya reputasi dimenara sihir"(Rian34)
Kalau kalian tahu apa yang sudah kulaui, pasti kalian sadar betapa damainya cara kalian bermain.
"Tidak banyak, hanya mengambil misi penyelamatan, mengerjakan misi dari menara hanya itu" "Hanya itu? Kamu mengerjakan 2 misi Imposible, meratakan semua monster ditambang dan menyelamatkan kami berlima dari puluhan orang. Kamu bilang hanya itu. Sungguh sombongnya dirimu"(Alvin)
"Aku setuju kali ini"(Fellix) Gleda, Heidi dan Vio juga mengganguk "Merendah untuk meroket kan penting. Iya tidak?"(Martin)
"Imposible? Kamu menyelesaikan misi seperti itu?"(Freyas) "Apa memang semengerikan itu?"(Atemis) "Tentu saja. Aku pernah mencoba sebelumnya hanya untuk di ratakan dengan tanah"(Inori)
__ADS_1
"Kamu pernah mencobanya?" "Jangan menghinaku"(Inori) "Tidak itu mengesankan. Serius" "Sampai sekarang sudah 4 misi Imposible yang diselesaikan olehnya. Bisa dibilang jika dia bergaul dengan organisasi apapun pasti dapat banyak reputasi"(Martin)
"Empat?!!! Astaga makhluk macam apa kau ini?"(Inori) "Aku saja tidak berani melawan 1"(Freyas) "Aku masih tidak mengerti sesulit apa itu?"(Atemis) "Misi itu biasanya untuk berhadapan dengan musuh yang memiliki 10 level keatas bukan cuma itu. Bahkan ada kemungkinan mengakibatkan Raid jika gagal"(Freyas)
"Aku mundur kalau begitu"(Rian34) "Bagaimana jika kita bicarakan soal bisnis"(Martin) "Tentu saja. Apa itu?"
"Ada sebuah pulau yang cukup jauh. Tepat di perbatasan bagian laut kekaisaran Sixir. Pulau ini memiliki tambang yang banyak hanya saja musuhnya cukup sulit"(Martin)
"Aku ingat kamu sempat mencari raksasa yang bisa dibunuh kan?"(Alvin) "Ya, untuk menyempurnakan julukanku"
"Ada satu ras disitu memiliki nama sea giant.
Ukurannya 9 meter. Jika berada dilaut mereka sangat hebat tapi didarat sangat lambat"(Fellix)
"Selain itu ada banyak Lizardman dan Kobolt didalam tambang jadi lumayan susah menguasai seluruh tambang. Kamu bisa mengajak seluruh party milikmu jika kamu mau"(Vio)
"Bagaimana ketua?"(Rian34) "Kalian saja. Aku harus kekaisaran"(Freyas) "Baiklah jika itu kau kalian. Kami ikut" "Baguslah tidak perlu jalan kaki lagi"(Gleda) "Hei. Suara hatimu terdengar"(Heidi) "Keceplosan"(Gleda)
"Apa maksudnya tidak harus berjalan?"(Atemis) "Nanti kamu juga tahu"(Inori) "Jangan bilang kalau pulaunya besar?"
"Ada tambang raksasa disana. Selain pulaunya, ada sungai dan juga gunung yang juga besar"(Alvin) "Berapa lama waktu yang dibutuhkan untung menjelajahinya?"
"Paling 10 hari"(Vio) 10 hari? Benar-benar deh.
"Oh ya, Freyas untuk peralatan kalian lebih baik serahkan padaku. Nanti temanku yang membuatkan peralatannya"
"Oh baiklah"(Freyas) "Bagaimana keadaan kedua pedangku? Kamu tidak lupa kan?"(Inori) "Bukanya saat itu kamu tidak mau?" "Siapa yang tidak mau jika diberi senjata gratis"(Inori)
"Tenang saja, lagi dibuat meski aku tidak tahu berapa lama" "Untung saja kamu tidak lupa"(Inori)
"Kalian ini pasangan ya?"(Gleda) Aku yang sedang makan langsung tersedak. Inori memberikan air padaku.
"Tidak" "belum..."(Inori) Tadi Inori bilang belum? "Tadi kamu bilang apa Inori?" "Tidak aku tidak bilang apa-apa"(Inori)
"Ada satu yang patah hati deh"(Gleda) "Siapa?..."(Heidi) Heidi masih mengunyah lobster menatap Gleda.
"Tidak jadi"(Gleda) Ada apa dengan mereka sih? Udah lama gak ketemu makin gak jelas.
__ADS_1
**TO BE COUNTINUE...***