Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 265 Dipaksa keluar game


__ADS_3

Aku keluar dari kapsul setelah mendapat pesan atas kematianku didalam game. Ya begini lagi.


Sebenarnya ada masalah apa sih Puria itu denganku?


Aku yakin serangan tadi juga memusnahkan seluruh anggota Elegant. Suara bell pintu terdengar bahkan meski belum kubuka aku tahu itu-


"RYAN!!!"(Melly) "Astaga Melly jangan mengejutkanku seperti itu dong. Kalo aku terkena serangan jantung bagaimana jadinya?"


"Hehe.. Maaf. Sepertinya kamu tahu tadi itu apa?"(Melly) "Ya, aku tahu. Itu serangan dari gereja Puria. Aku yakin seluruh guild elegant terbasmi karena itu"


"Tidak cuma Elegant, semua guild yang berpatisipasi dalam perang terbasmi semua. Kita menang dalam perang itu"(Melly)


"Kenapa sampai seperti itu sih? Dewi itu murka gara-gara terusir dari medan perang?" "Entahlah. Bukanya yang penting kita menang ya?"(Melly)


"Ya, kalau level kita tidak berkurang" "Benar penalty ya. Tapi kita kan dibunuh oleh dewi, seharusnya tidak berkurang kan?"(Melly)


"Kata siapa? Waktu aku dibunuh waktu itu, levelku berkurang 2 secara langsung" "Tunggu itu benar? Berarti level kami"(Melly)


Komunitas jadi ribut soal ini. Semua player di kedua faksi yang terlibat dalam perang musnah tidak tersisa berkat perbuatan dewi Puria


Perusahaan game kebanjiran keluhan tanpa henti. Berkat hal ini perusahaan terpaksa memberikan jawaban yang membuat player semakin kesal


Mereka bilang kalau semua AI dan NPC di game tidak diatur oleh perusahaan. Seolah angkat tangan dari semua tindakan para NPC di game


Sebuah video muncul yang merupakan pengakuan dari seorang player. Player itu menerima quest untuk ke barisan belakang Dark Faction dengan imbalan Class Unique


Setelah itu bencana terjadi player itu ikut terbunuh bersama dengan bencana itu


"Aku malah kasian dengan player itu"(Melly)


"Kebelakang Dark Faction itu merupakan misi Imposible loh, aku saja yang terbiasa melakukan misi setingkat itu tidak diberikan misi seperti itu"


"Dan imbalan yang didapat malah mati"(Melly)


Seluruh player yang tergabung dalam faksi rule sepakat akan 2 hal


Yang pertama memusuhi gereja Puria secara total dan tidak berhubungan lagi dengan mereka


Yang kedua akan membunuh semua priest dan paladin Player yang tidak mau keluar dari sana

__ADS_1


Yang lucu bahkan Freyas juga menyutujui hal ini


Perusahaan game kembali memberikan pengumuman kalau akan memberikan ganti rugi terhadap semua yang terkena imbas hal ini


Yang berupa potion tingkat legendaris yang akan menaikan level sebesar 1 tanpa efek samping apapun. Serta memberikan buff exp yang mengurangi Exp sebesar 50%


Sepertinya hal ini digunakan agar para player tidak meninggalkan game ini.


"Sepertinya yang dilakukan perusahaan game itu cukup bagus"(Melly)


"Benarkah hal itu?" "Tentu saja, dengan potion itu level yang hilang akan langsung kembali dan buff exp akan memudahkan untuk grinding kan?"(Melly)


"Melly. Buff itu tidak berguna untuk para player level 45 keatas, untuk ke 46 perlu membunuh boss level 50 sebanyak 4 kali sebelum naik level itu saja sendirian. Meski bisa dapat exp lebih banyak masih tetap harus membunuh 2 boss level 50 sendirian kan?"


"Benar juga ya. Apalagi semakin tinggi levelnya semakin tidak berguna itu semua"(Melly)


"Dan Potion untuk menaikan level itu adalah hal aneh. Jika akan menambahkan 1 level secara langsung berarti tidak ada kerugian. Kalau begitu buat apa buff expnya?"


"Untuk kompensasi?"(Melly) "Tidak. Aku yakin level yang hilang lebih dari satu, untuk sekarang karena tidak bisa login gimana kalau kita jalan aja"


"Udah lama ga berduaan sama kamu"(Melly) "Kata siapa? Kamu selalu kesini. Kitakan jadi selalu berdua"


"Bukan itu maksudku. Tunggu sebentar aku ganti baju dulu"(Melly) Melly kembali kerumahnya, sementara aku kembali memperhatikan komputer


Sejujurnya aku masih merasa itu semua karena kesalahanku sih. Sudahlah ini tidak sepenuhnya buruk.


Aku sebenarnya ingin mengurangi beberapa level untuk pergi ke Underworld. Kalau bukan karena misi dari faksi yang tidak bisa ditolak pasti aku akan fokus memburu soul eater


Untuk sekarang aku akan menikmati kencan dengan Melly setelah sekian lama ini tanpa memperdulikan semua yang berkaitan dengan game.


***


Aku baru bisa online jam 11 malam. Server sempat mengalami down karena jutaan player yang online serentak membuat server tidak bisa diakses selama 5 jam


Pengumuman kemenangan Rule Faction terdengar saat aku online. Dengan kontribusi terbanyak dipegang gereja Puria.


Bahkan pihak Elegant yang ikut perang di keempat medan perang hanya menempati posisi kedua dengan perbedaan kontribus mencapai 4 juta


Hadiahnya ditentukan dari jumlah kontribusi lagi daripada posisi. Karena itu hadiah yang bisa ditukar Elegant hanya berkisar item dengan tingkat Unique atau kumpulan skill tingkat rare saja

__ADS_1


Aku memeriksa levelku turun 3 level dong. Astaga dewi itu benar-benar deh


-Anda mendapat panggilan untuk rapat Faksi


-Bisa kesini sekarang? Kita akan mengadakan rapat (Freyas)


Kedua pemberitahuan itu datang bersamaan. Benar-benar menyebalkan


-Aku harus menghadiri rapat faksi. Aku akan kesana setelah ini mungkin sedikit terlambat


Aku mengirim pesan ke Freyas dan pergi keruang rapat faksi


Mereka sudah menungguku dengan berbagai makanan yang tersedia di meja


"Akhirnya kamu datang juga. Kemana saja kamu?"(Marcus) Aku tidak bisa bilangkan karena server down


"Kamu.... Melemah, ada apa?"(Elrin) "Ini semua karena dewi Puria" Aku memperhatikan Uriel disana


"Padahal berkat dewi kita bisa memenangkan perang ini. Pengorbanan kecil seperti ini harusnya tidak jadi masalah"(Uriel)


Aku menatap Uriel langsung "Dewi tidak cuma melakukan hal ini dengan dalih pengorbanan kecil. Dewi menciptakan api yang akan merusak ajaran kalian nanti" "Beraninya kamu!!"(Uriel)


"Sudah tenang semua. Harusnya kita merayakan kemenangan kita kan?"(Kaisar Sixir) Aku duduk di samping Marcus


"Aku tidak bercanda soal ini. Hal yang Dewi lakukan sangat keterlaluan, hal ini membuat jutaan prajurit dalam perang ikut murka"


"Lagipula mereka cuman manusia. Mana bisa mereka melawan kehendak dewi"(Uriel) "Menurutku perlakuan dewi memang sedikit keterlaluan sih. Tapi kamu tidak akan ikut campurkan?"(Marcus)


"Aku? Tidak, aku akan ke Underworld. Tapi aku tidak bisa menjamin yang lainnya bahkan organisasiku. Jadi untuk semua yang ada disini, bisakah kalian memberikan keringanan untuk perang yang akan datang"


"Keringanan apa?"(Kaisar Sixir) "Untuk pembunuhan para pendeta Puria tentu saja"


Uriel menggebrak meja


"Beraninya kalian menghina dewi"(Uriel) Semua yang disana menatap kearah Uriel "Selama tidak melibatkan kekaisaran, dan siap ganti rugi aku tidak akan menahan mereka"(Kaisar Sixir)


"Agama Puria tidak terlalu menonjol di kerajaanku"(Raja Lembroh) Hal mengejutkan terjadi semua pemimpin disana setuju untuk menutup mata soal ini


"Kalian semua!!! Tunggu saja hukuman dari dewi"(Uriel) Uriel pergi begitu saja dengan sombongnya

__ADS_1


Kami tidak memperdulikannya dan ikut makan


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2