Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 252 Keadaan medan perang


__ADS_3

Aku keluar dari kapsul dan disambut Melly


"Kamu mati juga?"(Melly) "Begitulah" "Misinya gagal dong?"(Melly)


"Mana ada ceritanya aku gagal? Aku mati di benteng" "Lah? Ko bisa?"(Melly) "Aku dibunuh Uriel dengan skill Light Banishment"


"Seingatku skill itu tidak bisa membunuh sekutu. Juga tidak bisa membunuh player yang tidak memiliki Sins"(Melly)


"Emang. Tapi Puria gak tahu dia AI atau apa. Sengaja membuat aku terbunuh dengan skill itu"


"Tapi aku masih bingung. Ko bisa kamu mati di benteng?"(Melly) "Itu karena itemnya. Item itu akan mengembalikan kita ke dunia jika sudah lewat 1 hari"


"Kayaknya belum satu hari deh. Apa pengembaliannya bisa ditentukan?"(Melly)


"Entahlah. Yang menentukan menara sihir itu, aku lapar. Makan dulu yu"


"Ayuk. Tapi mati dibunuh sekutu itu lucu juga ya, harusnya kamu bisa menghindarinya kan?"(Melly)


"Gak bisa. Bukan cuma itu serangan area. Benteng tempatku muncul gak ada jalan keluarnya, lebih seperti kandang daripada benteng"


"Ngelawan zombie raksasa gak mati. Tapi mati sama healer lucu sekali kamu"(Melly)


Aku dan Melly mulai makan


"Aku gak mau denger dari kamu yang tiba-tiba mati begitu aja" "Hei itu bukan salahku ya. Lagi aku menebas kaki raksasa itu, tiba-tiba aku terpental. Yang sialnya jatuhnya tepat ke kawanan zombie"(Melly)


"Pfftt... Ketendang? Kaya bola dong" "Gak lucu tau. Jadi berapa banyak pasukanmu yang selamat?"(Melly)


"Gak ada. Pada jadi zombie semua" "Susah ga?"(Melly) "Susah? Bener juga, Hasan itu nyebelin gak taunya"


"Hasan? Yang pake racun itu?"(Melly) "Ya. Dia, bahkan aku belum liat aja. Udah kena Absolut Poison. Mana make racunnya jauh lebih cepet dari aku lagi"

__ADS_1


"Ya beda jauh lah. Racun kamu berasal dari Second job sedangkan dia memang classnya"(Melly)


"Yang menyebalkan selama ini dia tidak terlalu menonjol. Jadi aku tidak begitu memperhatikannya"


"Siapa yang bisa menonjol jika dibandingkan denganmu? Sebenarnya kontribusi di cukup banyak lo. Hanya saja sebelum racunnya terlihat lawannya sudah mati lebih dulu karena kalian keroyok"(Melly)


"Kayak kami ini geng motor aja kalau kamu ngomongnya kayak gitu" "Bukan itu sih maksudku. Terus sekarang gimana? Main lagi?"(Melly)


"Males ah. Jalan aja yuk" "Pertama kalinya lo kamu malas main game"(Melly) "Habis ngeselin. Jadi mau ga?" "Iya, ya mau. Bentar aku ganti baju dulu"(Melly)


Setelah itu aku dan Melly kembali jalan berdua. Keesokan paginya aku online dan keadaan medan perang sangat kacau.


Medan perang di Dark cold terpaksa terdorong mundur karena Frost lich mulai bergerak. Bahkan Forst king sudah muncul meski belum melakukan apapun


Keadaan di perbatasan Elfheim sama kacaunya. Rombongan Vampire sangat suli dihentikan apalagi para Frankenstein juga bermunculan


Keadaan di Chaotic forest yang merupakan paling stabil kedua sisi berada di keadaan tidak maju dan mundur


Daerah Death Canyon hanya bisa bertahan saja. Tapi untungnya musuh tidak bisa menembus pertahan disana karena gereja Puria yang bertanggung jawab soal itu.


"Aku hanya melakukan perintah dari dewi saja. Mungkin hatimu terlalu kotor jadi terkena efeknya juga"(Uriel)


"Kotor? Aku? Hei aku tidak pernah menumpuk dosa ya. Jika aku ini disebut kotor, bagaimana dengan yang lain? Apa jangan-jangan jika kamu menggunakan sihir suci itu pasukan kita juga akan musnah?"


Meski rapat ini seperti sidang untuk Uriel. Yang benar saja masa healer melukai orang yang harus di Heal


"Ini bukan sepenuhnya salahku. Bukanya ini salahmu? Bagaimana bisa manusia biasa terluka terkena serangan cahaya? Pasti ada yang salah dengan manusia itu"(Uriel)


"Wah.. Tapi masalahnya bukan aku saja lo. Aku mendapat kabar dari ketua organisasiku, kalau banyak korban dari organisasi kami yang keadaanya malah semakin buruk setelah gereja kalian melakukan pengobatan. Apa ini tindakan yang dikhususkan pada kami atau apa?"


"Tetap saja itu salah kalian. Karena telah meyinggung dewi"(Uriel) Pembatahan Uriel semakin membuat dia terlihat buruk.

__ADS_1


Dengan begini nanti pasti gereja itu akan tersingkir "Hentikan! Aku sudah mendengar kasus ini berulang kali. Bahkan aku juga melihatnya, memang gereja Puria tidak memberikan pengobatan yang layak. Tapi kita dalam keadaan perang, semua bantuan sangat diperlukan"(Gary)


"Ini saranku saja. Lebih baik pisahkan gereja Puria dari Elegant. Lebih baik hanya satu pihak saja yang ada disana. Karena berkat gereja Puria lah. Kita gagal mengalahkan Frost Lich"(Sarsha)


Aku sempat mendengarnya dari Freyas dan itu membuatku tertawa keras. Bagimana tidak berkat heal yang dilakukan para healer dari gereja Puria


HP dan status abnormal Lich malah hilang dan semua pasukan menyerang yang merupakan guild Elegant malah terkena Debuff Flash.


Yang membuat Freyas dan 5 petinggi guild serta 200 orang anggota Elegant musnah seketika.


Dan bukan cuma sampai disana. Hal itu membuat para pencari Vesel Lich ikut terbunuh karena tidak ada yang mengalihkan perhatian Lich.


Bahkan sampai sekarang mereka tidak bisa online karena jadi Undeath dibawah Lich. Benar-benar lucu sekali hal ini


"Apa kamu bercanda? Elegant mendominasi hampir seluruh medan perang. Semua medan perang paling tidak ada puluhan bahkan ratusan orang mereka"(Uriel)


"Lalu? Kami harus membiarkan ulah gereja kalian yang membuat semuanya hampir kacau? Di medan perang ini kita hampir kalah jika bukan karena gereja Qieli yang dibawah naungan Elegant. Berkat mereka garis perang masih aman. Berkat mereka juga kita bisa mengatasi Dark Faction juga. Tapi karena ulah kalian semua medan perang bolak balik berada dalam ancaman kekalahan"(Sarsha)


"Apa kamu ada ide? Sebagai perwakilan dari Elegant pasti ada yang mau kamu sampaikan?"(Gary)


"Ya, pertama aku setuju saran dari Sarsha. Tapi mengeluarkan gereja dari medan perang bukan hal yang bagus. Jadi saranku adalah meletakkan gereja Puria sebagai medis saja dibagian belakang"


"KAMU?!!!"(Uriel) "Aku setuju"(Sarsha) "Tunggu dulu. Gereja itu adalah kekuatan besar melawan dark Faction apa tidak apa-apa mendorongnya mundur?"(Gary)


"Ya, kuakui hal itu. Tapi bantuan yang mereka berikan adalah pedang bermata dua, bisa-bisa karena mereka nanti kita akan kalah dalam perang"(Sarsha)


"Apa kalian lupa. Kalau berkat gereja kami lah, semua garis di medan perang bisa bertahan. Jika kami dipaksa untuk mundur ke garis belakang. Kalian akan mengalami banyak kekalahan sekaligus"(Uriel)


"Aku yang akan mengurus soal gereja. Aku sudah mencari kandidat dari organisasi yang bisa dipercaya untuk membangun kembali ketiga gereja yang tersisa"


"Benarkah itu?"(Sarsha) "Ya, ketiganya. Aku akan menemui ketiga ketua mereka nantinya. Lebih baik kita kembali ke medan perang agar keadaan kita tidak memburuk"

__ADS_1


"Baiklah. Soal gereja kuserahkan padamu. Ayo kita bubar"(Gary)


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2