
Aku kembali dalam keadaan darah rendah. Darahku tersisa 30% Dan sudah kehabisan potion.
Membayangkan uang yang dikeluarkan untuk potion membuatku lemas. Apalagi dengan adanya Martin perjalanan semakin lambat.
Bagaimanapun dia penyihir yang staminanya bener-bener rendah. Aku tidak tahu sampai kapan kita akan ditengah hutan.
"Bisa kita istirahat dulu. Aku lelah sekali"(Martin)
"Baru setengah jam, masih ada 1 jam lagi kita harus berjalan jika kamu istirahat terus kapan sampai dikota"
Sudah terlambat Martin sudah duduk dibawah pohon dan tidak mau bergerak lagi.
"Baiklah aku cari sesuatu untuk dimakan. Lagi"
Aku berkeliling disekitar hutan dan menemukan hal yang menakjubkan. Beberapa PK berkeliaran mencari sesuatu.
Tanda sins dikepala mereka masih tengkorak sebenarnya cukup aneh melihat mereka berkeliaran dihutan tanpa player atau NPC seperti ini.
Mungkin mereka hanya berburu para PK juga butuh leveling kan. Jadi aku pergi mencari beberapa monster yang menghasilkan daging.
Aku membunuh beberapa babi hutan dan dikejutkan dengan suara petir menggelegar.
Tunggu.... Martin. Apa jangan-jangan dia.
Aku langsung kembali. Sampai disana Martin masih tidak bergerak tapi banyak bekas gosong ditanah. Apa para PK itu kesini?
"Ada apa? Apa ada yang menyerang?" "Cuma bandit"(Martin) Bandit? Itukah PK dimata NPC.
Normal sih. Kelakuannya ga beda jauh.
"Lebih baik kita bergegas. Aku khawatir mereka datang lebih banyak" Aku membungkukkan badan.
"Apa-apaan?"(Martin) "Aku gendong biar cepat"
"Kenapa tidak pakai spiritmu saja?"(Martin)
"mereka punya tugas lain. Ayo cepat"
Akhirnya dengan terpaksa Martin naik kepunggungku.
-Membawa beban berat Agility berkurang 10
Aku menyebar spirit untuk mencari rute tercepat dan aman. Aku berlari dengan cepat sayangnya aku tidak bisa menggunakan stealth.
Saat diperjalanan tiba-tiba aku bertemu Archer yang sedang mengamati diatas pohon.
"Itu dia. Dia mengarah kekota, bunuh sebelum sampai dikota"(Archer)
Archer menarik anak panahnya, belum sempat menembak sudah diserang spirit dari belakang hingga jatuh dari pohon.
Keadaan semakin sulit mulai banyak yang berdatangan, aku mencoba sebisa mungkin menghindari kontak dengan mereka.
"Kenapa tidak menerobos saja? Tidak seperti dirimu sebelumnya?"(Martin)
"Masalahnya lukaku dan persediaanku habis dan aku tidak bisa menggunakan formasi"
"Biarkan aku yang urus hal itu"(Martin) "baiklah"
Aku menambah kecepatan dan langsung berhadapan langsung dengan yang menghalangi.
__ADS_1
"Itu dia....."(PK) Belum selesai dia bicara petir menyambar tubuhnya hingga ambruk.
Tapi sekarang ada yang mengejar dari belakang, jika bagian depan dihalangi kita akan terkepung.
Dan benar saja mereka muncul didepan.
Sebelum mereka sempat berbicara tubuh mereka berubah menjadi pilar es.
Spirit assasin juga mencoba menghambat mereka tapi jumlah mereka cukup banyak.
Petir, api, es terus keluar tanpa henti.
Aku sebenarnya cukup khawatir pada Martin tapi dia sendiri yang mengatakan tidak masalah.
Aku keluar dari hutan dan terkejut melihat puluhan PK bukan itu sih yang membuatku terkejut.
Ada guild Elegant yang berjumlah 20 orang didepan hutan. Dipimpin Freyas, melihatku keluar dari hutan sepertinya mereka merasa sedikit lega.
"Untung saja kamu selamat"(Freyas)
"Apa yang kalian lakukan disini?"
"Apa aku bilang dia tidak akan mati semudah itu. Mereka (Sambil menunjuk kumpulan PK) ingin balas dendam padamu dan merampokmu. Kami yang tahu hal itu berusaha mencegah mereka tapi jumlah mereka terlalu banyak ada puluhan, jadi bisa dibilang kami terdesak juga"(Inori)
"Begitu" "Apa mereka temanmu?"(Martin) "Bisa dibilang begitu. Aku sedang menjalankan misi sebelumnya dan keadaanku cukup parah, Bisa dibilang ini adalah saat terlemahku"
"Tenang saja kami bawa healer disini"(Freyas)
Keluar priestess wanita dari belakang Freyas mungkin dia yang membuat mereka bisa bertahan.
"Aku Cerea healer dari guild ini biarkan aku membantumu"(Cerea) "Terima kasih kalau begitu. Aku cuma butuh waktu sebentar, tolong ulur waktu untukku"
"Tentu saja"(Freyas) "Tenang saja, kamu pasti aman"(Inori) "Kalau begitu, aku juga membantu"(Martin) "Lebih baik anda istirahat juga"(Freyas) "Tidak, aku sudah banyak merepotkan anak muda ini. Lebih baik aku sedikit meringankan beban dia"(Martin)
Tentu saja para PK kesulitan mengimbangi tapi mereka yang dari dalam hutan sudah keluar dan mengepung.
Untung saja spirit assasin keluar dari hutan dan mengulur waktu tambahan. Selama aku di heal aku juga mengganti seluruh kristal di Item magic box dengan kristal tingkat rendah.
Melihat gerakan Inori yang gesit diantara para PK dengan dua pedangnya sangat indah, Melihat serangan dan pertahanan yang dilakukan Freyas juga hebat.
Tentu saja anggota yang lain juga luar biasa
"Sudah cukup terima kasih"
"Tunggu darahmu belum penuh"(Cerea)
"Ini saja sudah cukup. Sekarang kalian bisa istirahat"
"Tidak kita bersama saja"(Freyas)
"Tidak perlu. Keahlian ku adalah serangan area jadi ini akan cepat"
Aku memanggil seluruh spirit assasin yang berada diluar. Melihat jumlah sesungguhnya yang lebih banyak daripada para PK membuat mereka gemetar.
Aku melempar puluhan pisau keatas yang langsung diambil seluruh spirit assasin.
Aku berjalan santai kedepan dan menghilang dengan stealth.
Aku berlari dan menggunakan Blood chain. Puluhan PK terkena damage bersamaan.
__ADS_1
Aku menggunakan formasi dan membuat ledakan dimana-mana.
Tanpa sadar puluhan PK habis hanya tinggal belasan. Aku menyerang tanpa henti, tapi saat aku menyerang dengan pisauku, ada orang yang menahan seranganku dengan perisai.
Tiba-tiba aku terkena damage, perisai yang menahanku juga mengeluarkan duri yang memberikan damage tambahan padaku.
Aku mundur dan menatap pria itu. Meski equipment yang dipake berlevel 10 itu bukan equipment yang aku buat.
Apalagi dia memiliki damage reflect yang akan mengembalikan damage kepada penyerangnya
Setelah diperhatikan seluruh armornya bahkan perisainya dipenuhi duri.
Ini dari Thorn boar yang ada di area pemula. Meski aku tidak membuat equipmentnya tapi aku pernah membantai mereka.
"Jadi ini target kalian, kenapa kalian mencari masalah dengan orang sekuat ini apalagi dengan tambahan guild Elegant"(Warrior PK)
"Dia tidak ada sangkut pautnya dengan guild Elegant, Dia hanya menyelamatkan mereka saja karena lewat saat itu. Tapi aku tidak tahu kenapa guild Elegant membantunya sekarang"(PK)
"Itu berarti mereka punya hubungan bodoh. (Menghadap kearahku) Begini saja kita sudahi hal ini. Lagipula ini hanya salah paham, jangan buat salah paham ini jadi dendam kesumat. Apalagi nanti kita sama-sama merugi"(Warrior PK)
"Kenapa kamu baru muncul sekarang? Kenapa tidak daritadi saat kami terdesak. Dan apa maksudmu dendam? Bukannya kalian yang memulai? Aku hanya memulihkan kerugianku"
"Kamu... Baiklah aku akan membayar 10 gold dan lupakan masalah ini"(Warrior PK)
"10? 100 baru aku pertimbangkan"
"Jangan keterlalulan, memang kamu pikir aku takut denganmu?"(Warrior PK)
"Aku juga tidak takut" "Kalau begitu lebih baik kamu mati"(Warrior PK)
"Kenapa kamu tidak melihat keadaan teman-temanmu dulu?"
Pria itu berbalik dan melihat teman-temannya telah mati.
"Apa sejak kapan?"(Warrior PK) Aku muncul didepannya dan menebasnya.
"Aku tidak perduli dan takut pada kalian jadi... Matilah"
Damage kembali padaku tapi aku tidak takut.
"Kamu... Thorn armor"(Warrior PK)
Seluruh armor ditubuhnya mengeluarkan duri-duri raksasa yang membuatku terpaksa mundur.
Tapi para spirit tetap menyerangnya dan mengikatnya dengan rantai.
"Ini sudah berakhir"
Aku melempar puluhan pisau api dengan cepat damage juga kembali padaku tanpa henti tapi aku tidak perduli.
"Aku tidak bisa lepas"(Warrior PK) "Selamat tinggal, Killing formation Hells Eruption"
Pisau yang tersebar bersinar dan pilar api raksasa terbuat membakar pria itu didalamnya.
"Lihat saja nanti kami akan memburumu dan membunuhmu sampai kamu level 0"(Warrior PK)
"Silahkan saja. Aku akan menunggu"
Teriakannya tidak berhenti sampai dia mati.
__ADS_1
Keadaan menjadi sunyi tanpa suara melihat api unggun raksasa yang perlahan padam.
**TO BE COUNTINUE....***