Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 48 Reuni dengan sepupu


__ADS_3

Melihat banyak baju yang berserakan membuatku berpikir. Sejak kapan ya aku bertemu dengan orang lain?


Dan kapan aku terakhir keluar rumah? Semua hal yang kubutuhkan selalu kubeli lewat online mau itu makanan, bahan masakan, sampai segala barang yang lain.


Sampai aku rasa sepatu sudah kehilangan kegunaannya. Melihat semua sepatuku masih bagus dan berdebu karena tidak pernah kupakai.


Mungkin sebagai permulaan aku pergi berbelanja bahan kebutuhan dulu diluar untuk membiasakan diri.


***


Banyak yang berubah, bahkan pasar yang didekat rumahku banyak pedagang yang sudah berganti generasi.


Banyak toko langganan ku yang sudah tutup, sebenarnya sudah berapa lama sih aku tidak keluar rumah? Saking lamanya aku sampai sudah tidak ingat.


Aku melihat gadis seumuran denganku berputar-putar didekat rumahku. Mau apa dia?


Bukan urusanku.


Aku mengabaikan gadis itu dan ingin masuk kedalam rumah.


"Maaf mas mau numpang nanya"(Gadis itu)


Inilah alasan aku malas keluar rumah. Aku menatap gadis itu dan tiba-tiba jantungku terasa berhenti.


Gadis itu 'Inori' wajahnya mirip sekali kecuali karakter Inori didalam game lebih terkesan polos dan periang. Wajah gadis ini terlihat lebih dewasa dan anggun.


"Aku mau tanya kira-kira rumah dengan alamat ini dimana ya?"(Inori/untuk sementara)


Alamat yang ditunjukkan tidak jauh dari rumahku hanya berbeda beberapa rumah dariku.


Aku dengan hati-hati serta menstabilkan ekspresiku memberi tahu rumahnya. Setelah Inori memperhatikan rumah itu aku dengan cepat pergi masuk kedalam rumahku.


Aku tidak menyangka, Dia benar-benar pindah hanya untuk mencariku. Fans gila macam apa yang aku punya itu?


Akhirnya waktu janjian telah tiba, aku masih sedikit gugup.


Dengan baju kemeja hitam juga celana jins hitam aku berangkat ke kafe tempat pertemuan.


Aku melihat ponselku dan menanyakan apa dia sudah sampai. Tidak menunggu waktu lama dia membalas kalau sudah sampai.


Mejanya berada cukup jauh dari pintu masuk, aku mendekati meja itu dari jauh terlihat 3 perempuan duduk disitu.


Sepertinya yang datang memang perempuan semua. Aku menghampiri mereka saat memandang setiap wajah perempuan disana.


Aku terdiam salah satu dari mereka merupakan sepupuku, dalam sekejap ingatan tentang keluargaku muncul.

__ADS_1


Rasa marah, dendam, takut dan benci meledak didalam tubuhku. Meski sebenarnya ini tidak ada hubungannya dengan dia.


Dia sepupu terdekatku namanya Tiara, ayahnya dan ayahku merupakan saudara yang paling dekat dibanding saudara ayahku yang lain.


"Ryan?! Kamu kenapa disini? Tidak, kemana aja kamu selama ini? Jangan-jangan 'Dewapembunuh'"(Tiara)


"Guild Elegant. Perwakilan guild itu kamu?"


"Ya itu... Aku"(Tiara) "Kalau begitu lupakan saja"


Aku berbalik dan ingin pergi.


Melihat Tiara membuat perasaanku kacau balau. Tapi sebelum bisa pergi Tiara menarik tanganku.


"Tunggu dulu, ga bisa seenaknya gitu. Baik ayahku dan aku ga ada hubungannya sama kematian ayahmu. Jangan karena hal itu kita jadi seperti ini"(Tiara)


"Terus aku harus melupakan semua itu begitu? Apa kamu tahu bagaimana hidupku selama 10 tahun ini? Semua masa depanku hancur karena memiliki kerabat biadab. Dan dimana kalian? Kalian yang mengaku terdekat dengan ku kemana? Selama 10 tahun tidak ada kabar apapun seolah tidak perduli lagi denganku"


"Kami mencarimu. Tapi tidak pernah menemukannmu. Kamu yang kemana selama 10 tahun ini kamu kemana?"(Tiara)


"Kemana? Tentu saja dirumah orang tuaku. Memang aku mau kemana lagi? Itu satu-satunya yang tersisa dan atas namaku, yang lain? Perusahaan, mobil, tanah semuanya kalian rampas"


"Keluargaku tidak mengambil apapun. Bahkan ayahku kehilangan segalanya juga"(Tiara)


"Sudahlah, aku sudah tidak perduli. Jangan temui aku lagi"


"Tunggu dulu Ryan!!!"(Tiara)


Suara Tiara terdengar tapi aku tidak perduli, Memang seharusnya aku tidak keluar rumah hari ini.


Apanya laki-laki, lebih baik aku disebut pengecut jika tahu harus bertemu Tiara hari ini.


Dijalan aku melihat Inori, aku mengacuhkannya dan pulang kerumah. Hari ini aku tidak ingin melakukan apapun kecuali tidur.


***


Satu kelelawar lagi mati ditanganku, aku sudah mengumpulkan semua bahan untuk equipmentku.


Kejadian kemarin membuatku jadi sedikit gila. Akhirnya dari pulang kemarin aku malah bermain sampai sekarang.


Selain kelelawar aku telah membasmi berbagai jenis monster karena aku sedang kesal. Hubunganku dengan guild Elegant bisa dibilang sudah berakhir.


Tapi Tiara mencariku tanpa henti. Setiap tempat selalu ada anggota guild Elegant, semakin lama semakin menyebalkan jadinya.


Mungkin memang lebih baik kembali kedesa. Lagipula aku harus memberikan bahan yang diminta Cloe.

__ADS_1


Karena moodku buruk kemarin aku menunda hal ini. Sekarang kekota dulu dan menemui Hana karena aku belum bertanya padanya.


Aku menggunakan stealth dan pergi dari gua ini. Diperjalanan lagi-lagi aku melihat banyak guild Elegant dimana-mana.


Hal kecil untuk menghindari mereka semua. Dengan cepat aku sudah tiba dikota. Aku menemui Larph terlebih dahulu.


"Kamu sudah kembali? Apa tidak apa berburu semalaman tanpa henti seperti itu?"(Larph)


Semalam aku memang bertemu Larph saat kembali kekota untuk mengisi persediaan.


"Tidak masalah, bisakah dia membuatnya?"


"Seharusnya tidak masalah dia sangat hebat dalam membuat seperti ini"(Larph)


Sebenarnya aku meminta tolong pada Larph untuk mencari anggota kolektor yang bisa membuatkan equipment berjenis kain.


Semacam Tailor, hanya saja kemarin dia tidak ada. Aku mengumpulkan material dari kelelawar karena hal itu.


Hanya saja seperti layaknya kolektor lain semua yang dia buat sangat berbeda dan mahal. Aku membutuhkan 5 kristal mana elemen kegelapan tingkat terendah dan soul orb dari kelelawar untuk hal itu.


Tapi kurasa sepadan karena dia dijuluki Soul Tailor. Dia khusus membuat segala benda yang berhubungan dengan kulit hewan.


Yang berhubungan dengan besi adalah kakaknya Larph, aku belum bertemu dengannya.


"Baiklah jika dia bisa. Kira-kira dia berada dimana sekarang?" "Aku tidak tahu, terakhir dia pergi Beast plains mungkin sebentar lagi dia kembali"(Larph) "Ok, bagaimana dengan Hana? Apa dia menerimanya?"


"Oh tentang itu sepertinya Hana ingin membicarakannya berdua denganmu. Tepat di restoran kemarin"(Larph) "Baiklah, aku akan langsung kesana"


"Ya, tolong jaga dia. Soalnya sepertinya dia tertarik"(Larph) "santai saja. Aku pastikan dia aman"


Aku sudah sampai direstoran, dari luar aku bahkan bisa melihat tempat dimana Hana duduk.


Aku masuk dan menghampirinya


"Sudah nunggu lama? Maaf tadi aku ketemu suamimu dulu"


"Oh tidak masalah. Langsung intinya saja, jadi kamu ingin aku mengajari seorang gadis tentang alchemist"(Hana)


"Ya tidak masalah kan?" "Sebenarnya aku ingin menjadikan dia ahli Botani sepertiku"(Hana)


"Jika Rina mau aku sih tidak masalah"


"Baiklah kalau begitu, jadi kapan kita berangkat?"(Hana)


"Nanti siang bersama ayah dari gadis itu, aku harap ayahnya tidak menolak hal itu"

__ADS_1


Seluruh masalah dikota ini aku sudah selesaikan, mungkin dari desa nanti aku pilih kota lain saja? Aku benar-benar tidak ingin bertemu dengan guild Elegant itu


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2