
Keesokan malamnya aku sudah dipenginapan tempat karavan Marvelius menginap. Aku masih sedikit penasaran apa yang mau dibicarakan Caitylnn padaku.
Jika dia menyatakan perasaannya bagaimana? Ini pertama kali sih aku mengetahui ada perempuan yang menyukaiku.
Bahkan sampai sekarang aku masih menimbang sampai bimbang sendiri apa aku harus menerimanya atau tidak.
Akhirnya hanya satu jawaban untuk saat ini, selama Caitylnn tidak menyatakan perasaannya lebih baik tetap diam.
"Coba lihat siapa disini"(Lesya) Aku kaget sampai melompat mendengar suara Lesya dari punggungku.
"Coba liat siapa yang grogi. Menghadapi puluhan serigala, werewolf, dan bandit tidak berkedip tapi saat mau kencan groginya sampai seperti itu"(Lesya)
"Beda lah mereka kan tinggal di... Tunggu dulu kencan? Memang siapa yang mau kencan?"
"Lah, Kamu kemarin kan sudah setuju. Mau menghabiskan malam dengan Caitylnn kan?"(Lesya)
Tunggu Caitylnn bicara seperti itu? Astaga apa yang sudah kulakukan. Kukira ingin membicarakan sesuatu. Gak bukan aku yang terlalu bodoh sampai tidak sadar.
"Noh yang dibicarakan datang"(Lesya) Baik tenangkan dirimu dan bicarakan dengan jelas padanya.
Saat aku melihat Caitylnn aku terdiam membatu, mematung. tidak ada kata lain selain indah.
Caitylnn memakai gaun pendek selutut dengan warna hijau daun, rambut hitamnya yang sebahu terdapat jepit rambut bunga dengan warna merah, tidak ada busur yang digenggamnya tapi wajahnya yang bersemu merah menonjolkan kecantikannya.
Sial dia cuma data, ingat cuma data. Tenang-tenang tarik nafas panjang dan hembuskan. Tarik nafas lagi.
"Maaf sudah menunggu lama ya"(Caitylnn)
Aku terbatuk-batuk mendengar suaranya yang indah membuatku tersedak nafasku sendiri.
Aneh ya bagiku aneh sekali. "Ga ko baru aja sampai" Aku mencoba tersenyum tanpa sadar aku terus melihat tubuhnya termasuk aset berharga miliknya. Apa yang kupikirkan sialan.
"Kalau begitu ayo kita pergi"(Caitylnn) Caitylnn menarik tanganku membawaku ke sebuah restoran tidak jauh darisana.
Setelah kita berdua duduk pelayan datang. Aku dan Caitylnn memesan makanan setelah itu pelayan itu pergi.
Canggung... Suasana disini sangat canggung karena baik aku dan Caitylnn tidak berani bicara. Aku malah takut bicara, takut menyakiti perasaannya.
Aneh padahal dia cuma data tapi sampai sebegitunya aku khawatir padanya.
__ADS_1
"Terima kasih karena mau menemaniku"(Caitylnn)
"Tidak masalah, hanya satu makan malam tidak terlalu membebaniku ko" "Kira-kira kita bisa seperti ini lagi tidak?"(Caitylnn)
"Tentu saja jika kita bertemu lagi nanti aku siap untuk makan malam lagi denganmu"
Caitylnn hanya tertawa kecil.
"bukan itu maksudku"(Caitylnn) Caitylnn mengatakan hal itu dengan suara kecil, aku mendengarnya tapi pura-pura tidak dengar.
Makanan datang dan kami makan dengan tenang "Apa rencanamu dikota ini?"(Caitylnn)
atau tidak.
"Aku mencari seseorang untuk membuat perlengkapanku" "oh begitu, Apa kamu sudah menemukan orang itu? Mau kukenalkan pada seseorang?"(Caitylnn)
"Tidak perlu aku sudah menemukannya. Besok aku tinggal mengambil barangnya saja"
"Kira-kira siapa ya dia? Sampai kamu rela berpergian jauh hanya untuk menemukannya"(Caitylnn)
"Itu cuma kenalan dari temanku saja kok"
Saat aku menatap wajah Caitylnn. Terlihat seram, kayaknya aku keceplosan dah.
Tapi kenapa aku takut, aku sama Caitylnn kan tidak ada hubungan.
"Sebenarnya aku mengenalnya karena dia termasuk dalam organisasi yang terus memberikan misi padaku. Mungkin saja aku bisa dapat berbagai permintaan darinya"
"Oh jadi begitu. Kira-kira berapa lama mau disini?"(Caitylnn) "Entahlah bisa 1 minggu atau 2 minggu. Kalau kamu sendiri berapa lama dikota ini" "Besok kami sudah berangkat lagi. Karena disini cuma mampir aja"(Caitylnn)
"kalau masih di ibukota mungkin kita bisa bertemu" "Kamu mau ke ibukota?"(Caitylnn)
"begitulah, setelah urusan disini selesai aku akan kesana"
"Aku akan menunggumu"(Caitylnn) "tidak perlu menungguku. Tidak ada yang tahu bagaimana kedepannya nanti. Sayang kan membuat gadis cantik sepertimu harus menunggu tanpa kepastian"
Aku sudah selesai makan begitu juga dengan Caitylnn. Meski begitu dia tetap terdiam bahkan setelah aku membayar makanannya. Yang sukses membuatku terkejut.
10 Gold hanya untuk makanan? Yang benar saja bahkan rasanya biasa aja.
__ADS_1
Kami berjalan keluar dari restoran ingin rasanya untuk langsung offline tapi aku tidak enak pada Caitylnn.
"Mau jalan-jalan dulu?" Caitylnn menatapku dan menggangukkan kepala. Kita berjalan menuju alun-alun kota yang terdapat air mancur disana.
Aku sempat melihatnya tadi siang. Ternyata suasanannya jauh lebih ramai dan indah daripada tadi siang saat aku melihatnya.
Ada berbagai Bard dan dancer yang menari di pinggir jalan. Beragam cahaya warna warni disekitar air mancur, juga banyak pasangan yang sedang berkencan disekitar toko dan stan makanan disana.
Caitylnn berjalan kearah air mancur dan duduk disana menatap bintang dilangit. Aku mendekatinya dan duduk disampingnya.
"Indah ya" "Ya mereka indah, aku selalu takut tidak bisa melihat mereka keesokan harinya. Terkadang saat melihat bintang aku juga iri pada mereka"(Caitylnn)
"Iri?" "Ya, disini kita hidup mempertaruhkan segalanya hanya demi sedikit uang dan reputasi agar dipandang orang lain. Sedangkan bintang-bintang itu hanya cukup ada disana tidak ada yang pernah mengatakan mereka buruk dan jelek"(Caitylnn)
"Itu benar tapi tidak sepenuhnya. Mungkin kita tidak seindah bintang tapi mereka hanya ada dan tetap ada disana, tidak berubah bagaimanapun waktu berlalu. Tapi kita akan terus berubah menjadi lebih baik dan menjadi semakin tinggi. Meski selamanya tidak bisa setinggi bintang tapi kita bisa lebih bangga daripada bintang. Jadi tidak perlu iri pada bintang karena kamu memiliki sinarmu sendiri yang lebih indah daripada bintang"
"Terima kasih"(Caitylnn) "Jadi jangan murung dan jangan sedih. Seperti katamu kita berjuang dalam hidup tidak tahu apakah besok masih tetap hidup. Jika begitu bersenang-senanglah hari ini. Agar tidak menyesal bagaimanpun esok datang"
Caitylnn tersenyum, aku berdiri dan mengulurkan tangan. Caitylnn menggapai tanganku.
Kita pergi keberbagai stan disana mulai dari cemilan, berbagai aksesoris, bunga bahkan lukisan untuk membuat lukisan tentang malam ini.
Hingga tanpa terasa malam semakin larut dan kami masih ada dialun-alun. Membawa banyak barang yang kami belanjakan disini.
"Kita pulang. Biar kuantar" Kami berjalan menuju penginapan tempat Caitylnn menginap.
"Terima kasih atas segalanya malam ini. Aku bersenang-senang"(Caitylnn) "Tentu saja kalau begitu aku pamit dulu"
"Kita pasti akan bertemu lagi kan?"(Caitylnn)
"Pasti tapi sebaiknya kamu jangan menungguku. Karena gadis cantik sepertimu tidak pantas untuk menunggu"
"Ya, aku harap kita bisa bertemu lagi"(Caitylnn) "Ya biarkan takdir yang menentukan saja"
Aku berjalan meninggalkan penginapan itu meski tahu Caitylnn disana masih menatap punggungku.
Biarkan hari esok menjadi hari esok, dan masalah nanti bisa diselesaikan nanti. Yang paling penting hari ini tetaplah bahagia.
**TO BE COUNTINUE...***
__ADS_1