
Semuanya berjalan damai beberapa waktu ini. Kecuali level tertinggi secara global sudah mencapai 50.
Sedangkan aku berhenti di 45 dan sekarang aku dipaksa untuk ikut turnamen oleh Inori
"Serius apa pentingnya ini sih?"
"Hadiahnya?"(Inori) "Tidak butuh" "Ketenaran?"(Inori) "Tidak perlu juga. Aku sedang mempersiapkan diri ikut turnamen global dan kamu memaksaku ikut turnamen kecil seperti ini"
1 bulan lagi turnamen global yang pertama dimulai. Turnamen itu diikuti oleh semua guild diseluruh dunia.
Untungnya semuanya hanya dari VR. Mengingat dulu pernah ada kejadian mengerikan saat mereka dikumpulkan.
Itu masa lalu, turnamen kali ini yang diikuti disebut dengan Gacha turnamen. Seperti namanya turnamen ini mempertaruhkan diri sendiri dalam pertarungan yang hampir memalukan.
Lokasinya ada di Galodium di colosseum yang baru dibangun, dengan gak tahu dirinya Inori memaksaku untuk mendaftar disini.
Turnamen ini biasanya hanya diikuti oleh para pemain bebas yang kekurangan dalam skill, class dan equipment.
Para Pro player tidak akan pernah bermain dalam turnamen seperti ini. Karena saat game dimulai kedua petarung akan dipilihkan job yang acak.
Jika sial bisa dapet job yang tidak sesuai dengannya jika beruntung jobnya sesuai dan job lawan kebalikannya.
Fokus dalam turnamen ini adalah skill dan kemampuannya bukan dari Class, level dan peralatannya.
Namaku dipanggil "Ayo semangat"(Inori) "Ini menyebalkan tahu" begitu aku naik keatas ring semua equipment ku hilang, level dan skill tersegel.
Begitu juga lawan. Roullete raksasa muncul didepanku setelah kuperhatikan ada satu bagian kecil yang merupakan gambar kunci.
Aku memutar roullete itu dan menunggu. Tidak menunggu lama Roullete berhenti di Mage.
Tongkat muncul ditanganku dan levelku cuma 15 aku memperhatikan statusku yang tersedia
Nama : Dewapembunuh7926
Level : 15
Magic point : 1500/1500
Job : Mage
Str :15 (+) Point sisa :10
Def :15 (+)
Agi :15 (+)
Int :15 (+)
Equipment: ---
Skill : Mana misile, Mana canon, Mana explosion
Ampas sekali. Aku memperhatikan dia yang mendapat job Assasin, selain Strong aku menaikan semua stats 3 point dan sisanya kutambahkan di Inteligen.
"Aku mulai"(Assasin) Dia langsung menggunakan stealth didepanku
"Mana explosion" bola biru muncul didepan wajahku. Aku diam menunggu, begitu aku merasakan angin dari belakang tubuhku
__ADS_1
Aku langsung melompat kedepan bersamaan dengan bola biru meledak. Assasin itu mengeluarkan suara terkejut.
"Mana missile" Aku mengayunkan tongkatku 5 bola biru kecil langsung melesat kearah Assasin itu.
Hanya saja dia menggunakan Vanish. Aku kembali mengayunkan tongkatku "Mana missile" Bersamaan dengan itu aku melompat kedepan sementara Mana Missile melesat kebelakang.
Ledakan beruntun terjadi tanpa perlu melihat aku tahu pasti dia kena serangan itu. Untung saja Mana missile tidak perlu Cooldown sekali lagi kalau begitu
"Mana missile, mana missile" 5 bola biru melesat lagi dari depannya sedangkan 5 bola biru lainnya dari belakangnya.
Dia menghindari itu semua tanpa melihat kalau sedang mengarah ketempat aku membidikkan seranganku
"Mana cannon" Laser mana langsung mengenai punggungnya dan dia terpental menabrak pembatas sebelum dinyatakan kalah
Aku kembali ke bangku dengan bosan "Kamu hebat"(Inori) "Ini tidak menantang sama sekali"
Mungkin karena mereka semua noob kali ya. Ini jadi terasa sangat cepat setelah 2 jam masuk babak Lanjutan setelah penyisihan.
Namaku lagi sebagai petarung pertama.
Aku naik keatas ring dan memutar Roulete lagi
Kali ini berhenti di Warrior, papan equipment muncul didepanku yang merupakan satu set Equipment.
Satu merupaka set Armor besi, dengan tambahan perisai, dan set baju kain dengan pedang
Aku menatap dia yang mendapat job Warrior juga. Kali ini dia memilih set Armor besi dengan perisai dan pedang.
Aku memilih baju kain dan senjatanya aku memilih pedang.
Nama : Dewapembunuh7926
Level : 15
Magic point : 1500/1500
Job : Warrior
Str :15 (+) Point sisa :10
Def :15 (+)
Agi :15 (+)
Int :15 (+)
Equipment: ---
Skill : Charge, Parry, Heavy slash
Sepertinya dia memusatkan stats pada strength dan defense ya. Mengorbankan kecepatan.
Kalau begitu aku akan mengorbankan pertahanan dan fokus pada kecepatan dan kekuataan
7 untuk strength dan 8 untuk agility. Hitungan mundur keluar begitu sudah jadi 0, aku langsung bergerak.
Melihat tindakannya yang sudah mengangkat perisainya sepertinya dia memiliki pengalaman dalam job ini.
__ADS_1
Aku menebas perisainya dan memutari tubuhnya sambil menebas. Meski memiliki pengalaman dia tidak tahu cara menggunakannya.
Dia mengangkat kakinya dan menghentakan tanah. Ledakan terjadi dan aku kehilangan keseimbangan sekejap.
Dia muncul didepanku sambil menggunakan Charge "Apa-apaan dah? Memang kamu siput?"
Gerakannya sangat lambat jadi aku bisa menghindar dengan mudah. Pedang miliknya mengayun dengan cepat kearahku.
Aku juga menyerang pedangnya "Charge" Aku mendorong pedangnya ke lehernya menyudutkannya
"Heavy slash" Aku menebaskan pedangku kebawah membuat darahnya berkurang dengan cepat.
Dia langsung menyerangku dengan pedangnya "Parry" Aku menahan serangan pedangnya dan memutari tubuhnya sebelum menebasnya lagi.
Dia berbalik tapi aku mengikuti punggungnya. Pedangku langsung menusuk lehernya dan membunuhnya.
Aku keluar dari ring dengan perlahan "Kamu hebat"(Inori) "Kan sudah kubilang ini membosankan"
Pertarungan terus berlangsung sampai akhirnya masuk ke Babak 32 besar.
Aku lagi yang pertama. Ada apa sih sebenarnya dengan sistem undi di pertandingan ini?
Aku naik keatas ring. Kali ini wanita yang jadi lawanku, aku memutar Roullete dan berhenti di Assasin.
Sedangkan dia dapet Archer. Ya aku beruntung berbeda dengan dia yang menyedihkan.
Aku langsung menaikan Agility dan Strength milikku serta menunggu hitungan mundur selesai.
Dia langsung menembakkan panah kearahku saat hitungan mundurnya selesai. Aku menghindari panahnya dan maju kedepan
Wajahnya menampilkan dia terkejut meski begitu dia tetap menembakkan panahnya
Aku menghindari beberapa panahnya.
Dan satu panah muncul begitu saja didepan mataku. Skill Rapid shoot ya? Kalau begitu Vanish.
Panahnya menembus tubuhku dan aku hilang. Dia dengan cepat berbalik dan menembak kearah punggungnya.
Apa dia bodoh? Aku mendekat dengan cepat dan menusuk punggungnya. Dia terkejut dan melompat menghindar dan aku menggunakan Stealth.
Lagi-lagi dia berbalik dan menyerang belakang tubuhnya. Aku menggunakan stealth bukan Backstab.
Ya karena itu punggungnya kembali kutusuk.
Dia melompat lagi dan langsung saja aku menggunaka Backstab.
Karena dia lagi diudara, saat aku menusuk punggungnya. Dia jatuh ketanah setelah kutusuk 2 kali lagi dia mati.
Tidak tenang, terlalu panik, tidak bisa berpikir dan bodoh itulah pendapatku terhadap lawan payah seperti dia ini.
Aku turun dari ring dengan santai. Inori kali ini menatapku dengan tatapan sinis "Kenapa?"
"Kamu sekejam itu pada wanita?"(Inori)
"Lah memang kenapa? Dia lawanku. Kalau aku tidak serius namanya tidak menghargai lawan" Aku mengacuhkan Inori dan duduk lagi.
**TO BE COUNTINUE...***
__ADS_1