
Setelah mendapat yang kumau dari Larph aku dan Inori pergi ke restoran dan makan disana
Sementara itu aku menghubungi Caarol
"Ada apa nih kamu menghubungi aku?"(Caarol) "Ya, aku butuh sedikit bantuanmu" "Butuh apa? Sepertinya informasi ya?"(Caarol)
"Begitulah. Aku butuh sedikit informasi tentang suku Thunder mist. Paling tidak agar aku tidak diserang mereka"
"Ada urusan apa kamu ke Thunder Onyx?"(Caarol) "Itu..." Aku menceritakan soal permintaan tidak ancaman naga pada Caarol
"Ya, dia memang naga yang gila. Selama kamu tidak berburu disana mereka tidak akan menyerang. Tapi biar aman bawakan mereka sekeranjang ikan Thunder Makarel. Berikan saja jika ada orang dari suku itu yang bertemu denganmu"(Caarol)
"Terima kasih atas bantuannya Caarol" Aku memutuskan panggilan dengan Caarol.
Baru mau kusimpan bola itu, Clara menghubungiku. Aku menjawab panggilan itu
"Ada ap-" "Tidak perlu basa basi. Benarkah kamu akan ke Thunder Onyx?"(Clara)
"Ya, itu benar. Memang kenapa?" "Kirimkan Pierra kesini! Aku akan memberikan rune yang bagus untukmu"(Clara) "Tidak perlu repot-repot. Aku bisa mengatasinya"
"Lebih baik memiliki banyak persiapan daripada mati sia-sia kan?"(Clara) "Kamu benar. Terima kasih Clara" "Tidak masalah"(Clara)
Clara memutuskan panggilan. Aku menerbangkan Pierra ketempat Clara dan pergi dari restoran itu
"Kamu mau tetap mengikutiku?" "Ya, aku penasaran dengan suku Thunder mist"(Inori)
"Terserahlah, hanya saja jangan ikut campur dengan misiku kalau tidak mau mati konyol"
"Kamu sendiri bagaimana?"(Inori) "Ya, kalau aku gagal di misi ini. Aku harus pensiun"
"Apa kamu akan menyerah begitu aja?"(Inori)
"Aku tidak menyerah. Hanya pasrah saja, berhasil atau gagal misi itu urusan nanti. Kalau cuma aku saja yang terkena imbasnya aku tidak perduli. Tapi ini tidak hanya mengangkut diriku saja. Puluhan NPC dan puluhan Player akan lenyap bersama dengan kegagalanku"
Aku belum sempat memberitahu Darkside eyes tentang soul eater. Lagipula siapa yang perduli soal itu sekarang.
Aku ke pasar dan membeli ikan yang dimaksud Caarol dan pergi ke portal. Darisana pindah ke Galodium.
Karena tempat terdekat dengan Thunder Onyx adalah kerajaan Elfhiem. Begitu sampai dikerajaan itu, aku berpindah lagi kekota Green Woods.
Aku melupakan sekitar dan berjalan kearah Thunder Onyx. Dari Thunder Onyx ke Sticky Forest harus melalui 5 daerah.
Thunders hill, Onyx woods, Green Woods, Spike Woods, Yellow forest baru Sticky Forest
Masalahnya medan di kelima daerah itu sama sulitnya.
__ADS_1
Onyx woods merupakan hutan dengan pepohonan yang berwarna hitam berkilau seperti permata hitam.
Yang menyebalkan dari itu adalah pepohanan itu menghantarkan listrik. Jika petir mengenai salah satu pohon seluruh hutan akan dipenuhi listrik seharian.
Masalahnya Wyvern di Thunder Onyx memiliki elemen kegelapan dan petir. Bisa dibayangkan sendiri semengerikan apa itu.
Thunder Hills daerah ini terdekat dengan Thunder Onyx. Tempat ini selalu dipenuhi petir yang menyambar ketanah.
Kekuatan Whyvern akan berlipat ganda disini. Masalah berikutnya adalah petir yang menyambar ketanah itu secara acak tidak ada yang tahu polanya.
Setelah dari gunung itu, yang berikutnya jadi masalah adalah Spike Woods. Semua makhluk yang ada disini berduri termasuk pohon dan daun.
Jika tidak hati-hati HP bisa habis saat sibuk berlari disini. Yang berikutnya tempatku sekarang berada Green woods.
Ini tempat damai selama tidak ada yang merusak alam. Tapi bisakah itu disebutkan terhadap Whyvern?
Kedatangan mereka saja bisa membuat Forest Warth terjadi. Dan inilah yang menyebalkan.
Saat sudah di Yellow Forest baru aku bisa bernafas dengan tenang. Tapi di Sticky Forest bergerak saja jadi sulit ini benar-benar keinginan naga itu untuk membunuhku.
Pierra kembali kepundakku "Apa yang kamu bawa?" Aku mengambil 2 benda yang ada di tas Pierra.
-Immunity elemental Rune (Legendary)
Selama 24 jam semua jenis serangan elemen akan tidak mempan
Penalty: 48 jam damage serangan elemental yang mengenai anda akan berlipat ganda
-Death Resist rune (Legendary)
Type: Consumable item
Setelah terkena serangan yang menghabiskan HP akan menyisakan 1 HP dan bertahan selama 10 jam dan membuat kebal terhadap semua jenis serangan tetapi semua damage yang anda berikan jadi 0
Penalty: Selama 20 jam waktu bermain akan menghilangkan semua defense yang anda miliki
Astaga ini sangat berharga. Aku sampai tidak mau memakainya, hanya saja jika tidak kugunakan nanti aku akan mati
"Apa itu?"(Inori) "Pemberian dari Clara"
"Sepertinya kamu bisa bertahan hidup dengan itu"(Inori) "Aku harap"
Kami lanjutkan perjalanan tidak ada musuh dan monster yang berani menyerang kami meski yang berlevel 50
Hanya saja medannya benar-benar membuat kepalaku sakit. Tidak terasa kami sampai di kaki gunung Thunder Onyx
__ADS_1
Dan kami mulai mendaki. Aku mendaki sambil memikirkan rute tercepat dan teraman ke Sticky Forest.
Sepertinya darisini aku bisa melompat turun dengan bantuan dari spirit aku bisa mencapai Thunder hills dengan cepat. Karena rune dari Clara aku tidak khawatir saat di Onyx woods
Setelahnya- "Siapa kalian?"(Pria Thunder mist) Aku baru sadar kedatangan tiga orang dari suku Thunder mist.
2 diantara mereka wanita dan satu pria yang sekarang bertanya kearahku
"Aku hanya ingin menumpang lewat saja"
"Benarkah itu? Tapi kenapa kalian menuju kearah desa?"(Pria Thunder mist)
"Ini jalan kedesa mu? Maaf aku tidak tahu"
"Omong kosong, kenapa kita tidak langsung membunuhnya saja? Orang itu pasti berniat buruk"(Wanita 1 Thunder mist)
"Aku tidak merasa dia akan mengacau ko"(Wanita 2 Thunder mist)
"Dengar aku cuma mau lewat saja, aku harus menemukan Whyvern disini"
"Bagaiamana kami bisa percaya?"(Pria Thunder mist) "Tidak perlu percaya. Cukup biarkan aku lewat dan aku akan pergi dengan cepat"
Sepertinya mereka masih tidak membiarkanku pergi "Ini bukti ketulusanku. Aku mendengar kalian menyukai ini"
Aku mengeluarkan keranjang yang dipenuhi ikan sarden yang dialiri listrik
"Jika kamu mencari Whyvern. Bisa sekalian ikut kami kedesa, biar ketua yang memutuskan kamu jahat atau tidak"(Pria Thunder mist)
Wanita dan Pria bertelinga kucing itu mengambil keranjang dan memaksaku mendaki lagi.
"Apa ini tidak apa-apa?"(Inori) "Ini tidak masalah. Kebetulan juga aku bisa menitipkanmu disana"
Desa yang dimaksud ada didalam gua yang memiliki cahaya biru. Disana terdapat puluhan orang dengan telinga kucing berwarna hitam.
Pria tua tapi masih kekar keluar menyambut kami "Siapa mereka?"(Ketua Thunder mist)
"Dia berkata ingin menemukan Whyvern dan menyogok kami"(Pria Thunder mist)
Melihat keranjang ikan yang dibawa wanita itu. Pria itu menatap kearahku "Ada urusan apa kamu dengan Whyvern disini? Mereka sangat berbahaya dan bergerombol"(Ketua Thunder mist)
Akhirnya aku menceritakan soal naga sialan itu yang memaksaku harus melakukan hal ini
sambil diawasi seluruh orang disana.
**TO BE COUNTINUE...***
__ADS_1