Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 85 Pengejaran


__ADS_3

Apakah akhirnya aman? Setelah kadal ini memasuki mode stealth seharusnya mereka tidak mengejar lagi.


Cincin cahaya menyebar dari suatu tempat dan stealth kadal ini menghilang. Belasan assasin muncul langsung.


Dengan satu putaran rantai bisa mengatasi mereka semua hanya saja. Mereka mempunyai Seeker. Ini merepotkan.


Seeker adalah Class untuk mage yang sangat ampas dan tidak berguna kalau sendirian.


Skill Seeker lebih fokus pada debuff musuh daripada damage.


Yang paling menyebalkan Seeker adalah lawan total dari Assasin. Mereka memiliki banyak AOE skill yang bertujuan menghilangkan stealth.


Yang membuatku bingung kenapa Seeker ikut campur dalam pengejaran para penyihir. Disini selain aku tidak ada assasin lagi.


Ledakan terjadi disamping kadal bersamaan dengan suara siulan. Ledakan beruntun tanpa ampun terdengar.


Bahkan ada Sniper, ini jadi sangat menjengkelkan. Aku memerintahkan agar para Spirit pergi mengurus petarung jarak jauh dulu.


Aku meninggalkan banyak pisau ditanah untuk berbagai keadaan. Perjalanan masih jauh dan kita berada diatas tanah lapang.


"Berikan potion aku bisa membantu"(Faira)


"apa yang bisa kau lakukan?"


Dinding demi dinding menghalangi pengejar dan panah yang melesat.


Kenapa spirit itu tidak bisa menghabisi mereka. Sekumpulan panah melesat lagi dari arah depan.


Aku memerintahkan para spirit untuk membuat pola segilima dilangit.


"Defense formation Penta shield"


Perisai segilima terbentuk sebagai atap menghalangi serangan panah itu.


Perjalanan terus berlanjut sambil dikejar tanpa henti.


Kota Sehril sudah terlihat seharusnya akan aman. "Apa kamu bisa memanggil bantuan?"


Nona Faira hanya menggelengkan kepala.


"Tidak semua penjaga sudah membantu para warga mengungsi dari tempat ini. Jadi kota itu sudah kosong"(Faira)


"ternyata itu alasannya. Sekarang harus bagaimana? Bisa kalian menggunakan Gate?"


"Tanpa mana tidak bisa. Selain itu juga perlu kristal mana murni yang sulit didapat"(Faira)


"aku ada 1 bisa kalian menggunakannya?"


"bisa tapi hanya satu kali perjalanan"(Faira)


"baiklah, pilih kota terdekat yang memiliki prajurit. Aku akan menahan mereka disini"


"Tapi..."(Faira) "pergilah"


Aku memberikan kristal dan 10 mana potion.

__ADS_1


Setelah itu aku turun di tembok kota Sehril.


Menunggu didepan gerbang.


Kadal terus bergerak masuk kedalam kota.


Tugasku hanya menahan mereka disini.


Aku membuat tembok dari es dibelakang punggungku.


Sekarang tinggal menunggu, belasan pria muncul didepanku. Untuk intimidasi? Percuma untukku yang membunuh 100 orc sendirian hal itu tidak membuatku takut.


2 Assasin muncul disamping kanan dan kiriku. Aku langsung menggunakan Disarm pada Assasin sebelah kanan.


Dan membungkuk untuk menghindari serangan Assasin disebelah kiri. Tangan yang dililit rantai meninju bergantian kedua Assasin itu.


Salah satu Assasin kutangkap saat mereka ingin mundur. Tinju yang diselimuti api menghantamnya hingga ketanah.


Dengan sabit aku menebasnya beberapa kali dan membuatnya mati. Sabit itu kulempar ke Assasin yang satunya.


Aku melihat Seeker itu, menggunakan tongkatnya dia menunjukku. Aku langsung menggunakan Vanish.


Lingkaran ungu raksasa hampir menutupi seluruh gerbang. Rantai keluar darisana dan mengikatku saat Vanish berakhir.


Kena kalian. Saat para Sniper membidikku, Assasin dari langit melempar puluhan pisau pada mereka.


Seeker itu tidak bisa bergerak saat menggunakan skill debuff seperti ini. Karena itu aku mengatakan dia tidak berguna.


Akhirnya dia melepas skill ini untuk menjauh dari sana. Setelah lepas aku memasuki stealth dan mengejarnya.


Aku terus mencari seeker itu. Aku hanya menunggu dia menggunakan skill saja.


Kelemahan Seeker itu selain menggunakan Debuff dia tidak bisa bergerak adalah skill miliknya yang sangat mencolok.


Setelah digunakan semua yang disana akan mengetahui posisinya. Karena itu class ini tidak berguna jika sendirian.


Seeker itu akhirnya menggunakan skill. Cincin cahaya melebar menghilangkan stealthku setelah menyinarinya.


Aku langsung pergi menuju seeker itu. Pisauku langsung menembus tubuhnya, pisau itu berubah jadi petir yang menghanguskan tubuhnya.


Dia mati semudah itu. Sekarang tinggal para Assasin ini.


***


Dengan tebasa dileher Assasin yang terakhir sudah terbunuh. Sekarang bagaimana cara aku menyusul mereka.


Aku membuka peta yang kudapat sebelumnya.


Sehril merupakan kota terdepan yang langsung berbatasan dengan Chaotic land.


Selain Sehril ada 4 kota lagi yang merupakan perbatasan yaitu.


Lefhri, Lury, Scarfryl, dan kota Temril. Yang terdekat dengan kota Sehril adalah kota Lury.


Sepertinya Faira akan kekota Lefhri.

__ADS_1


Jarak kesana hanya 2 km bisa ditempuh selama 10 menit. Masalahnya ada hutan disana yang langsung perbatasan dengan Chaotic land sebelum kota Lefhri.


Di hutan itu aku menemukan kereta kuda dan Assasin yang mengejar Faira. Lewat Chaotic land akan lebih cepat daripada lewat kota.


Aku menaiki kadal dan pergi ke Chaotic land dan terus bergerak menuju kota Lefhri.


Beberapa kali dalam perjalanan aku melihat banyak Assasin.


Sepertinya mereka tahu tujuanku dan ingin mengulur waktu. Jika bukan Stealth yang digunakan si kadal.


Pasti aku akan terus bertarung. Untungnya tidak ada Seeker disini. Aku sudah sampai hutan, daerah ini sudah diluar Chaotic land.


Mereka pasti akan menyergap disini. Aku harus cepat. Cincin cahaya bersinar lagi menghilangkan Stealth milikku.


Kadal tetap berlari menghancurkan semua pohon yang menghalangi. Aku sudah tahu akan begini lagi. Tapi maaf aku tidak berniat meladeni kalian.


Beragam panah dan Assasin menyerang bergantian. Tapi aku tidak melambat sama sekali.


Aku menggunakan perisai untuk menangkis panah, menggunakan dinding es untuk menghentikan penyerang, menggunakan beragam formasi untuk menghancurkan Archer.


Dan membiarkan kadal menabrak Assasin yang menghalangi jalan.


"Attack formation Thorn road" Pilar-pilar es keluar menutupi jalanku.


Dengan sekali gerakan aku membuat terowongan yang dilewati kadal. Ledakan terdengar dari setiap sisi terowongan.


Kali ini juga ada mage. Sial sebenarnya kenapa mereka mengincar aku bukannya Faira yang dikota.


Aku keluar dari terowongan dan langsung disambut beragam serangan dari sihir dan anak panah.


"Defense formation Shell shield" Perisai es terbentuk seperti cangkang kura-kura yang menutupi aku dan kadal.


Gerbang kota Lefhri sudah terlihat. Puluhan anak panah keluar dari dinding kota kearah hutan. Tentu saja aku juga termasuk target.


Para Assasin berhenti mengejar dan aku sudah sampai digerbang kota.


Aku turun dari kadal, untung saja prajurit disana hanya menatapku tajam tidak menyerangku.


Melvin keluar dari dalam gerbang.


"Bagaimana kamu bisa tahu kalau kita disini?"(Melvin) "Karena kota Sehril kosong dan kota Lury tidak memiliki tentara yang baik. Jadi disinilah kalian berada, aku juga menemukan kereta kuda kalian didekat sini sebelumnya"


"Baguslah, kami baru bersiap menjemputmu. Sekarang tidak perlu lagi"(Melvin)


Aku turun dari kadal dan ikut masuk kekota bersama Melvin.


"Jadi berikutnya apa yang kalian lakukan?"


"Kembali ke kota Bendril tempat kekuasaan Marquess. Masalahnya kita harus ke kota Temril dulu yang bisa menggunakan Gate"(Melvin)


"Baiklah" "Apa kamu akan ikut?"(Melvin) "Tentu saja. Itu misiku mengantar nona Faira ketempat aman. Sebelum aman aku tidak akan meninggalkannya"


"Baguslah aku merasa aman bersamamu"(Melvin)


Aku menerima pemberitahuan Quest yang kembali berlanjut. Aku tidak tahu bagaimana nasib ku nanti.

__ADS_1


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2