Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 122 Bintang laut raksasa


__ADS_3

Kami berjalan didalam kegelapan dengan khawatir hingga sampai di gua lebih besar.


Ada 2 belut listrik raksasa yang tertanam didalam bukit besar.


"Bagus. Pertarungan didalam air"(Freyas)


"Kita tidak bisa melakukan apapun"(Inori)


Aku memperhatikan seluruh tempat yang anehnya.


Hanya ada satu lubang dilangit-langit gua yang sangat tinggi. Sekitar 40 sampai 50 meter.


Seluruh dinding bisa dibilang sangat rapat dan tidak ada celahnya. Beberapa belut listrik muncul entah darimana dan memenuhi tempat ini.


Mereka menyerang perisai air dengan ganas.


2 belut listrik raksasa mulai melihat kearah kami.


"Rian hanya kamu yang bisa kami andalkan"(Atemis) "Dasar bodoh. Kita akan mati disini tidak perduli apa yang kulakukan"(Rian34)


Aku menunjuk lubang dilangit "Apa kamu bisa membuang semua air ini kesana?" "Tidak sulit terus apa? Airnya akan tetap kembali jika aku mulai bertarung. Apa aku harus tetap diam tidak melakukan apapun?(Rian34)


"Kalau kamu bisa itu sudah cukup. Aku akan menyegel agar airnya tidak masuk" 2 belut listrik raksasa membuka mulutnya dan menyerang kearah kami.


"Attack formation magic cannon" laser cahaya keluar dari dalam perisai dan mengenai keduanya sekaligus. Karena mereka berdekatan.


"Tunggu aba-aba dariku" Aku melempar pisau es kearah gua tempat kami masuk. Spirit mengambil pisau itu dan terus bergerak kearah gua itu.


Pisau itu membekukan seluruh air didepan gua dan menyegel gua.


"Sekarang!!!" "Ocean tower"(Rian34) Seluruh air disini berputar cepat menjadi pusaran air.


Air dikaki sudah kering, dan terus semakin naik dan naik. Semua belut listrik terbawa air yang berputar keatas.


Hingga airnya kering dan tersangkut diatas.


Para spirit langsung memasangkan formasi disekitar lubang.


"Great defense formation tenth layered wall shield" Seluruh langit membeku dan menumpuk-numpuk es yang menebal hingga 3 meter.


2 belut listrik raksasa jatuh lemas ditanah.


Aku tidak menyangka ada boss semudah ini, ternyata tidak.


Bukit tempat belut listrik tertanam bergerak, ternyata itu bukan bukit melainkan bintang laut raksasa.


2 belut listrik itu terhubung dengan tangannya. Di tengah perutnya terbuka mulut raksasa yang penuh dengan taring.


"Sepertinya itu tidak bagus"(Rian34) "Tidak ini yang terbaik. Jika dengan 2 belut listrik itu, sesulit apa boss ini"


Bintang laut itu mengayunkan salah satu belut kearah kami. Freyas dengan gagahnya menghalangi jalan serangan itu.


"Valkrie shield" Perisai layang-layang besar dengan sayap muncul menghalangi serangan dari belut listrik.

__ADS_1


Aku menganggap Freyas bodoh, udah tahu namanya belut listrik.


Dengan suara teriakan Freyas terlihat petir yang menyambar kesegala arah.


"Ocean spear"(Rian34) Tombak dari spiral air mendorong belut listrik menjauh. Yang anehnya tidak ada damage pada belut listrik.


"Belut itu sudah mati"(Rian34) "Berarti caranya hanya tinggal satu. Hancurkan bintang lautnya!!"


Freyas jatuh dan tidak bisa bergerak, tanpa Freyas sulit melindungi Rian34 dan Atemis.


Jika begitu memancingnya adalah hal yang terbaik.


Aku berlari kearah bintang laut ditemani Inori.


"Kamu jaga yang lain saja!!" "Hanya mengalahkannya bisa memastikan yang lain tetap aman"(Inori)


"Terserah kau lah" Aku melempar bom cahaya kearah bintang laut. Ledakan cahaya menyilaukan mataku, tapi aku tetap berlari kesana.


Bayangan belut raksasa muncul didepan mata membuatku melompat kesamping, tapi tetap terkena sambaran itu.


Aku terpental kebelakang, tersisa Inori sendirian. Aku berdiri, bersama Freyas yang sudah bisa berdiri.


"Enak kesetrum?" "Kalau aku tidak menahannya kalian yang kesetrum"(Freyas)


"Sudahlah ngapain kita ribut. Noh lihat Inori asik main sendiri dia"


Ledakan demi ledakan terjadi, pergerakan belut listrik aneh sekali. Menurut sistem kedua belut itu sudah mati. Tapi gerakannya malah seperti masih hidup.


"Valkrie aura. Slash the sky"(Freyas) Freyas berhenti dan mengayunkan kapaknya yang membuat energi pedang selebar gua ini.


Inori memutari bintang laut dan menyerang punggungnya. Serangan Freyas datang membuat ledakan besar yang mengurangi darah bintang laut sebanyak 10%


"Attack formation elemental spear" Aku melempar tombak petir kearah bintang laut.


Tombak itu mengenai tengah bintang laut tepat kedalam mulutnya.


Bintang laut terjatuh, 2 belut listrik menggila dan menghantam Inori hingga terbang.


2 Cresent knife berhasil mengenai bintang laut.


Membuat 2 ledakan besar "Eagles arrow"(Atemis) "Ocean rain"(Rian34) Hujan deras turun diatas bintang laut, 3 panah terbang dan mengenai bintang laut.


"Speed mode, Walking fotress"(Freyas) Dinding cahaya terbentuk didepan wajah Freyas.


Menghalangi dan menahan serangan belut listrik. Freyas tidak berhenti sama sekali, aku juga tidak boleh diam saja.


Aku menarik semua pisauku. Dengan cepat aku menyusun formasi baru.


"Attack formation greates axe, Blood chain"


Aku berubah jadi bayangan, menusuk 2 belut listrik dengan pisau sebelum sampai di bintang laut yang sedang bangun.


Aku muncul dipunggungnya dengan cepat aku menebas kapakku ke punggungnya.

__ADS_1


Ledakan terjadi membuat dia yang mau bangun kembali jatuh.


"Ocean swords"(Rian34) "Birds stroms arrow"(Atemis) belasan pedang dari air menusuk bintang laut, dan 10 panah datang membuat ledakan diatas tubuh bintang laut.


Aku mengayunkan kapakku yang membuat ledakan tanpa henti diatas badan bintang laut.


Ledakan besar terjadi bersamaan dengan hancurnya kapak ini, 2 belut listrik raksasa muncul didepan wajahku.


"Vanish" Aku mundur dan menghilang, kedua belut itu cuma menggigit angin. Aku mengeluarkan rantai dan melilitkannya ditanganku.


"Rush stealth" Aku berlari didepan muka bintang laut. Mulut bintang laut terbuka lebar dimana pusaran air terlihat disana.


Aku harus cepat. Untungnya aku lebih cepat, dengan tinjuku aku menghantam tubuh bintang laut.


Petir berkumpul di tinjuku dan menembus badan bintang laut membuatnya kembali jatuh.


Bersamaan dengan itu semburan air bertegangan tinggi keluar dan membelah setengah dari gua ini.


Bahkan sampai kelangit-langit yang diselimuti es. Satu lapisan es pecah membuat suara pecahan yang nyaring.


Air mulai bocor dan masuk kedalam gua. Semakin sulit dan sulit. Freyas tiba-tiba sudah muncul disampingku.


"Heaven destroyer"(Freyas) Kapak Freyas menyerang bintang laut dengan cepat membuat ledakan dan membuat bintang laut meronta.


2 belut langsung menghantam aku dan Freyas


Bintang laut langsung menyemburkan air kearah Freyas yang masih terpental hingga


Freyas menghantam langit-langit yang tertutup es.


Darah Freyas turun dengan cepat bersamaan dengan hancurnya lapisan es satu demi satu.


"Attack formation elemental canon. Prison formation elemental Chain" "Ocean prison"(Rian34)


Pilar es keluar disekitar bintang laut dan mengeluarkan rantai yang mengikat seluruh tubuh bintang laut, setelah terkena serangan laserku setengah tubuh bintang laut membeku.


Dan rantai es mengikat seluruh tubuh bintang laut. Penjara air yang dibuat Rian membeku menjadi penjara es.


Freyas jatuh dari langit-langit, yang langsung ditolong spirit. Air mulai keluar lebih deras dari atas langit-langit.


"Rian, tahan semua airnya dulu. Aku akan mengakhiri semua ini" "Aku mengerti"(Rian34)


Air membentuk bola dan menyumbat lubang dari es yang pecah. Aku melempar Cresent knife tipe kegelapan.


Lingkaran kegelapan terbentuk menarik belut listrik raksasa bersama dengan bintang laut.


"Killing formation Hell pillars"


Pilar api raksasa membakar bintang laut beserta belut listrik. Aku jatuh duduk melihat hal ini.


Aku melihat bola air yang semakin besar dilangit-langit gua dan berpikir. Jika tadi tidak menguras air bagaimana pertarungan berlangsung ya? Entahlah bahkan dengan keadaan kering pertarungannya sesulit ini.


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2