
Pria itu berhenti cukup jauh dariku, dia menunjuk kearahku.
Tiba-tiba dari belakangnya keluar puluhan orang kearahku.
Selain itu diatas balkon kedua sisi dipenuhi penyihir hitam dan pemanah.
Ini. Aku pasti akan mati tidak ada solusi lagi.
Kecuali.... Aku harus kabur paling tidak sampai darahku penuh. Aku menggunakan spirit seal mengeluarkan 50 spirit didalamnya.
Aku menggunakan spirit agar fokus pada penyihir dan pemanah. Sedangkan aku fokus untuk....
Kabur!!!! "Dia kabur kejar dia"(Boss Fiendman)
"Para hantu menghalangi"(???) "Tidak bisa mereka menghalangi"(???)
Untung saja para spirit mengambil kertas penyalin skill dan drop item dari para penyihir dan pemanah.
Aku terus meminum potion jauh lebih parah daripada orang sekarat karena dehidrasi dan diberikan satu galon air.
Ya aku merasa seperti itu jika aku berhenti minum aku akan mati.
Ledakan dan teriakan terdengar dibelakang ku.
Aku memasang perangkap dan menghancurkan perangkap, untungnya boss merupakan orang bodoh hingga terkena perangkap satu demi satu.
Aku keluar dari tempat itu melihat bar darahku yang sudah 80% Aku yakin ini sudah cukup.
"Puas berlarinya tikus"(Boss Warrior) "Kita harus membunuhnya, semua anak buah kita sudah mati"(Boss Black mage)
"Aku benci para hantu itu, tidak ada yang mempan dipanah"(Boss archer) "tentu saja mereka spirit butuh sihir untuk membunuh mereka. Dan kita sudah kehabisan penyihir, Jika bukan karena artefak itu semuanya jadi sangat sulit"(Boss black mage)
Suara 3 orang terus terdengar tapi suara langkah kakinya puluhan. Apa jangan-jangan ada sesuatu yang salah.
Dan benar saja puluhan kerangka berjalan keluar dari sana. Setengahnya merupakan pemanah. Dan ada 3 boss dibelakangnya.
Yang menyebalkan aku tidak melihat 2 boss itu sebelumnya.
-Boss Mirach telah muncul (Level 23)
-Boss Ariech telah muncul (Level 23)
-Boss Neroz telah muncul (Level 23)
Melihat banyaknya pasukan membuatku terdiam. Puluhan kerangka itu yang tadi merupakan orang-orang yang kukalahkan.
"Ini gawat, ini benar-benar gawat"
3 boss puluhan tengkorak jangankan darah penuh meski darah ku 3X lebih banyak aku juga pikir-pikir saat melawan mereka.
"Hei kamu masih hidup??"(Martin)
"Martin? Apa kamu gila? Kenapa belum pergi darisini?"
"Aku khawatir, sayang melihat orang hebat sepertimu mati disini. Meski sebenarnya mungkin kamu akan mati disini"(Martin)
"Ya itu benar, bagus kalau kamu sudah tahu sekarang pergi darisini!!"
Para tengkorak mulai menembakan panah tulang, aku menghindari setiap tulang. Tapi para warrior tengkorak mengganggu, seolah belum cukup tengkorak assasin muncul bergantian dan menyerang saat aku lengah.
__ADS_1
"Aku ingin membantu, aku akan memasang beberapa formasi untuk membantumu"(Martin)
"aku berterima kasih, tapi apa tidak lebih baik kamu pergi saja?"
"Tidak bagaimanapun meski hanya sedikit aku juga ingin membalas dendam"(Martin)
Terserah kamu saja lah kalau begitu. Aku tidak ingin melukai hatinya. Lagipula aku memang butuh bantuan.
-Anda menerima quest lanjutan. Musnahkan seluruh 'Fiendman' dan kembali dengan selamat bersama Martin
Tingkat: Unique kesulitan: HELL
Reward: ???
hukuman: Perkumpulan penyihir tidak menyukai anda
Kegagalan: Anda atau Martin mati
Wow dia yang berinisiatif membantu dan aku yang dapat quest mana kalau gagal aku yang repot lagi.
Aku melihat Martin membaca mantra, Archer naik keatas atap dan membidikku sedangkan yang 2 masih santai-santai saja.
Untuk menang Necromancer dan archer harus mati. Kematian Archer akan menghilangkan serangan jarak jauh sedangkan Necromancer akan menghilangkan pasukan tengkorak.
Aku juga harus jaga-jaga jika nanti dia menghidupkan kedua temannya yang akan kubunuh pertarungan akan semakin panjang.
Aku kembali memanggil 50 spirit. Dan mereka menyebar tentu saja fokus utamanya si Necromancer.
Aku menghajar setiap tengkorak tidak perduli apa itu warrior atau archer.
Suara peluit terdengar, aku merasa ini dari Archer saat kulihat dia.
Segerombolan elang angin terbang diatas hutan. Ternyata dia bukan hanya sekedar archer tapi juga Taming master atau beast master.
Burung-burung itu bisa memakai sihir merupakan lawan yang sulit bagi para spirit ditambah aku juga tidak bisa membantu.
Aku memberikan 2 rantai pada para spirit meski mereka tidak bisa menggunakan seluruh kekuatannya karena tidak memiliki mana bukan berarti tidak berguna.
Aku menatap Necromancer yang mengeluarkan tengkorak hitam sambil melawan para skeleton.
Aku sudah punya cukup banyak Blood chain akan gunakan. Necromancer itu harus mati.
Aku menusuk setiap kerangka yang aku lewati hingga aku menusuk si Necromancer itu.
"Kau bagaimana bisa?"(Neroz) Tentu saja aku tidak buang-buang waktu, aku langsung menebasnya menggunakan skill Slash throat.
Dengan menebas lehernya, setelah itu Ghostwalk menembus tubuhnya. Dibelakang tubuhnya aku menggunakan shadow bite dan memanggil shadow wolf.
Dalam sekejap darahnya hilang 20% "Bone spike"(Neroz) Tulang raksasa muncul dari tanah disekitar tubuhnya memaksaku untuk mundur.
"Tikus kecil"(Mirach) Aku terkejut melihat pria berotot dan sebesar itu melompat dengan kapak raksasanya kearahku.
Aku langsung menghindar saat dia mendarat ledakan terjadi bersamaan dengan ayunan kapaknya membuat tanah terbelah.
Benar saja melawan 3 boss sangat sulit
"Bird arrows"(Ariech) Mendengar suara itu aku langsung melihat boss archer itu yang menembak 5 panah sekaligus.
5 panah itu terbang gesit kearahku seperti burung. Aku langsung mundur apalagi melihat panah itu yang tetap mengejar.
__ADS_1
Aku melempar 3 pisau api yang meledak secara bersamaan saat terkena anak panah itu.
Anak panah itu terbakar bersama hingga habis.
"Giant skull"(Neroz) Tengkorak ungu raksasa muncul diatas kepala Necromancer. Tengkorak itu membuka mulutnya mengeluarkan puluhan tengkorak lebih kecil kearahku.
Aku menggunakan formasi serangan dengan formasi 4-2-1 dari belakang.
"Attack formation magic canon"
Laser petir raksasa langsung menghilangkan tengkorak itu dan mengarah kearah necromancer.
"Hades hand"(Neroz) Tangan tulang raksasa muncul menutupi seluruh tubuh Necromancer.
Meriam petirku tidak berpengaruh sama sekali.
Bahkan menggores tangannya saja tidak bisa.
"Haha seperti yang kuduga"(Mirach)
Pria berotot itu menyerang, aku menghindari kapaknya dengan menunduk. Tapi serangannya semakin brutal.
Ledakan demi ledakan terjadi karena kapaknya aku mulai kesulitan menghindar.
"Hindari ini juga. Axe whirlwind"(Mirach)
Dia berputar dengan cepat membentuk tornado yang kuat dan besar. Apalagi tornado itu menghisap dan menghancurkan apapun.
Bahkan spirit yang terhisap langsung terluka parah. Dari 50 hanya 30 yang tersisa yang lain kutarik kembali kedalam Spirit seal.
Yang lebih mengerikan Tornado itu kearahku.
"Snake arrow"(Ariech) "Bone bind"(Neroz)
Panah terbang kearah tornado dan keluar sebagai wujud ular kearahku.
Tangan tulang keluar dari tanah dan mengikatku. Aku tidak bisa bergerak hingga terpaksa menggunakan Vanish.
Ular raksasa itu menghantam tempatku berdiri sebelumnya dan berubah jadi anak panah.
Pria itu berhenti berputar dan mengangkat kapaknya keatas.
Sedangkan tornado masih berputar disekitarnya. Pria itu mengayunkan kapaknya kebawah dalam sekejap tornado itu terbelah dan berubah jadi mata pedang angin raksasa kearahku.
"Gila. Skill yang gila" Aku melompat kesamping dan untung saja aku berhasil menghindar melihat kebelakang yang terdapat parit panjang hampir selebar sungai dibelakangku.
Aku menelan ludah jika tadi serangannya mengenaiku aku tidak tahu masih bisa hidup tidak.
Sial ini sangat sulit bertarung 1 lawan 3 seperti ini.
Tiba-tiba petir menyambar dimana-mana mengenai para tengkorak dan mereka musnah.
Bukan itu saja petir besar turun dan menghantam pria berotot itu yang ternyata dia terkurung dalam penjara petir.
"Ini formasi. Terima kasih Martin"
"Tidak masalah" Selama pria berotot itu terkurung aku harus membunuh salah satu dari 2 boss yang ada.
Baiklah mari kita masuk babak berikutnya.
__ADS_1
**TO BE COUNTINUE....***