
Setelah 2 jam bertarung dan menerobos serangan para Mantis kami akhirnya berhenti diserang setelah melewati jalan bercabang.
Tidak lama setelah itu kami keluar dari Venom Forest. Ketempat dimana dipenuhi jamur meski tidak dihutan.
Apa ini padang jamur? Aku mengecek beberapa jamur. Dan hebatnya hampir tidak ada yang beracun.
Para anggota lain langsung duduk dan istirahat. Bahkan para Alchemist hampir seperti orang mati.
Karena membuat life potion dan Antidote potion tanpa henti. Bailee keluar dari kereta kuda dan melihat padang jamur itu.
"Sebentar lagi sampai. Ayo semangat"(Bailee)
Tidak ada lagi yang mau bergerak bahkan Inori duduk kelelahan juga.
Pertarungan tadi memang menguras stamina. Untung saja para semut tidak mengejar setelah kuhalangi.
Bailee mendekatiku "Sudah sampai disini. Tidak ada bahaya lagi kedepannya, jadi pengawalanmu sudah tidak diperlukan"(Bailee)
Bailee memberikan sebuah peta setelah kuterima dari mini map keluar semua daerah venom forest dan ternyata desa Sordem berada berlawanan arah dengan tujuan Bailee.
"Setelah istirahat sebentar kita akan berpisah. Terima kasih atas petanya" "Tidak kamilah yang harus berterima kasih. Jika bukan bantuanmu, aku tidak tahu bagaimana jadinya perjalanan ini"(Bailee)
"Ya terima kasih sudah banyak menahan monster yang menyerang"(Broody) "Juga tanaman beracun"(Axel) "Juga membantu mengatasi monster yang tiba-tiba muncul"(Desmon)
"Kalau bukan bantuan dari sihir pertahanan pasti sulit bertahan hidup"(Erika) "Terima kasih juga untuk Inori yang melindungi kami"(Desha)
"Kalau bukan karena beragam pengetahuanmu tentang racun kita pasti kesulitan"(Arlo) "Juga terima kasih karena mengumpulkan beragam herbal penawar racun dan meringankan beban dalam pembuatannya"(Lester)
"Ya tenang saja" "Kami juga menumpang jadi harus membantu"(Inori) Setelah istirahat kami berpisah.
Aku mengeluarkan kadal dan mulai pergi ke desa Sordem. Perjalanan terasa damai sambil aku memperhatikan area tempat ini.
"Apa mereka akan baik-baik saja?"(Inori) "Tenang saja, tidak ada yang berbahaya setelah keluar dari Venom Forest"
"Tapi tetap saja.."(Inori)
"Lebih baik persiapkan dirimu. Pasti desa Sordem dipenuhi monster. Dan ada ujian juga untuk mendapat class"
"Begitu ya"(Inori) Semakin dekat ke desa semakin sering aku melihat mantis berkeliaran. Bahkan ada juga mantis aneh dengan 6 tangan.
Level mereka juga meningkat pesat. Tadinya hanya 20-25 sekarang banyak yang 27-30
Pintu masuk desa sudah terlihat.
Puluhan rumah hancur dan banyak mantis yang berkeliaran didesa itu. Hanya satu rumah paling besar yang tidak terlalu buruk keadaannya.
Aku mengeluarkan puluhan spirit. Aku juga mengundang Inori untuk party. Ada pemberitahuan baru untuk party.
__ADS_1
Aku bisa memilih carry party dimana Leader party tidak mendapat EXP sama sekali. EXP hanya untuk yang di carry saja.
Jadi ini alasan kenapa banyak joki berkeliaran di internet. Para spirit memborbadir seluruh desa dengan pisau dan bom.
Ledakan terjadi diseluruh desa. Banyak mantis level rendah yang mati. Dan 5 boss keluar.
Semuanya berlevel 30 Ini menyebalkan.
2 berwarna merah, 1 memiliki sayap, satu memiliki 6 sabit dan 2 capit, serta satu lagi warnanya kuning.
Yang memiliki sayap terbang cepat kearahku.
Aku menahannya dengan perisai yang kubuat dengan satu pisau.
Inori langsung maju dan menebas mantis itu.
Aku menggunakan backstab dan menebas punggungnya, Inori kembali menebas mantis itu lagi.
Mantis yang lain ingin bergerak, aku menggunakan blood chain dan menyerang mereka semua.
Dan berhenti dibelakang Mantis berwarna kuning. Rantai mengayun dan menghantam keempat mantis itu ketanah.
Membuat mereka semua terkena stun. Aku melempar sabit kearah Mantis yang mundur karena serangan Inori.
Sabit itu mengenai punggungnya dan menahan Mantis itu bergerak. Inori menabrakkan tubuhnya dan menyerang kepala mantis itu dengan pedangnya.
Aku menggunakan penta shield untuk menahan serangan dari 2 mantis merah.
Setelah aku mendorong mereka mundur, 2 pisau menembus dari belakang tubuh mereka.
2 tabung berisi jarum kutembakkan ke arah 2 mantis merah dan 2 mantis yang tersisa.
Perisai segilima hancur dan formasi berubah jadi kapak besar.
Aku menghantam satu mantis merah ketanah, dan menerbangkan satunya.
Berbalik menghantam bumi dengan kapak itu yang membuat ledakan kearah 2 mantis yang tersisa.
Mantis kuning terkena ledakan tapi mantis bersabit 6 bisa menahannya. Aku muncul didepan wajahnya dan meninju mantis bersabit 6 ke tanah.
Sayangnya karena dia menahannya dengan sabitnya efeknya tidak besar. Pisau ditangan kiriku berubah jadi petir yang mengayun kebawah.
4 sabit miliknya menusukku, tapi aku tidak berhenti. Petir menembus tubuhnya dan menghantam tanah.
Pisau masih menancab ditubuhnya tapi aku memutuskan untuk mundur, karena aku terkena bleeding.
Death penalty datang membuat darahnya hilang. Dan mantis itu kritis, pisau yang menancab ditubuhnya meledakan energi petir kesegala arah membunuhnya.
__ADS_1
Mantis yang lain kembali menyerangku, aku memperhatikan pertarungan Inori yang juga sangat sengit.
Aku harus menyelesaikan ini dulu. Belasan cahaya kecil keluar dari segala penjuru desa kearahku.
"Attack formation Magic balista Barrage" Para spirit menahan para mantis agar terkena seranganku.
Aku mengayunkan rantaiku dan menyerang mereka semua. Aku melilitkan kedua rantai ditanganku membuatnya dialiri petir dan melesat kearah mantis kuning.
Aku dengan ganas meninjunya berkali-kali dan mencekiknya tinggi-tinggi. Ribuan jarum keluar dari tubuh mantis melesat kesegala arah.
Aku yang terdekat terkena puluhan sekaligus juga keracunan.
Tapi Death penalty datang membuat darah mantis kuning itu langsung tersisa 20%
"Attack formation elemental spear" Tombak dari punggung mantis kuning melesat dan menusuknya, membuat darahnya berkurang drastis dan mati.
Darahku tersisa 60% Masih ada 2 mini boss lagi. Aku melesat bersamaan dengan kedua mantis merah yang kearahku.
Aku menyapukan tombakku kearah salah satu mantis merah membuatnya terpental kesamping. Aku memutar tombak dan menusuk kepala mantis merah yang masih didepanku.
Dengan mudahnya dia menunduk menghindari seranganku. Tapi tombak diatas kepalanya mengayun kebawah membuatnya menghantam tanah.
Aku berbalik melempar tombakku kearah Mantis yang berlari kearahku dari samping.
Tanpa daya dan tidak sempat menghindar, tombakku menembus tubuhnya dan membawanya terbang.
Sabit menusuk punggungku menembus hingga perutku. Sepertinya aku terlalu sembrono sekarang.
Spirit datang dan menusuk-nusuk mantis yang sedang menusukku. Aku melepaskan diri dan meninjunya berkali-kali dengan tangan yang berubah jadi petir.
Ledakan petir terjadi berkali-kali membuat seluruh tanah retak dan hancur. Aku menatap Mantis yang masih tertancap tombak.
Tombak itu hancur menjadi beberapa pisau dan dengan mudahnya "Trap formation active"
Pisau-pisau itu meledak membunuh mantis merah yang tersisa. Aku menggunakan stealth untuk membantu Inori.
Inori keadaannya lebih buruk. Darahnya tinggal setengah, Aku muncul dibelakang mantis bersayap sambil menusuk pisauku ke punggungnya.
Satu pisau yang diselimuti api langsung menembus kepalanya dan membunuhnya.
Darahku tersisa 55% dan Inori 50% Aku juga terkena beragam racun yang mengurangi darahku 3% perdetik.
Untung saja setelah 5 detik semua racunnya hilang. Tapi yang mengerikan keluar Mantis lagi seukuran raksasa dengan tinggi 7 meter dan puluhan mantis biasa disekitarnya.
Aku dan Inori saling menatap dan tahu ini akan sangat sulit.
**TO BE COUNTINUE...***
__ADS_1