Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 112 Inori mendapatkan Classnya


__ADS_3

Aku pertama kalinya melihat ini. Dari jendela aku bisa melihat para mantis berjalan kesini.


Para spirit yang berada diluar menghalangi mereka masuk kedalam.


Meski begitu sudah banyak dari mantis itu masuk kedalam rumah ini. Aku memblokir tangga di kedua sisi dengan formasi es.


Aku tidak tahu butuh waktu berapa lama lagi agar Inori keluar. Sebenarnya bisa saja aku menghabisi mereka semua.


Hanya saja, aku ingin tahu tentang class Inori.


Suara benturan terdengar dari 2 sisi lorong ini. Yang aku tahu itu adalah suara para Mantis yang berusaha menghancurkan perisai.


Suara pecahnya es terdengar dari sini.


Terlambat, aku mengeluarkan pisauku.


"Biar aku saja"(Inori) Suara pintu terbuka terdengar.


"Lama" "Maaf"(Inori) Para mantis berlari kearah sini dengan cepat.


"Rasanya, aku ingin menari"(Inori)


Para mantis datang. Aku tidak sempat melihat Inori bergerak, tapi satu mantis yang muncul sudah mati.


Gerakan Inori sangat cepat, bahkan saat menghindar dari serangan mantis menggunakan gerakan seminimal mungkin.


Ya, kalau dilihat oleh orang awam seperti lolos karena hoki aja. Karena jarak sabit dan tubuh hanya beberapa mili.


Yang membuatku takjub adalah serangannya yang tidak berhenti sama sekali. Meski mantis didepannya sedang menyerang, Inori tetap menebasnya.


Pertarungan ini tidak memakan waktu lama hanya beberapa menit dan Inori sudah membunuh belasan dari mereka.


"Aku selesaikan yang lain dulu"(Inori) "Silahkan saja" Dalam keadaan bersemangat Inori keluar dari rumah ini dan bertarung dengan mantis yang ada diluar.


Aku hanya melihat saja dari jendela karena malas turun. Pertarungan tidak berlangsung lama.


Inori berhasil membunuh mereka semua. Class yang dimilikinya hebat, selain kecepatan fokus utamanya adalah teknik.


Dengan serangan berantai dan terus menerus bisa mengikis musuh meski levelnya berbeda jauh.


-Seseorang telah mengambil class Nightcarier assasin sambutlah anggota baru


Aku tahu kalau class seperti itu tidak akan tersembunyi selamanya. Hanya saja, mengetahui ada seseorang yang mendapatkannya membuat perasaanku jadi aneh.

__ADS_1


Aku lompat dari jendela, dan langsung ditahan spirit agar tidak jatuh.


"Inori. Ayo kita kembali" "Tapi masih ada boss disini"(Inori) "Tidak perlu dipikirkan. Nanti mereka respawn lagi. Setelah persiapan selesai kita akan menjadikan ini wilayah guild"


"Baiklah"(Inori) Kami kembali ke kota Renta sebelum menggunakan portal untuk kembali kekota Tria.


Aku mengajak Inori ke blaksmith milik Jarph.


Jarph sedang sibuk membuat pesananku.


"Ada keperluan apa sampai mampir?"(Jarph)


"Hanya iseng. Aku ingin menanyakan, apa masih ada sisa bahan?" "Bahan? Sisa sedikit untuk membuat pisau paling"(Jarph)


Aku menatap Inori "Ada apa?"(Inori) "Coba beritahu karakteristik dari Class milikmu"


"Class ku? Sword dancer menggunakan rythm pedang untuk membuat serangan beruntun. Ya bisa dibilang cocok untuk lawan banyak orang tapi fokus sebenarnya cuma 1"(Inori)


"Apa kamu bisa buat 2 pedang yang cocok untuknya?" Jarph berhenti memalu dan memperhatikan Inori.


"Untuk wanita harus ringan, kecepatan dan fleksibelitas yang bagus, aku sarankan elemen angin. 2 pedang dengan elemen angin yang terbaik untuknya"(Jarph)


"Jadi bisa membuatnya?" "malas. Lagipula aku sibuk. Jika 2 pedang elemen angin kamu bisa beli didepan"(Jarph)


Jarph menunjukkan 2 senjata milikku yang sepertinya terbuat dari Mithril es dan api.


Bentuknya sangat indah.


Bentuknya seperti bulan sabit dengan pegangan ditengah. Warnanya berbeda yang es berwarna perak dan api merah.


Ada kelereng ditengah pegangan yang aku tidak tahu itu apa.


"Aku ingin 2 mithril dengan elemen ini"(Jarph)


"Tentu, itu tidak masalah" "Dan carikan Tempest stell yang berada di puncak tertinggi gunung Raging"(Jarph)


Aku ingat gunung itu. Meski belum pernah kepuncaknya sih, satu jalan juga untuk ke markas Dark side eyes.


"Baiklah terima kasih ya Jarph" "Tidak masalah, aku yang berterima kasih"(Jarph)


Aku menghubungi Freyas.


"Apa kamu masih di kota Tria?" "Tidak, aku sedang grinding. Ada apa?"(Freyas) "Aku ingin menemui Rachel"

__ADS_1


"Tumben. Ada apa dengannya?"(Freyas) "Kalau dia belum punya Class. Mungkin aku bisa memberikan 1" Tunggu dulu kamu serius? Kamu sudah membantu Inori aku tidak mau membebani mu"(Freyas)


"Tidak masalah. Lagipula ini harus kulakukan jika ingin mengalahkan dia" "Baiklah kalau itu maumu. Rachel ada nanti malam, jadi kamu masih ada waktu"(Freyas) "Baiklah kalau begitu"


Aku berjalan keluar diikuti Inori


"Sepertinya kamu tidak perlu repot padaku"(Inori) "Kenapa kamu bilang begitu? Aku cuma membuang bahan yang tidak terpakai di Inventory milikku"


"Aku akan membayarnya. Jadi aku akan mentraktirmu makan siang. Aku akan menunggumu"(Inori) Inori langsung offline.


Tunggu! Jadi makan siang di dunia nyata? Kupikir didalam game. Aku juga offline karena takut membuat Inori menunggu.


Begitu keluar dari game aku langsung mandi dan berganti baju. Menyadari ternyata masih jam 12.


***


Dan sekarang sudah jam 2 siang. Dimana Melly? Aku keluar dan kerumah dan pergi kerumah Melly yang disebelah.


Melly keluar dan terkejut melihatku.


"Oh, kamu sudah offline ya"(Melly) "Ya dan aku baru mau menanyakan. Apa jadi kita makan siang? Jika tidak aku akan kembali online"


"Jadi kok. Kukira kamu masih main game"(Melly) Entah kenapa aku jadi kesal.


Aku dan Melly pergi ke restoran terdekat yang memang tidak jauh dari rumahku.


"Bagaimana rasanya Class milikmu?" "Keren, cepat dan sulit. Karena mengandalkan ritme, jika salah pergerakan akan menjadi fatal. Meski terlihat hebat kelemahannya juga jelas"(Melly)


"Begitu ya. Aku jadi penasaran apa ujian yang kamu lalui?" "Ujian ya. Mengikuti perang melawan kekaisaran Sixir dimasa lalu dan membunuh 100 orang dalam kekacauan itu"(Melly) "Sepertinya sulit" "Memang aku mati 10 kali, Ngomong-ngomong ada urusan apa kamu sama Rachel?"(Melly)


Aku dengan santai memakan makananku.


"Kan kamu tahu kalau aku memiliki Class. Sampai sekarang hanya ada 1 lagi yang mendapat class di organisasi itu. Karena itu aku ingin mengajak Rachel untuk mengambil Class sebelum ada orang lain yang datang mengambilnya"


"Kenapa kamu tidak jual saja informasi tentang Class. Bahkan dengan bantuan organisasi NPC yang berhubungan denganmu, bisa saja kamu mengambil alih seluruh pasar game ini dan mengalahkan sepupumu itu"(Melly)


"Tidak semudah itu. Tidak semua yang mereka beli akan menguntungkanku. Bisa saja mereka menggunakannya untuk mengalahkanku atau bahkan Azam bisa saja membeli semuanya dan memberikan pada karyawannya. Karena itu lebih baik menggunakan guild yang bisa mendukungku jika hal buruk seperti itu terjadi"


"Ah.. Aku paham"(Melly) Kami meneruskan makan. Dan Melly yang memaksa untuk membayarnya.


Setelah itu kami pulang dan aku kembali online lagi karena hari sudah mulai malam.


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2