Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 95 Ibu kota


__ADS_3

Sama seperti sebelumnya aku sedang muntah dipinggir jalan. Perasaan mual yang kudapat saat menggunakan gate teleportation


Sepetinya aku tidak akan terbiasa.


Untung saja banyak yang bernasib sama denganku, jadi tidak malu sendirian.


Ditempat ini banyak pemain, dari level 10 sampai 20 keatas ada semua disini.


Kebanyakan 20 keatas adalah para ranker jadi jumlahnya tidak banyak.


"Sudah selesai?"(Martin) "Ya, maaf aku belum terbiasa menggunakan teleportasi"


"Itu wajar, dulu Vio saja saat pertama kali menggunakannya muntah sampai sakit 3 hari"(Heidi)


"Akh.. Jangan mengumbar aib ku"(Vio) Kami semua tertawa. Sambil berbincang kami berjalan santai menuju menara sihir.


Menara sihir merupakan perkumpulan penyihir, mereka tersebar disetiap kota di kekaisaran Sixir. Yang unik semua menara itu merupakan formasi raksasa yang menyelimuti seluruh kekaisaran.


Dimana fungsinya sangat banyak selain pertahanan, peringatan, pengamatan daerah, bisa juga sebagai titik serangan jika kota itu dihancurkan.


Karena hal itu kekasiran Sixir sejak perang dengan kerajaan Seef tidak pernah ada yang berani mengusiknya.


Menurut Alvin hanya kerajaan Giaksa yang bisa mengimbangi seluruh kekaisaran karena itu kekaisaran sering menjalin hubungan diplomatik dengan kerajaan tersebut.


Di sini sangat ramai dan makmur banyak toko yang buka dari herbal, potion, baju, blaksmith, enchanter, dan banyak lagi lainnya.


Keadaan disini juga jauh berbeda dengan kota lainnya. Meski begitu daerah ini belum termasuk pusat dari ibukota.


Ibukota dipisah menjadi 3 bagian yang pertama pinggir, kedua dalam, yang ketiga pusat. Daerah pusat merupakan tempat istana kekaisaran serta para bangsawan peringkat tinggi.


Dalam merupakan tempat rakyat dan warga sipil beraktifitas sedangkan pinggir merupakan daerah militer dimana dipenuhi prajurit kekaisaran.


Daerah pinggir memiliki banyak jalan tersembunyi untuk ke pusat dan dalam demi memudahkan patroli dan keamanan.


Dengan banyaknya militer yang berada dipinggir ibukota tidak ada mata-mata yang bisa masuk karena semuanya diperiksa langsung oleh militer.


Jadi daerah ini termasuk aman. Aneh menurut mereka menara sihir merupakan menara tertinggi di kekaisaran.


Tapi sudah sedekat ini belum terlihat. Akhirnya aku melihatnya, tapi tinggi apaan.

__ADS_1


Hanya setinggi toko 2 lantai, katanya terdapat 10 lantai pada menara.


Aku sekarang berada di komplek magic. Di komplek ini terdapat banyak toko peralatan sihir dan benda sihir. Jarak kemenara sihir hanya 100 meter dari sini.


Tapi melihat tingginya membuatku bingung.


"Apa yang kamu tunggu? Ayo cepatlah"(Alvin)


"Tunggu jangan tinggalkan aku"


Aku mengikuti mereka dan perasaan aneh itu kembali menguat. Semakin dekat menara semakin tinggi menara itu.


Saat dari jauh hanya sedikit lebih tinggi dari toko 2 tingkat sekarang lebih tinggi dari toko 3 tingkat. Apa aku aja atau memang menara itu aneh?


Yap, menara itu aneh. Aku sekarang ada didepan menara dan tinggi menara itu. Aku tidak tahu lagi, aku tidak bisa melihat ujungnya.


Bahkan sampai menembus awan.


"Itu wajah yang biasa"(Fellix) "Benar sampai bosan aku melihat wajah seperti itu"(Alvin)


"Sebenarnya ada formasi pertahanan yang terpasang di seluruh komplek sihir. Formasi itu juga membuat ilusi agar menara sihir tidak menonjol"(Gleda)


"Hal itu dibuat agar menara sihir tidak jadi target untuk dihancurkan. meski Istana hancur kami masih bisa menang tapi jika menara sihir hancur pasti kita kalah"(Heidi)


Kami masuk kedalam menara, berbeda dengan dugaanku selain resepsionis tempat ini sepi.


Jika aku melihat keatas aku tidak bisa melihat atapnya, jika aku melihat kedepan, aku tidak bisa melihat ujung dari ruangan ini saking luasnya. Tapi kenapa sepi sekali.


"Ah kalian sudah datang, bagaimana tambang nya?"(Resepsionis) "Semua aman terkendali Saly, menurutku merupakan tambang tingkat menengah perkiraan ada sekitar 10 tambang kecil disekitarnya. Jenis barang tambangnya, pure mana crystal normal"(Martin)


"Baik kerja bagus Martin dan divisi formasi"(Saly) "Tinggal peta tambang, lebih baik sewa beberapa Assasin dan rogue untuk mempetakan seluruh tambang. Seharusnya bagian tengah sudah aman karena sudah dipasangi formasi cuma kami tidak tahu dengan sekitarnya"(Martin)


"Tentu saja. Oh ya siapa dia? Dia tidak terdaftar sebagai mage"(Saly) "Oh dia, Assasin yang pernah menyelamatkanku. One hundred Assasin"(Martin)


"Oh jadi kamu, tamu yang didaftarkan Martin. Aku dengar sudah 4 misi Imposible yang kamu selesaikan ya?"(Saly)


"Begitulah" "Ah bagus. Kalau misi kami dari menara sihir memiliki banyak misi Imposible hanya saja kebanyakan ditolak oleh perkumpulan lainnya dengan alasan terlalu berbahaya. Apa tidak masalah jika kami menghubungi anda?"(Saly)


"Tentu saja" "Ah guru anda datang"(Vio) aku secara refleks ikut menoleh memperhatikan mage wanita dengan jubah putih, memiliki rambut hijau, dan memakai kacamata.

__ADS_1


"Oh kalian sudah kembali. Bagaimana tambangnya?"(Mage jubah putih) "sepertinya tingkat menengah, bahkan dihuni Troll didalamnya. Jumlahnya banyak sampai puluhan bahkan ada Troll king juga"(Heidi)


"Troll king? Apa gagal? Sepertinya termasuk misi rank A"(Mage jubah putih) "Tidak kami berhasil mengamankannya"(Gleda)


"Semua berkat dia, sampai kami tidak melakukan apapun"(Heidi) Heidi menunjuk kearahku, entah kenapa aku merasa malu.


Wanita itu sangat kuat tubuhku gemetar saat ditatapnya. Meski begitu getaran ini tidak separah saat dulu. Waktu aku tidak sengaja bertemu Master menara sihir.


"Begitu ya, sepertinya aku sudah banyak mendengar tentangmu. Kenalkan aku Olivia, salah satu tetua formasi sihir"(Olivia)


"Ya aku disebut One hundred Assasin. Meski terdengar hebat aku hanya pemula"


"Tidak perlu merendah, mungkin dimasa depan akan ada banyak kesempatan untuk bekerja sama"(Olivia) "Tentu saja"


Olivia menawarkan berjabat tangan, aku menerimanya dengan senang hati.


Setelah Olivia mengobrol sebentar dengan resepsionis, dia pergi.


Setelah itu kami berkeliling, aku dikenalkan dengan divisi lain juga. Bahkan aku bertemu Aldebar di divisi formasi sihir.


Juga bertemu Faira di divisi White magic. Dan tentu saja bertemu beberapa master sihir lainnya dari beragam divisi.


Hanya saja tidak banyak perkenalan bahkan mereka tidak menyebut nama masing-masing.


Aku bahkan mampir ke salah satu gudang mana crystal. Aku diberi 5 mana crystal berbagai elemen tingkat normal untuk biaya transportasi.


Meski terkesan sedikit sombong para mage ternyata orang yang ramah. Atau karena aku ya. Bahkan aku juga punya koneksi dengan menara sihir.


Sekarang jika aku ingin membeli berbagai mana crystal aku bisa langsung ke menara sihir dimanapun untuk harga lebih murah dan mendapat uang lebih banyak jika menjualnya langsung.


Sambil berjalan tubuhku gemetar perasaan ini sama seperti saat itu. Saat aku bertemu master menara sihir.


"Ouh.. Ada orang luar"(Pria) Suaranya bergema diseluruh ruangan. Bahkan siluetnya saja belum terlihat. Bukan cuma aku, kami semua gemetar.


Pria tua berjenggot muncul didepan kami menggunakan jubah merah menatap kami.


"Master"(Para mage) Semua mage yang berada disana menundukan badan.


Hanya aku yang tidak. Pria itu menatap tajam kearahku membuatku gemetar tanpa henti seperti ditatap langsung oleh harimau yang lebih besar dari badanku.

__ADS_1


Perasaan ini membuatku ingin melarikan diri tapi aku tetap diam disana tidak bergerak. Aku tidak tahu bagaimana jadinya. Hanya saja aku tidak mau mengalah sedikitpun disini.


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2