Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 107 Bailee dan Daisy


__ADS_3

Wanita bergaun coklat itu masih menatapku.


"Sepertinya kali ini si gendut itu mengirim orang yang hebat. Kenalkan aku Bailee dan ini temanku Daisy"(Bailee)


"Aku kesini bersama temanku. Karena permintaan Marvelius" "Aku mengerti. Setelah dapat kabar dari perkumpulan yang lain, kita berangkat. Untuk sekarang kalian bisa santai-santai saja dulu"(Bailee)


"Terima kasih" Inori menarik sedikit bajuku


"Ada apa?" "Sejak kapan kamu bisa menggunakan racun?"(Inori)


"Tidak menunjukan bukan berarti tidak bisa. Job sekunder milikku itu Venom Alchemist tentu saja racun termasuk keahlianku"


"Jadi kamu menyembunyikan kemampuanmu?"(Inori) "Tentu saja. Dan bukan cuma satu. Aku punya segepok skill yang kusembunyikan dari yang lain sebagai senjata rahasia ku"


Bailee dan Daisy kembali berbicara tentang tanaman herbal. Terkadang mereka saling beragumen tentang beberapa tanaman herbal.


Seperti yang satu ini.


"Apa kamu benar-benar tidak punya stock Dood flower grass, Aku butuh itu untuk ramuan Antidote weakness"(Daisy)


"Itu merupakan tanaman yang sulit Daisy. Selain bunganya seluruh bagian tanaman itu beracun. Mengumpulkannya tanpa herbalis yang handal sulit. Aku sudah kehilangan 4 herbalist hanya untuk mengumpulkan Shadow vine"(Bailee)


Rumput beracun? Dood grass merupakan salah satu bahan utama untuk membuat racun Numb organs. Racun ini selain melumpuhkan seperti paralysis juga mencegahnya bergerak dan memberikan rasa sakit mengerikan.


Salah satu bahan dari racun zodiak Aquarius.


Selain itu jika di suhu yang dingin akan merusak pembuluh darah dan membuat tulang jadi rawan. Seperti efek dari bone breaker.


"Tadi kamu bilang Dood Flowergrass. Dimana bisa kutemukan tanaman itu?"


"Itu tanaman berbahaya. Ada didaerah padang rumput dekat Venom forest. Apa kamu ingin mengumpulkannya?"(Daisy)


"Ya, tentu saja. Itu bahan yang bagus" Daisy dan Bailee saling menatap dan tersenyum.


"Baguslah. Bisa aku meminta tolong padamu?"(Daisy)


"Tentu" "Tolong kumpulkan 20 bunga dari Dood grass"(Daisy) "Ah.. Sekalian bersihkan di sekitar jalan setapak ya. Karena sulit dilewati kalau terdapat banyak rumput seperti itu"(Bailee)


-Anda mendapat Quest


Cari dan bersihkan bunga dari Dood grass di jalan setapak disekitar Venom forest


Tingkat: Rare


Syarat: Mengenal Bailee

__ADS_1


Reward: Afinitas Daisy dan Bailee meningkat. 10 Intermediate Anti Weaknes potion


Kegagalan: Mati


Hukuman: None


batas waktu 23.59.59


"Baiklah. Inori ayo kita Grinding" "Hah. Baiklah"(Inori)


Aku menyeret Inori pergi dari sini. Sesekali berbelanja makanan sebelum keluar dari gerbang.


Menurut NPC penjaga gerbang Venom Forest ada disebelah timur sebelumnya ada Deserted Field disana.


Daerah itu terkenal berbahaya karena banyak hewan berbisa dan serangga berbisa. Tentu saja Dood grass termasuk kedalamnya.


Kami langsung pergi kesana. Dan melihat padang rumput yang sunyi dan tenang.


Aku langsung memetik rumput yang tumbuh diatas jalan setapak.


Inori ikut berjongkok melihat rumput itu.


"Jangan disentuh!! Ini dood grass. Jika menyentuhnya tangan kamu akan kram dan tidak bisa memegang senjata"


"Terus kenapa kamu mencabutnya? Apa kamu tidak apa-apa?"(Inori) "Tenang saja. Job keduaku memiliki resisten racun yang tinggi. Setelah keracunan aku tidak akan keracunan lagi"


Tanganku sakit dan tidak bisa bergerak. Darahku berkurang 3 demi 3. Untung saja durasinya cuma 15 detik.


"Apanya yang baik-baik saja. Kamu keracunan"(Inori) "Tenang saja. Ini tidak lama kok" Setelah menyimpan rumput itu. Tanganku sudah bisa bergerak.


Aku memperhatikan seluruh jalan setapak yang ditumpuhi rumput jenis ini hingga ke Venom forest.


Apa sekarang ini kerjaanku? Aku kembali mencabuti beberapa rumput. Setelah kuperiksa ternyata rumput ini juga bisa memberikan efek mati rasa. Tentu saja perlu beberapa bahan lagi.


Jadi harusnya ini juga bisa melengkapi racun Taurus. Saat asik mencabut rumput beberapa diantaranya terdapat bunga yang diminta Daisy.


Sebuah bayangan melesat kearahku. Inori dengan cepat memblokir bayangan itu dengan pedangnya.


Inori berhasil memukul mundur bayangan itu tapi Inori juga terjengkang kebelakang. Bayangan itu kembali melesat kearahku.


Dengan pisauku, aku berhasil menancapkan bayangan itu ketanah. Setelah kulihat ini adalah ular.


Dengan nama Grass snake, kulitnya hijau tua seperti piton ukurannya cuma sebesar 3 jari panjangnya mungkin 1 meter.


Dan dia beracun. Aku mengambil racunnya dengan botol. Nanti aku akan mengetes racunnya.

__ADS_1


"Apa kamu tidak apa?" "Tidak apa-apa,hanya jatuh saja. Ular ya?"(Inori) "Ya, levelnya 22. Kamu bunuh saja. Lagipula tidak berguna untukku"


"Apa tidak apa-apa?"(Inori) "Kan sudah kubilang, kita Grinding. Aku malah merasa bersalah melihatmu bosan" "Baiklah aku tidak sungkan ya"(Inori)


Inori menusuk ular itu berkali-kali sebelum dia mati. Material ular itu kuberikan pada Inori.


Beberapa kali diserang ular yang sama. Juga terkadang diserang ulat yang besarnya segenggaman tangan juga kalajengking.


Karena hal itu level Inori meningkat jadi 22. Aku sudah selesai mengumpulkan semua Dood grass hingga sampai didepan Venom Forest. Aku sempat mengambil jamur besar yang menempel dipohon.


"Ayo kembali" "Ya"(Inori) Aku dan Inori kembali ke kota. Dan menemui Daisy serta Bailee di toko miliknya.


"Terima kasih banyak. Sejak keluarga Marquess Nelleryn berperang dengan daerah Chaotic land. Seluruh keluarga Marquess lainnya sibuk mengumpulkan prestasi juga.


Marquess Renlay ingin menaklukan menduduki ilusion Fotress yang dipenuhi Etoplasma, aku jadi sibuk mengurus ramuan ini. Ini hadiahmu"(Daisy)


"Bagaimana keadaan disekitar sana?"(Bailee)


Aku menyimpan ramuan dari Daisy "Tidak mudah. Dood Grass hampir menutupi seluruh jalan setapak dari Deserted Field. Jika terlalu lama membuang waktu aku takut seluruh jalan setapak akan hilang"


"Begitu ya. Aku akan mendesak perkumpulan untuk mencari anggota untuk membantu. Kalian sebenarnya ingin kemana?"(Bailee)


"Desa Sordem" "Desa mati itu ya. Jadi untuk mendapat peta dan rute kesana?"(Bailee)


"begitulah"


"Baik jadi kawal kami dari beragam tanaman beracun dan makhluk beracun disana hingga melewati venom forest dan akan kuberikan peta seluruh wilayah Venom forest dan sekitarnya"(Bailee) "Baiklah kalau begitu"


Aku dan Inori pergi mencari makan dan perbekalan. Kami sempat kembali ke kota Tria untuk membeli 2 pedang untuk Inori.


Pedang yang diberikan Larph merupakan pedang yang bagus meski tingkatnya cuma elite statnya lumayan.


Selain itu Inori juga membeli baju zirah kain dan sarung tangan besi. Untuk equipmentku sebenarnya juga harus ganti.


Aku sempat menanyakan pada Caarol dimana dia. Dia mengatakan akan menghampiriku nanti setelah tahu kota terdekat denganku.


Mungkin aku akan mengumpulkan material dulu sebelum bertemu Caarol. Caarol juga akan membuat zirah kain untuk Inori nanti.


"Kamu yakin tidak mau menggunakan Chainmail saja?" "Tidak itu berat, tidak nyaman, dan tidak terlihat bagus"(Inori)


"Terserah kamu saja. Besok kita berkumpul didepan toko tadi. Jadi sekarang kita istirahat dulu saja" "Baiklah. Aku cukup lelah hari ini"(Inori) "Ya sampai jumpa besok"


Aku dan Inori Offline. Menunggu pertarungan esok hari.


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2