
Aku membuka mataku dan memperhatikan Cleo? Tidak dia mirip saja, rambutnya dan wajahnya mirip.
Hanya saja dia terlihat lebih kurus tentu saja yang kumaksud Cleo versi menggoda bukan nenek-nenek.
"Aku pikir perlu berbulan-bulan untukmu menemukanku"(Wanita) "Apa anda... Clara?"
"Sepertinya para kolektor memberi tahu banyak hal. Ayo masuk"(Clara)
Aku terkejut melihat desa dengan beberapa rumah didepanku. Tapi anehnya terlalu sepi. Bahkan bisa dibilang desa ini sudah mati
Clara mengajakku ke sebuah rumah yang terbesar didesa ini "Silahkan duduk dimana saja"(Clara)
Dirumah ini cukup banyak perabotan dari kayu. Beberapa diantaranya bergerak, apa dari kayu pohon di hutan?
"Karena kamu sudah menemukanku. Apa hadiah yang harus kuberikan padamu ya? Komdu"(Clara)
Dari dalam ruangan meja sepanjang meja makan bergerak kesini dan berhenti didepan kami
Apa-apaan dah itu? Diatas meja ada 3 cangkir teh dan beberapa kue diatas piring, serta kotak kayu yang dipenuhi huruf aneh yang langsung diambil Clara "Ayo dinikmati jangan sungkan"(Clara)
"Kalau begitu permisi"(Inori) Inori mengambil cangkir teh dan beberapa kue. Aku lebih tertarik dengan kotak ditangan Clara
"Sepertinya kalian pasangan ya?(Clara) Inori batuk-batuk disebelahku. Aku mengacuhkannya
"Jangan terlalu dingin dengan pacarmu. Tidak baik"(Clara) "Maaf harus menunjukkan sikap itu. Hanya saja aku terkejut kenapa bisa pada tahu ya" "Kalau begitu ini saja, anggap saja hadiah dari Kolektor untuk pernikahan kalian"(Clara)
Nikah? Pacar saja bukan. Tapi kayaknya di tolak juga gak enak
"Fara. Cincin ini akan langsung tercetak ditangan kalian, jadi jangan coba dilepas ya?"(Clara)
2 Cincin terbang ketanganku. Aku menatap cincin itu, di cincin itu ada belasan atau lebih huruf kecil yang tidak terlihat
True love ring (Legendary)
Syarat: Hanya untuk pasangan, level 30
Str: +10 (Setiap 10 level)
Agi: +10 (Setiap 10 level)
__ADS_1
Defense: +10 (Setiap 10 level)
Int: +10 (Setiap 10 level)
Skill: Share the power: Bisa membagikan salah satu stat pada pengguna cincin yang satunya, Share the position akan secara langsung mengetahui posisi antar cincin
Heart link teleportasi kearah pengguna cincin satunya tanpa batasan jarak (Jika pasangan berada didalam tempat terbatas akan terjadi hal yang buruk) Share the Vital Akan secara otomatis memberikan pemberitahuan bahaya jika pengguna cincin yang satunya memiliki darah dibawah 30% No space Between us
Semua skill akan mengabaikan jarak
Astaga legendaris. Dan apa-apaan skill mengerikan yang ada disini? Aku dan Inori akan langsung Overpower jika menggunakan ini
"Kenapa ditatap? Pakaikan lah"(Clara) Aku menoleh kearah Inori yang sudah memberikan tangannya.
Apa harus Inori ya? Kayaknya Freyas lebih baik "Kenapa tidak dipakaikan?"(Inori) "Kayaknya Freyas lebih baik" "Bisa-bisanya kamu ngomong kayak gitu"(Inori)
"Ya, ya aku bercanda sini tanganmu" Aku memakaikan cincin itu di tangan kanan Inori tepatnya di jari manisnya.
Cincin ini langsung hilang hanya menyisakan huruf-huruf aneh yang melingkari jari Inori
"Kenapa diam? Sini tanganmu!"(Inori)
Inori juga memakaikan cincin ditanganku, aku menatap huruf dijariku "Apa kamu tidak malu? Kan kita sudah terikat" "Kenapa malu?"(Inori)
Aku terdiam dan menatap Inori "Kenapa? Benar kan?"(Inori) "Enn..tahlah" "Kenapa?"(Inori)
"Emang kamu calonnya?" "Emang ada lagi?"(Inori) "Gak sih" "Yaudah cuma aku doang kan. Aku tunggu ya lamarannya"(Inori)
"Hubungan kita belum sampai kesana tau" "Siapa tahu kan ya"(Inori) "Baik maaf atas keributan atas masalah pasangan ini"
"Tidak masalah"(Clara) "Sebenarnya aku juga menerima permintaan untuk mencarimu"
Wajah Clara berubah "Dari siapa?"(Clara)
"Saudarimu. Cleo" "Kamu kenal Cleo?"(Clara)
"Aku juga mengenal Bu Ani dan keponakanmu Rina"
"Jadi Cleo masih mencariku. Dan Ani sudah memiliki anak ya"(Clara) "Aku akan memberitahu Cleo sesuai dengan yang kamu mau"
__ADS_1
"Begituya, jika aku ingin terus menyembunyikan keadaanku. Kamu akan menyanggupinya"(Clara)
"Ya, tentu saja" "Meski merusak kepercayaan dengan Cleo?"(Clara) "Lagipula dia tidak terlalu berharap banyak. Jadi harusnya tidak masalah"
"Kamu bisa menceritakannya. Sudah 20 tahun aku disini sampai sudah terbiasa"(Clara)
"Kenapa kamu mendiami desa mati seperti ini?"
"Desa ini aku yang membangunnya. Sejak penyerangan kami saat 20 tahun itu, semua prajurit dan aku bersembunyi di hutan ini. Aku membuat Barrier yang tidak akan bisa dibuka tanpa izin dariku dan akhirnya desa ini terbentuk. Sayangnya semua prajurit saat itu sudah lama meninggal karena cedera saat perang atau berumur"(Clara)
"Suamimu?" "Sepertinya Cleo bercerita banyak ya?"(Clara) "Begitulah" "Aku menikah dengan suamiku yang seorang panglima di kekaisaran Seef 25 tahun yang lalu. Aku memilih pihak kekaisaraan Seef bukan tanpa sebab. Selain suamiku, aku juga merasa akan disingkirkan jika tetap di kekaisaran Sixir"(Clara)
"Jadi itulah" "Ya, meski sekarang aku sudah membuang semua itu. Tapi dulu aku lebih berbakat daripada guruku. Karena itu dia ingin memanfaatkan ku untuk mendapat lebih banyak penghargaan lagi"(Clara)
"Tetua Merish ya?" "Kenapa kamu sampai tahu soal itu? Cleo tidak akan memberitahu soal itu"(Clara)
"Aku menebaknya. Lagipula aku tahu kalau dia guru kalian karena aku punya hubungan dengan menara sihir juga"
"Ya mirip seperti itu lah. Semua alat buatanku selalu diambil dia dan dia mengakuinya kalau itu buatannya. Aku muak dengan itu. Semua kerja kerasku tidak ada artinya bahkan aku sampai hampir diusir dari akademi karenanya"(Clara)
"Jadi karena itu" "Benar saat itulah aku bertemu dengan suamiku. Dia selalu mendukungku dan menyemangatiku begitu aku lulus aku langsung pergi dan menikah dengannya. Saat itu aku tahu kalau aku tidak bisa lagi menjadi Magic crafter. Semua alat sihir saat perang itu adalah yang terakhir. Hingga aku dan suamiku terpaksa pergi saat perang itu dan menetap disini. Disinilah aku mempelajari tentang rune dan bergabung dengan kolektor juga karena mereka menjamin keselamatanku dan keluargaku"(Clara)
"Bukanya perang sudah lama berakhir dan tidak ada siapapun disini. Kenapa kamu masih tinggal disini?"
"Entahlah, sebagian mungkin menjaga tempat ini karena disinilah kuburan suamiku berada. Sebagian lagi mungkin karena muak dengan dunia luar"(Clara)
"Begitu ya. Aku mengerti betapa kerasnya dunia luar" Setelah sedikit berbicara dan mengobrol lagi tidak terasa sudah mulai sore.
Sekarang aku bingung haruskan aku pulang saja? Tapi aku tidak tahu jalan keluar "Jadi kalian mau kembali?"(Clara)
"Begitulah, tapi gimana ya cari jalan keluar dari hutan ini?" "Aku akan berikan rune penunjuk. Tapi sayang pergi tanpa oleh-oleh, akan kulukiskan rune di perlengkapanmu"(Clara) "Tidak perlu. Lagipula ini tidak bisa dilepas"
"Peralatan khusus ya? Tidak masalah cuma sebentar"(Clara) Clara membawa kuas dengan tinta hitam dan melukis di bajuku
"Tetap diam ya. Onamir"(Clara) Huruf yang ditulis Clara bersinar dan menghilang. Sebenarnya apa itu?
"Itu hal yang bagus kok. Ini penunjuk jalannya ikuti sinar dari rune ini"(Clara) "Baiklah, terima kasih Clara"
Aku dan Inori keluar. Saat aku berbalik desa itu sudah hilang hanya hutan yang ada
__ADS_1
"Ayo kita kembali" "Ya, kembali dan menikah"(Inori) "Masih saja kamu begitu"
**TO BE COUNTINUE...***