Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 194 Bertemu Marvelius lagi


__ADS_3

Aku lelah, satu kata itu mewakili semua perasaanku. Selain harus menemani Inori mencari berbagai bahan.


Kami harus ke beberapa dungeon dan ke Sordem untuk mengambil beberapa material yang dibutuhkan Inori.


Hanya dalam sekejap Sordem sudah berubah jadi desa milik Guild. Aku masih sedikit terkejut dengan kecepatan guild ini dalam urusan hal seperti ini.


Dan sekarang kami sudah ada di Galodium di penginapan tempat kami menunggu Marvelius didepan gerbang.


Kereta kuda datang dan aku memperhatikan sekitar dan melihat satu wanita yang sangat aku kenal.


Kereta kuda dan rombongannya berhenti didepanku. Marvelius turun masih dengan badannya yang gendut dan besar


"Senang kamu menerima undanganku" "Aku sudah lama berhutang budi padamu. Itu wajar saja kan, lagipula dari tubuhmu tercium bau uang"(Marvelius) "Uang? Bau muntah kali"(Inori) "Inori" "Maaf"(Inori) "Silahkan lewat sini"(Freyas)


"Kalian urus rombongan"(Marvelius) "Baik tuan"(Kusir kereta kuda) Aku berbalik pelan-pelan mengikuti mereka.


Hanya saja aku sudah tertangkap "Mau kemana? Apa kamu tidak merindukanku?"(Caitlynn)


"Hehe.. Apa kabar Caitlynn?" Inori menatap tajam Caitlynn "Kenapa kamu tidak pernah cerita tentang dirimu sih. One hundred Assasin"(Caitlynn)


"Itu... Ya, aku baru dapat julukan itu saat di kota Briani" "Oh aku mengerti. Kamu berhutang banyak cerita padaku lo, aku tunggu nanti malam"(Caitlynn) "Tunggu dulu. Malam ini?" "Kapan lagi? Aku ini cukup sibuk. Jangan lupa nanti malam"(Caitlynn)


Dia pergi begitu saja. Sejak kapan Caitlynn yang pemalu berubah kayak gitu?


"Siapa dia?"(Inori) "Hah? Dia cuma... Tunggu dulu kenapa aku harus jelaskan?"


"Dia cuma apa?"(Inori) "Ahh.. Kamu ingat jika aku tetap gak laku kalau aku akan menikahi NPC? Dia salah satu calonnya" "Apa??!!!!"(Inori)


"Aku duluan ya" Aku langsung masuk kedalam dan masuk ke ruang rapat. Sekarang posisi Freyas agak tersingkir, kursi utama diduduki Marvelius.


Diseberang Freyas duduk Mayla, Presley, Lardo, Hammer dan Breat. Disampingnya Rian34, Rachel, Atemis dan Inori yang baru datang.


Aku duduk di samping Breat lagi, aku memperhatikan Presley yang Class nya sudah berubah jadi Qielli Priestess


Cepat juga tindakannya "Aku pedagang jadi tidak suka buang-buang waktu. Kalian menawarkan untuk jadi pengawalku, boleh kutahu alasannya?"(Marvelius)


"Tentu saja untuk mencari rute dan sumber daya yang bagus"(Freyas) "hmm... Alasan yang lucu ya. Sejujurnya aku sedikit ragu organisasi sebesar kalian malah menawarkan hal ini"(Marvelius)


"Begitu ya.. Tentu saja kami juga mencari berbagai tempat yang memiliki ciri khas sendiri juga"(Freyas)

__ADS_1


"Aku mengerti. Tapi aku tidak bisa membayar banyak, mungkin sekitar 200 gold perbulan. Karena masalah perang dan segalanya membuat semuanya jadi sulit"(Marvelius)


Kebohongannya sangat jelas. Meski aku tidak begitu mengetahui perang akan membawa berkah atau kemalangan.


Tapi yang jelas tidak mungkin tidak menghasilkan keuntungan. Apalagi untuk caravan seperti dia yang memiliki pasukan pengawalnya sendiri dan berani sedekat ini dengan medan perang.


Pasti banyak sekali keuntungan yang dia peroleh "Aku mengerti soal itu"(Freyas)


Sepertinya Freyas tidak ambil pusing soal itu.


Tapi apa dia tidak melihat wajah licik darinya?


Jangankan desa pemula, aku khawatir dia akan memanfaatkan hal ini untuk membeli barang dari desa atau kota yang merupakan zona berbahaya.


Aku mengangkat tanganku "Maaf Marvelius"


"Ada apa?"(Marvelius) "Mengingat setelah apa yang kulakukan untukmu-"


"Apa kamu ingin menaikan upah? Maaf bukannya aku tidak mau, melainkan memang tidak bisa. Apalagi sekarang banyak sekali bandit yang berkeliaran jadi bisa dibilang aku juga menanggung kerugian juga"(Marvelius)


"Bukan begitu.. Hanya saja kami memiliki beberapa tujuan juga untuk mengawalmu"


"Desa-desa kecil. Itulah tujuan kami, berjanjilah jika kamu ingin ke desa-desa ini. Biarkan anggota kami yang mengawalmu"


"Desa kecil ya. Jadi itu tujuan kalian. Rute perdagangan kami ya?"(Marvelius) "Tidak sampai seperti itu kok. Cuma kita sedang butuh saja"


Marvelius menatap ku dengan tajam "Karena keadaan seperti ini kebanyakan bandit memang mengincar desa kecil. Sejujurnya pengawalan kalian merupakan bantuan yang bagus sih. Hanya saja jika kamu mau membantuku dalam beberapa hal"(Marvelius)


"tenang saja kami akan membantumu sekuat tenaga"(Freyas) "tidak perlu. Aku hanya butuh bantuan dia saja kok"(Marvelius)


"Aku?" "tentu saja. Kamulah yang paling kukenal dan juga paling kuat yang kutahu"(Marvelius)


"begitu ya. Bukan karena imbalanku bisa dibayar belakangan kan?" "tidak, tentu saja tidak begitu"(Marvelius) "Tidak perlu panik seperti itu kok. Aku pasti akan membantu kalau kamu membantu kami juga"


Setelahnya kami merapatkan banyak hal, termasuk segala jenis barang dan penjualan.


Marvelius tertarik dengan kolektor juga.


Aku sempat menghubungi kolektor untuk perihal ini. Mereka merasa tidak keberatan menjual berbagai barang padanya.

__ADS_1


Tentu saja hanya jenis yang cukup unik dan murah. Bahkan aku sendiri terkejut ternyata para Kolektor termasuk licik juga.


Selain itu kami juga berbagi informasi tentang banyak hal. Apalagi Marvelius merupakan pedagang keliling yang mengetahui banyak sumber daya khusus.


Termasuk dungeon, biji besi, tanaman dan obat-obatan. Itu semua bisa dibuat sebagai pondasi khusus untuk guild ini.


Hanya saja yang diberitahukannya merupakan tempat-tempat yang jarang diketahui dan cukup berbahaya.


Untuk sekelas guild ini sih tidak masalah menanganinya. Jadi Freyas setuju menggelar kerja sama ini.


Dan Marvelius meminta berbagai produk dari sana untuk dijual olehnya. Tentu saja itu juga disetujui oleh Freyas.


Banyak hal yang bisa didapat dari Marvelius, tapi aku merasa seperti dia juga mengambil lebih banyak dari kita.


Setelah siang hari rapat dengan Marvelius selesai. Dan rapat lanjutan guild Elegant dimulai


"Aku merasa dia memanfaatkan guild ini"(Freyas) "namanya juga transaksi"(Rian34)


"Dia itu mengenalkan banyak sumber daya karena kamu tertarik dan akan kembali untuk mengambil hasilnya"(Mayla)


"Ini seperti..."(Inori) "monopoli pasar. Itulah tujuannya" "Meski aku baru bertemu dengannya sekarang. Sebenarnya dia terkenal sebagai pedagang yang pintar mengambil kesempatan"(Hammer)


"Arti buruk atau baik?"(Labor) "Keduanya. Seperti kita memikirkan satu hal dia sudah memikirkan 10"(Hammer)


"Urusan keuangan memang membuat pusing"(Breat) "Masalahnya dia bisa dipercaya atau tidak?"(Atemis)


"Bagaimana jika bertanya yang mengenalnya"(Inori) "Jujur saja aku tidak mempercayainya juga. Karena dia pedagang, dengan prinsip utung ruginya membuatnya terlalu licik dan serakah. Apalagi banyak sekali kebohongan yang tersirat dalam kata-katanya"


"Itu benar. Masalahnya untuk sekarang cuma dia yang kamu tahu"(Freyas) "Satu-satunya"


"Apanya?"(Freyas)


"Dia memiliki banyak koneksi. Dia bisa dengan mudah tahu soal hubunganku dengan NPC lain. Mencari pedagang lain bukanlah hal yang baik" "Sepertinya mempercayainya untuk sementara adalah hal yang tepat"(Rachel)


"Untuk sementara seperti itu. Kita tinggal negoisasi beberapa hal untuk mendapat keuntungan lebih saja"(Freyas)


Dengan itu rapat kali ini selesai


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2