Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 147 Membunuh Ocean giant


__ADS_3

"Prison formation elemental cage" Puluhan kandang es mengurung berbagai jenis air yang menyerang kami.


Akhirnya bisa bernafas sedikit, aku memperhatikan setiap air. Ada beberapa yang memiliki bola biru kecil hanya saja sulit diperhatikan.


Aku mengeluarkan pisau petir "Stab" laser petir dengan cepat mengenai bola biru kecil itu dan menusuknya.


Meski menggunakan petir tetap saja tidak bisa menembusnya. Aku terkejut saat nama monster itu muncul.


-Ocean slime


Level: 38


HP: 80%/100%


Ocean slime? Mereka bukan Ocean giant? Aku memperhatikan semua air yang ada disekitar.


Meski ada puluhan makhluk air hanya ada belasan yang memiliki inti yang berarti slime.


Hanya saja dimana Ocean giant?


Aku sempat melihat namanya sebelumnya yang berarti dia bukanlah jenis Ocean slime.


"Ada apa? Mukamu kelihatan gelisah"(Martin)


"Untung saja kamu cepat mengurung mereka. Sekarang tinggal membunuh satu demi satu kan?"(Atemis)


"Dia tidak disini" "Siapa?"(Inori) "Ocean- Awas!!!" Ocean Giant muncul dengan ombak dan spiral air yang ingin menusuk Inori.


"Enemy rhytmm.. Avoid"(Inori) Inori menghidar dengan gerakan aneh. Seperti kecepatan yang digunakan sama persis dengan Ocean giant.


Spiral ditangannya berubah jadi tombak yang mengayun kearah Inori.


"Charge... Enemy rhytmm Counter"(Inori)


Inori bergerak lebih cepat kearah Ocean giant.


Pedang di kanannya mengayun kearah tombak air.


Ledakan air terjadi dan tombak itu hancur. Pedang yang dipegang Inori terpental kebelakang sebelum mengayun lebih cepat kedepan.


Ledakan terjadi lagi dan Ocean Giant terbelah yang ternyata hanya terdiri dari air tubuhnya.


Pedang bagian kiri menebas dan membuat ledakan lagi dan tubuh Ocean giant meledak berubah jadi cipratan air kesegala arah.


"Bukan tubuh asli ternyata"(Inori) "Apa-apaan skill itu? Aku tidak pernah melihatmu menggunakannya"(Atemis)


"Karena sulit. Enemy rhytmm berasal dari gerakan musuh. Jika serangan yang dia gunakan salah kutebak aku pasti yang terluka parah sebaliknya jika berhasil kutebak aku bisa mengembalikan damage 2X lipat dari serangan yang dia gunakan"(Inori)


"Pantas saja. Itu dibilang class yang sulit"


"Benar. Sekarang dimana tubuh aslinya?"(Inori)


Ada 2 hal yang bisa kusimpulkan. Yang pertama ada 2 jenis monster disini selain Ocean giant ada Ocean slime.


Keduanya bisa mengendalikan laut. Dan bisa berubah bentuk. Ini yang membuatku khawatir.


Kami berkeliling dan membunuh semua ocean slime yang terkurung dalam es. Kami mencari kesegala arah tapi tidak menemukannya sama sekali.


Kemana sebenarnya raksasa itu? Aku yakin tidak mungkin dia kabur. Suara statis kencang terdengar.


Pierra terbang berputar didepan dinding batu.

__ADS_1


Apa ada sesuatu disana? Bebeatuan runtuh bersamaan dengan tentakel air yang menyerang Pierra.


Ayahnya Pierra menabrakan diri kearah Pierra dan membuatnya terjatuh. Aku berlari dan menangkap Pierra sambil melempar pisau petir kearah tentakel air itu.


Pilar petir membelah tentakel air menunjukkan Ocean giant didalam dinding itu.


"Great attack formation Atomic cannon"(Martin) Laser raksasa dari Martin melesat kearah Ocean giant.


Perisai air raksasa keluar dari dinding dan menutupi seluruh Ocean giant. Meski itu air, Laser Martin terbelah saat mengenainya dan menghancurkan seluruh dinding disekitar.


Begitu dinding airnya hilang munculah Ocean giant yang ukurannya 3X lebih besar daripada sebelumnya.


Sekarang kami hanya sebesar semut dihadapannya.


"Sekarang matilah, dasar makhluk menyebalkan"(Ocean giant)


Tombaknya yang sebesar pohon kelapa menusuk kearahku. Vanish, aku berhasil menghindarinya di detik-detik terakhir.


Hanya saja saat tombak itu mengenai tanah ledakan terjadi dan membuat ombak raksasa yang menyapu kami semua.


Seluruh air disana berubah jadi pisau yang menyayat-nyayat tubuh kami. Untung saja saat aku mulai terkena serangan itu, aku memerintahkan Spirit membawa kami keatas.


Air dibawah membentuk tombak dan melesat kearah kami. Spirit berhasil menghindari tombak-tombak air itu sebelum tiba-tiba meledak.


Semuanya jadi semakin kacau saat Ocean giant mulai menyerang dengan tombaknya lagi.


Setiap ayunan tombaknya membuat gelombang air yang membentuk ratusan tombak.


"Defense formation penta shield" 5 spirit berada didepan kami dan membentuk perisai segilima.


Meski begitu hanya dalam sekali serangan perisaiku langsung hancur. Sebelum dia mulai mengayunkan tombak lagi, aku melempar cresent knife dan pisau es bersamaan.


Air yang membanjiri tempat ini kembali kearah Ocean giant dan menghancurkan es yang membekukan tubuhnya.


"Attack formation magic canon" Laser melesat kearah Ocean giant yang belum siap.


Meski begitu, Ocean giant sempat menahannya dengan tangannya.


"Whyvern Arrows"(Atemis) 10 panah yang ditembak Atemis mengeluarkan bayangan naga dan menghantam tangan Ocean giant yang membeku.


Tangan itu hancur dan panahnya mengenai tubuh Ocean giant sayangnya tidak ada apapun yang terjadi. Bahkan darah Ocean giant pun tidak berkurang.


Ini sulit, bagaimana cara melukainya? Apa karena ukurannya? Atau karena kesalahan dalam menyerang?


Kami turun ketanah dan berhadapan langsung dengan Ocean giant. Aku tidak bisa memikirkan apapun.


"Killer formation hell pilar"(Martin) Pilar api raksasa menelan Ocean giant. Dari dalam formasi itu keluar uap air yang banyak ke atas.


Uap itu kembali turun sebagai hujan yang setajam pisau.


"Defense formation shell shield" Perisai cangkang kura-kura melindungi kami semua.


Akhirnya aku melihat darah Ocean giant yang berkurang dengan cepat. Tapi kenapa? Serangan area? Aku juga menggunakannya sebelumnya. Apa karena api? Atau harus keduanya?


Setelah berkurang hingga 20% formasi buatan Martin hilang. Air kembali berkumpul dan aku melihat sesuatu yang mengejutkan.


Raksasa yang luar biasa besar itu menyusut keukuran semula. Tidak, bukan seperti itu.


Melainkan air sebelumnya membentuk tubuh raksasa tadi


Air mulai berkumpul dan menutupi seluruh tubuh Ocean giant. Tapi aku tidak bisa membiarkannya saja.

__ADS_1


"Attack formation elemental spear" Tombak petir terbentuk ditanganku. Aku sudah tahu harus apa, dan kali ini aku akan mengakhirinya.


Aku melempar tombak itu yang dengan cepat melesat keperut Ocean giant. Salah satu tangannya yang belum lengkap berusaha menahan tombak itu.


Dan tombak itu hanya menancap ditangannya.


"Ocean strom"(Atemis) Ratusan panah air melesat kearah Ocean giant yang menjadi sangat besar.


Tentu saja itu tidak ada gunanya, aku sudah mulai terbang dibantu spirit. Yang perlu kulakukan adalah menembus pertahannya.


"Aku akan hentikan pergerakannya. Sword rhytmm Agreso"(Inori) "Birds arrows"(Atemis)


"attack formation elemental strom"(Martin)


Inori menebas kakinya dan membentuk mata pedang yang memotong kakinya. Hanya saja sebelum runtuh air saling menyatu dan menahan hal itu.


Hanya saja Inori terus menebas hingga dinding batu dibelakang Ocean giant hancur.


10 panah Atemis melesat dan mengenai wajah Ocean giant.


Dan gelombang panah lain datang tanpa henti. Puluhan laser api melesat menghancurkan kedua tangan Ocean giant sehingga dia tidak bisa melakukan apapun.


Aku dilempar spirit kearah tombakku yang masih menancap. Dengan tinjuku yang dililit oleh rantai angin, aku meninju tombak itu yang langsung melesat jauh kedalam perut Ocean giant, aku juga terbawa masuk.


Darahku berkurang tanpa henti didalam sini.


Aku memperhatikan tombakku yang menusuk dada Ocean giant versi lebih kecil.


Kesempatan!!! Pilar petir meledak memanjang kearahku dan menembus dada Ocean giant.


Darah Ocean giant kembali berkurang hingga 5% Aku terbawa arus air didalam sini hingga keatas. Tapi aku tidak bisa membiarkan kesempatan ini sia-sia.


Aku keluar dari air dan muncul ditangan Ocean giant ini. Aku dilempar dengan keras kebawah dan disusul tombak air yang menusuk kearahku.


"Gawat!!! Defense formation-"(Martin) Ledakan terjadi disusul ledakan berikutnya dan air membentuk ombak yang menerjang kearah kami lagi.


Untungnya aku berhasil lolos dari kematian hanya saja aku sekarat. Darahku tinggal 5% sekali kena bersin saja aku pasti sudah mati.


"Defense formation wall shield" Tembok api keluar didepan wajahku, dan aku melewatinya.


Karena itu buatanku. Air yang mengenai tembok itu jadi uap dan terbang keatas.


Yang lain mendatangiku.


"Kita bisa melakukannya sekali lagi"(Atemis)


"Ya, jangan patah semangat"(Inori) "tidak perlu khawatir kali ini pasti kita akan menang"(Martin)


"Tidak perlu. Ini sudah berakhir. Great attack formation elemental lance" Tombak dengan mata bor muncul ditanganku.


Aku melemparnya langsung ke dada Ocean giant. Dengan cepat tombak itu menusuk dab masuk sedikit demi sedikit kedalam.


Aku memperagakan memegang tombak dengan kedua tangan dan menusukkannya kedepan.


Yang sukses membuat yang lain tercengang.


Tapi darah Ocean giant terus turun tanpa henti. Bahkan Ocean giant versi yang lebih besar panik hingga mencakar-cakar dadanya seolah-olah berusaha mengeluarkan jantungnya.


"Ini berakhir.... Meledaklah" Dada Ocean giant mengelembung besar dan mendidih sebelum ledakan besar terjadi. Dan membunuh Ocean giant itu.


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2