
Melihat air yang terus mengalir membuatku sedikit takut. 2 elemen yang kuasai tidak bisa dipakai, apalagi itu merupakan elemen dengan tingkat kerusakan tinggi.
"Ayo kita lanjutkan"(Freyas) Kami kembali berjalan. Disini sangat sepi melihat 2 dinding di bagian kiri dan kanan membuatku kembali merasa sedikit khawatir.
Suara kaki terdengar dan bukan cuma 1 tapi banyak. Didepan muncul puluhan udang raksasa.
Kaki bagian depan memiliki capit, begitu juga bagian belakang. Tadi kepiting sekarang udang. Iya aku tahu ini dungeon bawah laut.
Tapi apa kami tidak terasa seperti masuk kedalam tambak ya.
"Sekarang saatnya aku bersinar. Ocean lance"(Rian34)
Air berkumpul menjadi spiral yang sangat besar bahkan sebesar celah antara dinding.
Spiral itu melaju terus kedepan dan menghilangkan semua halangan.
Sepertinya Rian diutungkan ditempat ini. Kami terus berjalan maju dengan mudah.
Sesekali udang muncul dari 2 dinding disini kami hanya untuk dipanah Atemis dan disapun Rian34.
Tanpa terasa ujung tempat ini sudah terlihat.
Kami sampai ditempat terbuka dengan puluhan udang yang langsung menatap kami.
"Kembali kecelah"(Freyas) Aku memang tidak keluar dari celah sama sekali sejak melihat para udang itu.
Udang itu menyerang bergerombol. Aku harus melakukan sesuatu. Aku memasang formasi ditanah.
"Attack formation thorn road" Ratusan pilar es keluar dari tanah, untung saja yang lain bisa menghindarinya.
Para udang yang malang tertusuk-tusuk pilar es. Begitu semuanya masuk, Freyas langsung mengangkat kapaknya.
"Heaven fall"(Freyas) Kapaknya mengayun ketanah dengan cepat membuat ledakan yang menghancurkan dan menerbangkan para udang.
"Kita bertarung disini"(Freyas) Pintu masuk hanya seukuran 2 orang, keduanya bisa menjaga pintu sementara yang lainnya bisa menyerang dari belakang.
Meski melakukan hal ini bisa mengurangi dikepung langsung oleh udang mereka sepertinya lupa.
Udang juga bisa memanjat, jika udang menyerang dari atas dinding bukanya tetap saja kekepung ya.
"Aku akan keatas. Bagaimana jika udang menyerang dari 2 sisi tebing" "Baiklah tolong bantu jaga atas"(Freyas) "Hati-hati"(Inori)
Dengan bantuan spirit naik keatas melupakan hal mudah. Begitu sampai diatas, ada belasan udang lagi disini. Yang lebih parah mereka memiliki tingkat elite.
Para udang yang melihatku langsung maju menyerang. Blood chain. Aku berubag jadi bayangan dan menyerang setiap udang.
Aku menusuk udang yang paling belakang dengan sabit milikku. Aku mundur saat para udang yang lain mulai maju.
2 Cresent knife kulempar. Satu ledakan es terlihat, tapi yang satunya berhasil membuat lingkaran sempurna.
__ADS_1
Bola setengah lingkaran terbentuk. Bola ini berwarna hitam dan menghisap segalanya yang ada disekitar.
Para udang terhisap satu demi satu kedalam bola itu. Aku melempar cancer venom.
Racun ini sangat berbahaya bagi yang memiliki armor diseluruh tubuhnya.
Selain membuat armor menjadi rapuh dan meleleh, setiap serangan akan memberikan damage berlipat ganda karena racun ini.
Dan racun ini juga akan melukai kulit jika sudah langsung terkena kulit. Sayang aku tidak bisa melihat bagaimana keadaan didalam.
Bola kegelapan itu meledak memperlihatkan semua udang dengan keadaan menyedihkan.
Semuanya hanya memiliki darah 50% kebawah juga sangat rentan karena semua armor mereka meleleh.
Aku melempar pisau cahaya yang langsung menembus tubuh para udang. Para spirit juga menyerang udang dengan ganas setelah 20 menit semua udang ini terbunuh.
Bagaimana dengan keadaan yang dibawah ya? Aku mengintip dari atas. Beberapa udang masih terlihat mengerumuni pintu keluar celah.
Sepertinya keadaan mereka tidak terlalu baik.
Suara langkah kaki terdengar dengan cepat. Aku berbalik dan melihat udang raksasa dibelakangku.
Darahku langsung hilang 20% Dan aku terpental dari atas tebing. Boss sudah muncul.
Spirit langsung menahanku agar tidak jatuh.
Aku mendarat dengan selamat ditanah.
Baru dibicarakan, boss itu melompat dari atas tebing. Bentuknya seperti udang dengan capit dikanan kirinya, serta banyak kaki yang tajam seperti tombak.
Hanya saja ada duri-duri sepanjang punggungnya dan mahkota dari duri diatas kepalanya.
Aku memasukkan mana pada Cresecent knife dan melemparnya. Pisau itu berputar dengan cepat kearah boss yang melompat.
Hal aneh terjadi, pisau itu meledak sebelum mencapai boss. Apa sebenarnya itu?
Boss turun dan langsung berlari kearahku.
Aku memasuki Stealth dan menghindari boss itu. Para spirit melempari boss dengan bom, aku juga melempar Cresent knife kegelapan saat melarikan diri.
Bola kegelapan terbentuk dan menghisap boss serta semua udang itu. Freyas dan yang lain langsung keluar bersiap menghadapi boss.
Bola kegelapan meledak memperlihatkan boss yang darahnya hanya berkurang 5%
Rush stealth. Aku berlari kearah udang, dengan pisau cahaya yang telah ku beri mana.
Aku menusuknya, pisau berubah jadi cahaya yang juga menusuk boss. Inori sudah disampingku dan menebas beberapa udang.
Semburan air dan beberapa panah melesat mengenai boss "Menyingkir!!! Heaven fall"(Freyas)
__ADS_1
Serangan Freyas tiba yang langsung membuat ledakan yang menerbangkan para udang.
Hanya saja Boss masih bisa bertahan, aku melihat ada gerakan kecil pada......Ukhh...
Apa itu? Aku terpental seakan terkena pukulan.
Padahal jarak aku dan boss cukup jauh.
Tidak menunggu lama Inori juga terkena serangan.
"Valkyrie Taunt"(Freyas) Aura emas berkumpul di Freyas menarik perhatian boss dan para udang.
Belum juga mempersiapkan pose bertahan, Freyas sudah terpental entah karena apa.
Aku dan Inori mulai bangun.
"Sebenarnya apa itu?"(Inori) "Entahlah. Serangan super cepat kali" "Ocean wall"(Rian34)
Dinding air tercipta memisahkan kita dengan para udang.
"Apa kalian baik-baik saja?"(Atemis) "Lebih baik mundur dulu untuk memulihkan darah soalnya kita tidak membawa healer"(Rian34)
"Baik-baik itu salahku. Tapi boss ini sangat sulit, serangannya sangat cepat dan tidak terlihat"(Freyas) "Ini hanya dugaanku saja. Sepertinya serangan itu hanya berlaku pada target tunggal"
"Jadi kalau kita mengkroyoknya kemungkinan berhasil?"(Inori) "Tidak juga, apa kalian lupa selain serangan tadi dia juga memilikj capit dan tangan tajam seperti tombak"
"Benar juga. Apalagi dia memiliki armor diseluruh tubuhnya"(Rian34) "Serangan jarak jauh. Itu kelemahannya, selama aku mengamankan Aggro kalian cukup menyerangnya dengan serangan jarak jauh"(Freyas)
Dinding air yang dibuat hancur bersama dengan ledakan.
"Baiklah untuk sementara itu rencanaya"
Freyas maju kedepan
"Speed mode. Charge"(Freyas) Freyas maju dengan cepat menghempaskan semua udang yang menghalanginya.
Freyas melompat keatas "Strength mode. Heaven fall"(Freyas) Kapaknya dengan lompatannya membelah bumi yang membuat ledakan dan parit yang panjang.
Boss langsung menahan serangan itu tapi para udang yang tersisa terbunuh.
"Water pilar"(Rian34) Pilar air naik dibawah kaki boss yang langsung menerbangkannya keatas.
"Serpent arrow"(Atemis) "Attack formation magic canon" Laser es dan panah dengan bayangan ular besar menyerang boss secara bersamaan.
Laser es membekukan pilar air dan juga boss itu.
"Valkyrie wrath. Heaven destroyer"(Freyas)
Dengan kapaknya yang baru diangkat pilar es itu mulai retak dan hancur.
__ADS_1
Saat kapaknya diayunkan kebawah ledakan besar terjadi dan menghancurkan seluruh tempat itu. Memang serangan itu sangat luar biasa.
**TO BE COUNTINUE...***