Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 128 Pulau mana crystal


__ADS_3

"Ocean strike"(Rian34) Berkat serangan Rian satu Merman jatuh lagi kedalam laut. Sekarang kami berada diatas kapal menuju pulau tambang yang dimaksud.


Sekarang kami diserang merman tanpa henti


"Defense formation elemental crystal"(Vio)


"Attack formation Elemental rain"(Fellix)


"Bird strom arrow"(Atemis) "Ocean pillars"(Rian34) "Blood chain" "Attack formation elemental Trench"(Martin)


"Rhytmm sword... Mayor sword"(Inori) "Ice formation blizzard domain"(Alvin)


Sekacau itulah diatas kapal.


Vio membuat pertahanan dari es yang sekeras kristal, Fellix membuat pilar api raksasa yang langsung meledak dan menyebar menyerang para merman yang berusaha menghancurkan kristal,


5 panah yang ditembak Atemis dan terus beruntun menyerang setiap merman yang terlihat, pilar-pilar dari air terbentuk ditempat dimana para merman berkumpul, aku dan Inori menyerang dan melindungi semua yang ada diatas kapal,


Martin membuat sungai api di samping kapal dan membakar para Merman yang mendekat,


dan Alvin membuat badai es ganas yang membuat air dikanan dan kiri kapal membeku.


"Giant Merman!!!"(Atemis) "Para Sharkman muncul dari kiri!!!"(Rian34) "Para Orca datang!!!"(Fellix)


Lapisan es di bagian kiri hancur memunculkan para Sharkman, Hiu dengan tangan bercakar dan memiliki kaki, Bagian kanan keluar paus hitam putih dengan tangan dan kaki sambil membawa palu raksasa.


Dibagian depan ada manusia ikan yang besar sebesar 5 atau 7 meter meski Orca juga sebesar 5 meter.


"Sialan!!! Rute macam apa ini?" "Snake arrow"(Atemis) Panah Atemis mengenai kepala dari Orca yang berusaha naik keatas kapal.


Bayangan ular juga melilit tubuhnya membuatnya jatuh kelaut.


"Hei Kapten bisa kamu melaju lebih cepat?"(Martin)


"Kalian ingin mati? Tidak lihat monster sebanyak itu?"(Kapten kapal) "Serahkan pada kami"(Aku& Martin)


Spirit menancapkan pisau disekitar kapal


"Great defense formation absolut defense"


"Defense formation wall fotress"(Martin)


Cahaya menutupi seluruh kapal membentuk puluhan perisai. Sedangkan bagian depan terbentuk dinding cahaya yang dipenuhi duri sepanjang tombak.


"Maju!!!" "Kecepatan penuh!!!"(Kapten) Dengan suara keras kapten kapal melaju luar biasa cepat menabrak semua yang menghalangi dan memberikan EXP gratis.


***


Lelah!!! Rasanya ingin mati. Kita semua berbaring diatas pantai seperti terdampar.


Padahal baru beberapa menit kita sampai.


Tapi kapal yang kita naiki sudah tidak terlihat. Memang kapten kurang ajar.

__ADS_1


"Apa ini rasanya mision Imposible?"(Rian34)


"Ya, hanya saja kamu harusnya sendirian" "Kamu benar-benar monster"(Inori) "Aku ingin offline. Sudah terlalu lama aku bermain, dan rasanya ingin mati"(Atemis)


"Baiklah, pergi dulu. 2 jam lagi gantian"


"Aku juga ya?"(Rian34) "Ya, sana!! Aku dan Inori akan tetap disini. Jangan Offline didekat sini" "Aku mengerti"(Atemis, Rian34)


Mereka berdua pergi sedikit kedalam hutan dan hilang.


"Apa kita harus berjelajah?"(Martin) "Pergi sendiri sana !!!"(Gleda,Vio,Fellix)


"Lebih baik kita istirahat dulu. Besok mungkin kita baru berjelajah" "Aku setuju. Lagipula dengan adanya mineral detektor mencari tambang adalah hal mudah"(Heidi)


Heidi membuka benda kecil seperti tempat bedak yang berbentuk lingkaran. Tapi setelahnya terlihat banyak layar hologram.


"Sepertinya benda ini rusak?"(Heidi) "Tidak mungkin rusak"(Gleda) Gleda bangun dan mendekati Heidi.


"Martin benda ini aneh"(Gleda) "Percuma saja. Jika semudah ini aku pasti sudah pergi sendiri"(Martin)


"Kenapa?"(Alvin) "Seluruh pulau ini dipenuhi mana crystal" "Hah!!!!!"(Gleda,Vio,Alvin,Fellix)


"Apa? Tidak mungkin" "Itulah kenyataannya"(Martin) "Sebenarnya apa gunanya benda itu sih?"(Inori)


"Untuk membuat peralatan yang memiliki elemen, dan item sihir. Bagi mage kegunannya banyak sekali"


"Jadi karena itu kalian berusaha keras untuk kesini. Tapi kenapa tidak meminta bantuan perkumpulan pejuang misalnya?"(Inori)


Jika mereka memasang tugas meski tidak sampai di tingkat Imposible pasti sampai ditingkat A atau S.


Gempa terjadi memaksa kami yang sedang berbaring jadi terbangun. Dari balik gunung terlihat kepala dengan satu mata.


"Apa itu termasuk evil giant?" "Ya, itu montain Cylops"(Martin) "Apa mereka ada banyak?"


"Dipulau ini ada 5 suku mereka setiap suku ada 5 pasangan"(Martin)


"Bagus kalian tunggu disini sebentar" Aku berdiri dan berlari kearah monster itu.


"Monster sedang memburu monster"(Inori)


"Tunggu dulu mereka punya....."(Martin)


Aku tidak mendengar perkataan Martin lagi, aku terus berlari kearah Cyclops itu. Ukurannya sepertinya 10 meter, mata yang ada diwajahnya sangat besar sehingga menarik perhatian.


Aku berhenti. Aku ceroboh, selain Cyclops ada belasan ogre disekitarnya. Tingginya setengah dari Cyclops.


Dengan tinggi segitu mereka bisa menahan jika Cyclops jatuh. Level mereka rata-rata 30-32 sedangkan Cyclops 37


Menyebalkan, sudah sedekat ini masa mundur. Apa kubunuh satu-satu saja? Aku ada ide lebih baik.


Spirit aku sebarkan dan memasang berbagai formasi disekitar. Ada 2 ide yang terlintas.


Membuat penghalang yang memisahkan mereka jadi 4 dan menghancurkan satu demi satu.

__ADS_1


Atau menyerang dengan formasi serangan dan dilanjutkan formasi perangkap.


Yang pertama memiliki kelemahan fatal.


Karena melawan giant kerapuhan formasi pertahanan terlihat jelas kecuali menggunakan Great formation, aku tidak yakin bisa menahan serangan para raksasa ini.


"Attack formation magic canon" 10 laser keluar dari hutan mengenai semua serta kaki Cyclops.


Hal ini membuat Cyclops terkejut dan para Ogre ambruk satu demi satu. Aku berlari mendekati Ogre terdekat.


Aku melempar 2 Cresent knife dan menggunakan Bloos chain. Aku berubah jadi bayangan dan menyerang 4 Ogre sekaligus dan menusuk dada Cyclops.


Cresent knife tiba membuat 2 ledakan cahaya dan api. Cyclops yang hanya memiliki satu mata buta dalam sekejap.


Aku menusuk satu pisau lagi. Pisau petir yang kutusuk, aku mengalirkan mana membuat petir menembus punggungnya.


Tangan besar miliknya tiba ingin menepukku seperti nyamuk. Ghost walk, Aku menembus ke punggungnya.


Satu pisau petir lagi membuat petir yang menembus dadanya. Aku memanjat dengan pisau yang terus kutusuk-tusuk hingga keatas.


"Attack formation elemental Spear" Tombak melesat dari hutan dan menusuk dada Cyclops.


Para Ogre mulai berdiri, tapi sayang sekali.


Para spirit muncul dan melempari seluruh tempat itu dengan bom petir.


Membuat jaring listrik dan menyetrum semua ogre dan Cyclops. Aku terbang dilangit dengan bantuan Spirit.


"Trap formation elemental pillars" Pilar-pilar elemen keluar dari pisau menembus masing-masing ogre.


Cyclops menatap kearahku. Sepertinya ini gawat melihat mata Cyclops yang bersinar.


Pilar cahaya merah keluar dari mata Cyclops mengarah kearahku.


Dengan bantuan manuver spirit aku berhasil menghindari serangan itu. Tapi sekarang laser itu mengikuti dibelakangku.


Formasi yang kutunggu akhirnya siap.


"Great attack formation elemental Lance, Backstab"


Aku muncul diatas kepala Cyclops dengan bodohnya laser Cyclops masih mengejar spirit itu.


Tombak dengan bor melesat kearah kepala Cyclops, dan menggores pipi Cyclops dan berhasil ketanganku.


Aku menusukan bor itu keatas kepala Cyclops membuatnya berteriak keras.


Putaran mata bor menembus kepala Cyclops.


Akhirnya seluruh bor itu berubah jadi cahaya dan ledakan besar terjadi di bawah kaki Cyclops. Dan pria besar ini sudah mati.


"Sekarang tinggal para Ogre"


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2