Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 219 Pertemuan lagi


__ADS_3

Setelah online hal pertama yang kulakukan meminta pertemuan. Mungkin karena mereka selalu ada disana pertemuan disetujui


Begitu aku masuk seperti biasa melihat mereka duduk ditempat masing-masing tanpa ada satu orangpun yang hilang


"Biasanya kalau kamu meminta pertemuan ada hal penting yang terjadi"(Marcus) "Sepertinya tidak ada masalah. Meski sudah banyak tanda, perang belum dimulai kan"(Kaisar Sixir)


"Secara teknis memang tidak ada, tepatnya belum. Hanya saja aku menemukan tanda-tanda pengknianatan"


Wajah mereka sedikit berubah "Apa kamu yakin soal ini?"(Kaisar Sixir) "Ya, yang mulia. Hanya saja hal ini tidak bisa dicari buktinya"


"Apa itu bukan tuduhan tanpa dasar?"(Raja Moris) "Sayangnya tidak. Aku telah mendapatkan informasinya, tapi tidak ada bekas jejaknya"


Ya, iyalah itukan hasil rundingan antar guild dan infonya berasal dari komunitas. Mana bisa aku kumpulkan buktinya


"Kalau begitu itu cuma asumsimu saja? Mana bisa kita bertindak"(Raja Lembroh) "Tidak perlu ditindak. Kita hanya akan kebingungan saja. Saran saya berikan perintah seadaanya saja pada para bawahan. Jangan sampai semua informasi penting diketahui bawahan"


"Kalau begitu bukanya malah membuat kesenjangan dan ketakutan ya?"(Elrin)


"Aku yang akan memastikan kesetiaan mereka. Terutama para organisasi"


"Bagaimana jika kamu memanfaatkan hal ini untuk menaikan nilai organisasimu?"(Raja Galodium)


"Aku tahu ini bisa jadi perpecahan jika diteruskan. Karena itu ada cara aman buat menyelidiki hal ini"


"Benarkah tentang itu?"(Elrin) "Manusia selalu seperti itu. Berkhianat demi keuntungan tidak seberapa berbeda dengan ras kami yang mementingkan persaudaraan"(Raja Giaksa)


"Kami tahu kekhawatiranmu. Tapi kemungkinan mereka berkhianat belum jelas. Coba jelaskan rencanamu tadi"(Kaisar Sixir)


"Baiklah aku jelaskan. Mereka memiliki cara komunikasi khusus yang tidak bisa dihentikan dengan cara apapun. Mereka juga tidak akan terlihat seperti berkhianat malah sebaliknya mereka malah terlihat setia dan rajin. Jadi cara yang aku pikirkan dengan memberi misi yang tidak penting tapi di katakan pada mereka kalau itu penting dan kirim mereka sejauh mungkin dari medan perang"


"Malah terdengar kamu yang berkhianat. Dengan cara ini kita akan kehilangan banyak pasukan"(Raja Lembroh)


"Aku tidak akan menyangkalnya. Karena siapapun pantas dicurigai, tidak perlu sekaligus cukup sedikit saja setiap mereka berhasil kalian gantikan. Yang jelas jangan sampai informasi dari medan perang bocor. Apalagi soal informasi prajurit dan senjata kita"


"Satu pertanyaan. Kalau mereka memang benar berkhianat apa yang membuktikannya?"(Elf pria)


"Mudah. Misinya akan gagal karena serangan Dark Faction. Makanya aku sarankan agar mengirim mereka menjauh dari medan perang kalau perlu masih diwilayah Rule Faction. Mereka yang berkhianat akan berpikir misi yang mereka terima akan berdampak pada perang dan akhirnya bekerja sama untuk mengagalkan misi itu. Tapi dengan cara mereka diserang seolah-olah itu bukan salah mereka"


"Ada benarnya juga. Kalau terbukti tidak berkhianat tidak ada yang tersakiti juga kan?"(Kaisar Sixir) "Baiklah. Jadi siapa yang setuju?"(Marcus)


Semua orang angkat tangan kecuali kedua raksasa. Mereka merasa ras mereka tidak mungkin berkhianat sih.

__ADS_1


"Tapi darimana kita akan memulai?"(Raja Lembroh) "Apa ada saran?"(Kaisar Sixir)


Kaisar menatapku berharap aku duluan yang memulai


"Hamba ada beberapa organisasi yang kemungkinan berkhianat" Aku memberikan daftar nama dari guild yang setuju untuk membuat Rule Faction kalah


Totalnya sampai 80% dari semua guild di Rule Faction harusnya. Jika mereka tidak dibatasi kekalahan rule Faction pasti terjadi


"Baiklah, aku mengerti. Ini adalah misimu selanjutnya"(Kaisar Sixir)


-Pergi kedataran Dark Cold dan bunuh semua pasukan Banshee disana


Tingkat misi: AA


Hadiah: Kontribusi faksi: 100k


Kegagalan: Dalam seminggu belum selesai (6.23.59.40)


Tingkat double A seharusnya bisa kuatasi


"Baiklah akan aku kerjakan" Setelah itu aku pergi darisana dan ke kota Tria dulu ditemani Inori.


"Jadi kamu mau menemui Larph?"(Inori) "Tidak sih, aku mau menemui Jarph. Aku ingin membuat senjata"


"Memang sudah harusnya kamu ganti sih"(Inori) "Kamu bagaimana?" "Aku? Ada niat juga sih. Cuma kupikir tidak terlalu perlu lah. Senjata ini masih bagus kok"(Inori)


"tetap saja akan aku tanyakan" Tidak menunggu lama kami sudah tiba didepan workshop Larph dan Jarph


Kami masuk kedalam dan menunggu dipaviliun besi rongsok ini nama yang diberikan Hana


"Oh, kamu sudah datang"(Jarph) "sudah dari tadi kali. Kenapa kamu lama sekali?" "Maaf, aku sedang sibuk tadi"(Jarph)


"Benarkah itu?" "Terserah aku lah. Apa sih urusanmu?"(Jarph) "Jarph yang asli kembali"


"Kamu ini benar-benar kurang ajar ya"(Jarph)


"Haha. Maaf. Ini hadiah dari raja Giaksa" Aku meletakkan batangan perak dimeja


Meski seperti perak beratnya aneh. Berat benda itu ditanganku seperti berat pisauku. Tapi saat Freyas yang mengangkatnya seperti berat kapaknya.


Padahal kapaknya jauh lebih berat dari pisauku

__ADS_1


-Adamantine (Legendary)


???


???


Ya itulah Adamantine. Bahkan oleh titan disebut logam para dewa. Beratnya sesuai dengan yang memegangnya. Tentu saja selama belum jadi senjata


Jika dibuat jadi senjata. Langsung menjadi senjata Exlusive. Cuma pemilik asli yang bisa menggunakannya


"Adamantine!!! Bagaimana kamu bisa dapat logam ini?"(Jarph) "kan sudah kubilang aku dapat darimana benda itu. Nah sekarang"


Aku memberikan kedua pisauku "Buatkan senjataku" "Benar juga aku bisa pakai ini"(Jarph) "Hah!! Jangan gila kamu"


"Kenapa? Impian dari dwarf itu menempa dengan mineral langka. Bahkan senjata dengan logam ini akan luar biasa tau"(Jarph)


"Terserah kamu lah. Bagaimana dengan dia? Bisa kamu buatkan pedang lain untuknya?"


Aku menunjuk Inori


"Benar. Sudah beberapa lama kamu menggunakan pedang itu ya? Tidak masalah akan kubuatkan. Lagipula Adamantine ini cukup"(Jarph)


"Astaga jangan-" "Benarkah kamu akan membuatkanku senjata Exlusive?"(Inori)


"Tentu saja. Lagipula setelah digunakan masih cukup untuk pusaka turun temurun"(Jarph)


Aku tidak bisa menghentikan pandai besi gila ini "Berapa lama waktu yang diperlukan?"


"besok juga sudah kelar"(Jarph) "Secepat itu?" "Tentu saja. Kamu meremehkan aku?"(Jarph)


"Tidak hanya saja mengejutkan. Kamu harus jadi guru dari orang yang kupilih" "Tidak masalah"(Jarph)


"Ya aku tahu kamu ak... Tunggu kamu menerimanya?" "Ya, bawa saja dia. Hanya saja harus aku yang pertama mengajarinya dan seberapa banyak dia belajar aku tidak perduli"(Jarph) "Baiklah"


Setelah itu aku menghubungi Rachel dan semua tim Assasin milikku untuk memberitahukan misi dari faksi.


Setelahnya aku dan Inori berkeliling mencari material untuk senjata Inori meski sekarang aku tidak memakai senjata


Setelahnya aku dan Inori offline untuk makan dan istirahat sebelum besok mengambil senjata


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2