Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 114 Penyerangan


__ADS_3

Aku dan Rachel keluar dari gua, spirit assasin yang kuperintahkan menyelidiki dan mengawasi tempat ini datang kepadaku.


Aku dapat kabar ada 10 PK berlevel 25-28 didaerah sini. Sepertinya mereka memang mengincarku.


"Sepertinya ada yang mencari masalah"


"Benarkah? Para pemburu hadiah?"(Rachel)


"Bukan para PK" "Serahkan saja itu padaku. Aku juga ingin mencoba Class ini"(Rachel)


Aku dan Rachel keluar dari gunung. Seluruh tempat, biasa saja masih kosong, sepi, dan gelap.


Ya, hal itu yang terlihat dari luar.


"Defense formation penta shield" Perisai segilima terbentuk didepanku.


Panah menghantam perisaiku dan membuat suara ledakan yang mengerikan. 5 panah melesat lagi dan kembali menghantam perisai milikku.


Ledakan beruntun membuatku terpental kebelakang hingga menabrak gunung.


"Pemilik Class" "Hahaha. Uangnya milikku"(Pria)


Seseorang entah darimana melompat kearahku, sambil mengayunkan kapaknya kearahku.


Aku menahan serangan itu dengan perisaiku.


Ada bayangan dipunggungnya yang juga menyerangku. Membuatku mundur.


Aku memperhatikan pria yang memyerangku.


Dia berlevel 27 memegang kapak besar, dan ada bayangan harimau dipunggungnya.


Sins dikepalanya sudah berbentuk Great devil. Kira-kira sudah lebih dari 50 orang dia bunuh.


"Assasin dengan banyak skill aneh. Pantas saja kepalamu berharga mahal"(Pria itu) "Seharusnya kamu juga tahu. Kalau sendirian tidak akan bisa mengalahkanku"


Aku merasa seseorang muncul dibelakang punggungku. Aku langsung menggunakan Ghost walk, sehingga dia menembus tubuhku.


Ternyata yang menyerangku seorang Rogue.


Aku menggapai kepalanya dan menghantamkannya ketanah.


Ledakan terjadi, aku langsung menusuk pisauku kearahnya. Bukanya berusaha menghindar, dia juga menusukan pisaunya kearahku.


Akhirnya aku melepas kepalanya, dan menahan pisau itu dengan tanganku sementara pisauku menembus bahunya.


'Disarm' Pisau miliknya berhasil kuambil, itu membuat dia panik dan mengarahkan Crossbow yang menempel ditangan kirinya kearahku.


Aku mundur dan berhasil menghindari panahnya. Hanya saja, aku terkena racun. Perlahan-lahan semua yang kulihat mulai bergoyang.


Padahal aku tidak kena serangannya sedikitpun. Lewat udara kah? Kalau begitu kamu juga harus merasakan.

__ADS_1


Aku juga melempar botol racun ke wajah Rogue yang ternyata setelah diperhatikan itu wanita. Bodo amat, aku mendukung kesetaraan gender.


botol racun itu mengenai tubuh dan pecah membuat seluruh tubuh dan mukanya terkena racun.


Aku langsung meminum antidote. Untuk mengatasi confuse ini. Tapi pria besar itu tidak membiarkanku sedikitpun.


Kapaknya yang besar kembali menebas kearahku. Aku mundur sambil menggunakan Vanish. Dan menghabiskan semua ramuan didalam botol.


Aku langsung maju menghadapi pria besar ini. Aku langsung menebas 2 tangan pria itu sebelum dia bergerak.


Karena besar gerakannya lambat, tapi tidak dengan bayangan dipunggungnya. Aku kembali terkena cakarannya saat akan menyerang lebih jauh.


Seolah-olah dia tahu, kapaknya juga menyerangku dari bawah. Anak panah juga melesat dari arah Rogue yang keracunan.


"Menyebalkan" Spirit keluar menahan kapak itu, dan aku membungkukan badan menghindari panah itu.


Pisau menusuk perut Pria berotot, aku langsung menggantinya dengan pisau petir dan kembali menusukannya.


Aku menendang pria itu sambil mencabut 2 pisau yang menusuk ditubuhnya. Kedua pisau itu aku lempar kearah Rogue.


Aku menggunakan Blood chain menyerang 2 orang sekaligus dan aku muncul dibelakang rogue.


Bersamaan pisau yang menusuk ketubuhnya, Aku menggunakan slash throat. Dengan sabit aku menebas punggungnya.


Aku mencabut pisau petir dan mengalirkan mana hingga membuatnya menjadi petir.


Belasan panah melesat kearahku.


Suara ledakan terjadi berkali-kali menghancurkan tempat dimana Rogue mati.


Aku menggapai sabit yang kulemparkan.


"Soul slash!!" Tebasan sabit milikku berubah jadi roda roh yang berputar dibelakang punggung Pria itu.


Bayangan harimau menahan serangan itu dengan cakarnya hanya saja darah pria itu juga terus turun.


Gempa bumi terjadi, dinding batu dan pilar batu keluar dari tanah membuat pijakanku tidak stabil.


Panah dengan kecepatan dan kekuatan yang mengerikan melesat dan menghancurkan batu-batu.


Ledakan terjadi tanpa henti, aku menggunakan formasi pertahanan dan menghindar dari panah dan menggunakan stealth.


Gila apa-apaan itu? Itu bukan skill dari warrior.


Kebanyakan warrior skillnya meledakan tanah dengan pukulan.


Apa itu mage? Earth mage? Earthquake mage? Dari balik batu keluar penyihir dengan jubah bertudung coklat.


"Lihatlah keadaanmu. Menyedihkan, bahkan Ahri mati"(Penyihir coklat) "Mau bagaimana lagi. Dia cepat, punya banyak skill serangan area, racun, serangan jarak jauh dan punya summon juga"(Warrior) "Aku akan menyerang dengan lebih ganas. Kalian tetap bertahan hidup saja"(Archer)


Sialan 3 player dengan class. Satunya mage lagi. Ini menyebalkan. Satu panah terlihat terbang kelangit.

__ADS_1


"Kita mulai. Rockstrom"(Penyihir coklat) "Wolf spirit"(Warrior) Kerikil dan batu besar melesat kearahku seperti badai. Suara siulan jadi banyak dan ratusan panah turun dengan cepat dari langit


"Comet rain"(Archer) ratusan cahaya turun dan membuat ratusan ledakan, badai pasir dan batu menyerang seperti ombak dan langsung menghilangkan stealth milikku.


Warrior muncul didepan wajahku, kapak besar miliknya dipegang dengan satu tangan dan mengayun kearahku.


Aku menahan serangan itu dengan perisai segilima. Karena kuatnya ayunannya membuat awan debu hilang.


Bayangan serigala dipunggungnya menahan bahuku dengan cakarnya sambil berusaha menggigit leherku.


"Earth bind"(Penyihir coklat) Tanah dan batu dikakiku mengeras dan menjebakku. "Sun arrows"(Archer) Panah melesat kearahku. Panah itu bersinar dan membakar sekitarnya.


Warrior mengayunkan kapaknya lagi.


"Wolf strike"(Warrior) Ayunan kapaknya memunculkan bayangan serigala.


"Great defense formation Blessing shield"


Untung saja para spirit sudah menancapkan pisau disekitarku. Cahaya membentuk perisai dan bola yang melindungiku.


Serangan warrior berkurang dan begitu juga panah yang mengarah kearahku. Tabrakan kedua serangan itu terjadi bersamaan.


Tapi perisaiku tidak hancur, aku menggunakan sabit yang masih kupegang untuk menebas warrior itu.


Aku mundur dan melempar sabitku kedalam hutan kearah Archer bersembunyi.


"Guardian earth"(Penyihir coklat)


2 tangan raksasa dari batu dan tanah keluar dari bawah kakiku dan menepukku seperti nyamuk. Untungnya aku berhasil mundur.


Tangan itu menghentak tanah dan tubuh raksasa yang terkubur keluar. Besarnya mencapai 5 meter, terbuat dari tanah dan batu.


Bentuknya seperti golem rata-rata.


"Ngelihat kemana kamu?"(Warrior) Bayangan ular melilit tubuhku dan menarikku ke arah Warrior, yang mengayunkan kapaknya lagi kearahku.


Cahaya biru keluar merupakan formasi milikku dan mengenai wajah Warrior serta membekukan tubuhnya.


Tinju dari golem tanah itu datang memaksaku untuk mundur setelah lepas dari lilitan ular.


Ledakan terjadi, aku memanfaatkan hal itu untuk maju dan menyerang penyihir.


Rantai ku ayunkan kearah penyihir itu yang sedang memperhatikan golem.


Rantaiku melilit tubuhnya "Apa-apaan ini?"(Penyihir coklat) Rantai berubah jadi petir dan menyetrum penyihir itu.


Aku muncul didepan wajahnya, tapi sebuah panah menusuk punggungku dan mendorongku menjauh.


"Menyebalkan" Aku menatap Archer yang lagi-lagi wanita yang juga menatapku balik.


Ini sangat menyulitkan

__ADS_1


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2