
Aku menunggu di restaurant. Menunggu Rachel yang akan datang. Melihat pemandangan malam hari di kota Tria memang berbeda saat siang.
Jalanan lebih hidup dan ramai. Setelah beberapa menit Rachel akhirnya muncul.
"Maaf sudah membuat mu menunggu"(Rachel)
Rachel memakai equipment serba hitam, dia sekarang sudah level 25. Berbeda dengan Inori sepertinya dia rajin Grinding.
"Tidak terlalu lama kok. Ayo duduk dulu"
Rachel duduk diseberangku dengan wajah yang tidak nyaman.
"Santai aja" "Sepertinya kamu tidak perlu memberikan Class padaku. Meski terkesan beban, aku cukup bisa diandalkan ko"(Rachel)
"Kamu salah paham. Ini bukan tentang guild atau Freyas. Ini untukku, ini salah satu quest yang kudapat saat mendapat Class"
"Tapi kenapa harus aku?"(Rachel) "Simple. Karena aku maunya kamu. Ayo kita berangkat"
Aku keluar sambil diikuti Rachel. Aku mengeluarkan kadal dan meminta Rachel naik keatasnya.
Aku sudah resmi masuk kedalam Guild Elegant karena Freyas. Mungkin memang lebih baik punya dukungan seperti ini daripada sendirian.
Untung saja sampai sekarang tidak ada yang mengejarku. Karena aku sempat muncul dikota yang berarti Sins milikku sudah bersih.
Membuat para Player yang mengincar hadiah tidak jadi menyerangku. Karena resiko memiliki Sins cukup besar.
Kecuali orang yang dari awal sudah PK mungkin berbeda. Itu juga yang aku khawatirkan para PK.
Berbeda dengan Player biasa mereka melakukan segalanya demi mendapat sumber daya.
Jadi hadiah untuk membunuhku pasti bisa memancing mereka. Belum bergeraknya mereka sampai sekarang menandakan para PK belum mempercayai Pluto.
Tapi tetap saja, bahaya masih mengintaiku.
Seperti biasa perjalanan kali ini lancar.
Meski hantu sekalipun mereka tidak mengganguku sama sekali.
Tidak terasa kami sudah tiba di markas Dark side eyes. Setelah kuperhatikan, ini berada di kaki gunung.
Dan puncak gunungnya masih jauh diatas awan. Apa benar aku harus kesana untuk mendapat Tempest stell?
Aku menyimpan kadalku dan berjalan kedalam gua. Rachel mengikuti dari belakang dengan diam.
Aku melihat para spirit Assasin yang ada digua ini menatap kearahku. Aku menyiapkan pisauku untuk bertarung.
Tapi anehnya mereka semua membuka jalan dan membiarkan aku lewat. Aneh
Kami terus berjalan hingga sampai di kuburan batu.
Aku menatap setiap kuburan itu.
"Ternyata anda kembali"(Bola api) Suara yang akrab terdengar. Aku menatap bola api yang melayang kearahku.
__ADS_1
"Ada gerangan apa anda kemari?"(Bola api)
"Aku membawa seseorang untuk class"
Aku menunjuk Rachel yang membuatnya sedikit gugup.
"Oh, calon anggota. Anda sendiri tahu kan betapa sulitnya ujian ini. Apa kamu yakin dia sanggup?"(Bola api)
"Aku tidak punya hak untuk menilainya. Sanggup atau tidak biarkan dia mencobanya dulu"
"Baiklah, ikuti saya"(Bola api) Bola api itu melayang kearah kuburan. Rachel mengikutinya.
"Aku titip dia dulu. Aku memiliki urusan"
Bola api itu mengacuhkanku. Yasudah kalau seperti itu.
Apa sekarang saatnya mendaki gunung?
Aku mendaki gunung yang menurutku merupakan gunung tersulit untuk didaki didalam game ini.
Angin disini sangat kencang, berkali-kali aku melihat topan meski cuma sekejap. Karena itu aku tidak bisa melempar apapun.
Karena semuanya terpental oleh angin. Spirit sekalipun terkoyak sampai musnah oleh angin ini.
Yang bisa kulakukan mendaki gunung ini dengan pisau sedikit demi sedikit. Bahkan kadalku yang bisa menaiki gunung lainnya hampir jatuh dan hancur.
Jika tidak kusimpan, formasi ataupun skill juga tidak berguna. Seolah belum cukup buruk aku terkena debuff frezzing dan slowness karena dingin.
Oh ya terkadang petir sangat dekat hingga bisa digapai membuatku semakin ketakutan.
Setelah berusaha lebih keras demi bertahan hidup. Karena aku tidak mungkin kebawahkan untuk hidup.
Batu-batu entah darimana terbang kearahku dengan beragam ukuran. Dari sekecil kelingking sampai sebesar sapi.
Darimana semua batu itu? Jika memang dari atas gunung. Kenapa gunung ini tidak runtuh saja?
Darahku berkurang drastis dan aku sangat frustasi. Karena tidak bisa meminum potion, potion sudah terbang lebih dulu saat keluar dari Inventory.
Meski berhasil kubuka, isinya yang keluar terbawa angin, jika aku memaksakan minum potion. Aku akan jatuh kebawah.
Belum lagi batu-batu yang terbang kebanyakan selalu menghancurkan potion sebelum sempat aku minum.
Pertama kalinya aku benci game se realitas ini. Arghhh... Lebih baik aku melawan naga saja daripada harus seperti ini.
Setelah sejam dan darah tersisa 5% Aku berhasil naik keatas. Alih-alih kawah atau puncak yang aku lihat malah bagian atas yang rata.
Seperti terpotong. Oh ya ngomong-ngomong bagaimana caraku turun nanti ya? Bunuh diri?
Aku berjalan kesekitar dan aku melihatnya.
5 Besi tinggi menjulang kelangit dan bukan cuma itu. Topan berputar mengelilingi satu besi bergantian.
Apa-apaan itu? Aku juga mendengar suara nafas sesuatu yang besar. Aku memperhatikan dengan seksama dan melihat ular bersayap tidur didalam lubang dangkal.
__ADS_1
Ughh.. Ukuranya besar, hampir sebesar mobil dan membuatku merasa takut. Lebih baik tidak ku usik pasti levelnya jauh lebih tiggi dariku.
Aku mengetuk salah satu tiang yang mengeluarkan suara nyaring. Aku langsung gemetar, karena ular itu bangun dan menatapku.
Dan dia kembali tidur. Sepertinya aku terlalu lemah. Aku kembali memperhatikan tiang ini.
Aku terdorong mundur karena topan mengelilingi tiang didepanku.
Setelah beberapa detik topan berpindah ketiang lainnya. Tiang itu sangat keras dan tidak mungkin kuhancurkan begitu saja. Apalagi mengambilnya.
Seolah-olah 5 tiang ini adalah kerangka gunung. Aku binggung, yang lebih membingungkan bagaimana baja yang sudah diolah tertancap digunung seperti ini.
Karena tidak bisa menggoyahkan tiang aku menggali dibagian bawah tiang yang sulit karena hanya ada batu.
Setelah perjuangan yang sudah sedalam...
4 inchi aku menemukan besi lainnya yang tertanam.
Aku tidak tahu apa ini tempest stell atau montain stell.
-Tempest stell (Rare/normal)
Merupakan baja yang patah dari salah satu tiang tempest. Setelah dialiri angin selama waktu yang tidak terhitung jumlahnya. Baja ini sangat ringan juga sangat mudah dibentuk
Aku mendapatkannya. Tapi bagaimana cara turun dari sini?
***
Aku berhasil turun, dengan darah yang tersisa 5% sebenarnya aku jatuh. Dan terlambat diselamatkan spirit.
Untungnya tidak mati. Aku masuk kedalam gua sambil meminum potion.
Didalam aku melihat Rachel yang sedang bicara dengan bola api.
"Oh, kamu sudah kembali? Aku baru berpikir untuk pulang sendirian tadi"(Rachel) "Untung saja tidak kamu lakukan. Ayo kita kembali"
"Wraith Assasin tunggu sebentar"(Bola api) "Ada apa?" "Anda sudah pantas menerima ini"(Bola api)
Bola api membawa cincin dan memberikannya padaku.
-Wraith ring (Unique)
type: Ring
Syarat: Wraith Assasin level 30 terikat saat dipakai
Skill: Wraith weapon Menyalurkan arwah yang kamu bunuh sebanyak 100 untuk melapisi senjata dengan soul wraith. Serangan yang ditimbulkan akan memberikan Weakness dan tidak bisa ditahan kecuali skill menahan serangan jiwa
Deskripsi: Merupakan cincin peninggalan Wraith assasin terdahulu kepada pewarisnya.
Jika pewaris menggunakannya sebelum kuat menahan dampaknya akan membuat pewaris kehilangan semua kekuatannya
Soul:(0/100)
__ADS_1
**TO BE COUNTINUE...***