Abnormal Assasin

Abnormal Assasin
Part 81 Nona Faira


__ADS_3

Dengan menaiki golem semuanya jadi mudah apalagi memiliki fungsi stealth jadi tidak perlu bertarung dengan penghuni Chaotic land.


Hanya saja konsumsi mananya keterlaluan.


Hanya berjalan satu jam saja semua mananya tersisa 80%


Sulit sekali. Jika dibiarkan hanya bisa berjalan 5 jam saja. Aku terus mencari jejak terakhir dari nona Faira.


Aku sudah menemukan bekas dari kereta kuda serta jejak melarikan diri ke Chaotic land.


Diperjalanan aku juga melihat para Asssasin yang mencari seseorang disini. Aku terus mencari nona Faira dikedalaman Chaotic land.


Aku berhenti secara mengejutkan aku menemukan desa yang lumayan besar yang berisi para Orc dibawah lembah.


Tapi setelah aku membunuh satu itu bukan dari suku Blood orc. Melainkan suku Bruteness.


Hah kupikir aku akan menemukannya dengan mudah. Lebih baik menemukan Nona Faira dulu.


Setelah berjelajah lagi aku sampai dibawah jurang. Disini ada suku troll dengan nama Flesh troll.


Aku melihat 7 Troll membawa 5 orang yang pingsan dipundaknya. 4 pria dan 1 wanita.


Apa mereka?


Aku mengikuti mereka hingga berada di tempat yang lebih gelap. Aku melepaskan puluhan spirit assasin yang menyerang troll.


Ternyata jauh lebih mudah. Karena sergapan dan serangan fisik tidak berpengaruh pada spirit membuat semua Troll mati dengan mudah.


Aku memeriksa ke 5 orang itu. Dari 5 orang hanya yang perempuan yang merupakan penyihir sedangkan lainnya merupakan warga biasa.


Aku mengumpulkan semua drop item dan material yang ada. Aku mendapatkan 7 chaos crystal tingkat rendah, 7 darah troll, 20 gold dan Club busuk milik troll.


Aku tidak perlu senjatanya. Saat aku berbalik perempuan itu sudah sadar. "Siapa kamu? Apa yang mau kau lakukan denganku?"(wanita)


"tenanglah, aku menyelamatkan kalian dari para troll" Perempuan itu menatapku sebentar.


"Baiklah aku berterima kasih padamu. Sekarang aku harus pergi, sebagai bentuk kesopanan. Perkenalkan aku white mage Lydia"(Lydia)


"senang bertemu denganmu" "kalau begitu aku pamit"(Lydia) "tunggu dulu. Kamu seorang mage kenapa berada di tempat ini?"


"Aku ditangkap oleh mereka. Apa sudah puas"(Lydia) "tidak kamu tidak bisa membohongiku. Aku hanya ingin tahu dimana nona Faira"


"ternyata kamu merupakan salah satu pengejar. Baiklah meski mati disini aku akan membunuhmu. light ray"(Lydia)


Cahaya bersinar keluar dari tangan Lydia menyinariku. Ya hanya itu, sihir yang berguna sebagai senter.


"Arghh.. Tanah sialan"(Lydia) "kamu salah paham, aku mencari Nona Faria untuk menyelesaikan misi" "misi?"(Lydia)


"ya misi untuk menyelamatkan nona Faria"

__ADS_1


"begitu ya. Baiklah lagipula kami sedang dalam masalah juga"(Lydia)


Akhirnya dapat penunjuk jalan. Aku mengibaskan tanganku, keluarlah kadal raksasa disebelahku.


"Monster"(Lydia) "bukan dia tungganganku. Ayo naik" Aku naik keatas punggung kadal itu.


Lydia meski ragu juga ikut naik.


"aku lupa mereka" "biarkan saja, mereka perampok"(Lydia) "oh. ok" Aku meninggalkan keempat pria itu dan pergi dari jurang mengikuti arahan Lydia.


Ternyata mereka bersembunyi di lembah tandus diatas jurang sebelumnya. Menurut Lydia keadaanya cukup gawat karena mereka dikejar selain pembunuh mereka juga dikepung oleh Ogre disana.


Kami sampai dihadapanku ada 20 ogre. Bentuknya seperti manusia dengan tinggi 5 meter.


Masing-masing dari mereka membawa pilar batu sebagai senjata.


"Dimana mereka?" "kami sembunyi dengan formasi pertahanan. Jika tidak kami sudah mati sebelumnya"(Lydia)


"baiklah ku urus semua ogre ini dulu" "perlu aku bantu?"(Lydia) "tidak lebih baik kamu tetap diatas kadal ini"


Aku melepaskan puluhan spirit yang menyerang ogre secara langsung.


"aktifkan froze breath"


Kadal itu membuka mulutnya dan mengeluarkan kabut es yang membekukan dalam jumlah yang mengerikan.


Aku juga menyerang, memanfaatkan para spirit yang menghalangi pandangan mereka, aku menebas kaki salah satu ogre.


Aku mengeluarkan rantai dan mengayunkannya ke kaki setiap ogre. Satu demi satu ogre terjatuh.


Pisau demi pisau menusuk setiap tubuh ogre dan membuat ledakan tanpa henti. Tidak butuh waktu lama, para ogre kembali berdiri dengan darah dibawah 10%


Blood chain. Aku berubah menjadi bayangan dan menebas semua ogre itu. Seluruh ogre itu mati tanpa bisa melakukan apapun lagi.


Lydia berjalan mendekatiku.


"ternyata kamu kuat ya"(Lydia) "tentu saja jika tidak begitu, aku tidak akan mengambil misi ini" "aku beritahukan yang lain dulu"(Lydia)


Lydia berjalan ke dinding batu dan mengetuk 3 kali dengan pola. Aku tidak begitu memperhatikannya.


Tidak menunggu lama dinding itu menjadi kabur. Dan seorang pria tua keluar dari situ.


"kupikir kamu sudah mati?"(Kakek) "sembarangan saja. Dimana nona?"(Lydia)


"ada didalam. Siapa dia?"(Kakek) "katanya dia menerima misi untuk mencari nona"(Lydia)


"kamu masih saja naif. Bagaimana jika dia pembunuh yang mengejar kita"(Kakek)


"sepertinya tidak, jika memang dia pengejar pasti sudah membunuhku"(Lydia) "terserahlah, lebih baik kamu temui nona dulu. Pria itu biar aku awasi"(Kakek)

__ADS_1


Lydia masuk kedalam sana. Aku tidak tahu itu apa. Yang jelas Lydia meninggalkanku dengan kakek tua itu.


Kakek itu memakai jubah putih, memiliki jenggot yang putih juga, wajahnya tidak terlalu terlihat karena ditutupi tudung.


"Jadi apa alasanmu mencari nona?"(Kakek)


"aku menjalankan misi untuk menyelamatkan nona" "menyelamatkan? Atau membunuhnya?"(Kakek)


"jika memang aku ingin membunuhnya, aku yakin kamu sudah mati. Meski penyihir cukup kuat tapi disini Assasin sepertiku adalah yang terbaik"


"Sombong, untuk sekarang aku akan mengawasimu. Aku Aldebar yang langsung mengawasi seluruh tindakanmu"(Aldebar)


"baiklah" Suara jejak kaki terdengar. Dan 2 wanita itu muncul ditemani satu pria yang masih muda.


"Jadi kamu yang diceritakan Lydia. Kenalkan aku Faira Nelleryn, putri dari marquess Nelleryn serta mage tingkat menengah"(Faira)


"Saya adalah seseorang yang menerima permintaan menyelamatkan anda" "ya terima kasih tentang itu. Kalau begitu bisakah kita berangkat"(Faira)


"tentu, sepertinya tempat ini sangat menyakitkan untuk anda" Aku mempersilahkan Nona Faira, sebelum sempat melangkah tanganku dipegang Lydia


"ada apa?" "bisa kamu bantu menyelamatkannya?"(Lydia) Aku berbalik dan menatapnya.


"Lydia, lupakan saja dia. Lagipula dia sudah mati"(Pria) Melihat pria yang disebelah Lydia mengatakan hal itu, entah kenapa ada perasaan senang disuaranya.


"Tidak, dia belum mati. Kalian selalu seperti itu saat itu aku ditinggal dan sekarang aku tidak percaya kalian juga meninggalkan kekasihku"(Lydia)


"dia yang pergi sendiri. Karena kecerobohannya para ogre mengepung kita, jika bukan karena dia membuka formasi sembarangan pasti kita masih aman"(Pria)


"Diamlah Luhde, aku tahu kalau dia salah. Tapi dia hanya ingin menyelamatkanku. Karena itu biarkan aku menyelamatkan Melvin"(Lydia)


"Lebih baik kita kembali dulu dan mendiskusikannya nanti"(Faira) "itu benar, keselamatan kita yang utama. Dalam keadaan lemah seperti ini kita tidak bisa melakukan apapun"(Adelbar)


"jika tidak diselamatkan dia akan mati. Tidak ada waktu lagi"(Lydia) "biarkan saja nyawa nona adalah yang utama"(Luhde)


"Aku tahu karena itu aku memohon padamu"(Lydia) "Jangan bercanda. Apa kamu ingin nona terbunuh. Dengannya saja tidak ada kemungkinan kita selamat"(Luhde)


"apa aku harus menyerah begitu saja, membiaran Melvin mati"(Lydia)


Hah ini tidak akan selesai.


"Ceritakan dulu ada apa" "jadi kekasihku pergi mencariku saat aku ditangkap. Tapi dia menghilang sekarang. Aku yakin dia masih hidup"(Lydia)


"Jangan bercanda, aku melihatnya dibawa Orc bagaimana bisa dia masih hidup"(Luhde)


"Kita bicarakan dijalan saja. Selama sejalan aku akan berusaha menyelamatkannya"


"Terima kasih"(Lydia) "Ayo naik" Kadal raksasa itu muncul dipunggungku. Baiklah satu misi sudah selesai sekarang tinggal misi satunya.


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2